20/12/2023
KERA MENGINGAT TEMANNYA WALAUPUN PULUHAN TAHUN TIDAK KETEMU
Tim peneliti terinspirasi untuk mengajukan pertanyaan tentang berapa lama kera mengingat rekan-rekan mereka karena pengalaman mereka bekerja dengan kera -- perasaan bahwa hewan mengenali mereka ketika mereka berkunjung, meskipun mereka sudah lama pergi jauh. .
“Anda mendapat kesan bahwa mereka merespons seolah-olah mereka mengenali Anda dan bagi mereka Anda benar-benar berbeda dari pengunjung kebun binatang pada umumnya,” kata Krupenye. "Mereka sangat senang bertemu Anda lagi. Jadi tujuan kami dalam penelitian ini adalah untuk menanyakan, secara empiris, apakah memang demikian: Apakah mereka benar-benar memiliki kenangan abadi yang kuat terhadap pasangan sosial yang mereka kenal?"
Tim ini bekerja dengan simpanse dan bonobo di Kebun Binatang Edinburgh di Skotlandia, Kebun Binatang Planckendael di Belgia, dan Suaka Margasatwa Kumamoto di Jepang. Para peneliti mengumpulkan foto-foto kera yang telah meninggalkan kebun binatang atau mati, individu-individu yang belum pernah dilihat oleh peserta setidaknya selama sembilan bulan dan dalam beberapa kasus selama 26 tahun. Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang hubungan yang dimiliki masing-masing peserta dengan mantan teman satu grupnya -- apakah ada interaksi positif atau negatif di antara mereka, dll.
Tim mengundang kera untuk berpartisipasi dalam percobaan dengan menawarkan jus, dan saat mereka menyesapnya, kera diperlihatkan dua foto berdampingan -- kera yang pernah mereka kenal dan orang asing. Dengan menggunakan alat pelacak mata non-invasif, tim mengukur di mana kera tersebut melihat dan berapa lama, dengan berspekulasi bahwa mereka akan melihat lebih lama pada kera yang mereka kenali.
Kera-kera tersebut memandang lebih lama pada mantan teman satu grupnya, tidak peduli berapa lama mereka berpisah. Dan mereka memandang lebih lama lagi pada teman-teman lama mereka, orang-orang yang memiliki interaksi lebih positif dengan mereka.
Dalam kasus yang paling ekstrim selama percobaan, bonobo Louise tidak melihat saudara perempuannya Loretta atau keponakannya Erin selama lebih dari 26 tahun pada saat pengujian. Dia menunjukkan bias yang sangat kuat terhadap keduanya dalam delapan percobaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa ingatan sosial kera besar dapat bertahan lebih dari 26 tahun, yang sebagian besar dari rata-rata umur hidup mereka adalah 40 hingga 60 tahun, dan dapat dibandingkan dengan manusia, yang mulai menurun setelah 15 tahun namun dapat bertahan hingga 48 tahun setelahnya. pemisahan. Ingatan sosial yang bertahan lama pada manusia dan kerabat terdekat kita menunjukkan bahwa ingatan semacam ini kemungkinan besar sudah ada jutaan tahun yang lalu pada nenek moyang evolusioner kita. Ingatan ini kemungkinan besar menjadi landasan bagi evolusi budaya manusia dan memungkinkan munculnya bentuk interaksi unik manusia seperti perdagangan antarkelompok di mana hubungan tetap terjaga selama bertahun-tahun terpisah, kata para penulis.
Gagasan bahwa kera mengingat informasi tentang kualitas hubungan mereka, bertahun-tahun melampaui fungsi potensial apa pun, adalah temuan lain yang baru dan mirip dengan manusia, kata Krupenye.
“Pola hubungan sosial yang membentuk memori jangka panjang pada simpanse dan bonobo mirip dengan apa yang kita lihat pada manusia, bahwa hubungan sosial kita juga tampaknya membentuk memori jangka panjang kita terhadap individu,” kata Lewis.
Penelitian ini juga menimbulkan pertanyaan apakah kera kehilangan individu yang tidak lagi bersama mereka, terutama teman dan keluarga mereka.
“Gagasan bahwa mereka mengingat orang lain dan karena itu mereka mungkin merindukan orang-orang ini benar-benar merupakan mekanisme kognitif yang kuat dan sesuatu yang dianggap sebagai sesuatu yang unik bagi manusia,” kata Lewis. “Studi kami tidak menentukan apakah mereka melakukan hal ini, namun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.”
Tim berharap temuan ini memperdalam pemahaman masyarakat tentang kera besar, yang semuanya merupakan spesies yang terancam punah, sekaligus memberikan pencerahan baru tentang seberapa besar dampaknya terhadap mereka jika perburuan dan penggundulan hutan memisahkan mereka dari teman satu kelompoknya.
“Penelitian ini jelas menunjukkan betapa fundamental dan langgengnya hubungan ini. Gangguan terhadap hubungan tersebut kemungkinan besar sangat merusak,” kata Krupenye.
Tim selanjutnya ingin mengeksplorasi apakah ingatan sosial jangka panjang ini khusus untuk kera besar atau sesuatu yang dialami oleh primata lain. Mereka juga ingin menguji seberapa kaya ingatan kera, jika, misalnya, mereka memiliki ingatan yang bertahan lama baik untuk pengalaman maupun individu.
Pekerjaan ini terlaksana berkat hibah Templeton World Charity Foundation TWCF-20647 dan program CIFAR Azrieli Global Scholars.
Kutipan:
Kera mengenali foto teman satu grupnya yang sudah lebih dari 25 tahun tidak mereka lihat dan merespons foto teman mereka dengan lebih antusias, demikian temuan sebuah studi baru. Karya ini, yang menunjukkan memori sosial terlama yang pernah didokumentasikan di luar manusia, dan menggarisbawahi bagaimana budaya manusia berevolusi dari nenek moyang yang sama dengan kera, kerabat terdekat kita.
Sains & Teknologi