Madrasah Al Khoiriyyah

Madrasah Al Khoiriyyah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Madrasah Al Khoiriyyah, Education, Dusun Puhun Rt. 20 Rw. 08 Karangmangu Kramatmulya, Kuningan.

أطال الله عمرهم في الصحة والعافية
15/10/2024

أطال الله عمرهم في الصحة والعافية

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 1443 H / 2021
02/11/2021

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 1443 H / 2021

13/04/2021

Dalam hadits shahih diriwayatkan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ».
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ketika Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dirantailah syetan-syetan. (Hadits Riwayat Al-Bukhari nomor 1899, dn Muslim nomor 1079).

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai makna syetan-syetan dibelenggu di Bulan Ramadhan atas beberapa pendapat:

Al-Hafidh Ibnu Hajar menukil dari Al-Hulaimi: “ Itu mengandung makna bahwa yang dimaksud adalah syetan-syetan itu tidak mulus dalam memfitnah Muslimin sebagaimana mulusnya pada bulan lainnya karena kesibukan Muslimin dengan shiyam yang di dalamnya terkekanglah syahwat, dan mereka sibuk dengan membaca Al-Qur’an, dan dzikir.

Ulama lainnya –selain Al-Hulaimi—berkata, yang dimaksud dengan syetan-syetan (dibelenggu) itu adalah sebagian syetan, yaitu yang durhaka kelewat batas di antara mereka… sabdanya صُفِّدَتْ artinya diikat kencang dengan belenggu-belenggu yaitu ranta-rantai, artinya rangkaian rantai…

‘Iyadh berkata, itu mengandung makna bahwa hadits itu berdasarkan lahiriyahnya dan makna sebenarnya, itu semua adalah pertanda bagi malaikat karena masuknya Bulan Ramadhan itu, dan pengagungan kemuliaannya, dan karena tercegahnya syetan-syetan dari mengganggu Mukminin. Dan mengandung makna p**a bahwa itu menjadi isyarat kepada banyaknya pahala dan ampunan, sedang syetan-syetan sedikit penyesatannya, maka jadilah mereka bagai dibelenggu. Dia berkata, makna yang kedua ini didukung sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Yunus dari Ibnu Syihab menurut Muslim: فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ pintu-pintu rahmat dibuka.

Dia berkata, hadits itu mengandung makna bahwa syetan-syetan dibelenggu itu adalah ungkapan tentang lemahnya mereka dari menyesatkan dan menghiasi syahwat. Az-zain bin Al-Munir berkata, makna yang pertama (makna sebenarnya) itu lebih lurus dan tidak ada keterdesakan yang mendorong untuk mengalihkan lafal dari lahiriyahnya. (Fat-hul Bari, 4/ 114).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya tentang sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ ) dan syetan-syetan dibelenggu (ketika datang Ramadhan), tapi di samping itu kami lihat manusia sama bergulat pada siang Ramadhan, maka bagaimana syaithan-syaithan dibelenggu tetapi sebagian manusia bergulat?

Syaikh Ibnu ‘Utsaiman menjawab:

Dalam sebagian riwayat hadits (وَتُصَفَّدُ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ) pada bulan Ramadhan dibelenggulah syetan-syetan yang durhaka kelewat batas atau dirantai, ini menurut An-Nasaai. Hadits seperti ini termasuk perkara yang ghaib yang sikap kita terhadapnya adalah taslim (berserah diri) dan tashdiq (membenarkan), dan hendaknya kita tidak berbicara apa yang di balik itu. Karena ini lebih selamat bagi agama seseorang dan lebih baik akibatnya. Oleh karena itu ketika Abdullah bin Imam Ahmad berkata kepada ayahnya yakni Ahmad bin Hanbal: bahwa manusia bergulat di bulan Ramadhan; maka Imam Ahmad berkata: demikianlah dalam hadits (syetan –syetan dibelenggu) dan jangan kau berbicara mengenai ini.

Kemudian sesungguhnya yang lahiriyah syetan-syetan terbelenggu dari menyesatkan manusia, dengan bukti banyaknya kebaikan dan kembali kepada Allah pada Bulan Ramadhan. Selesai perkataan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. (Majmu Al-Fatawa 20 oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin).

Atas dasar ini maka dibelenggunya syetan-syetan itu adalah dibelenggu secara makna sebenarnya (hakiki), Allahu a’lam dengannya, dan tidak harus karena itu maka tidak terdapat kejahatan-kejahatan dan kemaksiatan-kemaksiatan di antara para manusia. Wallahu a'lam.

Syekh Najmudin Al-Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj-nya menuturkan kisah-kisah nabi ketika bertemu dengan ummatnya yang b...
16/02/2021

Syekh Najmudin Al-Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj-nya menuturkan kisah-kisah nabi ketika bertemu dengan ummatnya yang bermacam-macam. Saat itu nabi sedang melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis.

Nabi SAW agak kaget melihat pemandangan yang begitu nyata dan jelas di pelupuk matanya. Berikut golongan-golongan umat nabi yang disaksikan dan ditemui saat Isra dan Miraj.

1. Orang-orang yang gemar bersedekah
Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ia tanam. Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Begitupun seterusnya sehingga hasil panen mereka melimpah ruah. Mereka adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah akan mengganti semua hal yang diinfakkan di jalan-Nya.

2. Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah
Ketika itu nabi mencium bau harum. Ternyata ketika ditanyakan kepada Jibril, bau harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.

3. Pemalas mengerjakan shalat fardhu
Saat itu Nabi melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah. Setelah kepala mereka pecah, kepala tersebut utuh kembali. Setelah itu, kepala mereka pecah kembali. Kemudian utuh seperti semula dan pecah lagi. Kejadian itu berlangsung berkali-kali. Nabi begitu iba melihatnya. Nabi kemudian menanyakan ikhwal itu kepada Jibril yang mendampinginya. Jibril dengan jelas mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk melaksanakan shalat fardhu sehingga urung menunaikannya. Itulah siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang malas melaksanakan kewajiban shalat fardhu di hari pembalasan nanti.

4. Orang-orang yang enggan bersedekah
Setelah itu Nabi SAW menyaksikan beberapa orang yang memakan pohon dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas. Ketika ditanyakan kepada Jibril, orang-orang ini adalah orang yang tidak mau bersedekah.

5. Pezina yang lebih memilih wanita lain di luar istrinya sendiri
Kelompok orang ini digambarkan pada saat itu seperti orang yang menggenggam daging empuk dan daging busuk. Namun orang-orang itu memilih memakan daging busuk dari pada daging empuk yang dibawanya. Orang-orang ini, menurut Jibril, adalah orang yang lebih memilih tidur dengan perempuan lain padahal ia memiliki istri yang sah.

6. Para perampok atau pembegal
Nabi SAW melihat golongan ini seperti kayu yang berada di tengah jalan. Saat ada orang yang melewati jalan tersebut, orang itu terbakar karena kayu itu.

7. Pemakan harta riba
Nabi SAW menyaksikan perumpamaan golongan ini seperti orang yang berenang di sungai yang penuh darah.

8. Rakus jabatan
Saat itu Nabi SAW melihat golongan orang yang memikul kayu bakar di pundaknya. Orang-orang yang termasuk golongan ini masih terus menambah kayu bakar yang dipikulnya walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya.

9. Para dai yang tidak mengamalkan ucapannya
Para dai ini dilihat oleh nabi seperti sekelompok orang yang lidah dan mulut mereka dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan dipotong lagi. Kejadian itu selalu berulang. Ini adalah perumpamaan bagi para dai yang hanya mampu ceramah dan berorasi namun tidak mampu mengamalkan ceramahnya untuk diri sendiri.

10. Para pengumpat
Saat itu Nabi SAW melihat golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Mereka mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut. Menurut Jibril, mereka adalah orang-orang yang mengumpat perbuatan orang lain, namun mereka melakukan perbuatan tersebut.

11. Provokator
Ketika itu Nabi SAW melihat sebuah lubang kecil. Tiba-tiba keluarlah seekor sapi yang besar dari lubang tersebut. Sapi itu tidak mampu kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar. Menurut Jibril, hal itu adalah perumpamaan bagi umat Nabi Muhammad yang melakukan provokasi sehingga menimbulkan masalah yang besar. Saat tersadar akan ulahnya, ia tidak mampu menyelesaikan masalah besar tersebut.

Wallahu a’lam.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/77330/11-golongan-yang-ditemui-nabi-muhammad-saat-isra-dan-miraj?fbclid=IwAR0OMb5qHAOwti32fvvrPlOidZfeiSkYUk2whiIix73ew_edVrlF3f1VwQc

Isra dan Miraj adalah perjalanan spiritual luar biasa bagi Nabi Muhammad SAW. Perjalanan ini ibarat

14/02/2021

NASEHAT HIDUP DALAM ILMU NAHWU.

Nahwu adalah istilah bagi ilmu gramatika arab. Tema yang dibahas dalam ilmu tersebut ialah bagaimana menentukan posisi suatu kata dalam susunan kalimat, apakah ia subjek, objek, atau yang lain. Biasanya, dalam Nahwu, posisi ini ditentukan oleh perubahan di akhir tiap kata bahasa arab, bisa harakat, atau perbedaan huruf. Dalam dunia pesantren, ilmu nahwu adalah sajian pokok seluruh santri agar bisa membaca serta memahami teks teks berbahasa arab, terutama kitab kuning para ulama salaf.

Selain sebagai penentu kata dalam susunan kalimat di atas, siapa sangka kalau teori ilmu nahwu juga kerap menjadi filosofi kehidupan sehari-hari.

Suatu ketika, seseorang mendatangi syaikhona Kholil Bangkalan. Ia bertanya sesuatu yang remeh sebenarnya, “Kiai, lebih utama manakah, antara makan langsung dengan menggunakan tangan atau dengan perantara sendok?” Bukannya menjawab secara langsung, beliau tiba-tiba mendendangkan satu bait nadzom alfiyyah ibnu malik, “wa fi ikhtiyari la yaji`ul mufashil idza ta`ata an yaji`al muttasil, (Selagi bisa mendatangkan dhomir muttasil (dhomir yang tersambung), tidaklah perlu mendatangkan dhomir munfasil (dhomir yang terputus))”. Dengan bait tersebut, Syaikhona Kholil memberi isyarat bahwa selagi masih bisa menggunakan tangan secara langsung, mengapa juga memakai perantara sendok?

Ada banyak sekali teori ilmu nahwu lainnya yang bisa kita jadikan pelajaran kehidupan, jika saj kita merenunginya lebih jauh. Seperti pembahasan i`rab, atau perubahan akhir kalimat, yang jumlahnya empat, yaitu rofa`, nashob, khofd, jazm.

Rafa` yang dalam segi bahasa bermakna luhur, memiliki tanda utama berupa dhommah, yang secara bahasa berarti kumpul atau bersatu. Artinya, kita akan mencapai derajat luhur apabila bersatu, tidak terpecah-belah.

Kemudian nashab yang bisa berarti upaya keras, yang mempunyai tanda utama fathah yang bermakna terbuka. Ini berarti bahwa jalan keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi akan terbuka jika kita mau berupaya dengan keras.

Selanjutnya khafd yang secara bahasa bermakna rendah, dengan tanda utama kasroh yang artinya pepecahan. Dari khafd ini, kita dapat ambil pelajaran bahwa perpecahan dapat menjadikan seseorang rendah derajatnya.

Yang terakhir adalah jazm. Ia bisa diartikan tetap atau konsisiten. Tanda utamanya adalah sukun, yang berarti tenang. Kita ambil pelajaran bahwa konsisiten akan menimbulkan ketenangan.

Demikian beberapa contoh pengamalan teori ilmu nahwu untuk kehidupan sehari hari. Tertarik belajar Nahwu? Mondok yuk!

10/02/2021

Munajat
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَی أٰلِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
أَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَشْفِعُ بِهِ إِلَيْكَ إِذْهُوَ أَوْجَهُ الشُّفَعَاءِ إِلَيْكَ، وَنُقْسِمُ بِهِ عَلَيْكَ إِذْهُوَ أَعْظَمُ مَنْ أُقْسِمَ بِحَقِّهِ عَلَيْكَ، وَنَتَوَسَّلُ بِهِ إِلَيْكَ إِذْهُوَ أَقْرَبُ الْوَسَائِلِ إِلَيْكَ، نَشْكُوْإِلَيْكَ يَارَبَّنَا قَسْوَةَ قُلُوْبِنَا، وَكَثْرَةَ ذُنُوْبِنَا، وَطُوْلَ أٓمَالِنَا، وَفَسَادَ أَعْمَالِنَا، وَتَكَاسُلَنَا عَنْ الطَّاعَاتِ. وَهَجُوْمَنَا عَلَی الْمُخَالَفَاتِ. فَنِعْمَ الْمُشْتَكَی إِلَيْهِ أَنْتَ يَارَبَّنَا بِكَ نَسْتَنْصِرُ عَلَی أَعْدَئِنَا وَأَنْفُسَنَا فَانْصُرْنَا، وَعَلَی فَضْلِكَ نَتَوَكَّلُ فِي صَلَاحِنَا فَلَا تَكِلْنَا إِلَی غَيْرِكَ، يَارَبَّنَا وَإِلَی جَنَابِ رَسُوْلِكَ ﷺ نَنْتَسِبُ فَلَا تُبْعِدْنَا، وَبِبَابِكَ نَقِفُ فَلَا تَطْرُدْنَا، وَإِيَّاكَ نَسْأَلُ فَلَا تُخَيِّبْنَا. ۞

10/02/2021

إِحَالَتُكَ اَلْاَعْمَلَ عَلَی وُجُوْدِ الْفِرَاغ مِنْ رُعُوْنَاتِ النُّفُوْسِ
Penundaanmu terhadap amal hingga luangnya waktu adalah kebodohan hati
إبن عطاء الله السكندري
Menangguhkan amal dan melakukanya di akhir waktu tatkala waktu telah luang atau hati tenang adalah alamatnya bodohnya hati dan telah terbujuk dunia.
Mungkin saja kita mampu sampai waktu yang kita rencanakan,namun setelah sampai waktu yang kita rencanakan tidak menutup kemungkinan kita tersibukan dengan hal lain,sebab luangnya waktu dipandang dari sudut waktu itu sendiri sangatlah jarang terjadi.
Rosululloh SAW mengingatkan kita :
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنَ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ اَلصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ
" Dua nikmat yang kebanyakan orang rugi didalamnya : Sehat dan waktu luang ".

24/01/2021

Huruf dalam Alquran

Sebagai tambahan ilmu

Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia blm mengenal KOMPUTER atau alat hitung sejenis,

Maka IMAM SYAFI'I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat

IMAM SYAFI'I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur'an di susun sesuai dgn banyaknya :

o ا Alif : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.

Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak
1.027.000
(satu juta dua puluh tujuh ribu).

Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.

Jika 1 huruf = 1 kebaikan dan 1 kebaikan = 10 pahala, maka kira-kira 10 juta pahala kita dapatkan

*Di bulan Ramadhan ALLAH gandakan lagi 70x kebaikan.... Bisa, kira-kiralah hitunglah sendiri...

Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Al-Quran, bertadarrus dan kalau mampu memahami maknanya
Wallahu a'lam..

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM KUBUR

Silahkan share untuk teman2 terbaik kita

Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini...aamiin !!!

*Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan p**a yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

-Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Yaa Allah… terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhana wa Ta'ala Aamiin..

Oleh: Prof.DR. Ahmad Sathori Ismail.
Sumber : WAG ORG.MUI CJR, Kamis 20/1/21 jam 20.55 wib.

24/01/2021

Diriwayatkan bahwa Aisyah pernah menyampaikan tentang al Akhlaq al Karimah (budi perkerti luhur).

Katanya :

مكارم الاخلاق عشرة ، صدق الحديث، وصدق الناس، واداء الامانة وصلة الرحم، وبذل المعروف ، والتذمم للجار ، والتذمم للصاحب ، والمكافءة بالصناءع، وقرى الضيف، وراسهن الحياة .

“Ada 10 akhlak karimah : jujur dalam ucapan, terbuka/jujur terhadap orang lain, menjaga amanat (kepercayaan), silaturrahim, menyampaikan kebaikan, memperhatikan tetangga, menyayangi teman, membayar layak para pekerja, menjamu tamu dan paling penting adalah memiliki rasa malu (untuk berbuat jahat). (Abu Hayan al Tauhidi, al Imta’ wa al Muanasah, III/199-200).

21/01/2021

Gus Reza Lirboyo

Address

Dusun Puhun Rt. 20 Rw. 08 Karangmangu Kramatmulya
Kuningan
45553

Telephone

+6289519334920

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Madrasah Al Khoiriyyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Madrasah Al Khoiriyyah:

Shortcuts

Share

Category