MI Al-Madina Prambanan

MI Al-Madina Prambanan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MI Al-Madina Prambanan, Education, Jetis RT 03/RW 02, Kotesan, Prambanan, Klaten.

Bulan Ramadhan, sang tamu agung, telah berlalu dengan atmosfer rohani, hembusan Rabbani, shalat tahajud yang khidmat, da...
18/03/2025

Bulan Ramadhan, sang tamu agung, telah berlalu dengan atmosfer rohani, hembusan Rabbani, shalat tahajud yang khidmat, dan masjid yang penuh sesak dengan orang-orang shalat yang berdoa sepenuh hati dengan tangan yang memohon dengan merendahkan diri kepada Rabb semesta alam. Semerbak harum kasturi sebagai penutup musim Ramadhan ini adalah hari raya, ucapan selamat, dan halal bi halal di suasana penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Kemudian, “sesesorang itu kembali ke kondisinya semula”. Kemanakah para pemakmur masjid? Kemanakah tangan yang menengadah dengan penuh ketundukan, mata yang bercucuran air mata, lisan yang basah dengan dzikir, dan bacaan Al-Qur’an yang khusyuk?

Apakah ibadah tersebut dikhususkan untuk bulan Ramadhan semata? Bukankah Rabb yang disembah di bulan Ramadhan adalah Rabb yang juga disembah di bulan Syawal dan bulan-bulan yang lain? Bukankah Dia lah yang berfirman di dalam Kitab-Nya yang agung, ????

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

“Sembahlah Rabbmu hingga ajal menjemputmu.” (QS. Al-Hijr : 99)

Ibadah merupakan ritual yang seharusnya dikerjakan secara kontinyu oleh seorang muslim. Sebab, dengan tujuan itulah manusia diciptakan. Hanya saja tatkala Ramadhan, porsi ketaatan dan ibadah semakin ditingkatkan supaya seorang muslim berbekal dengan ketakwaan dan bertambah dekat dengan Rabb-nya ‘Azza wa Jalla. Akankah diterima shalat, doa, membaca Al-Qur’an, dan dzikir dari orang yang berniat untuk berbalik ke kondisi semula?

Wahai saudaraku yang mulia, semestinya kita menjadi seorang Rabbani, bukan sekedar Ramadhani (hanya beribadah di bulan Ramadhan). Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang muhkam (jelas), “Tidak layak bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Kitab, hikmah, dan kenabian, lantas ia mengatakan kepada manusia, ‘Jadilah kalian penyembahku, bukan penyembah Allah.’ Akan tetapi, harusnya ia mengatakan, ‘Jadilah kalian orang-orang Rabbani karena kalian selalu mengajarkan Kitab dan senantiasa mempelajarinya.’” (QS. Ali-‘Imran : 79)

Rabbani ialah orang-orang yang menyembah Allah Ta’ala dengan ikhlas, sehingga ia beribadah kepada-Nya semata dengan benar.

Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1446 H / 17 Maret 2025 M
17/03/2025

Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1446 H / 17 Maret 2025 M

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu riwayat Al-Bukhâry dan Muslim bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa salla...
16/03/2025

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu riwayat Al-Bukhâry dan Muslim bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرَ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِيْ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipat­gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesung­guhnya, (amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang ber­puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’ Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika dia berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan Rabb-nya. Sesung­guhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.” (Lafazh hadits adalah milik Imam Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:إِذَا كَانَ يَوْم...
15/03/2025

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

Jika sedang berpuasa, maka janganlah salah seorang dari kalian berkata keji, membuat kegaduhan, dan jangan p**a berbuat bodoh. Jika ada seseorang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia mengatakan; ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ (HR. Bukhari: 1904, Muslim: 1151)

Berdasarkan hadits yang mulia ini, jika ada orang mencaci-maki atau mengajak bertengkar padahal kita tengah berpuasa, maka kita dianjurkan untuk mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Hal ini mengandung dua faidah:

Pertama, untuk memberi tahu kepada orang yang mencaci bahwa orang yang dicacinya tidak mau meladeni bukan karena lemah melainkan karena ia sedang berpuasa.

Kedua, mengingatkan kepada orang yang mencaci-maki bahwa orang yang sedang berpuasa tidak boleh mencaci-maki orang lain. Hal ini mengandung arti, dia dilarang mencaci-maki. (Shahih Fiqh As-Sunnah: 2/102)

Oleh sebab itu, jika kita dicaci-maki oleh orang maka tidak perlu diladeni, jangan membalas, cukup ucapkan saja: Sungguh aku sedang berpuasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ ت...
15/03/2025

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi).” (HR. Bukhari, no. 1894 dan Muslim, no. 1151).

Khuluf yang dimaksud dalam hadits adalah berubahnya bau mulut orang yang berpuasa.

Ada dua alasan kenapa sampai bau mulut orang yang berpuasa bisa dibalas dengan bau minyak kasturi (misk):

1- Amalan puasa itu adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Karena itu rahasia yang ia sembunyikan, maka Allah pun membalasnya dengan menampakkan bau harum di antara manusia di hari kiamat.

2- Karena bekas ketaatan yang berakibat tidak enak bagi jiwa di dunia, bekas seperti itu akan dibalas dengan sesuatu yang menyenangkan pada hari kiamat. Artinya, bau mulut yang tidak enak akan dibalas dengan bau yang wangi karena bau mulut itu muncul dari amalan ketaatan pada Allah di dunia. (Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 286-288)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

كُلُّ شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ

“Segala sesuatu yang dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun jika itu didapati karena melakukan ketaatan pada Allah dan mencari ridha-Nya, maka hakekatnya kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah).” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 288)

Bau mulut yang harum di hari kiamat timbul dari ketaatan yang dilakukan di dunia. Bau mulut harum tersebut membuat orang lain makin mencintainya di akhirat kelak. Itulah yang disebutkan dalam ayat,

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. ” (QS. Maryam: 96)

Bersedekah sebenarnya tak perlu waktu khusus. Kita bisa bersedekah kapan saja menginginkannya. Namun, ada hadits sedekah...
14/03/2025

Bersedekah sebenarnya tak perlu waktu khusus. Kita bisa bersedekah kapan saja menginginkannya. Namun, ada hadits sedekah di bulan Ramadhan yang menjelaskan bahwa di bulan tersebut, kita mendapatkan lebih banyak keutamaan. Salah satu keutamaanya yaitu pahalanya berlipat ganda. Selain itu, hal ini sesuai dengan perilaku Rasulullah yang riwayatnya cukup banyak. Ingin tahu lebih banyak? Oleh karena itu, mari sama-sama kita belajar hadits untuk bersedekah di bulan Ramadhan.
Selanjutnya, ada juga anjuran agar memberi makan orang yang berpuasa. Hal ini dikarenakan, insyaAllah orang yang membantu akan mendapatkan pahala seperti amal orang yang kita bantu. Ada penjelasan mengenai anjuran ini:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah menjawab tentang keutamaan untuk berbagi dan bersedekah pada bulan Ramadhan. Hal tersebut karena sedekah di bulan Ramadhan, punya keistimewaan. Selanjutnya mari kita simak haditsnya:

عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

Artinya:

“Dari Anas dikatakan, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan”’ (HR At-Tirmidzi).

Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan, kita berada dalam fase yang dikenal sebagai maghfirah atau pengampunan. Ini adala...
13/03/2025

Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan, kita berada dalam fase yang dikenal sebagai maghfirah atau pengampunan. Ini adalah waktu di mana Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bertobat. Sebagaimana disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Rasulullah SAW bersabda, "Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka." Fase ini menjadi kesempatan emas untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui istighfar, taubat, dan amal kebaikan yang terus menerus dilakukan dengan hati yang ikhlas.

Istighfar di Waktu Sahur dalam AlquranSetidaknya ada dua dalil dalam Alquran yang menyinggung tentang keutamaan istighfa...
11/03/2025

Istighfar di Waktu Sahur dalam Alquran
Setidaknya ada dua dalil dalam Alquran yang menyinggung tentang keutamaan istighfar di waktu sahur.

Pertama, surah Adzdzariyat ayat 18. Allah Swt. berfirman:

وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
“Dan pada akhir malam, mereka memohon ampunan (kepada Allah).”

Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanyaAllah SWT dan Rasul-Nya men...
11/03/2025

Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya

Allah SWT dan Rasul-Nya mengajarkan umat manusia bersabar dalam menghadapi ujian sehingga bisa mengambil hikmah dari ujian tersebut. Namun, banyak juga orang yang tidak mampu menangkap pesan kasih sayang Allah dan mengambil hikmah dari setiap ujian.

Seorang hamba harus berprasangka baik kepada Allah saat menerima ujian. Ia mengingatkan Allah telah banyak memberikan nikmat dan karunia kepada manusia.

“Jika engkau tidak berprasangka baik terhadap Allah Ta’ala karena sifat-sifat Allah yang baik, maka berprasangka baiklah kepada Allah karena karunia dan pemberian-Nya kepadamu. Bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?” (Al-Hikam).

Ujian adalah nikmat dari Allah untuk kebaikan hamba.

Ia mengatakan, apabila kita tidak dapat berbaik sangka terhadap Allah karena Allah bersifat Rabbul Alamien, yaitu Allah yang mencipta, melengkapi, memelihara dan menjamin seisi alam. Allah juga Yang Maha Pemurah dan Penyayang.

Maka sudah seharusnya kita berbaik sangka kepada Allah karena nikmat dan karunia Allah kepada kita dan keluarga kita terus mengalir. Nikmat dan karunia Allah mengalir sejak kita masih berupa air mani hingga kita mati.

Ia menjelaskan, sebaik-baiknya berbaik sangka kepada Allah yakni di waktu menerima nikmat Allah berupa ujian. Ujian itu bagaikan ayah yang mencambuk putranya yang sangat disayangi demi kebaikan putranya.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” Di...
10/03/2025

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Di bulan Ramadhan ini setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya. Inilah yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur lagi membawa berita yang benar,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Keutamaan Orang yang Selalu Mengingat Allah :1. Mendekatkan diri kepada Allah SWTZikir merupakan cara yang paling mudah ...
09/03/2025

Keutamaan Orang yang Selalu Mengingat Allah :

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Zikir merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang senantiasa berdzikir akan selalu mengingat dan memuji Allah SWT dengan kalimat yang baik.

Dengan rutin berdzikir juga umat Islam dapat merasakan kehadiran Allah SWT yang lebih dekat.

2. Menguatkan iman
Melatih diri untuk selalu mengingat Allah SWT juga dapat menjadi cara untuk menguatkan iman Islam. Dengan mengingat dan memuji Allah SWT secara terus-menerus, maka diri ini akan yakin bahwa segala yang terjadi adalah kehendak Allah SWT.

Dengan demikian apapun yang telah ditetapkan menjadi takdir dalam hidup akan diterima dengan ikhlas.

3. Menenangkan hati
Manusia pasti dilanda cobaan. Oleh karenanya jika terkena musibah atau merasa hati tidak tenang maka cobalah untuk selalu mengingat Allah SWT.

Orang-orang yang selalu berdzikir dan mengingat Allah SWT akan memiliki hati dan pikiran yang tenang sehingga mudah menjalani kehidupan.

4. Meningkatkan kebahagiaan
Kebahagiaan datangnya dari hati yang tentram sehingga jauh dari perasaan gelisah dan khawatir. Dengan mengingat Allah SWT, hati akan merasa tenang sehingga senantiasa membawa kebahagiaan.

Dalam surat Ar-Ra'd Ayat 28, Allah SWT berfirman,
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

5. Meningkatkan kesabaran
Orang-orang yang mengingat Allah SWT dengan senantiasa berdzikir maka akan memiliki kesabaran yang tiada batasnya. Kesabaran ini dapat menjadi modal ketika mengalami cobaan dan ujian.

Dalam surat Az-Zumar Ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang yang sabar akan diganjar pahala berlimpah.

قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yan

Doamenjadi salah satu sarana berkomunikasi dengan Yang Mahapencipta.Dengan berdoa, kita bisa berkeluh kesah sekaligus me...
07/03/2025

Doamenjadi salah satu sarana berkomunikasi dengan Yang Mahapencipta.

Dengan berdoa, kita bisa berkeluh kesah sekaligus memohon segala ampun serta keinginan.

Di masa akhir zaman menurut literasi Islam, dianjurkan mengamalkan doa yang dibaca saat sholat (salat) yakni sebelum mengucapkan salam.

Doa ini dibaca untuk memohon ampun dan perlindungan.

Baik itu perlindungan dari azab, azab kubur, fitnah, hoax, dan kejahatan Dajjal.

Rasulullah menganjurkan umat Islam agar meminta empat hal yang sangat penting :

1. Berlindung dari siksa neraka jahannam
2. Fitnah siksa kubur
3. Fitnah kehidupan dan kematian
4. Fitnah dajjal

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal,".

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah al-masikh ad-Dajjal (HR Muslim dari Anas dan Abu Hurairah)

Address

Jetis RT 03/RW 02, Kotesan, Prambanan
Klaten
57454

Telephone

+6281228455737

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MI Al-Madina Prambanan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to MI Al-Madina Prambanan:

Shortcuts

Share

Category