12/05/2026
Bingung mau pelihara ayam apa mau tanam sayur,agar semua ada pada satu lahan itu mudah.
Ada 2 cara agar tanama dan hewan peliharan bisa kalian nikmati dalam satu lokasi ataupun lahan, ini merupakan salah satu ketahanan pangan untuk keluarga :
1. Tersedia kandang
dengan alas kandang yang tertutup bisa berupa sekam padi atau cocopit , tujuan agar kotoran ayam
bisa kita gunakan untuk pupuk tanaman dan bisa langsung di aplikasikan ke tamanan tanpa perlu kita olah kembali tapi kita harus sediakan kohe sapi, kohe kambing dan sekam padi tujuan alas ini untuk mengurangi bau amoniak/bau kohe, tapi alas ini harus di jaga agar tidak kena air hujan maupun air minum ayam supaya terjaga kelembaban saya jamin kandang bebas bau amoniak dan tampa perlu repot bersihkan kohe. Selain itu sekam alas kandang bisa diberikan kapur dolomit pertanian yg bisa menjaga kelembapan serta sangat baik untuk kesuburan tanah, karena kapur dolomit bisa menjaga kestabilan Ph tanah
2. Tersedia pagar
Dengan adanya pagar,ayam tidak bakalan masuk ke kebun sayuran yang kita taman, mengacak acak tanaman yang kita sayangi.
Agar menghemat biaya bisa buat pagar hidup seperti batang singkong, batang pohon kelor,gamal, lamtoro, kaliandra,kembang sepatu dll yah bisa kita manfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ternak.
Kalian bisa pilih yang kalian s**a, buat saya sendiri lebih memilih ayam tatap di kandang, jadi kita bisa bebas menanam sayuran ses**a kita.
Ini merupakan solusi ketahana pangan untuk keluarga yang bisa kita coba di rumah.
Dan kebutuhan dapur selau terjaga dan sebagai kegiatan di rumah yang menyenangkan.
08/05/2026
Tragedi... Di Negeri yang konon katanya Sempilan Surga yang ada di Bumi.
Kalimantan, seekor orangutan berdiri gemetar di atas batang pohon terakhir yang masih tersisa. Di depannya bukan lagi hutan hijau tempat ia lahir, bukan suara burung, bukan aroma tanah basah setelah hujan. Yang ada hanya deru alat berat, asap, dan tanah yang dikoyak tanpa ampun.
Ia tidak tahu apa itu investasi.
Ia tidak tahu apa itu izin tambang atau perluasan kebun.
Yang ia tahu hanya satu: rumahnya dihancurkan.
Dengan tangan kecilnya, ia mencoba melawan excavator raksasa. Bukan karena ia kuat. Tapi karena di sanalah tempat ibunya membesarkannya. Tempat ia bermain, tidur, mencari makan, dan hidup.
Sementara manusia menyebut ini “pembangunan”, hutan Kalimantan kehilangan sekitar 1,25 juta hektar hutan primer. Ketapang kehilangan sekitar 816 ribu hektar. Sintang 516 ribu hektar. Sanggau 414 ribu hektar. Kapuas ikut terkoyak. Dan pada 2023, Kalimantan Barat kembali menjadi wilayah dengan deforestasi tertinggi.
Setiap angka itu bukan sekadar data.
Itu sarang yang hilang.
Itu anak orangutan yang mati kelaparan.
Itu sungai yang keruh.
Itu suara satwa yang perlahan lenyap dari bumi.
Kita sering bilang manusia adalah makhluk paling berakal. Tapi lihatlah gambar ini baik-baik. Seekor orangutan justru tampak lebih manusia daripada manusia yang menghancurkan rumahnya sendiri demi keserakahan.
PAKSA MEREKA YANG PURA-PURA BUTA DAN TULI MELIHAT KENYATAAN INI.
Hutan dibabat. Tanah dikeruk. Orangutan bertarung melawan alat berat karena rumahnya dirampas.
REPOST.
JANGAN BIARKAN ALAM BERJUANG SENDIRIAN.
25/11/2025
TIPS BERKEBUN PEMBUATAN MEDIA TANAM UNTUK PEMULA
🌱 Komposisi Media Tanam Ideal untuk Pemula
Media tanam harus gembur, poros (tidak becek), kaya nutrisi, dan bebas penyakit.
Formula Paling Mudah & Ampuh (3 Bahan Saja)
Gunakan perbandingan:
1 : 1 : 1
1. Tanah taman / top soil
→ Sumber mineral, memberi struktur dasar.
2. Kompos (matang)
→ Menambah nutrisi & kehidupan mikroba baik.
3. Pasir halus / sekam bakar / cocopeat
→ Membuat media lebih gembur & akar cepat berkembang.
Catatan:
• Jika ingin yang paling aman dan ringan → pakai sekam bakar.
• Jika ingin paling murah → pakai pasir halus.
• Jika ingin paling cepat menahan air → pakai cocopeat (rendam dulu hingga pH netral).
---
🌱 Langkah-langkah Membuat Media Tanam
1. Ayak / saring bahan
Buang kerikil, ranting, atau gumpalan tanah agar media halus dan akar mudah menembus.
2. Campur bahan sampai merata
Gunakan ember atau terpal agar mudah mengaduk.
3. Sterilkan (opsional tapi sangat baik untuk pemula)
Tujuannya membunuh jamur dan telur hama.
Cara steril sederhana:
Jemur media 3–4 jam di bawah matahari, aduk 1–2 kali.
Atau kukus (jika sedikit).
4. Tambahkan sedikit nutrisi dasar
Cukup 1 sendok makan per liter media:
Pupuk kandang matang
atau NPK slow release
atau pupuk organik cair (POC) dicampur sedikit
5. Diamkan 3–5 hari
Agar mikroba stabil dan media siap pakai.
---
🌿 Tips Pemula agar Tanaman Cepat Tumbuh
✔ Gunakan pot dengan lubang drainase banyak
Agar air tidak menggenang.
✔ Jangan terlalu padat saat memasukkan media
Tekan ringan saja, jangan dipadatkan.
✔ Siram secukupnya
Karena media yang gembur lebih cepat mengering, tetapi sehat untuk akar.
✔ Cocok untuk tanaman apa saja?
Formula ini cocok untuk:
Cabai
Tomat
Terong
Kangkung, sawi, bayam
Tanaman hias daun
20/11/2025
Integrated Farming System adalah cara bertani terpadu yang menggabungkan beberapa usaha dalam satu lahan kecil, sehingga setiap komponen saling mendukung. Tujuannya agar lahan kecil tetap produktif, biaya rendah, dan hasilnya lebih banyak.
Bayangkan satu kebun kecil di belakang rumah. Di sana ada tanaman sayur, beberapa ekor ayam atau kambing, kolam ikan kecil, dan kompos. Semua itu terhubung membentuk satu sistem yang saling menguntungkan.
Misalnya:
Sisa dapur dan dedaunan tidak dibuang, tetapi dijadikan kompos untuk menyuburkan tanaman.
Kotoran ternak seperti ayam atau kambing, diolah menjadi pupuk kandang sehingga tanah semakin subur tanpa pupuk kimia.
Air kolam ikan yang kaya nutrisi dapat digunakan untuk menyiram sayur. Sayur pun tumbuh lebih cepat.
Setelah dipanen, batang atau daun sayur bisa diberikan lagi untuk pakan ternak atau bahan kompos.
Sementara itu, ayam menghasilkan telur, kambing bisa dipelihara untuk dijual bobotnya, dan ikan bisa dipanen untuk lauk atau dijual.
Dengan sistem seperti ini, tidak ada yang terbuang. Semuanya kembali menjadi manfaat.
Keuntungan IFS skala kecil:
1. Hemat biaya karena pupuk dan pakan sebagian besar dibuat sendiri.
2. Pendapatan lebih banyak karena punya beberapa sumber, bukan satu saja.
3. Lingkungan lebih bersih karena tidak banyak sampah organik.
4. Tanah semakin subur dari kompos dan pupuk kandang.
5. Cocok untuk lahan sempit, bahkan pekarangan rumah.
Integrated Farming System membuat petani kecil lebih efisien dan mandiri. Dengan sistem ini, lahan kecil bisa menghasilkan manfaat besar, dan semua unsur di kebun bekerja layaknya “lingkaran kehidupan” yang saling menguatkan.
pekarangan rumah
potensi
pangan dari Rumah