Nafsu Muthmainnah "Mati sebelum mati"
Sabilu Tauhid Umat
Majelis Taklim Musyahadah
Https://Wa.me/628557000454
08/01/2025
โ Suluk Ling-Lung Sunan Kalijaga
https://fb.me/SabiluTauhidUmat
Sahabat sekalian, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman hidup, baik itu pengalaman hidup pribadi maupun orang lain. Orang Jawa menyebut belajar pada pengalaman orang lain itu sebagai โkaca benggalaโ. Nah, kini kita belajar pada pengalaman dari Kanjeng Sunan Kalijaga. Ketika itu, Kanjeng Sunan Kalijaga yang juga dijuluki Syech Malaka berniat hendak pergi ke Mekkah. Tetapi, niatnya itu akhirnya dihadang Nabi Khidir. Nabi Khidir berpesan hendaknya Kanjeng Sunan Kalijaga mengurungkan niatnya untuk pergi ke Mekkah, sebab ada hal yang lebih penting untuk dilakukan yakni kembali ke pulau Jawa. Kalau tidak, maka penduduk pulau Jawa akan kembali kafir. Bagaimana wejangan dari Nabi Khidir pada Kanjeng Sunan Kalijaga?..
Hal itu terungkap lewat Suluk Linglung Sunan Kalijaga. Inilah kutipan wejangannya:
Birahi ananireku,
aranira Allah jati.
Tanana kalih tetiga,
sapa wruha yen wus dadi,
ingsun weruh pesti nora,
ngarani namanireki
Artinya:
Timbullah hasrat kehendak Allah menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal muasal kejadian dirinya, saya berani memastikan bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.
Sipat jamal ta puniku,
ingkang kinen angarani,
pepakane ana ika,
akon ngarani puniki,
iya Allah angandika,
maring Muhammad kang kekasih.
Artinya:
Adapun sifat jamal (sifat terpuji/bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya.
Yen tanana sira iku,
ingsun tanana ngarani,
mung sira ngarani ing wang,
dene tunggal lan sireki iya Ingsun iya sira, aranira aran mami.
Artinya:
Kalau tidak ada dirimu, Allah tidak dikenal/ disebut-sebut; Hanya dengan sebab ada kamulah yang menyebutkan keberadaan-Ku; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu. Adanya AKU, Allah, menjadikan dirimu. Wujudmu menunjukkan adanya Dzatku.
Tauhid hidayat sireku,
tunggal lawan Sang Hyang Widhi,
tunggal sira lawan Allah,
uga donya uga akhir,
ya rumangsana pangeran,
ya Allah ana nireki.
Artinya:
Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Allah, baik di dunia maupun di akherat. Dan kamu merasa bahwa Allah itu ada dalam dirimu.
Ruh idhofi neng sireku,
makrifat ya den arani,
uripe ingaranan Syahdat,
urip tunggil jroning urip sujud rukuk pangasonya,
rukuk pamore Hyang Widhi.
Artinya:
Ruh idhofi ada dalam dirimu. Ma'rifat sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat (kesaksian), hidup tunggal dalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan pilihan.
Sekarat tananamu nyamur,
ja melu yen sira wedi,
lan ja melu-melu Allah,
iku aran sakaratil,
ruh idhofi mati tannana,
urip mati mati urip.
Artinya:
Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi padamu. Jangan takut menghadapi sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat. Ruh idhofi tak akan mati; Hidup mati, mati hidup.
Liring mati sajroning ngahurip,
iya urip sajtoning pejah,
urip bae selawase,
kang mati nepsu iku,
badan dhohir ingkang nglakoni,
katampan badan kang nyata,
pamore sawujud, pagene ngrasa matiya,
Syekh Malaya (Sunan Kalijogo) den padhang sira nampani,
Wahyu prapta nugraha.
Artinya:
Mati di dalam kehidupan. Atau sama dengan hidup dalam kematian. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sirna, sukma mukhsa. Jelasnya mengalami kematian! Syeh Malaya (Sunan Kalijaga), terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan hatimu yang lapang. Anugerah berupa wahyu akan datang padamu.
Dari wejangan tersebut kita bisa lebih mengenal Allah.SWT dan seharusnya manusia tidak takut untuk menghadapi kematian.
Semoga manfa'at ๐ฃ
11/12/2024
๐น WAHDATUL IRADAH
(Menyatu Dengan Kehendak-Nya Allah.SWT)
https://fb.me/SabiluTauhidUmat
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
(QS.Ali Imran: 133-134)
Sahabat sekalian, untuk menjadi seorang yang Tattaqun butuh proses juga ujian dari Allah.SWT Karena bagaimana mungkin kita bisa dikatakan bertaqwa kepada-Nya, jika belum di hadapkan dengan berbagai macam gejolak jiwa.
Maka senantiasa berprasangka baiklah atas segala apa yang terjadi dalam hidup ini.
Ketika kita menemui suatu kejadian yang tidak menyenangkan, atau tidak kita inginkan tetaplah berprasangka baik kepada-Nya. Karena itu adalah pertanda Allah.SWT telah mengajarkan kita Arti kesabaran agar kita menjadi hamba yang bertaqwa.
Mungkin ada sebagian dari kita yang dalam hati bertanya-tanya, "aku sudah cukup bersabar, tetapi mengapa ini semua seolah tiada habis-habis nya, lalu sampai kapankah aku harus tetap tetap bersabar ya Allah?.."
Sesungguhnya itu pertanda Allah.SWT cinta kepada hamba-Nya maka di berinya lagi kita ujian hingga kita benar-benar menjadi hamba yang bertaqwa.
Dan janganlah engkau mengira bahwa ujian Allah.SWT itu hanya datang dengan berupa kesulitan, tetapi ujian Allah.SWT yangg lebih besar yakni berupa kemudahan dan harta benda yang dilimpahkan kepadamu sebagai Istidroj, yang merupakan jebakan Allah.SWT atas kita yang semakin melalaikan kita dari jalan yang lurus dan membuat kita semakin kufur akan nikmat-Nya.
Karena Allah.SWT ingin melihat, apakah dengan rezeki yang kamu dapatkan itu akan membuat kamu semakin lalai dan meninggalkan ibadah, atau dapat membuatmu semakin ingat kepada Allah.SWT sebagai Sang Maha Pemberi Rezeki.
Langit bumi alam semesta dan segala isinya diperintahkan untuk tunduk kepada Allah.SWT dengan rela atau dengan terpaksa.
Jadi kemanakah lagi kita harus berlari jika Allah.SWT telah menetapkan suatu kehendak-Nya?...
Maka yang benar ya tunduk saja dan menerima dengan lapang dada, serta bersabar menjalani segala qodho' dan qodar-Nya. Karena jika tidak kita tidak bersabar dan menerima, maka kelak kita akan disuruh tunduk dengan terpaksa. Lantas manakah yang lebih sakit... Tunduk dengan sukarela atau dengan terpaksa?...
Ujian itu proses dan didikan Allah.SWT agar kita menerima segala ketetapan-Nya.
Maka hiduplah dengan menerima apapun takdir Allah.SWT pada diri, itulah bahagia yang sesungguhnya. Walau diberi kesusahan, kesulitan, kenyataan tak sesuai harapan, ya kita sadari saja, karena itu berarti yang terbaik untuk diri kita, dan ada Hikmah juga Rahasia Allah.SWT yang tidak kita ketahui. Maka teruslah berprasangka baik kepada-Nya. Kalau kita benar-benar bisa memahami bahwa sabar itu adalah sunnatullah dan bisa menjalaninya dengan tulus ikhlas itulah kebahagian yang sebenarnya.
Allah.SWT berfirman:
"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu. Dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi mu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
(QS.Al-Baqarah: 216)
Sahabat sekalian, jika kita bisa ikhlas dan ridho dengan Kehendak-Nya Allah.SWT pasti akan lebih Ridho lagi kepada diri ini..! Dan jika Allah.SWT sudah Ridho.. tak terbayangkan, apa yang akan Allah.SWT berikan pada kita.
Mari kita resapi ayat berikut ini:
"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
(QS.Al-Fajr ayat 27-30)
mungkin kita sangat sering meminta dan berdoa, "Semoga Allah Ridho..!" Tetapi, sudahkah kita Ridho kepada Allah..? Pahamilah ayat di atas, untuk mendapatkan Ridho Allah.SWT, diri ini haruslah Ridho dahulu kepada Allah.SWT.
Apapun bentuk ketentuan dan ketetapan Allah.SWT pada diri ini, Ridho lah, terimalah dengan hati puas. Jangan yang enak-enak saja kita baru Ridho. Ketika di beri yang tidak enak, yang sakit, yang pahit, diri berontak! Berarti diri ini telah bersikap tidak Ridho kepada Allah.SWT Karrna Allah.SWT itu Maha Berkehendak.
Mau ku ini.. mau ku itu.. dan ternyata mau-Nya Allah.SWT berbeda! Diri menolak tak menerima. Bagaimana mungkin Allah.SWT akan meridhoi kita?.. Kita hanya protes dan protes.. apakah itu sikap Ridho?..
Jadi makna kembali dengan hati puas/ ridho itu ialah apabila kita menyerahkan segala sesuatu kepada Allah.SWT, disitulah baru kita dapatkan ketenangan jiwa. Karna jika diri ini tidak Ridho, pastilah jiwa ini belum tenang.
Maka, Ridho dahulu, barulah jiwa akan tenang. Dan setelah diri Ridho, barulah Allah.SWT kan meridhoi kita. Apa janji Allah.SWT bagi orang-orang yang Ridho..? Masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah.SWT dan masuk syurga.
Jadi posisi orang-orang yang Ridho itu di mata Allah.SWT ialah derajat Hamba. Dan sungguh yang namanya hamba ialah derajat yang paling tinggi disisi Allah.SWT.
Dan kita di janjikan syurga. Syurga adalah perlambang kenikmatan tanpa batas, Keberkahan yang luas. Sangat banyak kenikmatan itu jika di gambarkan dalam kehidupan dunia ini. Bisa jadi rezeki materi, keberkahan hidup, kesehatan, bahagia lahir bathin, dan ketenangan jiwa.
Jadi sungguh tinggi kehebatan Ridho itu, jika kita benar-benar mengetahui.
ุณูุจูุญูุงูู ุงูููููู ููุงููุญูู
ูุฏู ููููููู ูููุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููููู ููุงูููููู ุฃูููุจูุฑู ูููุงู ุญููููุงู ูููุงู ูููููุฉู ุงููุงูู ุจูุงูููู ุงููุนูููููู ุงููุนูุธูููู
ู.
๐ก SABILU TAUHID UMAT
โ
Majelis Taklim Musyahadah
๐ฒ https://Wa.me/628557000454
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Telephone
Website
Address
Perumahan Grand ZamZam Regency Blok H-1 Manyaran Banyakan Kediri
Kediri
64157