09/09/2026
BERSABARLAH ATAS KENAKALAN ANAKMU
Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pembangkang. Semua ayah dan ibu tentu berharap buah hatinya menjadi anak yang sholeh, berbakti, dan membahagiakan keluarga.
Namun jalan hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada anak yang mudah dinasihati, ada p**a yang keras kepala. Ada yang sejak kecil lembut perangainya, ada p**a yang sering membuat hati orang tuanya lelah dan kecewa.
Di saat seperti itulah kesabaran orang tua sedang diuji.
Ingatlah, jangan mencaci maki anakmu, apalagi di hadapan orang lain. Jangan merendahkannya dengan kata-kata yang melukai hatinya. Jangan p**a menyumpahinya, melaknatnya, atau mendoakan keburukan atas dirinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, anak-anak kalian, dan harta kalian. Bisa jadi doa itu bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa oleh Allah."
(HR. Muslim)
Betapa banyak orang tua yang menyesal karena lisannya terlalu mudah mengucapkan kata-kata buruk ketika marah.
Padahal para orang sholeh terdahulu mengajarkan adab yang indah. Ketika marah kepada anak-anak mereka, lisan mereka tetap dihiasi doa.
Mereka berkata:
"اللّٰهُ يَهْدِيكَ"
"Allah Yahdik."
“Semoga Allah memberimu petunjuk.”
Atau:
"اللّٰهُ يَحْفَظُكَ"
"Allah Yahfazhuk."
“Semoga Allah menjagamu.”
Bahkan tidak sedikit para ibu yang saat memarahi anaknya justru keluar dari lisannya doa:
"Semoga kelak engkau menjadi orang besar."
"Semoga engkau menjadi orang yang sukses dan bermanfaat."
Mungkin saat itu anak belum memahami maknanya. Namun siapa yang tahu? Bisa jadi doa yang keluar dari hati orang tua itulah yang kelak mengubah hidupnya.
Imam Asy-Syafi'i رحمه الله berkata:
"Barang siapa menghendaki kebaikan bagi saudaranya, hendaklah ia menasihatinya dengan lembut."
Jika kepada orang lain saja dianjurkan kelembutan, maka kepada anak kandung sendiri tentu lebih layak untuk kita berikan kasih sayang dan doa.
Imam Al-Ghazali رحمه الله mengingatkan bahwa hati anak kecil ibarat permata yang masih bersih. Ia akan menerima apa yang ditanamkan oleh orang tuanya. Karena itu pendidikan terbaik tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan teladan, kesabaran, dan doa yang terus dipanjatkan.
Jangan putus asa melihat kenakalan anak hari ini. Betapa banyak orang yang semasa kecilnya sulit diatur, namun ketika dewasa menjadi orang sholeh yang membanggakan orang tuanya.
Karena itu, ketika marah, gantilah makian dengan doa. Gantilah sumpah serapah dengan harapan baik. Sebab doa orang tua bukanlah ucapan biasa. Ia dapat menjadi cahaya yang menerangi masa depan anak-anaknya.
Allah ﷻ mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berdoa:
"رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا"
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan: 74)
Doa:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاهْدِهِمْ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ الْمُفْلِحِينَ، وَقُرَّةَ أَعْيُنٍ لِوَالِدَيْهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
"Ya Allah, perbaikilah anak-anak dan keturunan kami. Berilah mereka petunjuk menuju jalan yang lurus. Jadikan mereka termasuk hamba-hamba-Mu yang sholeh dan beruntung, serta penyejuk mata bagi kedua orang tuanya di dunia dan di akhirat."
Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.