28/07/2026
CEPAT 9726 Produksi Susu Kambing Perah
Di Indonesia susu kambing kurang populer dibandingkan dengan susu sapi.
Penyebabnya sederhana, pop**asi kambing perah sangat sedikit dibandingkan dengan sapi perah.
Berbeda dengan negara timur tengah, asia tengah dan asia selatan dan eropa di mana pop**aritas susu kambing sangat tinggi karena pop**asi kambing perah banyak dan sudah menjadi budaya meminum susu kambing sejak beratus tahun bahkan ribuan tahun lalu.
Susu sapi (segar) sangat populer karena mudah diproduksi dan mudah didapat.
Sapi perah yang dirawat dengan baik setiap hari bisa menghasilkan 20 lt susu/ekor. Jauh tinggi dibandingkan dengan kambing perah yang bagus yang produksinya 2 lt/ekor/hari. Artinya produksi susu sapi 10x lipat dibandingkan dengan kambing perah.
Hal ini wajar terjadi karena berat sapi perah sekitar 400 kg. BB Sapi perah ini 10x lipat dari berat kambing perah yang rata2 40 kg. Semakin berat semakin banyak kebutuhan pakan dan semakin banyak p**a susu yang bisa diproduksi.
Kambing Kacang merupakan kambing lokal asli Indonesia. Kambing kacang selain cepat dan banyak beranak juga memproduksi susu kambing. Namun karena BBnya hanya sekitar 20 kg produksi susunya maksimal hanya 0.5 lt/hari.
Kambing Etawa merupakan persilangan antara kambing Jamnapari India dengan kambing Kacang. Kambing Jamnapari merupakan kambing perah turun temurun. Dengan kondisi ini maka kambing Etawa memiliki potensi produksi susu 1.5 lt/hari, 3x lipat dari produksi susu kambing kacang. Hal ini terjadi karena kambing Etawa posturnya besar mengikuti kambing Jamnapari.
Kelemahan kambing etawa adalah masa laktasi (keluarnya susu) yang singkat 3-4 bulan mengikuti masa sapih anak kambing (cempe).
Oleh karena itu maka pada saat ini peternak kambing perah di Indonesia termasuk Tienji Farm menyilangkan kambing etawa dengan pejantan kambing perah dunia seperti Saanen, Alpin dan Toggenburg.
Persilangan kambing Saanen vs kambing Etawa menghasilkan kambing yang dinamakan kambing Sapera.
Kambing Sapera memiliki ciri mirip dengan kambing Saanen. Postur saanen dan bulu putih. Yang membedakan telinga panjang dan tandung panjang (Etawa). Semakin tinggi kadar genitik Sapera (F3 ke atas) maka tampilan makin mirip dengan kambing Saanen.
Sapera menjadi kambing perah unggulan di Indonesia karena produksi susu bisa mencapai 3 lt/hari/ekor. Rata2 bisa mencapai 2 lt/hari jika dirawat dan diberikan pakan yang optimal.
Saat ini Tienji Farm mengembangkan Sapera dan menyilangkannya lagi dengan Alpin dan Toggenburg agar muncul varian baru dengan bulu yang lebih beragam dan bentuk yang lebih besar. Termasuk memasukkan genetik kambing Boer di dalamnya.
Tienji Berbagi