Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, Religious school, Jalan KH. Abdul Karim, Lirboyo, Mojoroto, Kediri.

Photos 09/08/2018

" Quotes Dawuh Ulama Lirboyo " ❤️

•Santri lirboyo kok mau mulang(mengajar), kerja serabutan insya alloh bahagia hidupnya. Begitupun sebaliknya, meskipun santri lirboyo itu ngalim puol tetapi dia Cuma bekerja saja nggak mau mulang (mengajar) maka, nggak bakalan sukses.( KH.Anwar mansur)

•“Yang penting NGAJI !!! Walaupun anaknya seorang tukang ngarit tapi mau ngaji, ya akan pinter. Anaknya orang alim tapi tidak mau ngaji, ya tidak akan pinter. YANG PENTING NGAJI SING TENANAN.” ~ ( K.H Abdul Karim )

• “Yang dinamakan santri yang manfaat ilmunya adalah santri yang ilmunya bisa menuntun mereka meraih ridho Allah. Masalah keadaan tiap-tiap santri di rumahnya kelak, terserah gusti Allah.” ~ ( K.H Marzuqi Dahlan )

• “Jangan sekali-kali kalian menyakiti hati orang tua. terlebih-lebih ibu. Karena menyebabkan ilmunya tidak bermanfaat.” ~ ( KH. Marzuqi Dahlan )

• “Banyak dan sedikitnya ilmu itu sebuah amanat jadi harus disebarkan.” ~ ( K.H Marzuqi Dahlan )

• “Ingat kalau kamu jadi pemimpin, tolong hindari 2 masalah. Pertama, jangan sampai mata duitan. Kedua, jangan tergoda perempuan. Kalau bisa bertahan dari dua hal ini insyaallah selamat.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Ngajarlah ngaji !!! Kalau nanti kamu tidak bisa makan, kethoken kupingku.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Nabi Sulaiman itu sukses dalam 90 th dan Nabi Nuh sukses dalam waktu 900 th. Tetapi di dalam Al Quran yg disebut ulul ‘azmi adalah Nabi Nuh. Ini menunjukkan perjuangan dilihat dari kesulitan, bukan dari jumlah murid.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan akan jadi kyai, tidak pernah membayangkan akan menjadi orang kaya. Akhirnya menjadi orang mulia seperti ini saya takut. Jangan-jangan bagian saya ini saja, diakhirat tidak dapat bagian apa-apa.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Kalau ingin hidup mulia hormati orangtua, khususnya ibu.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Orang yang mempunyai ilmu sambil di riyadlohi dengan yang tidak di riyadlohi itu hasilnya beda. Riyadloh yang paling utama adalah istiqamah.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Orang ingin sukses itu kuncinya menghormati istri.” ~ ( K.H Mahrus Ali )

• “Barang siapa yang tidak mati karena pedang, maka ia akan mati dengan sebab musabab lain. Sebab musabab kematian itu banyak, namun mati cuma sekali.” ~ ( K.H Maksum Jauhari )

• “Banyak orang yang ilmunya sedang-sedang saja Tapi betapa hebat manfaat & barokahnya karena ditunjangi oleh sifat tawadhu’ dan banyak khidmah tholabul ‘ilmi.” ~ ( KH. Makshum Jauhari )

• “Menghormati guru harus menghormati apa yang dimiliki guru.” ~ ( K.H Maksum Jauhari )

• “Empat perkara untuk menjadi hamba Allah yang haqiqi adalah adab, ilmu, sidqu, dan amanah.” ~ ( K.H Imam Yahya Mahrus )

• “Santri kok pacaran berarti santri gadungan. Pernikahan yang berangkat dari pacaran biasanya tidak bahagia, karena saat pacaran yang di perhatikan hanya kebaikannya saja. Dan yang jelas menurut Islam pacaran itu dilarang.” ~ ( K.H Ahmad Idris Marzuqi )

• “Walaupun dirumah sudah menjadi tokoh masyarakat, bahkan menjadi wali. Kalau belum mengajar, masih kurang disenangi oleh mbah Abdul Karim.” ~ ( KH. Ahmad Idris Marzuqi )

• “Orang yang ahli baca shalawat,dzuriah dan anaknya akan gampang menjadi orang alim. Shaleh akhlaq dan tingkah lakunya. Kecerdasannya itu lain” ~ ( K.H Ahmad Idris Marzuqi )

• “Ketika belajar di lirboyo jangan pernah putus asa apapun yang terjadi.” ~ ( K.H Ahmad Idris Marzuqi )

• “Santri kalau pulang harus bisa menjadi seperti paku yang bisa menyatukan berbagai lapisan masyarakat, MESKIPUN DIRINYA TAK TERLIHAT.” ~ ( K.H Abdul Aziz Manshur )

• “Lisan hanya wasilah, dakwah sebenarnya (dengan) hati.” ~ ( KH. Abdul Aziz Manshur ).

• “Berbuatah kebaikan sesuai dengan keahlianmu.” ~ ( KH. Abdul Aziz Manshur )

• “Kekuatan manusia terbatas. kewajiban kita, ikhlas dan berdoa. jangan cuma, “Saya harus bisa begini”” ~ ( KH. Abdul Aziz Manshur )

• “Puncak dari segala kenikmatan adalah meninggal dalam keadaan menetapi iman dan Islam.” ~ ( KH. Abdul Aziz Manshur )

• “Birrul walidain itu caranya bukan berarti orangtua kok di gendong ke sana ke sini. Tapi yang terpenting jangan menyakiti hati orangtua.” ~ ( K.H Anwar Manshur )

• “Hidup didunia ini kok terkena cobaan, jangan heran. itu sudah menjadi ketentuan-NYA.” ~ ( KH. Anwar Manshur )

• “Amalkanlah ilmu yang kalian peroleh sambil tetap mencari ilmu.Karna mencari ilmu itu tetap diwajibkan sampai akhir hayat.” ~ ( KH. Anwar Manshur )

• “Kita hrs benar-bemar ikhlas dalam berjuang. Jangan sampai mengharapkan pamrih dari segala sesuatu yang kita sumbangkan kepada msyarakat & bangsa.” ~ ( KH. Anwar Manshur )

• “Harganya seseorang adalah ilmu dan pengamalannya.” ~ ( K.H Anwar Manshur )

• “Sebaik-baiknya orang itu, orang di ajak maling, malingnya malah sadar. Sejelek-jeleknya orang, orang di ajak maling malah ikut jadi maling. Jangan mudah terbawa zaman, sekarang sudah tidak karuan. Jangan ikut-ikutan tidak karuan.” ~ ( K.H Anwar Manshur )

• “Orang sukses dan alim tentu ada hubungan dengan orangtua dan kakeknya.” ~ ( K.H Abdullah Kafabihi Mahrus )

• “Perjuangan membutuhkan pengorbanan. kejayaan membutuhkan perjuangan.” ~ ( KH. Abdullah Kafabihi Mahrus )

• “Syaithon mengoda dengan cara apapun. Kadang dengan pemikiran. Ini yang berbahaya, maka tafakkur harus didasari ilmu.” ~ ( KH. Abdullah Kafabihi Mahrus )

• “Yang bertanggung jawab terhadap NU adalah santri, karena NU lahir dari kalangan pesantren.” ~ ( K.H Abdullah Kafabihi Mahrus )

• “Yang serius belajarnya !!! Mumpung masih muda. Kalau sudah tua pasti nambah repot, karena tidak ada orang tua yang tidak repot.” ~ ( K.H Habibullah Zaini )

• “Jangan takut ketika tidak bisa bekerja, tapi takutlah ketika hanya bisa bekerja. Pendidikan di lirboyo bukan untuk bekerja, tapi untuk dakwah.” ~ ( K.H Ma’ruf Zainuddin )

• “Harus punya tanggung jawab, kewajiban orang yang mencari ilmu harus belajar. Kewajiban orang yang mempunyai ilmu harus mengajar.” ~ ( KH. Ma’ruf Zainuddin )

• “Ilmu itu amanah, harus dipegang teguh dan disampaikan kepada yang berhak.” ~ ( KH. Rofi’i Ya’kub.)

Oleh KH. Zainuri (Permata Zain)




































































Zakki Ainun Mubarak
Hasan Kaloscy
Salamun Sal
Fauzi Fauzi Fauzi
Waya Effendi
Ali Idris
Fatkhan Abuyajez
A'iffatul Mufaridah
Sulastri
Moh Irvan Syarifudin
Riyadhul Mahmud
Pamulung Ilmu
Dzihria L Lillahita'ala Ar-fatah
Eksis Lazkar Ukhuwah
Ibnu Hibban Ulumuddin
Muhamad Kurnia
Nahdloh Nahdlyyin
Tado
Mu'arif Umam
Muhamad Nggopar T

31/07/2018

Romo KH. M. Anwar Mansur Pengasuh Pon-Pes Lirboyo Kediri,, pada saat rutinan Ngaji HIKAM KEMIS LEGI pagi :

Perjuangkan NU, dan NU itu ibarat BUS besar wadah ahlus Sunnah wal Jamaah, adapun yg memimpin itu hanya sbgai sopir, tidak usah ruwet siapapun pemimpinya. Gampang ganti sopir itu, tp BUS nya ttp harus kita rawat dan dijaga.

"Nek enek wong ngomong ora usah NU NU an seg penting ahlu sunnah wal jama'ah, iku biasane wong wahabi lak gak wahabi yo antek-anteke wahabi seng pengen ngerusak NU, harus di waspadai, dia ingin merobohkan NU maka jangan di ikuti"

Photos from Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur's post 29/07/2018

Selamat atas terpilihnya KH. Anwar Manshur sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur & KH Marzuqi Mustamar sebagai Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Timur,
Masa Khidmat 2018 / 2023, kita doakan semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT berkah umuripun sehingga dilancarkan dalam mengemban amanah...
Aamiin Aamiin Yaa Rabb.🙏
Alfatihah....❤️








































Salamun Sal
Adzmatkhan Muhajir II
Fauzi Fauzi Fauzi
Yudi Irawan
Waya Effendi
Ali Idris
Fatkhan Abuyajez
A'iffatul Mufaridah
Sulastri
Moh Irvan Syarifudin
Riyadhul Mahmud
Pamulung Ilmu
Diq Diq

16/06/2018

Selamat menikmati hari KEMENANGAN...
admin Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur​ Beserta Keluarga mengucapkan:

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمٌ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَ˚•
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H mohon maaf lahir bathin.😊

(___)
┃口┃
┃口┃
┃口┃
┃口┃. 人.
┃口┃. .-:'''"''";-. 人
┃口┃((*(*|)*))(__)
┃ - ┃║∩∩∩║. |口||┃
┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃. |三||┃
________________________

Photos from Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur's post 08/06/2018

Setelah Abuya Muhtadi dan Habib Lutfi bin Yahya, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansyur pun Mempertegas Untuk Waspada Terhadap Orang2 yang Mengatakan tidak usah NU NU an, yang penting Ahlussunnah Waljamaah.

Akhir-akhir ini sering terdengar seseorang mengemukakan tidak perlu mengaku Nahdlatul Ulama (NU), asalkan berahlussunnah waljamaah atau Aswaja. Kelompok yang menyatakan pandangan tersebut pada hahikatnya kalangan Wahabi atau antek-antek maupun simpatisan Wahabi yang patut diwaspadai.

Peringatan ini disampaikan KH M Anwar Manshur usai membacakan kitab Al-Hikam, Kamis (22/3) di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur.

Kepada jamaah yang hadir khususnya para santri dan alumni Pesantren Lirboyo, Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini berharap agar mereka memperkuat NU. "Para santri harus waspada terhadap orang yang mengaku-ngaku Ahlussunnah, tapi tidak mau mengakui NU,” katanya sebelum pengajian ditutup. Yang dilakukan kalangan ini adalah menjelek-jelekkan pemimpin NU, termasuk tentu saja NU itu sendiri, lanjutnya.

Menurutnya, mereka ini adalah Wahabi. “Meskipun yang mengatakan dari kalangan NU, orang itu adalah NU yang Wahabi,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tersebut mengajak hadirin untuk memikirkan bersama organisasi NU. “Bukan pemimpinnya, karena pemimpin organisasi ibarat sopir bus. Dan sopir bus bisa diganti oleh siapapun,” ungkapnya. Yang justru harus dilakukan adalah bagaimana memperkuat jam’iyah NU.

“Maka perkuat ke-NU-an kita, jangan mudah terbawa oleh orang yang mengaku-ngaku NU tapi menghancurkan NU, yaitu orang yang mengaku Aswaja tapi tidak mengakui NU,” tegasnya.

Menurutnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama ini terjadi adalah karena NU. “Negara-negara Islam Timur Tengah hancur karena tidak adanya organisasi NU,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kiai Anwar Manshur menjelaskan Indonesia bukan hanya negara dengan penduduk mayoritas muslim, tapi juga bisa dikatakan paling solid keislamannya. Meskipun muslim di Indonesia sangat plural dan beragam, tapi penduduknya tetap akur dan harmonis.

Beda jauh dengan negeri-negeri di Timur Tengah yang sering dilanda konflik, perang saudara, dan ancaman akidah yang membahayakan. Banyak negara lain pun akhirnya berkiblat dan belajar dari bagaimana keharmonisan Islam di Nusantara.

Hal tersebut, menurutnya bukan hal yang kebetulan. Ada peran NU sebagai wadah Islam di Indonesia dengan masyarakatnya beragam ini. “Sebab, jika kita berkaca pada Arab Saudi, meskipun dikenal sebagai negara Islam, tapi mudah diserang dan dirong-rong. Karena di sana tidak ada organisasi keagamaan yang mewadahi agama Islam,” jelasnya. Sehingga haluan dan visi misi Ahlussunnah yang murni ajaran Rasulullah SAW mudah saja dibelokkan, lanjutnya.

Dalam pandangannya, kuatnya Aswaja di Indonesia karena ada NU. “Kalau di Arab Saudi kuat, tapi tidak ada wadahnya. Ahlussunnah tanpa suatu wadah akan mudah dirusak,”





































04/05/2018

Menyulap Sampah Menjadi Berlian, Sebuah Pergerakan Ekonomi Pesantren

Sejak Senin (30/04) lalu, puluhan santri Pondok Pesantren Lirboyo mendapatkan kesempatan berharga. Lima hari mereka dengan getol dibimbing oleh beberapa tutor. Mereka sedang dibimbing untuk bisa mengolah limbah sampah.

Bimbingan ini diberikan oleh tenaga profesional, yang didatangkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pihak negara ini bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor. Ibunyai Umi Waheeda, sang pengasuh pesantren, ikut turun aktif menemani bimbingan yang dilaksanakan di lokasi pengolahan limbah ponpes Lirboyo.

Selama lima hari itu, beliau menekankan kepada santri, bahwa mereka sekarang harus ikut ambil peran dalam kesejahteraan ekonomi bangsa. “Kalian harus menjadi bos di negara kalian, harus menjadi bigbos,” tekan ibunyai yang lahir dan besar di Singapura ini, kepada segenap peserta pelatihan. Menjadi bos, artinya mereka harus berjuang meningkatkan perekonomian bangsanya. Salah satunya, dengan memanfaatkan limbah sampah yang ada di lingkungan pesantren.

Agus Zulfa Ladai Robbi, Ketua Pondok Pesantren Lirboyo, menilai bahwa sudah saatnya pesantren ikut aktif dalam pergerakan ekonomi daerah, bahkan secara nasional. “Dengan tanpa meninggalkan niat berkhidmah, sudah waktunya kita berdakwah dan berjuang lewat ekonomi. Kita buktikan dengan aktivitas ekonomi pesantren semacam ini, bahwa pesantren memang mampu untuk membuktikan itu,” tegasnya.

Akhir-akhir ini, program penguatan pesantren dari sektor ekonomi memang terus digalakkan. Terutama dari sisi manajemennya. “Ini yang kami lakukan dengan mendatangi satu per satu pesantren, dari ujung barat hingga sampai di Lirboyo ini,” ungkap E. Ratna Utarianingrum, salah satu Direktur Kementerian Perindustrian saat penutupan pelatihan, Jumat pagi (04/05).

18/02/2018

RADEN BAGUS ONTOWIRYO PANGERAN DIPONEGORO

Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah).

Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir 11 november 1785 - di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo jogjakarta.
Nama lain Beliau adalah Raden Ontowiryo Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro.

Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH. Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo.

Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 tahun, 1825-1830 M.

Abdul Hamid wafat 8 januari 1855 dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III dari istri Pacitan, Jawa Timur.

Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang. Menjadi nama di Kodam Jawa Tengah. Terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun 5 tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.

Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro.
Adapun nama lengkapnya adalah Kyai Haji (KH) Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.

Maka jika Anda pergi ke Magelang dan melihat kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, istilah sekarang di Bakorwil, ada 3 peningalan Diponegoro: al-Quran, tasbeh dan Taqrib (kitab Fath al-Qarib).

Kenapa al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro seorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah.

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thariqah Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi'i.

Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka, karena bermadhab Syafi’i, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jum’atan adzan dua kali, termasuk shalat Ied-nya di Masjid, bukan di Tegalan (lapangan).

Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya.

Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka 3 tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok-pondok pesantren.

Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi.

Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita.

Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justeru bergabung dengan pergerakan bangsa kita.

Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri.

Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya:
“Kalau tidak ada kyai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan.”

Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di pondok pesantren.

Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar: "Hanya biar pondok pesantren laku."

Tapi kalau yang berbicara orang “luar”, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.

Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu adalah santri.
Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para ulama menjadi tokoh bangsa.

Diantaranya, di Jogjakarta ada seorang kyai bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan.
Punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.

Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang kyai.
Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo,

Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh.

Maka nantinya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran al-Quran al-Karim.

Sayyid Husein al-Mutahhar adalah cucu nabi yang patriotis.
Malah-malah, ketika Indonesia merdeka, ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur.

Sang Sayyid tersebut menyusun lagu Syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan Habib Husein al-Mutahar yang menciptakan lagu Syukur.

Beliau adalah Pakdenya Habib Umar Muthahar SH Semarang. Jadi, yang menciptakan lagu Syukur yang kita semua hafal adalah seorang sayyid, cucu baginda Nabi Saw. Mari kita nyanyikan bersama-sama:

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniaMu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Ke hadiratMu tuhan.

Itu yang menyusun cucu Nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga Kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga.

Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik.

Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justeru membangun masjid. Hebat.

Malah-malah, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua.

Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat Dzuhur.

Sampai pada kalimat hayya 'alasshalâh, terngiang suara adzan. Sampai sehabis shalat berjamaah, masih juga terngiang.

Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S”nya, “A”nya, “H”nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah:

17 Agustus tahun 45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya Bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tertap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap setia
Membela Negara kita.

Maka peran para kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa.

Jadi, Anda jangan ragu jika hendak mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren.

Malahan, B**g Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra kyai.

Tampillah putra seorang kyai, dari kampung Batuampar, Mayakumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau?

H. Mohammad Hatta putra seorang kyai. B**g Hatta adalah putra Ustadz Kiai Haji Jamil, Guru Thariqah Naqsyabandiyyah Kholidiyyah.

Sayang, sejarah B**g Hatta adalah putra kyai dan putra penganut thariqah tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.

Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah.

Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah Swt.
Akhirnya, B**g Hatta menjadi wakil presiden pertama.

Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly.

Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren.

Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini:
“Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Allah."

Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa, yang penting ngaji, nderes (baca al-Quran), menghafalkan nadzaman kitab dan shalat jamaah.

Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan. Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Allah.

Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Allah Swt.
Allah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, oleh karenanya kita menuntut ilmu.

Jika kewajiban dari Allah sudah dilaksanakan, maka Allah yang akan menata.
Jika Allah yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip
من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين

Perlu putra-putri Anda dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua.

KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh:
“Nek ngaji kok nempel wongtuo, ora temu-temuo.”
(Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa).

Maka masukkanlah ke pesantren, biar cepat dewasa pikirannya.

Itu yang ngendiko (berkata) Kyai Mahrus Lirboyo, Kediri.

Semoga bermanfaat.
By Santri Ndeso

14/01/2018

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M Dengan ibu bernama syarifah sayidah al Karimah as Syarifah Nur

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu di antaranya:
• Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri)
• Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
• Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Perjalanan Ilmiah

Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Beliau merupakan dai yang Da’wah ilallah ke berbagai daerah di Nusantara diantara kegiatan rutin belia ialah Pengajian Thariqah tiap jum’at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia)yang dihadiri ribuan santri dari seluruh Indonesia, bertempat di kediaman beliau kanzus Sholawat Pekalongan.
Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah ini memiliki banyak sanad Thoriqoh, beliau juga mendirikan MATAN atau
Mahasiswa Ahlith Thoriqoh An Nahdliyah

Photos from Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur's post 01/12/2017

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو فِى لِيَالىِ المَولِدِ
وَبَرِيقُ النُّورِ يَبدُو مِن مَعَانِى اَحمَدِ

Burung-burung berkicau bahagia kala lahir sang Terpuja
Atas namanya, semesta terpendar kilau cahaya.

Wahai sang peletak Hajar Aswad, persatukan kami dengan umat tercintamu, dengan kasih dan syafaat.

Shallu alan Nabi Muhammad!

























22/11/2017

DAWUH PENGASUH LIRBOYO,
KH A. IDRIS MARZUQI

Dawuh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. A. Idris Marzuqi bin KH. Marzuqi Dahlan: “Santri Lirboyo ampun ngantos nderek ormas sak lintunipun jam’iyyah NU” (Santri Lirboyo jangan sampai mengikuti ormas selain jam’iyyah NU).
Salah seorang santri Lirboyo, Gojehlavana Ngajirogo Majnun Lihubbillah, mengatakan: Saya hanya menyampaikan wejangan langsung dari KH. A. Idris Marzuqi (Pengasuh PP Lirboyo), yang ditujukan kepada semua orang yang masih ingin diakui sebagai dzurriyyah dan santrinya Mbah Sepuh Lirboyo (KH. Abdul Karim, KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Makhrus Ali).
Jikalau tidak mau lagi diaku menjadi santri Lirboyo dan yang membantah serta tidak mempercayainya, maka silakan langsung sowan menghadap kepada KH. A. Idris Marzuqi Lirboyo atau Gus Bidin (Zainal Abidin, anak angkat Gus Maksum). Wejangan ini juga diamanahkan untuk:
1. HIMASAL
2. GASMI
3. PAGAR NUSA
4. ANSHOR
5. BANSER
6. BANOM NU
7. MAJELIS RASULULLAH
8. SYEKHERMANIA
Jika ada seseorang, yang mengatasnamakan Lirboyo, mengajak gabung ke ormas selain BANOM NU, berarti itu fitnah!
Pesan Kyai Idris di atas, menurut penuturan Gus Adib Lby, awal mulanya dulu ada beberapa habib yang sowan kepada KH. Idris Marzuqi mengusulkan agar Lirboyo mengundang salah seorang habib yang terkesan keras. Akhirnya KH. Idris mengutus Gus Bidin untuk meminta pertimbangan kepada Habib Mundzir al-Musawa. Dan ternyata Habib Mundzir sangat tidak rela kalau Pondok Lirboyo kedatangan habib itu, serta berharap Pondok Lirboyo konsisten seperti ini, berdakwah dengan hikmah dan mau’idzah al-hasanah. Karena mengingat latar belakang santri dan wali santri yang bermacam-macam. Dan seminggu setelahnya, Habib Mundzir wafat.
Maka ini merupakan wasiat dari Habib Mundzir yang sejalan dengan metode dakwah Pondok Lirboyo yang diwariskan oleh pendiri (KH. Abdul Karim). Dan saya yakin semua pondok dan majelis ta’lim punya metode dakwah masing-masing.
Bukankah para sahabat Nabi Saw. juga berbeda-beda dalam berdakwah, ada yang halus ada yang keras. Meskipun begitu, diantara beliau tidak ada yang saling menghujat dan tidak ada yang memaksakan metode dakwahnya agar diikuti yang lainnya. Nabi Saw. bersabda:
أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم
“Sahabat-sahabatku bagaikan bintang, kepada siapa saja kalian ikut, kalian akan mendapat petunjuk.”
Semoga sumbangan pemikiran yang kecil ini bisa membuat kita lebih semangat dalam berdakwah tanpa menghujat dan memaksakan kehendak. Kita hanya berikhtiar, Allah lah yang memberi hidayah.
Allahumma Aaamiiin.

Gus Ahmad Kafabihi dan Ning Nur Sheila Hasina 17/11/2017

Ponpes Lirboyo Kediri sedang punya hajat yaitu KH. Khafabihi Makrus yang memiliki gawe. Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kota Kediri ini sedang melangsungkan pernikahan putranya yakni Gus Ahmad Kafa yang mempersunting Ning Sheilla putri KH Zam Zam.

Kami beserta ribuan santri lirboyo turut mengamini semua do'a do'a yang terlantun dari Habib Mustofa Thohir Ba'abud, Romo Yai Anwar, Romo Yai Dimyati, Buya kafabihi mahrus teruntuk Agus H. Ahmad Kafabihi dan Ning Nur Sheila Hasina.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا العَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا عَقْدًا لَيْسَتْ عَاقِبَتُهُ فِرَاقًا وَلَا خُصُوْمًا عَقْدًا مُبَارَكًا لَهُمَا وَعَلَيْهِمَا فِى أُوْلَاهُمَا وَأُخْرَاهُمَا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ . اَللَّهُمَّ وَسِّعْ لَهُمَا الأَرْزَاقَ وَحَسِّنْ لَهُمَا الأَخْلاَقَ وَأَعِذْهُمَا مِنَ الشِّرْكِ وَالشَّكِّ والنِّفَاقِ وَسُوْءِ الأَخْلاَقِ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَيْنَهُمَا يَاإِلَهَنَا الوِفَاقَ مَالَانِهَايَةَ وَلَاغَايَةَ وَجَنِّبْهُمَا عَنِ التَّخَاصُمِ وَالفِرَاقِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا النِّكَاحَ أَبَدِيًّا سَرْمَدِيًّا حَتَّى يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ .
Semoga bahagia selalu menaungi di setiap langkah barumu.
Selamat Gusku, Ningku... Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Swt dalam balutan sakinah mawadah warahmah...
Masjid Agung Lirboyo 16 November 2017.

Barakallahu Lakuma wa Baraka Alaikuma wa Jama'a Bainakuma fii Khaiiir



















Want your school to be the top-listed School/college in Kediri?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan KH. Abdul Karim, Lirboyo, Mojoroto
Kediri
64117