Epsilon Makerspace Klaten

Epsilon Makerspace Klaten Epsilon Makerspace adalah sekolah Non-Formal bukan untuk profit.

Sekolah ini merupakan tempat belajar teknologi dengan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Dalam uji laboratorium, obat ini mampu membunuh bakteri penyebab penyakit paling bermasalah di dunia.Bahkan, obat ini da...
13/03/2020

Dalam uji laboratorium, obat ini mampu membunuh bakteri penyebab penyakit paling bermasalah di dunia.
Bahkan, obat ini dapat membunuh beberapa jenis penyakit yang resisten terhadap semua antibiotik. Obat tersebut juga membersihkan infeksi pada dua tikus berbeda yang menjadi sampel dalam percobaan tersebut. Model komputer menyaring lebih dari seratus juta senyawa kimia dalam hitungan hari. Model itu dirancang untuk memilih antibiotik potensial yang membunuh bakteri menggunakan mekanisme yang berbeda dari obat yang ada. "Kami ingin mengembangkan platform yang memungkinkan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam era baru penemuan obat antibiotik," ujar James Collins, Profesor Temmers dari Medical Engineering and Science in MIT's Institute for Medical Engineering and Science (IMES) and Department of Biological Engineering.
Collins mengatakan pendekatan ini mengungkapkan molekul luar biasa, yang dapat disebut sebagai salah satu antibiotik yang lebih kuat, yang pernah ditemukan. Dalam studi baru yang dilakukan para peneliti ini, mereka juga mengidentifikasi beberapa kandidat antibiotik lain yang lebih menjanjikan.
Para peneliti percaya, model itu juga dapat digunakan untuk merancang obat baru. Hal itu berdasarkan dari yang telah dipelajari, tentang struktur kimia yang memungkinkan obat untuk membunuh bakteri. Regina Barzilay, Profesor Elektronika Delta Teknik Elektro dan Ilmu Komputer di MIT's Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) mengatakan model pembelajaran mesin dapat mengeksplorasi banyak hal, yakni in silico.
Selengkapnya dapat diakses di https://sains.kompas.com/read/2020/02/25/203400023/kecerdasan-buatan-ciptakan-antibiotik-terkuat-mampukah-lawan-bakteri-?page=3
Oleh: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan (AI) dijanjikan untuk mendeteksi kasus virus corona terbaru dengan akurasi m...
04/03/2020

Sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan (AI) dijanjikan untuk mendeteksi kasus virus corona terbaru dengan akurasi mencapai 96 persen. Pendeteksian dilakukan menggunakan pemindaian tomografi berbasis komputer. Mengutip laman Nikkei Asian Review, Jumat (21/2/2020), algoritma pendeteksian ini dikembangkan oleh akademi riset Alibaba Damo Academy. Para peneliti di akademi ini mengatakan, mereka telah melatih model AI dengan sampel data yang berasal dari 5.000 kasus infeksi virus corona yang telah terkonfirmasi. Sistem ini juga bisa mengidentifikasi perbedaan hasil CT scan antara pasien terinfeksi virus corona dan mereka yang memiliki pneumonia akibat virus biasa dengan tingkat akurasi 96 persen. Algoritma juga termasuk pedoman pengobatan terkini dan penelitian yang baru-baru ini diterbitkan. Sekadar informasi, tool diagnostik ini pertama kali diperkenalkan di Qiboshan Hospital di Zhengzhou, provinsi Henan. Rumah sakit baru ini mulai menerima pasien terinfeksi corona per Minggu lalu.
Agustin Setyo Wardani, https://www.liputan6.com/
-19

Address

Jalan Sulawesi No. 54
Klaten
57413

Opening Hours

Monday 08:00 - 19:00
Tuesday 08:00 - 19:00
Wednesday 08:00 - 19:00
Thursday 08:00 - 19:00
Friday 08:00 - 19:00
Saturday 08:00 - 19:00
Sunday 13:00 - 19:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Epsilon Makerspace Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Epsilon Makerspace Klaten:

Shortcuts

Share

Category