23/02/2015
“Mai manoli” (mari belajar), itulah ungkapan untuk mengajak orang-orang belajar dalam Bahasa Rote. Ajakan positif yang tertulis pada selembar karton putih sederhana yang tertempel di dinding rumah salah seorang guru luar biasa Sekolah Dasar Negeri Daepapan, Ibu Werni Sinlae. Ibu Werni s**arela menjadikan ruang tamu rumahnya sebagai Taman Baca anak-anak dusun Lopolain, Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.
Ternyata, tidak hanya Ibu Werni yang karyanya mengharumkan pulau terselatan Republik ini, selain Dusun Lopolain, Taman Baca di Desa Daleholu ini juga tersebar di dua dusun lainnya yaitu Dusun Nggelak dan Daedulu. Di Dusun Nggelak, Taman Baca ini berlokasi di salah satu gereja, Gereja Rajawali namanya. Lain di Dusun Daedulu, Taman Bacanya terletak di rumah warga, Mama Irfan beliau kami panggil. Rumah Mama selalu terbuka untuk setiap anak yang berkunjung ke rumahnya untuk belajar.
Sore hari, saya memberikan les tambahan kepada anak-anak yang berdomisili di Dusun Daedulu. Pelajaran yang sangat digemari mereka adalah Bahasa Inggris. Ketika kemudian saya bertanya, “kenapa kalian s**a belajar Bahasa Inggris?”, mereka hanya terdiam dan tersenyum malu-malu.
Mungkin saat ini mereka tidak tahu atau tidak bisa merasakan apa manfaat dari mereka belajar Bahasa Inggris tersebut, namun saya terus memotivasi mereka dengan cerita-certia orang Rote yang sukses dan bisa belajar di luar negeri karena bisa berbahasa asing terutama Bahasa Inggris.
Keceriaan dan wajah takjub mereka selalu tampak ketika mereka membaca buku baru. Walaupun jumlah buku di taman baca yang berada di Desa Daleholu ini memang sedikit, mungkin cuma lebih kurang 100, namun semangat dan minat baca anak-anak sangatlah tinggi. Berbondong-bondong mereka datang ke taman baca, walau terkadang hanya sekadar melihat-lihat gambar mengisi hari sore.
Banyak pelajaran yang saya ambil dari kunjungan saya ke taman baca. Kesederhanaan, ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan. Saya baru menyadari, menjadi Pengajar Muda bukan benar-benar soal mengajar, melainkan belajar dari tiap keadaan. Mari belajar. “Mai manoli” #1 oleh Taufik Hidayat, Pengajar Muda angkatan VIII Kabupaten Rote http://indonesiamengajar.org/cerita-pm/taufik-34/mai-manoli-1.
Sesederhana Taman Baca, seberharga cita-cita mereka. Berani menguatkan langkah mereka dengan menjadi relawan Indonesia Mengajar di indonesiamengajar.org/iuran.