20/10/2025
Dari kampus Moriah ke pelosok Kalimantan Barat. Elia, alumni STT Moriah angkatan X, mempraktikkan moto “Melayani yang Tak Terlayani.”
Kini ia mengabdi sebagai ASN PPPK di Dinas Pendidikan Sanggau, dengan Jabatan: Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama. Simak kisah Ibu Elia, S.Pd.
"Saya adalah salah satu alumni STT Moriah angkatan ke X. Saya masuk di STT Moriah dari Th 2016 - 2020. Suatu kebanggaan bagi diri saya menjadi bagian dari alumni STT Moriah, saya bisa bertemu dengan teman-teman dari latar dan berbagi daerah dan suku bangsa yang ada di Indonesia serta menimba ilmu yang bisa saya bawa pulang. STT Moriah juga memberikan fasilitas belajar yang cukup memadai seperti perpustakaan yang mempunyai ribuan judul buku untuk mendukung pembelajaran mahasiswa, asrama, kampus yang arsi serta dosen-dosen yang berkualitas.
Pada tahun 2021 saya memutuskan untuk mengikuti pengutusan alumni STT Moriah di salah satu desa pelosok yang ada di Kalimantan Barat dengan jarak tempuh desa ke kecamatan sekitar 30 km, pada saat itu jaringan internet tidak memadai serta lampu PLN tidak ada namun karena saya mempunyai suatu kerinduan untuk menjalankan misi Moriah "Melayani Yang Tidak Terlayani", maka saya sangat termotivasi dalam panggilan pelayanan ini ada pun yang lainnya ialah karena anak-anak terutama anak-anak Kristen tempat saya pelayanan saat ini minim akan karakter.
Pada tahun 2022 saya diminta untuk membantu mengajar disebuah instansi Sekolah Dasar Negeri ditempat saya pelayanan. Dari situ selain saya pelayanan di gereja saya juga bekerja sebagai guru SD.
Pengalaman yang saya temui ditempat kerja dan pelayanan saya sejak tahun 2021 hingga September 2025 adalah minimnya karakter, pergaulan bebas, konsumsi obat-obatan terlarang, judol dan sangat mirisnya bagi anak-anak pelajar itu adalah hal biasa sehingga mengakibatkan putus sekolah, nikah muda dan jauh dari Tuhan.
Dulu, sempat saya beripikir kasus ini terdapat hanya diperkotaan saja ternyata pemahaman saya saat itu salah. Di daerah terpencil pun ini sudah marak terjadi dan bukan hal yang tabu. tidak mudah untuk memberantas hal ini demi menyelamatkan generasi terutama anak-anak Kristen. Tidak bisa kita selesaikan melalui teori semata.
Sehingga saya berusaha melakukan pendekatan baik dalam pelayanan anak sekolah Minggu maupun youth serta melalui bidang pendidikan seperti memberikan pembelajaran seperti apa yang Tuhan Yesus ajarkan di Alkitab, memberikan pembelajaran sesuai dengan zaman, merangkul mereka agar mereka tidak merasa dijauhi serta memberi tahukan sebab akibat dari perilaku yang tidak baik.
Pada tanggal 30 September 2025 saya Tuhan percayakan untuk bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau. Banyak faktor yang dihadapi salah satunya anak putus sekolah saat beranjak remaja anak malas untuk kegereja dan ini menjadi PR bagi kami yang Tuhan percayakan untuk melayani dalam bidang pemerintahan maupun pelayan gereja.
Pesan saya kepada adik-adik STT Moriah: Praktekkan ilmu yang sudah kamu dapat. Jangan takut untuk pelayanan di pedalaman. Hidupkan moto "Melayani yang tak Terlayani" bukan hanya sekedar teori, yang terutama itu kasih dan sadar akan panggilannya." by Elia, S.Pd.