22/03/2024
Seklumit Biografi salah satu Pengasuh Ponpes Asma Chusna.
KH. Ahmad Luthfi Said merupakan putra dari KH. Mahmud Lumpur Losari Brebes. Beliau memulai belajar agama dibimbing oleh keluarganya. Kemudian beliau berangkat ke Pesantren Daruttauhid Al Hasaniyah Sendang Senori Tuban yang diasuh oleh Mbah KH. Nasiruddin. Kemudian beliau melanjutkan ngajinya di Ponpes Cidahu Cadasari Pandegelang Banten yang diasuh oleh KH. Muhammad Dimyati atau Abuya Dimyati.
Selepas dari Pesantren Cidahu, Ahmad Luthfi Said menjadi menantu KH. Said Bachrudin Khairan Jaza Pendiri dan Pengasuh Ponpes Asma’Chusna. Atas restu dari para masyayikh dan hobi baca tulis kitab sedari pesantren kemudian beliau menuangkan pemikirannya dengan menulis beberapa buku dan kitab berbasa Arab dan langsung diajarkan kepada Santri Ponpes Asma’ Chusna. Diantaranya kitab As Siqthotu walfurudz wal A'shobat (fan faroid), kitab Adabus Santri (fan akhlaq), Kitab Anwarus salik (fan Nahwu 2 juz), Kitab As Shofi (fan Shorof),kitab Ramadhan Mubarok (tentang bulan ramadhan) dan masih banyak yang lainnya. Beberapa kitab beliau juga telah di Tashih oleh ulama kenamaan dari Suriah yaitu Syeikh Rajab dieb. Dan salah satu kitab yg di tashahih oleh syeikh Rajab adalah kitab Nadhom At Tarqib fi nadhmil Taqrib (974 Nadhom) yang beliau tulis dalam waktu satu bulan. Dari 974 nadhom tersebut ada sekitar 10 nadhom yg di revisi oleh beliau Syekh Rajab.
Kemudian setelah kitab tersebut lulus tashheh, beliau Abah KH. A. Luthfie Said mensyarahi kitab tersebut menjadi Kitab Taudhihut Tarqib yang mana kitab ini ada 6 Jilid, yang luar biasanya, Kitab ini hanya diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Dan Alhamdulillah bulan puasa ini sudah bisa digunakan untuk mengaji kilatan Pasaran dan target khatam jilid awal (jilid satu ± 600 hal.)
Dari hal tersebut kita bisa ambil pelajaran, bahwasannya pada Jaman Modern seperti saat ini Pondok Pesantren masih punya potensi besar menghasilkan lulusan yang siap berkarya. Sebagai contoh beliau KH. Ahmad Lutfi Said, mampu membuat karya dengan modal keilmuan dan bahasa Arab yang dikuasainya selama mondok di Pesantren Darut Tauhid Al Hasaniyah Sendang Senori Tuban dan Ponpes Cidahu Banten.
Walaupun beliau tidak mengenyam pendidikan di Luar Negeri, tetapi karena kemauan kuatnya untuk mengamalkan ilmu yang ada, maka terbentuklah kitab-kitab beliau dengan bahasa Arab.
Nb. Mohon kereksi apabila ada kata² yg kurang sesuai.