Yayasan Pijar Mulia Indonesia

Yayasan Pijar Mulia Indonesia Yayasan yatim dan dhuafa'

Tahun Baru hanyalah TANDA WAKTU, yang terpenting adalah KEBERANIAN KITA dalam memperbaiki diri, berkarya, membantu masya...
18/07/2023

Tahun Baru hanyalah TANDA WAKTU, yang terpenting adalah KEBERANIAN KITA dalam memperbaiki diri, berkarya, membantu masyarakat, menolong sesama, bertindak lebih arif, agar hari esok menjadi lebih baik dan lebih indah...

Selamat tahun baru, 1 Muharam 1445 Hijrah
Alhamdulillah..

Assalamualaikum wr wbSelamat siang Bapak/Ibu para pemerhati yatim Yayasan Pijar Mulia Indonesia, Kami pengurus yayasan, ...
19/04/2023

Assalamualaikum wr wb
Selamat siang Bapak/Ibu para pemerhati yatim Yayasan Pijar Mulia Indonesia,

Kami pengurus yayasan, ingin menyapa Bapak dan Ibu semuanya disiang hari yang cerah ini, dan juga menyampaikan salam ta'dzim dari adik adik yatim, teriring doa semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, sehingga tetap lancar dalam menjalankan ibadah dibulan yg Mulia ini.

Kami juga berdoa, semoga Bapak dan Ibu sekeluarga selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan keberkahan dan kebahagiaan, serta dimudahkan segala urusan..

Bulan penuh berkah tinggal beberapa hari lagi, semoga dilancarkan dan tercapai target target kebaikan yg sdh kita rencanakan,
kita juga berdoa semoga Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan ditahun depan, aminn ya robbal alamin

Taqabbalalllahu minna wa minkum, siyamana wa siyamakum..
Alhamdulillahi robbil'alamin

بسم الله الرحمن الرحيمJANGAN LEWATKAN KESEMPATAN BERSEDEKAH DI HARI JUMAT Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca sha...
09/03/2023

بسم الله الرحمن الرحيم

JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN BERSEDEKAH DI HARI JUMAT

Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku dihari Jumat, karena sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’.
Nabi juga bersabda, ‘Dan dihari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan’.
(Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239).

Sahabat, bersedekah memang tak mengenal tempat dan waktu; kapan dan di manapun boleh dilakukan. Namun khusus dihari Jumat, pahala sedekah itu dilipatgandakan oleh Allah subhanahu wa taala.

Karena itu, merugilah kita jika tidak bersedekah di hari Jumat ini. Yuk kita manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk menambah pundi-pundi pahala kita, sehingga kita menjadi orang-orang yang beruntung. Amin ya Rabbal alamiin..

Layanan Zakat/Infaq/Shodaqoh, serta Request do'a :
🏦 Bank Syariah Indonesia
No Rek. 8517775010
An : Yayasan Pijar Mulia Indonesia
WA centre : https://wa.me/6281259604011

Semakin dekat Anda kepada Allah, semakin besar hati Anda untuk sesama...

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

24/01/2023
https://youtu.be/YU71Bb4RX7w
14/08/2022

https://youtu.be/YU71Bb4RX7w

Allah SWT memberikan mukjizat dan kelebihan kepada para nabinya, salah satunya termasuk kepada Nabi Sulaiman 'Alaihissalam. Nabi Sulaiman 'Alaihissalam mampu...

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمSahabat Pijar Mulia, Taukah kita ? bahwa hari JUM’AT adalah ha...
02/06/2022

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Sahabat Pijar Mulia,

Taukah kita ? bahwa hari JUM’AT adalah hari yang lebih utama dibanding hari-hari lainnya, bahkan disebut sebagai SAYYIDUL AYYAM, pemimpin hari-hari lainnya.
Pada hari jum’at, Allah membuka pintu ampunan, doa dikabulkan dan amal baik dijanjikan pahala yang sangat besar. Karena itu, Nabi Saw. menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah, zikir, shalawat, amal shaleh dan berSEDEKAH di hari jum'at.

Semoga melalui amal jariyah yang kita tunaikan dihari mulia ini, bisa menjadi wasilah bagi terkabulkannya semua doa Bapak dan Ibu sekalian..

Layanan Zakat/Infaq/Shodaqoh/ Waqaf :
🏦 Bank Bank Syariah Indonesia
No Rek. 8517775010
An : Yayasan Pijar Mulia Indonesia

Konfirmasi : https://wa.me/6281259604011

آجَرَكَ اللَّهُ فِيما أعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوراً وَبَارَكَ لَكَ فِيما أَبْقَيْتَ

Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan, menjadikannya penyuci bagimu dan melimpahkan berkah terhadap hartamu yang tersisa
(HR. Bukhari dan Muslim)

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمSahabat Mulia,Tak terasa usia semakin betambah dan ajal semaki...
03/03/2022

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Sahabat Mulia,

Tak terasa usia semakin betambah dan ajal semakin dekat, apakah kita sudah mempersiapkan bekal ?
Bagaimana seandainya timbangan amal baik kita lebih ringan dibandingkan dengan dosa yang kita perbuat ?

Ada baiknya kita menyimak pesan pesan Nabi SAW :

1. Perbanyak dzikir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Allah yang Maha Rahman, yaitu Subhaanallahul ‘azhiim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Bukhari)

2. Bersedekah Al Quran untuk anak yatim.
Setaip huruf yang dibaca anak anak yatim akan mengantarkan pahala secara terus menerus, meskipun kita telah meninggal dunia.

3. Bersedekah Ilmu
Dengan menjadi wali yatim yang bersedekah rutin untuk pendidikan anak anak yatim, insya Allah akan menjadi amal jariyah yang tidak pernah putus pahalanya hingga hari kiamat..

Orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga.” perowi hadits mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.”_ (HR. Muslim)

Layanan Zakat/Infaq/Shodaqoh, serta Request do'a :
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
No Rek. 851 777 5010
An : Yayasan Pijar Mulia Indonesia
WA centre : https://wa.me/6281259604011

Suatu hari,Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendi...
14/10/2021

Suatu hari,
Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... yg menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab : Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”..

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian..." ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”...

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim, bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..

Alhamdulillahi robbil'alamin

Address

Desa Mijen RT05 RW04 Kaliwungu/Kudus
Kudus

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Pijar Mulia Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category