08/09/2024
Salah satu hal yang tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari adalah menanyakan suatu hal kepada orang lain, atau kita ditanya oleh orang lain perihal tertentu. Namun tidak semua pertanyaan itu harus dijawab. Sebab tidak menjawab sebuah pertanyaan yang tak perlu adalah sebuah jawaban. Yang demikian merupakan etika yang mulia yang dicontohkan Imam Syafi’i. Dalam kitab Ihya Ulumuddin milik Imam Ghazali menceritakan:
وسئل الشافعي رضي الله عنه عن المسألة فسكت، فقيل له: ألا تجيب رحمك الله لك؟ فقال: حتى أدري الفضل في سكوتي أو في جوابي
Imam Syafii ketika ditanya tentang suatu masalah, beliau diam. Begitu ditanya, “Apakah kau tidak tahu jawabannya?” Jawabannya, “(Bukannya aku tak tau), tapi aku berpikir dulu mana yang lebih utama (afdhal) apakah dijawab atau tidak.”
Begitulah beliau, seorang ulama yang tak bertutur atau berdiam, kecuali harus jadi sebuah kebaikan. Perlu kiranya bagi kita untuk tidak mengabaikan teladan yang ditorehkan Imam Syafi’i tersebut.
Bahkan Imam al-Ghazali sendiri berkata, “Tidak semua pertanyaanmu harus ku jawab, biarlah engkau akan tahu sendiri (jawabannya)”.