03/05/2022
Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1443 H
Oleh Kyai MALIK FANANI, S.Pd.I (Pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahidin)
Secara sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya orang mukmin saja. Beberapa jenis makhluk hidup melakukan puasa juga sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.
“Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT,”
“Dari puasa ular kita dapat melihat bahwa wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama. Nama ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR. Makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama, cara bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama. Tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa juga tetap sama,”
Sedangkan ulat yang berhasil puasa dalam masa kepompong akan berubah wujud menjadi kupu-kupu yang indah yang sama sekali berbeda bentuknya, cara bergeraknya, jenis makanan dan cara makannya, hingga perilaku lainnya, lanjutnya.
“Ibroh dari puasanya ulat, wajah ulat sesudah puasa berubah menjadi lebih indah. Nama ulat sesudah puasa berubah menjadi Kupu-kupu. Makannya ulat sesudah puasa berubah menjadi mengisap madu. Cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah terbang di awang-awang. Tabiat dan sifrat berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam, begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga,”.
“Puasa Ramadan diharapkan memberikan manfaat yang baik kepada yang melaksanakannnya, baik untuk pahala di akhirat maupun menjadikan manusia taqwa yang memberi manfaat kepada orang lain.
Mari kita renungkan bersama, apakah puasa kita termasuk pusanya ULAR atau puasanya ULAT.