28/02/2024
RASAN - RASAN
Madjid sarapan jelang berangkat ke sekolah. Saya ngopi, sambil membaca i kabar donya terbaru.
"Djid. Ini ada kabar terbaru. Minat membaca buku masyarakat kita menurut UNESCO hanya 0,001%" ~ "Maksudnya?" ~ "Itu artinya, kalau ada 1000 orang yang s**a baca buku hanya 1 orang. Madjid bisa membayangkan kan, ada 1000 orang yang s**a baca buku hanya 1. Kalau ada 10 orang yang s**a baca buku 1 sih masih bagus. Bagaimana menurut Madjid?" ~ "Ya nggak apa-apa. Mungkin orang-orang sekarang kalau pengin ngerti sesuatu mencarinya di HP lewat google" ~ "Kalau yang dibaca di google buku sih nggak apa-apa Djid" ~ "Loh, ada buku ta di google " ~ "Ada, bukunya ya pdf itu" ~ "Oh iya ya".
"Atau, jangan-jangan masyarakat kita belum merasakan manfaatnya membaca buku ya Djid? Sehingga tidak menganggap penting. Bagaimana menurut Madjid?" ~ "Ya bisa juga begitu" ~ "Kalau menurut Madjid yang s**a baca buku. Kan Madjid termasuk s**a baca buku ta, malah sering juga minta dibelikan buku. Manfaat yang Madjid rasakan dari s**a membaca buku itu apa saja ta?" ~ "Emm. Pertama, kalau ditanya ustadzah apa gitu saya bisa jawab" ~ "Itu artinya apa Djid? Dengan membaca buku Madjid semakin lebih banyak apanya? ~ "Banyak tahu mungkin. Kan kalau ditanya ustadzah bisa jawab" ~ "Trus, apalagi?" ~ "Teman-teman jadi banyak yang mendekat ke saya" ~ "Maksudnya bagaimana itu?" ~ "Kan ulangan. Saya bisa mengerjakan semua. Nah, teman-teman itu semua mendekat ke saya trus minta contekan"
"Oke. Ada apa lagi yang Madjid rasakan dari manfaat membaca buku?" ~ "Apa lagi ya? (Madjid mulai bingung)" ~ "Madjid merasakan apa tidak. Misalkan, ustadzah menjelaskan pelajaran, atau Madjid mendengarkan orang berbicara atau ceramah, Madjid lebih mudah mengerti dan paham" ~ "Iya. Merasakan. Tapi tidak tahu kalau itu karena membaca buku" ~ "Madjid merasakan apa tidak. Misalkan, kalau Madjid bercerita atau presentasi di kelas atau berbicara lebih runtut sehingga orang enak mendengar, orang mengerti dan paham?" ~ "Iya. Mersakan. Tapi nggak tahu kalau itu karena membaca buku".
"Madjid kan sepertinya sudah lama tidak baca buku. Nanti Madjid menjadi bagian dari 999 orang lo" ~ "(Madjid mikir)"
24/02/2024
Rutin, saben nedheng purnama sidhi alias malam bulan purnama ada Jagongan Budaya bersama berbagai lembaga dan komunitas di Kediri. Silahkan hadir kanti merdika. Ngopi, ngudud, ngobrol, guyonan, ditemani cahya mbulan.
14/02/2024
Wong cilik nggiring angin
Anawu banyu segara
Ngon ingone kebo dhungkul
Sa sisih sapi gumarang
..
Karena eh karena banyak permintaan Buku Anak Merdeka kami untuk dicetak lagi. Maka, silahkan bagi yang belum memilikinya dan tertarik untuk wacan-wacanan santai semu klemahan ora mutu. Langsung cuusss pesan ke nomer hp tertera.
Buku Anak Merdeka, melu cawe-cawe menyiapkan generasi bangsa. Ha ha ha ha
PO: 0858-5221-8060
05/11/2023
SARASEHAN WAYANG
Festival Wayang Ramadhani
Wayang melintasi zaman menunjukkan bahwa itu bukanlah sekedar tontonan atau malah hiburan belaka. Jagad pakeliran memiliki kedalaman batin tersendiri yang melekat. Pada era raja - raja Jawa tak sedikit yang laku hidupnya direfleksikan pada kisah pewayangan. Misal kakawin Hariwangsa dan Kakawin Bharatayudha pada era Prabu Jayabaya.
“Secara pertunjukan ada wayang Canton (tiongkok), wayang Malaysia, wayang Tahiland hingga Puppet Show dari Amerika. Namun kisah pertunjukan wayang yang berurat akar dari Indonesia s**ar dicari tandingannya karena yang ceritakan adalah perikehidupan manusia dijagat raya ini”, ungkap Iman Budhi Santosa dalam Buku Alam Batin Jagat Wayang. Jagad pakeliran di nusantara memiliki keluasan makna, sarat akan filosofi dan simbol. Untuk dapat menikmati dan mengapresiasi nampaknya memerlukan “ancang – ancang” atau pengetahuan awal. Terutama pada generasi yang lahir saat melangkanya pertunjukan wayang pada abad ke-20.
Mari, hadir di Sarasehan Wayang dengan tema *Alam Batin Jagat Wayang*, besok pada:
Hari/Tanggal: Selasa/7 November 2023
Jam: 19.30 WIB
Tempat: Sekolah Alam Ramadhani
Narasumber:
1. Gus Hasib Rosyadi
2. Dalang Ki Russyidiq Wachid Harisna, S.Sn
Kolaborasi bersama:
1. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri
2. LPM Dedikasi IAIN Kediri
3. MATAN Kediri Raya .id
4. Metara News
5. Sanggar Gumilang SMPN 8 Kota Kediri
6. Sanggar Wasesa .kdr
Pendaftaran Workshop Mendalang, join group wa:
https://bit.ly/Workshop_Mendalang
05/11/2023
*FESTIVAL WAYANG RAMADHANI*
Hari Wayang Nasional 2023
Selasa, 7 November 2023, jam 19.30 wib, di Pendhapa Sekolah Alam Ramadhani. Sarasehan wayang dengan tema "Alam Batin Jagat Wayang"
Narasumber:
1. Gus Hasib Rosyadi
2. Dalang Ki Russyidiq Wachid Harisna, S. Sn
Moderator: Fahmi Mubarok
Sabtu, tanggal 11 November 2023, jam 07.30 sampai 23.00 WIB, di Sekolah Alam Ramadhani.
*Bazar dan Pameran Karya Ramadhani* (jam 07.30-22.30 wib)
*Festival Wayang Ramadhani*
07.30-09.00 Karnaval Wayang
09.30-10.00 Pentas Wayang Kupu-kupu "Mereka Hanya Berbeda" (anak-anak khusus Ramadhani)
10.00-10.30 Wayang Climate Change "Gemati Marang Bumi", dalang Madjid Panjalu
13.00-14.30 Workshop Mendalang (Peserta Sekolah Dasar)
15.30-17.00 Pentas Wayang Kulit, lakon: Wahyu Cakraningrat, dalang: Ki Grendy dari Sanggar Gumilang SMP N 8 Kota Kediri
19.30-20.00 Pentas Wayang Kulit-Wongtuwane Ramadhani
20.00-20.30 Pidato Kebudayaan Oleh Ki Catur Nugroho, S.Sn., M.Sn (Dosen ISI Solo)
20.30-22.30 Pentas Wayang Kulit, lakon: Wong Agung Jayadimurti, dalang: Ki Doni Santoso dari Sanggar Wasesa
Kolaborasi bersama:
1. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri
2. LPM Dedikasi IAIN Kediri
3. MATAN Kediri Raya .id
4. Metara News
5. Sanggar Gumilang SMPN 8 Kota Kediri
6. Sanggar Wasesa .kdr
Pendaftaran Workshop Mendalang, join group wa:
https://bit.ly/Workshop_Mendalang
03/11/2023
Hai Mas Bara
Reposted from
Baru ingat beberapa bulan lalu Us Ulya pernah berkata padaku klo Mas Bara memiliki cara belajar yang berbeda
Dan ini terbukti sungguh jenius Mas Bara, terima kasih sudah memberikan satu pencerahan padaku di hari Jumat keramat ini dan aku merasa lebay sampai bisa menangis tersedu-sedu madep kebonan
Di usiamu yang sangat masih kecil, sungguh ilmu pengetahuanmu mungkin seusia anak SMA MIPA jaman sekarang atau anak kuliahan fisika heheheheheh
Pagi ini aku mengamatimu sampai siang, Mas Bara sibuk dengan tutup botol le mineral yang di ambil dari dekat pendopo, sungguh tak menyangka engkau melubangi tutup plastik itu dengan pensil tumpul yang notabene dari kayu dan berhasil membuat satu lubang seukuran pensil
Mas kamu lagi membuat apa? Apa ini berhubungan dengan hidrostatik?
Dan dia menyahut lagi membuat perbedaan zat cair
pada berbagaikedalaman meskipun ini tanpa air
Dan ketika yang lainnya sibuk menjahit, Mas Mirza sibuk main stiker
Mas Bara sibuk menggunakan sisa media balok dari pak tukang untuk digantungi benang dan ternyata itu kulihat seimbang tanpa sedikitpun mbleset ke kanan atau ke kiri dan aku belum tau caranya ini seperti apa
Mas Bara terima kasih hari ini sudah mengajarkan kepadaku duniamu
yang jenius, alhamdulilah hanya ada di sini
merdeka belajar sesungguhnya, seluas2nya dan seterang2nya *
bagai matahari. Amin
13/10/2023
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kediri menyalurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) pada Kamis (12/10). Bantuan berupa pembukaan ruang pintar Mahanani di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Juga peresmian ruang pintar dan penyerahan bantuan berupa paket ATK dan paket gizi untuk 40 murid, paket internet, gaji pengajar, rak buku meja + kursi, spiker aktif untuk kegiatan outdoor dan etalase di lakukan secara simbolis berupa penyerahan plakat oleh Pemimpin Cabang PNM Kediri Mizan Saroni kepada Ibu Ulya selaku pengurus sekolah alam ramadhani /ruang pintar Mahanani.
Kegiatan program TJSL ruang pintar ini dibuka secara resmi oleh Mizan Saroni selaku pemimpin Cabang PNM Kediri dan dihadiri oleh Ali Nur Rohman selaku MRM PNM Cab Kedri, Yoyok Setiawan selaku MRPU PNM Cabang Kediri, Yeni Purwantoro selaku Ambu PNM Cab Kediri, Bambang Tri Lesmono selaku Camat Mojoroto, Nunung K dan Ibu Suminah selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Kediri, Bambang P dan Parik S selaku perwakilan Koramil Mojoroto, Agus P selaku Babinkamtibmas Polsek Mojoroto, perangkat Kelurahan Mojroto Kota Kediri, Nasabah Mekaar unit Mojoroto 2 dan warga sekitar yang berlokasi di sekitar area ruang pintar Mahanani. Dalam kegiatan peresmian ruang pintar tersebut juga ditampilkan penampilan dari anak didik sekolah alam Ramadhani/Ruang pintar Mahanani berupa tari rampak dan juga tari semaphore.
Mizan Saroni manyampaikan, program ruang pintar ini merupakan wujud dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT PNM di bidang pendidikan untuk anak yang kurang mampu dan khusunya anak2 yang kurang mendapatkan ruang sarana tempat belajar dan bermain yang menyenangkan dan dilengkapi fasilitas memadai. Harapan dari program ruang pintar tersebut dapat sebagai upaya untuk meningkatkan pendidikan, minat baca, mengembangkan potensi kecerdasan dan mengenal teknologi.
Reposted from
10/10/2023
_It take a village to raise a child_, dibutuhkan orang sekampung untuk mendidik seorang anak.
Bagaimana pengasuhan positif untuk anak?
Bagaimana membentuk lingkungan positif untuk anak?
Seperti apa dampak pengasuhan dan lingkungan positif kepada anak? Dan, bagaimana jika sebaliknya?
Kelas orangtua Ramadhani kali ini adalah edisi spesial belajar bersama pakar. Bersama Dr. Mohammad Mahpur, M. Si (Dosen Psikologi UIN Malang dan Penulis Buku Metode Pengasuhan Anak) akan mengupas pengasuhan dan lingkungan positif sebagai kebutuhan anak.
Yuk merapat untuk mendapatkan "AHA...' nya pengasuhan positif. Besok hari Rabu, 11 Oktober 2023, jam 14.00 wib, di Sekolah Alam Ramadhani. *Terbuka untuk umum*, loh 🥰
30/09/2023
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika MENGAJAR.
Dengan keterlibatan masyarakat luas dalam proses pendidikan di sekolah--akan menambah spektrum pola pikir dan pengkayaan pengetahuan. Sisi lain, sekolah yang memberikan ruang terbuka bagi keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan, tidak hanya dijadikan proses pengembangan kompetensi dan mentalitas bagi para mahasiswa misalnya, tetapi menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap generasi.
MENGAJAR adalah wujud ora ketang klungsu melu udhu dalam khidmat pewarisan pendidikan.
25/09/2023
Masyarakat sekitar sebagai Guru
Tidak susah mencari guru yang expert di luar guru kelas ketika guru kelas merasa tidak kompeten. Yang sudah adalah mau rendah hati bahwa guru bukan maha tahu dan mau belajar.
Orang-orang di sekitar sekolah banyak yang expert dan mereka dengan s**a cita mau menjadi guru ketika kita libatkan. Dengan pendekatan seperti ini, sekolahan tidak tercerabut dari sosial lingkungan. Pun, orang-orang sekitar terlibat dalam proses pendidikan.
Anak-anak Ramadhani sedang belajar bertani ala masyarakat urban di KRPL RW 01 Kelurahan . Mulai dari menanam dan memanen. Anak-anak pun belajar menjual sayuran dari hasil panenan.
16/09/2023
*Pekan Ceria Kampung Dongeng Kediri*
*Spesial edisi 2023*
Anak-anak diajak berpetualang bersama Kak Ulya dan Kakak-kakak Kampung Dongeng Kediri bagaimana menyelamatkan diri dari bencana alam.
Juga ada dolanan seru, senam sehat, berkarya, dan masih banyak lagi hal menyenangkan lainnya yang tentunya ramah anak 🤹🏻♀️🎨
*Catet yuk waktu pelaksanaannya:*
🗓️Minggu 17 September 2023
🕢 07.30 s.d. selesai
📌Sekolah Alam Ramadhani
Jalan Supiturang Utara 13 Mojoroto Kediri
*Kegiatan:*
💃 Senam sehat
🤹♀️ Dolanan seru
🍿 Mendengarkan cerita
🧩 Berkarya
*HTM Free _(tidak dipungut biaya apapun)_*
*Pendaftaran:*
1. follow akun Instagram **
2. Pastikan dalam keadaan sehat.
3. Ketik: Daftar Pekan Ceria
Kirim ke kak Ulya
085852218060
Kakak tunggu kehadiran kalian yaaa....
jangan lupa ajak teman-temanmu untuk bersenang-senang. Sampai jumpa dan salam bahagia semua ☺️😍🥳
Informasi lebih lanjut
Kak Ulya
085852218060
Reposted from
14/09/2023
MEREKA HANYA BERBEDA
Kalimat tersebut sepertinya yang tepat mewakili nobar dan diskusi semalam yang dihelat oleh di Sekolah Alam Ramadhani.
Baik mbak Umi Salamah sebagai Ketua PDKK, mas sebagai Ketua AJI Kediri, maupun mas penggarap film Menari dalam Sunyi dan mas sebagai penggarap film Pinisi Harapan--sepakat bahwa saudara-saudara disabilitas memiliki api dan daya juang, tidak hanya untuk hidup, tetapi untuk berkarya. Maka, diperlukan adalah menciptakan ekosistem yang tidak hanya menghargai perbedaan, tetapi mengapresiasi perbedaan.