28/12/2015
MENGAKARKAN DAKWAH
Bismillahi wassalatu wassalamu ala rasulillah
"rasulan min anfusikum" artinya rasul dari kalangan kalian
Pastinya bagi kita yang sering membaca Al-Qur'an sering menemukan potongan ayat yang disebutkan di atas, karena memang ayat yang berbunyi seperti itu sangat banyak tersebar di dalam Al Quran.
Seluruh nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah adalah berasal dari kaumnya, mereka memiliki nasab kaumnya, mereka berbicara dengan bahasa kaumnya dan tidak ada nabi atau rasul yang merupakan orang asing yang datang dari luar, namun mereka tumbuh di tengah-tengah kaumnya sampai mereka di utus oleh Allah untuk mendakwahi kaumnya sehingga para nabi dan rasul sudah sangat dikenal kemuliaan akhlaknya sebelum mereka diutus. Rasulullah bahkan sudah digelari Al-Amin sebelum diutus, bahkan beliau terkenal dengan akhlak yang sangat terpuji. Namun ternyata sebagaimana yang kita ketahui dalam sirah walaupun Rasulullah adalah keturunan orang terpandang di suku quraisy dan juga memiliki ketinggian akhlak masih banyak yang mendustakan beliau.
Lalu kira-kira bagimana jika nabi atau rasul adalah orang asing dari luar negeri kaumnya yang tiba-tiba datang kemudian mengaku nabi?
Tentu dari sini kita bisa ambil pelajaran bahwa yang paling baik untuk berdakwah pada suatu negeri atau kampong adalah orang local yang tumbuh di dalam dan bersama masyarakat. Lalu bagaimana dengan para da'I yang dikirim ke daerah-daerah untuk berdakwah dimana mereka memiliki bahasa dan kebudayaan yang berbeda?
Kita katakan palig tidak ada dua hal yang harus dilakukan :
PERTAMA: sebaiknya para dai yang di utus memulai dakwahnya dengan hal-hal yang pokok, memperlihatkan akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan masyarakat, menghindari permasalahan khilaf, tidak lansung mengkonfrontasi kesalahan atau penyimpangan fiqhiyah dan aqidah yang sudah mengakar di masyarakat namun secara bertahap, mempelajari kebudayaan serta bahasa daerah tersebut. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu yang lama, bukan satu atau dua pekan saja, namun bisa jadi berbulan-bulan sampai hitungan tahun. Intinya adalah bagaimana dai tersebut bisa seakan-akan menjadi orang yang lahir di daerah tersebut dan menjadi keluarga besar masyarakat tempatnya berdakwah serta membangun karakter seorang dai yang baik.
Jika kita adalah seorang dai maka kesabaran adalah kendaraan utama kita, jangan hanya ingin dikirim satu sampai dua bulan namun lebih lama lebih baik.
KEDUA: Melahirkan kader lokal yang siap menjadi pionir dakwah dan melanjutkan perjuangan dakwah di daerahnya. Hal yang kedua ini tidak bisa kita realisasikan sebelum yang pertama terpenuhi. Tentu saja ini juga membutuhkan waktu yang tidak singkat namun hitungannya adalah tahunan. Dengan adanya dai yang merupakan orang asli daerah dakwah maka akan ada kesesuaian dengan dakwah nabi dan rasul yang sudah kita jelaskan di atas sehingga dakwa akan lebih menyebar dan kokoh di masyarakat insyaallah.
Wallahu a'lam