LBM NU Kaliwungu KUDUS

LBM NU Kaliwungu KUDUS Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from LBM NU Kaliwungu KUDUS, Educational consultant, KECAMATAN KALIWUNGU, Kudus.

Munadharah Qudusiyyah Masjid Jami Nurul Huda Mejobo
22/08/2026

Munadharah Qudusiyyah Masjid Jami Nurul Huda Mejobo

HASIL KEPUTUSAN LBM MWC NU KE -7
21/08/2026

HASIL KEPUTUSAN LBM MWC NU KE -7

22/07/2026
*HASIL KEPUTUSAN  LBM MWC NU KALIWUNGU KUDUS  KE 6 DI MASJID ALHUSNA DESA KALIWUNGU.*Malam Sabtu 20 Dzulhijjah 1447 H/5 ...
08/06/2026

*HASIL KEPUTUSAN LBM MWC NU KALIWUNGU KUDUS KE 6 DI MASJID ALHUSNA DESA KALIWUNGU.*
Malam Sabtu 20 Dzulhijjah 1447 H/5 Juni 2026 M.

*Latar belakang masalah ๐Ÿ˜—
Ketika kita bepergian melintasi sepanjang jalan, terkadang kita menemukan genangan air di tengah jalan, tanpa kita sengaja percikan air yang ada di jalan tersebut mengenai pakaian kita.

,*Pertanyaan ๐Ÿ˜—
1. Baagaimana Hukum genangan air yang berada dijalan tersebut?
2. Apakah Sah sholat dengan mengenakan baju yang terkena percikan air tersebut?

*Jawab no :1.*
Terdapat perincian tentang hukum genangan air yang berada di tengah jalan tersebut .
A.Hukum genangan air tersebut adalah suci manakala tidak diyakini bahwa air tersebut terkena najis .

B. Hukum genangan air tersebut adalah mutanajjis manakala diyakini bahwa air tersebut terkena/campur dengan najis , namun dima'fu(dima'afkan) jika keadaannya sulit dihindari dan terbilang sedikit.

*Jawab no 2.*
Hukum sholat dengan mengenakan pakaian yang terkena percikan genangan air tersebut adalah sah mana kala percikan air tersebut terbilang suci atau mutanajjis tetapi dima'fu karena keadaannya sulit dihindari dan terbilang ssdikit.

*Referensi ๐Ÿ˜—
*ูก. ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุดุฑุญ ุงู„ูˆุฌูŠุฒ ุฌ:ูข ุต :ูขูข*
ู‚ุงู„ ุงู„ุบุฒุงู„ูŠ : ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ : ูŠุนุฐุฑ ู…ู† ุทูŠู† ุงู„ุดูˆุงุฑุน ููŠู…ุง ูŠุชุนุฐุฑ ุงู„ุฅุญุชุฑุงุฒ ุนู†ู‡ ุบุงู„ุจุง ูˆูƒุฐุง ู…ุงุนู„ูŠ ุงู„ุฎู ููŠ ุญู‚ ู…ู† ูŠุตู„ูŠ ู…ุนู‡.

ู‚ุงู„ ุงู„ุฑุงูุนูŠ : ุทูŠู† ุงู„ุดูˆุงุฑุน ูŠู†ู‚ุณู… ุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุบู„ุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุธู† ุฅุฎุชู„ุงุทู‡ ุจุงู„ู†ุฌุงุณุงุช ูˆุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุณุชูŠู‚ู† ูˆุฅู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ู…ุง ูุฃู…ุงุบูŠุฑู‡ู…ุง ูู„ุงุจุฃุณ ุจู‡ ูˆุฃู…ุง ู…ุงูŠุบู„ุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุธู† ุงุฎุชู„ุงุทู‡ ุจุงู„ู†ุฌุงุณุงุช ูููŠู‡ ู‚ูˆู„ุงู† ุณุจู‚ ุฐูƒุฑู‡ู…ุง ููŠ ุจุงุจ ุงู„ุฅุฌุชู‡ุงุฏ .

ูˆุฃู…ุง ู…ุง ุชุณุชูŠู‚ู† ู†ุฌุงุณุชู‡ ููŠุนูู‰ ุนู† ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ู…ู†ู‡ .ู„ุฃู† ุงู„ู†ุงุณ ู„ุงุจุฏ ู„ู‡ู… ู…ู† ุงู„ุฅู†ุชุดุงุฑ ู„ู‡ู… ููŠ ุญูˆุงุฆุฌู‡ู… .ูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู†ู‡ู… ู„ุงูŠู…ู„ูƒ ุงู„ุงุซูˆุจุงูˆุงุญุฏุง .ูู„ูˆุฃู…ุฑูˆุง ุจุงู„ุบุณู„ ู„ุนุธู… ุงู„ุนู†ุงุก ูˆุงู„ู…ุดู‚ุฉ.

ูˆุฃู…ุง ุงู„ูƒุซูŠุฑ ูู„ุง ูŠุนูู‰ ุนู†ู‡ ูƒุณุงุฆุฑ ุงู„ู†ุฌุงุณุงุช .ูˆุงู„ู‚ู„ูŠู„ ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ูŠุชุนุฐุฑ ุงู„ุฅุญุชุฑุงุฒ ุนู†ู‡ .ูˆุงู„ุฑุฌูˆุน ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุงู„ูƒุซูŠุฑ ุงู„ู‰ ุงู„ุนุงุฏุฉ .ูˆูŠุฎุชู„ู ุงู„ุฃู…ุฑ ููŠู‡ ุจุงู„ูˆู‚ุช ูˆุจู…ูˆุถุนู‡ ู…ู† ุงู„ุจุฏู† .ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ู„ู‡ ุชู‚ุฑูŠุจุง .ูู‚ุงู„ูˆุง : ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ุงู„ู…ุนููˆ ุนู†ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ู„ุงูŠู†ุณุจ ุตุงุญุจู‡ ุงู„ู‰ ุณู‚ุทุฉ ุงูˆ ู†ูƒุจุฉ ุงูˆ ู‚ู„ุฉ ุชุญูุธ .ูุฅู† ู†ุณุจ ุงู„ู‰ ุดุฆ ู…ู† ุฐู„ูƒ ูู‡ูˆ ูƒุซูŠุฑ .
_terjemahnya:_
*Imam Ghazali berkata:*
"(Yang kedua):
_dimaafkan seseorang yang terkena lumpur jalanan, dalam kondisi yang secara umum sulit untuk dihindari. Begitu juga sesuatu yang ada pada khuf/sepatu, bagi orang yang shalat dengan memakainya."_
*Imam Rafi'i berkata:*
"Lumpur jalanan itu dibagi menjadi:
_1. Yang secara dugaan kuat bercampur dengan najis._
_2. Yang diyakini najisnya_
3. _Selain keduanya(tidak diduga kuat bercampur najis dan tidak diyakini terkena najis)_

_Adapun selain keduanya ,maka tidaklah mengapa. Kalau yang ada dugaan kuat bercampur najis, maka di dalamnya ada 2 pendapat yang telah disebutkan sebelumnya di bab Ijtihad.,_

_Adapun yang diyakini najisnya, maka bisa dimaafkan yang terbilang sedikit , Karena manusia pasti harus keluar untuk urusan kebutuhan mereka. Dan banyak dari mereka yang tidak memiliki kecuali satu pakaian saja. Maka seandainya mereka diperintahkan untuk mencuci, niscaya akan menjadi berat kesusahan dan masyaqqah-nya._

_Adapun yang banyak maka tidak dimaafkan, seperti najis-najis lainnya. Yang disebut 'sedikit' adalah yang sulit untuk dihindari. Dan batas antara 'sedikit' dan 'banyak' itu dikembalikan kepada kebiasaan adat._
_berbeda-beda urusannya , tergantung waktu dan letaknya di badan_

_Para imam menyebutkan (tentang sedikit dan banyak) itu dalam kira-kiranya. Mereka berkata: 'Sedikit yang dimaafkan itu adalah yang pelakunya tidak dinisbatkan kepada kecerobohan, atau musibah, atau kurang hati-hati. Maka jika dinisbatkan kepada salah satu dari itu, maka hukumnya menjadi banyak(sehingga tidak dimaafkan)'."_

*ูข. ู…ุญู„ู‰/ุญุงุดูŠุฉ ู‚ู„ูŠูˆุจูŠ ุฌุฒุก:ูก ุต: ูกูจูฃโ€” ูกูจูค.*

ูˆูŽุทููŠู†ู ุงู„ุดูŽู‘ุงุฑูุนู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูŠูŽู‚ูŽู‘ู†ู ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุชูŽู‡ู ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุชูŽุนูŽุฐูŽู‘ุฑู ุงู„ูุงุญู’ุชูุฑูŽุงุฒู ู…ูู†ู’ู‡ู ุบูŽุงู„ูุจู‹ุง ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุชูŽู„ููู ุจูุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ูˆูŽู…ูŽูˆู’ุถูุนูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุซูŽู‘ูˆู’ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฏูŽู†ู) ููŽูŠูุนู’ููŽู‰ ูููŠ ุฒูŽู…ูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ุชูŽุงุกู ุนูŽู…ูŽู‘ุง ู„ูŽุง ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูููŠ ุฒูŽู…ูŽู†ู ุงู„ุตูŽู‘ูŠู’ููุŒ ูˆูŽูŠูุนู’ููŽู‰ ูููŠ ุงู„ุฐูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ุฌู’ู„ู ุนูŽู…ูŽู‘ุง ู„ูŽุง ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ูƒูู…ูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุฏูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุนูŽุฐูŽู‘ุฑู ุงู„ูุงุญู’ุชูุฑูŽุงุฒู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุบูŽุงู„ูุจู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูุธูŽู†ูู‘ ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุชูู‡ู ู„ูุบูŽู„ูŽุจูŽุชูู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ุธูŽู‘ุงู‡ูุฑู ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑูู‡ูู…ูŽุง ุทูŽู‡ูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุจูุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุธูŽู†ูู‘ ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุชูู‡ู ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู.

ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: (ูˆูŽุทููŠู†ู ุงู„ุดูŽู‘ุงุฑูุนู) ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ู…ูŽุงุคูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุจูู‡ู ู…ูŽุญูŽู„ูู‘ ุงู„ู’ู…ูุฑููˆุฑู.
ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: (ุงู„ู’ู…ูุชูŽูŠูŽู‚ูŽู‘ู†ู ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุชูู‡ู) ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุจูุฎูŽุจูŽุฑู ุนูŽุฏู’ู„ูุŒ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุชูŽู…ูŽูŠูŽู‘ุฒู ุนูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุฌูŽุงุณูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‘ุง ููŽู„ูŽุง ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุดูŽู…ูู„ูŽุชู’ ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ุงู„ุทูู‘ูŠู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุบูŽู„ูŽู‘ุธูุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ู…ูู†ู’ ุฏูŽู…ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ. ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: (ูŠูุนู’ููŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู) ุฃูŽูŠู’ ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ูŽุง.
_Terjemahnya :_
_Lumpur jalan yang sudah diyakini najisnya adalah ma'fu 'anhu/ dimaafkan selama sulit dihindari secara umum. Ukuran dima'afkanya berbeda-beda tergantung waktu dan bagian baju atau badan yang terkena_.

_Maka di musim hujan dimaafkan hal-hal yang tidak dimaafkan di musim kemarau. Dimaafkan jika terkena di ujung baju dan kaki, hal-hal yang tidak dimaafkan jika terkena di lengan dan tangan._

_Sesuatu yang secara umum masih mungkin dihindari, maka tidak dima'afkan._
_Adapun lumpur yang disangka najis , karena gholibnya najis, terdapat dua pendapat , yg satu kembali ke hukum asal dan yg lain kembali ke dhohirnya. *Tetapi pendapat yang lebih kuat: hukum asalnya tetap suci,* karena kita berpegang pada hukum asal. Sedangkan lumpur yang tidak disangka najis, maka tidak apa-apa._

*Komentar kitab Qolyubi:*
_1. *"Lumpur jalan"* : Begitu juga airnya. Yang dimaksud adalah tempat yang biasa dilewati orang._
_2. *"Yang sudah yakin najisnya"* : Walaupun tahunya dari kabar orang adil, selama wujud najisnya belum jelas terlihat. Kalau wujud najisnya sudah jelas terlihat, maka tidak dimaafkan. Cakupan maafnya tersebut mencakup lumpur dari najis mughalladhah, termasuk darahnya. Dan Memang begitu ketentuannya._
_3. *"Dimaafkan"* : Yaitu dimaafkan saat shalat dan ibadah semisalnya._

08/06/2026

LBM MWC NU kaliwungu Ke 6
Masjid Alhusna Kaliwungu Kudus

05/06/2026
05/06/2026

*Masalah no :5 .*
Tentang penarikan iuran untuk HUT RI.
*Latar belakang mas'alah
Peringatan HUT RI bisa diramaikan dengan berbagai macam acara , diantaranya dengan diadakannya berbagai macam perlombaan , membunyikan alat-alat musik , dan jalan sehat dengan undian berhadiah, untuk melaksanakan hal tersebut maka panitia menetapkan iuran kepada warga sebesar Rp.50.000,- bagi yg tidak mengikuti acara jalan sehat dan Rp.100.000,- bagi yang mengikuti kegiatan jalan sehat.

*Pertanyaan
1.Bolehkah bagi panitia menetapkan nominal iuran tersebut?

2.Bagaimana hukum memberikan iuran tersebut memandang adanya musik yg diharamkan?

3.Apa setatus uang yg diterima panitia dari sebagian warga yg telah memberikan iuran tersebut karena rasa malu atau gengsi jika tidak memberi sumbangan?

4.Apa hukum hadiah yg diterima warga memandang uang yg digunakan untuk membeli hadiah adalah uang warga yg mengikuti jalan sehat?

*Jawab
1. Menetapkan nominal iuran kepada warga untuk kegiatan HUT RI sebagaimana kasus di atas hukumnya adalah boleh selagi tidak ada unsur ilhah(memaksa-maksa) atau menyakitkan hati orang yg dimintai sumbangan .

2. Memberikan iuran untuk kegiatan HUT RI tersebut jika diyakini atau diduga akan digunakan untuk kegiatan yg bebentuk kemaksiatan maka hukumnya adalah haram .

3. Uang yang diberikan oleh penyumbang yg telah diketahui bahwa ia memberikan sumbangannya karena rasa malu (pekewuh) yg seandainya tidak ada rasa malu , maka ia tidak akan memberikannya maka hukumnya haram dan pemberiannya harus dikembalikan.

4. Hukum hadiah yg diterima oleh warga dari kegiatan jalan santai sebagaimana dalam permasalahan di atas adalah haram , karena kegiatan tersebut adalah kategori perjudian.

Agar kegiatan tersebut tidak termasuk perjudian , solusinya antara lain adalah :
_A. Uang pendaftaran tidak dijadikan sebagai hadiah ._

_B.hadiah diperoleh dari sumber lain, misal:dari dermawan yg siap menanggung hadiahnya atau dari sponsor._

_C.jika hadiah diambilkan dari peserta , maka harus ada Muhallil ,yaitu ada beberapa peserta lomba yg ikut berkompeten dan ia berhak mendapatkan hadiah tanpa membayar iuran._

*Referensi:*
*ูก. ุจุบุจุฉ ุงู„ู…ุณุชุฑุดุฏูŠู† ุต: ูกูฅูจ*
ุนูŠู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ุนู„ู‰ ุจุนุถ ุงู„ุฑุนูŠุฉ ุดูŠุฆุง ูƒู„ ุณู†ุฉ ู…ู† ู†ุญูˆ ุฏุฑุงู‡ู… ูŠุตุฑูู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุฅู† ุฃุฏูˆู‡ ุนู† ุทูŠุจ ู†ูุณ ู„ุง ุฎูˆูุง ูˆู„ุงุญูŠุงุก ู…ู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ุงูˆุบูŠุฑู‡ ุฌุงุฒ ุฃุฎุฐู‡ ูˆุงู„ุง ูู‡ูˆ ู…ู† ุฃูƒู„ ุฃู…ูˆุงู„ ุงู„ู†ุงุณ ุจุงู„ุจุงุทู„ .ูˆู„ุงูŠุญู„ ู„ู‡ ุงู„ุชุตุฑู ููŠู‡ ุจูˆุฌู‡ ู…ู† ุงู„ูˆุฌูˆู‡ .ูˆุงุฑุงุฏุฉ ุตุฑูู‡ ููŠ ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ู„ุงุชุตูŠุฑู‡ ุญู„ุงู„ุง.
Artinya:
_"Jika Sultan (pemerintah) menetapkan sesuatu (pungutan atau pajak) kepada sebagian rakyatnya setiap tahun sebesar beberapa dirham yang akan digunakan untuk kemaslahatan umum, maka jika rakyat memberikannya dengan rela hati, bukan karena takut atau malu kepada Sultan atau lainnya, maka diperbolehkan bagi Sultan untuk mengambilnya. Namun jika tidak demikian, maka itu termasuk memakan harta manusia dengan cara yang batil. Dan tidak halal bagi Sultan untuk menggunakan harta tersebut dengan dalih apapun. Niat untuk menggunakan harta tersebut untuk kemaslahatan umum sama sekali tidak merubahnya menjadi halal."_

*ูฃ. ุญุงุดูŠุฉ ุณู„ูŠู…ุงู† ุงู„ุฌู…ู„*
ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุณู†ุฉ ู…ุคูƒุฏุฉ ู„ู…ุงูˆุฑุฏููŠู‡ุง ู…ู† ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ.
*ูˆู‚ุฏ ูŠุนุฑุถ ู„ู‡ุง ู…ุงูŠุญุฑู…ู‡ุง ูƒุฃู† ูŠุนู„ู… ู…ู† ุขุฎุฐู‡ุง ุฃู†ู‡ ูŠุตุฑูู‡ุง ููŠ ู…ุนุตูŠุฉ.*

(ู‚ูˆู„ู‡ : ูˆู‚ุฏ ูŠุนุฑุถ ู„ู‡ุง ู…ุงูŠุญุฑู…ู‡ุง ) ูˆู„ุง ูŠู„ุฒู… ู…ู† ุงู„ุญุฑู…ุฉ ุนุฏู… ุงู„ู…ู„ูƒ ูƒู…ุง ููŠ ุจูŠุน ุงู„ุนู†ุจ ุงู„ุนุตุฑ ุงู„ุฎู…ุฑ .ุง ู‡โ€

ูˆููŠ ุดุฑุญ ู…ุณู„ู… : ูˆุบูŠุฑู‡ : ูˆู…ุชู‰ ุฃุฐู„ ู†ูุณู‡ ุงูˆุฃู„ุญ ููŠ ุงู„ุณุคุงู„ ุงูˆุขุฐู‰ ุงู„ู…ุณุค ู„ ุญุฑู… ุงุชูุงู‚ุง ูˆุงู† ูƒุงู† ู…ุญุชุงุฌุง ูƒู…ุงุฃูุชู‰ ุจู‡ ุงุจู† ุงู„ุตู„ุงุญ .

ูˆููŠ ุงู„ุฅุญูŠุงุก : ู…ุชู‰ ุฃุฎุฐ ู…ู† ุฌูˆุฒู†ุง ู„ู‡ ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉ ุนุงู„ู…ุง ุจุฃู† ุจุงุนุซ ุงู„ู…ุนุทูŠ ุงู„ุญูŠุงุก ู…ู†ู‡ ุงูˆ ู…ู† ุงู„ุญุงุถุฑูŠู† .ูˆู„ูˆู„ุงู‡ ู„ู…ุง ุฃุนุทุงู‡ ูู‡ูˆ ุญุฑุงู… ุงุฌู…ุงุนุง ูˆูŠู„ุฒู…ู‡ ุฑุฏู‡.
Artinya:
_Sedekah adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena ada dalil dari Al-Qur'an dan hadits._

_Namun, ada beberapa hal yang dapat membuat sedekah menjadi haram, seperti jika diketahui bahwa orang yang menerima sedekah akan menggunakan harta tersebut untuk kemaksiatan._
(Keterangan)
_(keharaman sedekah dalam kasus ini tidak berarti bahwa orang yang menerima sedekah tidak memiliki hak milik atas harta tersebut, seperti dalam kasus jual beli anggur yang digunakan untuk membuat khamar.)_

Dalam Syarah Muslim dan kitab lainnya disebutkan:
_Jika seseorang yang meminta sedekah dengan cara yg merendahkan dirinya sendiri atau memaksa meminta-minta, atau menyakiti orang yang diminta, maka hukumnya adalah haram secara ijma' (kesepakatan ulama),meskipun orang tersebut dalam keadaan membutuhkan. Sebagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Ibn al-Salah._

Dalam kitab Ihya' Ulumuddin disebutkan:
_Jika seseorang yang diizinkan untuk meminta, mengambil sesuatu dari yg memberinya , tetapi dia tahu bahwa orang yang memberinya sedekah hanya karena merasa malu kepadanya atau kepada orang-orang yang hadir, dan jika tidak ada rasa malu itu, maka orang itu tidak akan memberinya, maka sedekah tersebut haram secara ijma' dan wajib dikembalikan._

*ูฃ.ุจูุบู’ูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฑู’ุดูุฏููŠู†ูŽ ู„ูู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฏู ุจูŽุงุนูŽู„ูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุญูŽุถู’ุฑูŽู…ููŠ .ุฌ :1 ุต ูขูฅูก*

ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉูŒ: ูƒูู„ู‘ู ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ูŽุฉู ูƒูŽุจูŽูŠู’ุนู ูˆูŽู‡ูุจูŽุฉู ูˆูŽู†ูŽุฐู’ุฑู ูˆูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ู„ูุดูŽูŠู’ุกู ูŠูุณู’ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ู ูููŠ ู…ูุจูŽุงุญู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุนูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุขุฎูุฐูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ู…ูู„ูู‡ู ูููŠ ู…ูุจูŽุงุญู ูƒูŽุฃูŽุฎู’ุฐู ุงู„ู’ุญูŽุฑููŠุฑู ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูู†ูŽุจู ู„ูู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู„ูู„ู’ุฎูุฏู’ู…ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูู„ูŽุงุญู ู„ูู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูŽุจู‘ู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูู’ูŠููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุดููŠุดูŽุฉู ู„ูู„ุฏู‘ูŽูˆูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููู’ู‚ูุŒ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ูŽุฉู ุจูู„ุง ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู. ูˆูŽุฅูู†ู’ ุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ู…ูู„ูู‡ู ูููŠ ุญูŽุฑูŽุงู…ู ูƒูŽุงู„ู’ุญูŽุฑููŠุฑู ู„ูู„ู’ุจูŽุงู„ูุบูุŒ ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู ุงู„ู’ุนูู†ูŽุจู ู„ูู„ุณู‘ููƒู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽู‚ููŠู‚ู ู„ูู„ู’ููŽุงุญูุดูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูู„ูŽุงุญู ู„ูู‚ูŽุทู’ุนู ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ู ูˆูŽุงู„ุธู‘ูู„ู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูู’ูŠููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุดููŠุดูŽุฉู ูˆูŽุฌูŽูˆู’ุฒูŽุฉู ุงู„ุทู‘ููŠุจู ู„ูุงุณู’ุชูุนู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ูุฎูŽุฏู‘ูุฑูุŒ ุญูŽุฑูู…ูŽุชู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ูŽุฉู.ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูŽูƒู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุฑููŠู†ูŽุฉูŽุŒ ูƒูุฑูู‡ูŽุชู’ุŒ ูˆูŽุชูŽุตูุญู‘ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุซู‘ูŽู„ูŽุงุซูุŒ ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ุฎููˆุฐูŽ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ุดูุจู’ู‡ูŽุชูู‡ู ู‚ูŽูˆููŠู‘ูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽูููŠ ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู ุฃุฎู .

Artinya:
(Masalah) Setiap transaksi seperti jual beli, hibah, nazar, dan sedekah sesuatu yang dapat digunakan untuk hal yang mubah dan lainnya, maka :
โ€” Jika diketahui atau diduga bahwa orang yang mengambilnya akan menggunakannya untuk hal yang mubah, seperti mengambil sutra bagi orang yang boleh mengenakannya, buah anggur untuk dimakan, budak untuk bekerja, senjata untuk jihad dan membela diri, candu dan g***a untuk pengobatan dan kebutuhan, maka transaksi ini diperbolehkan tanpa makruh.

โ€”Jika diduga bahwa orang yang mengambilnya akan menggunakannya untuk hal yang haram, seperti kain sutra untuk orang yang sudah baligh, buah anggur untuk dijadikan minuman yg memabukkan, budak untuk perbuatan keji, senjata untuk merampok dan menindas, candu , g***a dan jauzatutitib (buah pala) untuk membuat mabuk, maka transaksi ini diharamkan.
โ€”Jika ragu-ragu tanpa ada indikasi, maka transaksi ini dimakruhkan.akan tetapi akadnya tetap sah. namun dalam hukum keharaman , barang yg diambil ada unsur syubhat yang kuat, sedangkan dalam kasus makruh, unsur syubhatnya lebih ringan."

*ูค.ุงู„ุจุงุฌูˆุฑูŠ ุฌ :ูข ุต :ูกูข*
ูˆู„ูˆ ุฃุฎุฐ ู…ุงู„ ุบูŠุฑู‡ ุจุงู„ุญูŠุงุก ูƒุงู† ู„ู‡ ุญูƒู… ุงู„ุบุตุจ. ูู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุงู„ุบุฒุงู„ูŠ: ู…ู† ุทู„ุจ ู…ู† ุบูŠุฑู‡ ู…ุงู„ุง ููŠ ุงู„ู…ู„ุงุก ุฃูŠ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ูุฏูุนู‡ ุฅู„ูŠู‡ ู„ุจุงุนุซ ุงู„ุญูŠุงุก ู„ู… ูŠู…ู„ู€ูƒู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุญู„ ู„ู‡ ุงู„ุชุตุฑู ููŠู‡ ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุจุงุจ ุฃูƒู„ ุฃู…ูˆุงู„ ุงู„ู†ุงุณ ุจุงู„ุจุงุทู„ ูู„ูŠุญุฐุฑ .
Artinya:
_"Jika seseorang mengambil(menerima) harta orang lain yg diberikan karena rasa malu, maka harta tersebut memiliki hukum seperti harta yang digasab. Al-Ghazali berkata: Barang siapa meminta harta kepada orang lain di tengah-tengah orang banyak, lalu orang itu memberikannya karena rasa malu, maka harta tersebut tidak menjadi miliknya dan tidak halal baginya untuk menggunakannya. Ini termasuk kategori memakan harta orang lain dengan cara yang batil, maka hendaknya dia berhati-hati."_

_Referensi untuk jawaban no:4_
*ูฅ.ูุชุญ ุงู„ู‚ุฑูŠุจ ู‡ุงู…ุด ุงู„ุจุงุฌูˆุฑูŠ ุฌ:ูก ุต: ูฃูกู .*
ูˆุงู† ุฃุฎุฑุฌุงู‡ ุฃูŠ ุงู„ุนูˆุถ ุงู„ู…ุชุณุงุจู‚ุงู† ู…ุนุง ู„ู… ูŠุฌุฒ ุฃูŠ ู„ู… ูŠุตุญ ุงุฎุฑุงุฌู‡ู…ุง ู„ู„ุนูˆุถ .ุงู„ุง ุฃู† ูŠุฏุฎู„ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุง ู…ุญู„ู„ุง . ูุฅู† ุณุจู‚ ุจูุชุญ ุงู„ุณูŠู† ูƒู„ุง ู…ู† ุงู„ู…ุชุณุงุจููŠู† ุฃุฎุฐ ุงู„ุนูˆุถ ุงู„ุฐูŠ ุงุฎุฑุฌุงู‡ ูˆุฅู† ุณุจู‚ ุจุถู… ุงูˆู„ู‡ ู„ู… ูŠุบุฑู… ู„ู‡ู…ุง ุดูŠุฆุง .
_Artinya:_
Jika kedua orang yang melakukan perlombaan mengeluarkan hadiah atau uang taruhan bersama-sama, maka tidak diperbolehkan,(yakni tidak shah) bagi mereka untuk mengeluarkan hadiah atau uang taruhan tersebut.
Kecuali jika mereka dapat memasukkan pihak ketiga sebagai penengah (ู…ุญู„ู„)
Jika Muhallil tsb. berhasil memenangkan perlombaan, maka ia berhak mendapatkan hadiah atau uang taruhan yang telah dikeluarkan oleh kedua belah pihak.
( Dalam hal ini, kata "ุณุจู‚" dibaca dengan fathah (ูุชุญ ุงู„ุณูŠู†), yang berarti memenangkan /galap)

Namun, jika ia dikalahkan ( kata "ุณุจู‚" dibaca dengan dhammah /ุถู…) maka tidak ada kewajiban bagi pihak yang kalah _(dalam hal ini Muhallil)_ untuk memberikan hadiah atau uang taruhan kepada pemenang.

*ูฆ.ุงู„ุจุงุฌูˆุฑูŠ ุฌ:ูข ุต:ูฃูกู *
(ู‚ูˆู„ู‡ :ู„ู… ูŠุบุฑู… ู„ู‡ู…ุง ุดูŠุฆุง ) ุซู… ุฃู† ุณุจู‚ุงู‡ ูˆุฌุงุข ู…ุนุง ูู„ุงุดูŠุฆ ู„ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุงุฎุฑ ุฃูŠุถุง .ูˆุงู† ุฌุงุข ู…ุฑุชุจุง ูู…ุงู„ ุงู„ุงูˆู„ ู„ู†ูุณู‡ ูˆูŠุฃุฎุฐ ุนูˆุถ ุงู„ู…ุชุฃุฎุฑ . ูˆุงู† ุณุจู‚ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ูˆุชูˆุณุท ุงู„ู…ุญู„ู„ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูู…ุงู„ ุงู„ุงูˆู„ ู„ู†ูุณู‡ ูˆูŠุฃุฎุฐ ุนูˆุถ ุงู„ู…ุชุฃุฎุฑ ูˆู„ุงุดูŠุฆ ู„ู„ู…ุญุงู„ .ูˆุงู† ุฌุงุก ุงู„ู…ุญู„ู„ ู…ุน ุงู„ู…ุชุฃุฎุฑ ููƒุฐู„ูƒ.

_Artinya:_
(Perkataan: ู‚ูˆู„ู‡ :ู„ู… ูŠุบุฑู… ู„ู‡ู…ุง ุดูŠุฆุง.)
Jika kedua orang yang melakukan perlombaan datang bersama-sama sebagai pemenang atas orang ke tiga(Muhallil) maka tidak ada kewajiban bagi salah satu dari mereka untuk memberikan hadiah atau uang taruhan kepada yang lain.

Namun, jika mereka datang secara berurutan, maka orang yang pertama datang berhak mengambil uang hadiah dari dirinya sendiri dan mengambil uang taruhan dari orang yang datang terlambat.

Jika salah satu dari mereka berhasil memenangkan perlombaan dan pihak ketiga (sebagai penengah) berada di antara mereka berdua, maka orang yang menang berhak mendapatkan hadiah yg dari dirinya sendiri dan mengambil uang taruhan dari orang yang kalah, sedangkan pihak ketiga tidak mendapatkan apa-apa.
Jika pihak ketiga(Muhallil) datang bersama dengan orang yang kalah, maka hukumnya sama seperti di atas."

*ูง. ุงู„ูู‚ู‡ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ ู„ู„ุฒุญูŠู„ูŠ ุฌ: ูฆ ุต :ูคูจูจ*
ูˆู‡ูƒุฐุง ุชูƒูˆู† ุตูˆุฑ ุงู„ุณุจุงู‚ ุฃุฑุจุนุง .ุซู„ุงุซ ู…ู†ู‡ุง ุญู„ุงู„ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู†ู‡ุง ุญุฑุงู… ู„ู‡ุง ุญูƒู… ุงู„ู…ูŠุณุฑ. (ุงู„ู‚ู…ุงุฑ).
ุงู…ุง ุงู„ุตูˆุฑ ุงู„ุญู„ุงู„ :
ูุฃูˆู„ู‡ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนูˆุถ ู…ู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ุฃูˆ ุงุญุฏ ุงู„ุฑุคุณุงุก ุฃูˆ ุดุฎุต ุซุงู„ุซ .ูŠุฃุฎุฐู‡ ุงู„ุณุงุจู‚ ูˆู‡ุฐุง ุฌุงุฆุฒ ุงุชูุงู‚ุง .
ูˆุซุงู†ูŠู‡ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนูˆุถ ู…ู† ุฃุญุฏ ุงู„ุฌุงู†ุจู† ูŠุคุฎุฐู…ู†ู‡ ุงุฐุงุณุจู‚ู‡ ุงู„ุขุฎุฑ .ูˆู‡ุฐุง ุฌุงุฆุฒ ุฅุชูุงู‚ุง .
ูˆุซุงู„ุซู‡ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุนูˆุถ ู…ู† ุงู„ู…ุชุณุงุจู‚ูŠู† ุงูˆ ู…ู† ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ .ูˆู…ุนู‡ู… ู…ุญู„ู„ ูŠุฃุฎุฐุงู„ุนูˆุถ ุฅู† ุณุจู‚ ูˆู„ุงูŠุบุฑู… ุฅู† ุณุจู‚ู‡ ุบูŠุฑู‡ ู„ุฃู†ู‡ู…ุง ู„ู… ูŠู‚ุตุฏุง ุงู„ู‚ู…ุงุฑ ูˆุฅู†ู…ุง ู‚ุตุฏุง ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู‡ุงุฏ .ูˆู‡ุฐุง ุฌุงุฆุฒ ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ . ุงู„ุฎ .

"Terdapat empat bentuk perlombaan, tiga di antaranya adalah halal dan satu di antaranya adalah haram karena memiliki hukum yang sama dengan perjudian (qimar).

Adapun bentuk perlombaan yang halal adalah:

1. Hadiah atau uang taruhan diberikan oleh pemerintah atau salah satu pemimpin, atau oleh pihak ketiga _(yang tidak terlibat dalam perlombaan)_ Dalam hal ini, pemenang perlombaan berhak mendapatkan hadiah atau uang taruhan tersebut. Cara Ini diperbolehkan dan disepakati oleh para ulama.
2. Hadiah atau uang taruhan diberikan oleh salah satu pihak yang berlomba, dan pihak tersebut berjanji untuk memberikan hadiah atau uang taruhan tersebut jika pihak lain berhasil mengalahkan. Ini juga adalah pendapat yang disepakati oleh para ulama.
3. Hadiah atau uang taruhan diberikan oleh kedua pihak yang berlomba atau oleh sekelompok orang, dan ada pihak ketiga yang bertindak sebagai penengah (muแธฅallil) yang akan mengambil hadiah jika ia berhasil memenangkan perlombaan. Jika pihak lain yang menang, maka ia tidak memberikan hadiah atau uang taruhan. karena mereka tidak bertujuan untuk perjudian. tetapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam berjihad(latihan fisik). Ini adalah pendapat yg di pegang oleh mayoritas ulama . Dst......

Soal LBM ke-6 yang akan Di Bahas
25/04/2026

Soal LBM ke-6 yang akan Di Bahas

08/02/2026

07/02/2026

Address

KECAMATAN KALIWUNGU
Kudus

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LBM NU Kaliwungu KUDUS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share