UKM Penalaran Univ. Andalas

UKM Penalaran Univ. Andalas Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from UKM Penalaran Univ. Andalas, Education, Padang, Koto Padang.

Pengembangan bidang penalaran mahasiswa tergabung dalam UKM Penalaran merupakan sebuah lembaga mahasiswa ditinggat Universitas yang merupakan wadah diskusi ilmiah bagi mahasiswa, baik dari eksakta, maupun dari non eksaktauntuk mengenal potensi

16/02/2016

Info Lomba Menulis

16/02/2016

Info Lomba Menulis

16/02/2016

Info Lomba Menulis

24/07/2013

Sejarah Ukm Penalaran (UKMP)

UKM Penalaran merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian dan penulisan ilmiah. Kegiatan rutin dari UKMP adalah Penalaran Mengajar, sebuah kegiatan yang nantinya fokus pada upgrade skill mahasiswa Unand dan anggota dalam bidang penulisan ilmiah, public speaking, leadership, dll. Bukti nyata dalam bidang penelitian, saat ini UKMP tergabung dalam Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia dan pada periode kepengurusan 2012-2013 menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sumatera dan Kalimantan.

05/06/2013
27/05/2013

Selamat kepada anggota muda yang telah resmi menjadi anggota biasa UKM Penalaran Unand 2013/2014, berikut nama-nama tersebut:
1. Nuriah alfisyahri 17. Yaser Arafat
2. Andriska Syahputra 18. Rezky A Ryanto
3. Radian Syahri 19. Ramadhan Effendi
4. Ricky Hendrawan 20. Rizqi Akbar
5. Ramadhani Kumara Putra 21. Ramadani Sapitri
6. Primadona Raesa 22. Desatmi
7. Meri Asnita 23. Syafni Wilma
8. Agung Primatara 24. Imelda Yunita
9. Adi Purnomo 25. Dewi jayagma Ilham
10. Rizky Fatli 26. Ulfia Fadilla
11. Hendra Saputra 27. Nailul Husni
12. Prima Liza 28. Ayu Permata Sari
13. Tri Okta Yolanda 29. Novita Sari
14. Nova Reskhi Firdaus
15. Indah Permata Sari
16. Febri Yaldi

23/05/2013

Insyaalaah MUBES UKM penalaran Unand akan diadakan besok sore.

Menapaki jalan yang lebih tinggi.

Semangat

17/05/2013

Lomba Menulis OPINI.co.id

Deadline: 31 Mei 2013

Deskripsi Kegiatan:
Ikuti Lomba Menulis dan menangkan kesempatan menonton langsung Djarum Indonesia Open 2013!

Penyelenggara: OPINI.co.id

Tema Kegiatan: "Kebanggaan Bangsa Indonesia"

Kriteria Penulisan:

1. Tulisan harus orisinal, bukan hasil plagiat atau terjemahan.
2. Tulisan belum pernah dimuat di manapun dan tidak sedang dalam kompetisi lain.
3. Tulisan minimal 500(lima ratus) kata. Lampiran foto menjadi nilai plus.
4. Wajib menggunakan Bahasa Indonesia (penggunaan istilah asing diperbolehkan).
5. Tidak melanggar hak cipta, tidak mengandung SARA dan pornografi, serta tidak melanggar norma kesusilaan.


Ragam Penulisan:

1. Pengalaman membanggakan sebagai warga negara indonesia.
2. Kecintaan akan bangsa Indonesia.
3. Cita –cita untuk memajukan bangsa Indonesia.
4. Pemikiran kondisi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dibanggakan di mata dunia.


Mekanisme Pengiriman:
Sertakan JudulTulisan di awal tulisan dan Data Peserta pada akhir tulisan. Peserta dapat memilih salah satu dari metode pengiriman dibawah ini:

a. Kirim tulisan ke email [email protected].
b. Kirim tulisan ke inbox facebook OPINI.
c. Kirim tulisan menggunakan fitur ‘notes’ lewat akun facebook pribadi dan ‘tags’ OPINI. (Jangan lupa set privacy ke ‘public’ sebelum mempublikasi ‘notes’.)
d. Kirim tulisan melalui www.opini.co.id. (Tombol 'kirim artikel' di sebelah kanan atas.)


Syarat dan Ketentuan:

Peserta harus WNI yang berdomisili di Indonesia.
Peserta wajib menjadi member OPINI.co.id.
Peserta harus mencantumkan data peserta dengan lengkap dan benar di akhir tulisan.
Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari 1 tulisan.
Tweet judul tulisanmu dengan mention dan .
Periode lomba 1-31 Mei 2013
Pengumuman pemenang akan diberitahukan tanggal 3 Juni 2013 di situs opini.co.id, Twitter , serta Facebook koranfesbuk & opini.
Peserta yang melanggar peraturan atau terbukti melakukan kecurangan akan didiskualifikasi oleh penyelenggara.
Keputusan hasil pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Peserta memberikan wewenang sepenuhnya kepada pihak penyelenggara untuk memplubikasikan hasil tulisan.


Data Peserta:

Nama Lengkap
Tempat & Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Alamat Lengkap
Email
Nomor Handphone
Facebook
Twitter


Hadiah:
Juara 1: 2 Tiket Final DIO + Voucher Blibli Rp. 500.000,-
Juara 2: 2 Tiket Semifinal DIO + Voucher Blibli Rp. 300.000,-
Juara 3: 2 Tiket Perempat Final DIO + Voucher Blibli Rp. 200.000,-

Informasi:
email: [email protected]
Twitter:
Website: opini.co.id

NB ! Silahkan Copy paste, dengan tetap mencantumkan sumber ke info-lomba.com juga. Trims :-) Follow twitter kami:

Opini.co.id merupakan media digital Indonesia yang relevan, berwawasan dan berimbang serta memiliki audiens aktif didalamnya.

17/05/2013

UN Bikin Indonesia Punya "Peternakan Anak"

Okezone.com - Pengamat Pendidikan yang juga anggota anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Henry Alexis Rudolf Tilaar menilai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebagai bentuk praktek dusta berjamaah. Sebab, kata dia, banyak kecurangan yang dilakukan secara terang-terangan dan bersama-sama baik oleh Kepala Dinas Pendidikan, guru hingga siswa.

"Nilai-nilai yang diajarkan yakni berdusta berjamaah, kepala dinas, gurunya. Melupakan nilai-nilai negatif, mencuri, berbohong hanya untuk UN," tukasnya dalam seminar dan kuliah umum Koentjaraningrat Memorial Lecture dengan tema Pendidikan Nasional dan Kearifan Timur: Menimbang Paradigma Alternatif dalam Pembentukan Karakter Bangsa, Kampus UI, Depok, Rabu (15/5/2013).

Pria yang juga suami Martha Tilaar ini meminta pemerintah Indonesia berkaca pada Finlandia. Di sana, kata dia, tak ada penyelenggaraan UN, sehingga tak membuat pelajar menjadi barang produksi.

"Negara barat sendiri, Finlandia, menekankan kepada guru, bukan pada kurikulum. Menjadi manusia yang diharapkan. Finlandia tak mempunyai UN. Tak memakai prinsip kompetisi yang penting tetap survival dalam Eropa. UN menjadikan manusia kompetisi. Jadikan anak-anak kita barang produksi," tegasnya.

Tilaar juga menyebut bahwa UN menjadikan Indonesia memiliki peternakan anak. Sebenarnya, kata dia, UN baik untuk dilaksanakan tetapi manajemen pelaksanaan UN di Indonesia nol besar.

"Di Finlandia, metode pengajaran yang diterapkan kreativitas bukan menghafal. Di Indonesia, UN manajemen pelaksanaan nol, belum lagi korupsinya, kita lagi menunggu audit KPK," tandasnya

17/05/2013

Pak Menteri, Perkuat Dahulu Fondasi Kita!

Okezone.com- BERBAGAI wacana tentang pendidikan terus dibeberkan oleh pihak Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, mulai dari wacana menghilangkan RSBI, SNMPTN, pendidikan gratis, dll. Tetapi sepertinya ada wacana yang perlu dibenahi yang tak kalah penting dari terobosan-terobosan di atas. Wacana itu adalah bagaimana melibatkan orangtua dalam kurikulum pendidikan. Ketika lahir, lingkungan mana yang kita masuki pertama kali? Dalam proses perkembangan, di mana Anda paling banyak bersosialisasi? Ketika kekurangan uang, kepada siapa Anda mengadu?

Tak usah terlalu muluk-muluk untuk menciptakan pendidikan ideal. Dalam sebuah konsep pembangunan, bagian mana yang ingin dibangun pertama kali? Bagian paling dekat tentunya fondasi. Seberapa kuat dan indah dinding atau atap dari rumah yang ingin dibangun, tetapi ketika gempa atau banjir menghadang yang identik dengan bencana di Indonesia, bagaimana? Apakah akan tetap kokoh?

Resolusi luar biasa yang dicanangkan Kemendikbud masih terlalu jauh untuk dilakukan, kenapa masih jauh? Ketika proses pembuatan atap, namun tidak diketahui seberapa beban dan atap yang dibuat, bagaimana fondasi akan kuat menahannya? Seperti itu juga pendidikan, ketika kurikulum yang semakin berat dan padat akan diterapkan, namun kurikulum “pendidikan di rumah” tidak berimbang akan sama saja bohong.

Baru-baru ini, kejadian yang sangat memalukan terjadi ketika kasus kematian seorang anak dengan inisial RI menyeruak. RI meninggal akibat pemerkosaan oleh sang ayah kandung. Kenapa bisa seperti ini? Kejadian ini telah menjadi perhatian seantero Indonesia dan memberikan tamparan kepada kita semua serta menunjukkan perlunya sebuah rumusan untuk kurikulum “pendidikan rumah”. Kurikulum ini diperankan oleh orangtua murid agar mampu mensinergikan antara kegiatan di rumah dan di sekolah. Pendidikan anak usia dini, kurikulum pendidikan 2013, dan wajib belajar Sembilan tahun memang ampuh, tetapi lebih ampuh lagi ketika orangtua mampu menerapkan kurikulum “pendidikan rumah” untuk anak-anak mereka. Mari sinergikan kurikulum “pendidikan rumah” dan kurikulum pendidikan sekolah!

Robby Prakoso
Mahasiswa Universitas Andalas, Padang
Ketum UKM Penalaran.

Robby Prakoso. (UKM Penalaran)

17/05/2013

Arah Kerja Sama Pendidikan Asia-Eropa di Tangan Indonesia

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Selama empat tahun ke depan, Indonesia akan memegang peranan penting dalam penentuan kerja sama pendidikan di kawasan Asia dan Eropa. Sebagai Sekretariat Asia-Europe Meeting of Ministers for Education periode Oktober 2013 hingga 2017, Indonesia akan memfasilitasi dan menentukan standar dan norma dalam kerja sama Asia- Eropa.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, forum ini membahas berbagai isu pendidikan dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan Asia-Eropa. Karena menjadi sekretariat, Indonesia dapat mengusulkan atau mendorong implementasi suatu usulan tertentu kepada 51 negara anggota Asia-Europe Meeting of Ministers for Education (ASEMME).

”Indonesia bisa membuat norma yang sesuai karena kita yang mengatur. Empat tahun itu keuntungan dan kesempatan emas untuk memasukkan norma-norma Indonesia. Kita harus pintar memanfaatkan ini,” kata Djoko seusai ASEMME4, Selasa (14/5), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Luki Aulia, dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illah Sailah menambahkan, posisi sebagai Sekretariat ASEMME juga bisa dimanfaatkan Indonesia sebagai ajang promosi, mulai dari ide pendidikan hingga promosi perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu, Indonesia juga bisa berbagi pengalaman pembelajaran sepanjang hayat. Contohnya, pendidikan berupa kursus yang terakreditasi dan pendidikan vokasional yang menghasilkan tenaga terampil.

Kualifikasi

Isu penting yang harus segera diputuskan Asia, khususnya negara-negara ASEAN, kata Djoko, adalah penjaminan mutu supaya Asia dan Eropa saling mengakui kualitas lulusan atau sumber daya manusia. Negara-negara di Asia, termasuk ASEAN, harus memiliki posisi tawar yang tinggi untuk menghadapi era globalisasi. Untuk itu, perlu ada standar atau kerangka kualifikasi di tiap negara atau di tingkat regional.

”Sebelum ASEAN Community terbentuk pada 2015, harus sudah ada standar pendidikan regional ASEAN,” ujar Djoko.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ananto Kusuma Seta mengatakan, tiap negara anggota harus memiliki sistem yang setara.

-Y.A-

Address

Padang
Koto Padang
25000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UKM Penalaran Univ. Andalas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category