Alumni PP Al HUDA Jetis Kutosari Kebumen

Alumni PP Al HUDA Jetis Kutosari Kebumen Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Alumni PP Al HUDA Jetis Kutosari Kebumen, Education, jetis/kutosari kab. kebumen, Kebumen.

05/07/2017

Tuntunan Melaksanakan Haul Menurut KH MA Sahal Mahfudh

ALHUDAJETIS.COM - Masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum meyakini bolehnya melaksanakan peringatan tahunan (haul) bagi orang yang sudah wafat. KH MA Sahal Mahfudh yang sudah wafat 1.000 hari yang lalu telah memberikan uraian mengenai tata cara dan hukum melaksanakan haul.

Mbah Sahal menjawab pertanyaan Lutfi Wonosobo dalam bukunya "Dialog Problematika Umat" yang bertanya soal bagaimana hukumnya memperingati meningggalnya seseorang atau haul.

haul

Peringatan haul memang sudah lazim dilakukan baik oleh organisasi atau perorangan. Ada yang dengan sederhana dengan mengundang saudara dan tetangga dengan membaca tahlil atau khatmil Qur'an.

Ada p**a haul yang dilaksanakan dengan gebyar pengajian umum dengan forum terbuka dengan mengundang dai atau ulama. Intinya adalah bagaimana ada dakwah dan syi'ar agama yang terbuka untuk masyarakat umum.

Mbah Sahal menegaskan bahwa upacara haul dibenarkan dan tidak dilarang. Sebab kegiatan semacam ini sangat besar menghasilkan manfaat bagi umat.

Status hukum haul, kata Mbah Sahal, tidak bisa lepas dari bentuk kegiatan dan rangkaian acaranya. Berarti, menghukumi haul sama dengan menghukumi perbuatan yang terdapat dalam perhelatan itu.

Kata haul (حول) secara etimologis dalam istilah literatur fiqih terdapat dalam bab zakat. Haul bermakna sebagai syarat wajibnya zakat hewan ternak, emas, perak, serta harta dagangan. Jadi, haul berarti kekayaan harus dizakati bila berumur satu tahun.

Di sini bagi Mbah Sahal menyebutkan ada kesesuaian makna lughawi haul dengan acara haul. Sebab dalam kenyataannya acara haul dilakukan satu tahun sekali pada hari wafatnya orang yang diperingati haulnya.

Apa rangkaian acara haul yang tepat menurut Mbah Sahal? Ada tiga muatan peringatan haul yang selalu dilaksanakan oleh umat Islam Nusantara:

Pertama, tahlilan dirangkai doa kepada si mayyit. Kedua, pengajian umum yang terkadang dibacakan sejarah singkat orang yang dihauli, mencakup: nasab, tanggal lahir/wafat, jasa-jasa serta keistimewaan yang patut diteladani. Dan ketiga, sedekah kepada orang yang hadir atau diantar langsung ke rumah-rumah.

Dalam menjelaskan bab tahlil/baca al-Qur'an dan doa untuk mayyit, Mbah Sahal merujuk Kitab Hujjah Ahl Sunnah wal Jama'ah karya KH Ali Ma'shum Al Jogjawi yang berpendapat bahwa pahala ibadah atau amal sholeh yang dilakukan orang masih hidup bisa sampai kepada si mayyit.

Dzikir dan doa semacam ini memiliki dua makna strategis. Pertama, minta kepada Allah dan memohon ampunan, ini yang diperbolehkan. Dan kedua, berdoa kepada si mayyit dan ini yang dilarang karena bisa masuk syirik (Surat Yunus ayat 106). Mbah Sahal juga menegaskan bahwa berdoa kepada si mayyit berbeda dengan tawassul (Surat Al Maidah ayat 35).

Sedangkan pengajian adalah salah satu dakwah billisan (ucapan) yang dapat memberikan wawasan, bimbingan dan penyuluhan untuk umat. Pengajian semacam ini akan turut serta perperan menyatukan umat dan meningkatkan kualitas ketaqwaan.

Adapun sedekah yang pahalanya diberikan atau dihadiahkan kepada mayyit oleh Mbah Sahal diperbolehkan. Sebab hal ini termasuk amal sholeh seperti disinggung dalam penjelasan sebelumnya.

Sangat indah sekali, walau Mbah Sahal sudah seribu hari yang lalu meninggalkan kita semua, beliau masih bisa memberikan tuntunan untuk semua umat Islam. Alfatihah.....

http://alhudajetis.com/index.php/ubudiyah/277-tuntunan-melaksanakan-haul-menurut-kh-ma-sahal-mahfudh

ADAKAH TARAWEH YANG BID’AH ?Ditulis oleh Admin | Cetak | Emailtarowih pondok pesantren al huda jetisBulan Ramadhan adala...
06/11/2015

ADAKAH TARAWEH YANG BID’AH ?
Ditulis oleh Admin | Cetak | Email

tarowih pondok pesantren al huda jetisBulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Ada amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin, yaitu Shalat Taraweh. Namun ada sedikit keteledoran dan kesalahpahaman di dalam memahami Shalat Taraweh sehingga kadang Shalat taraweh ini jadi sebab permusuhan diantara kaum muslimin.

Sebenarnya masalah shalat taraweh sangat jelas, jadi kita tidak perlu membahas Shalat Taraweh akan tetapi tinggal mengamalkannya. Sebab para Ulama terdahulu telah tuntas membahas cara, waktu dan bilangan rokaatnya.

Namun di saat terjadi perbedaan pendapat tentang bilangan dan caranya yang dimunculkan oleh segelintir orang akhir zaman, yang akhirnya menimbulkan fitnah, maka wajib bagi yang faham tentang taraweh untuk menjelaskan dan memberi tahu yang belum faham. Padahal jika ada seseorang yang tidak mengerjakan Shalat Taraweh pun tidak menjadi masalah karena ini amalan sunnah.

Yang menjadi masalah lebih besar lagi adalah karena adanya sebuah fatwa yang disebutkan oleh orang yang baru meninggal sekitar beberapa tahun lalu, bahwasanya Shalat Taraweh lebih dari 11 rokaat adalah Bid’ah. Maka dari itu kita berkewajiban menjelaskan dan membela orang yang dianggap melakukan sesuatu yang Bid’ah padahal tidak demikian.

http://alhudajetis.com/index.php/ubudiyah/205-adakah-taraweh-yang-bid-ah

06/11/2015

Mengapa Anjing Najis?
Ditulis oleh Admin | Cetak | Email

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya 7x, salah satunya dengan menggunakan tanah.” .....................
http://alhudajetis.com/index.php/artikel-umum-5/106-mengapa-anjing-najis

Mengapa Anjing Najis?

02/09/2015

Assalamu'alaikum
Selamat untuk selalu berjuang mengharap ridho Allah SWT.
Kita jaga almamater Al huda dimanapun kita berada.
Mari kita berdoa semoga romo Yazid n Bpk fuad terpilih jd bupati dan wakil bupati 2015.
Amin

04/12/2014

Pelajaran Dari Surah al-Fatihah

1. Ayat pertama dalam al-Fatihah, yakni Basmalah memberi pelajaran agar kita memulai setiap pekerjaan dengan mengucapkan Basmalah sehingga terjalin hubungan yang erat antara si pengucap/ pembaca dengan Allah swt, dan dengan penyebutan kedua sifat-Nya ar-Rahman ar-Rahim tertancap dalam hati si pembaca betapa besar rahmat Allah sehingga semestinya pembacanya tidak akan berputus asa betapapun berat dan sulit keadaan yang dihadapinya.

2. Ayat kedua surah al-Fatihah, alhamdulillah yang artinya segala puji bagi Allah adalah pengajaran agar seseorang selalu menyadari betapa besar rahmat dan anugerah Allah kepada-Nya. Sehingga bila sesekali ia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya, maka ia akan teringat rahmat dan nikmat Allah yang selama ini dinikmatinya.

3. Redaksi persona ketiga pada kalimat al-Hamdulillah dalam arti si pemuji tidak berhadapan langsung dengan Allah, memberi pelajaran bahwa memuji tanpa kehadiran yang dipuji lebih baik daripada memuji di hadapannya.

Sedang ayat kelima, Iyyaka na‘budu dan Iyyaka nasta‘in, yang artinya hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan, dikemukakan dalam bentuk persona kedua, dalam arti Allah hadir dan si pemohon berhadapan langsung dengan Allah.

Ini karena dalam beribadah seseorang hendaknya bagaikan berhadapan langsung dengan-Nya. Inilah yang dimaksud oleh Nabi saw ketika menjawab pertanyaan malaikat Jibril tentang makna al-Ihsan, yakni "Engkau menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya, dan bila tidak mampu melihat-Nya (dengan mata hatimu), maka ketahuilah bahwa Dia melihat-Mu", (HR Bukhari melalui Umar Ibn al-Khaththab).

4. Pernyataan bahwa Allah adalah Rabb al-‘alamin atau Tuhan Pemelihara seluruh alam memberi pelajaran bahwa Allah mengurus, memelihara, dan menguasai seluruh jagad raya.

5. Firman-Nya bahwa Allah Pemilik Hari Kemudian mengajarkan antara lain bahwa kuasa-Nya ketika itu sangat menonjol sehingga tidak satu pun yang mengingkari-Nya, tidak juga seseorang dapat membangkang (berbeda dengan di dunia), sebagaimana ia mengajarkan juga bahwa tidak seorang pun yang dapat mengetahui kehidupan di sana kecuali bila diberi tahu melalui wahyu oleh Allah atau penyampaian nabi dan bahwa waktu kedatangan hari itu adalah suatu rahasia yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata.

6. Kata 'kami' pada ayat ke-5: "Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan," mengandung beberapa pesan tentang kebersamaan antarumat yang menjadikan setiap Muslim harus memiliki kesadaran sosial, yang menjadikan keakuannya lebur secara konseptual bersama aku-aku lainnya. Setiap Muslim, dengan demikian, menjadi seperti satu jasad yang merasakan keperihan bila satu organ menderita penyakit.

7. Ayat ke-7 surah ini mengajarkan agar menisbahkan segala yang baik kepada Allah swt, sedang yang buruk harus dicari terlebih dahulu penyebabnya. Ini dipahami dari pen*sbahan pemberian nikmat kepada-Nya; "Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat," sedang menyangkut murka tidak dinyatakan: "Yang Engkau murkai," tetapi "Yang dimurkai."

Demikian, Wa Allah A‘lam.

30/09/2014

Assalamu'alaikum wr. wb.
selamat pagi.
hari yang penuh berkah. sebentar lagi hari besar IDUL ADHA akan datang, mari kita tingkatkan amal ibadah.

selalu kita tingkatkan Ukhuwah islamiyah

16/04/2013

Assalamualaikum wr wb.
Bismillahirrohmanirrohim.
Qoola al faqirussaroful 'imrithi #
dzul 'ajzi wattaqsiiri wattafrithi
.. inilah salah satu bait muqodimah tasihil Ath-turuqot. Yang jumlah bait nya ada 8 bait..
Menjadi mata pelajaran kelas 5 putra madarasah Roudlotul Huda Al Huda , di ajarkan oleh beliau ustadzunaa K .Amir (panjer) kemenakan menantu dri Syaikhinaa KH.Wahib mahfudz..

pengarang Tashil Ath-Thuruqot ini terlahir dengan nama: Syarofuddin Yahya Bin Badruddin musa Bin Romadlon bin Umayroh Al 'Amirithi. Ia lebih di kenal dengan nisbahnya yaitu Al-'amirithi, yang berarti orang yang berkebangsaan 'amrith. Nama daerah yang cukup terkenal di daratan Mesir, berdekatan dengan Sanikah tempat pemukiman ulama bernama Zakari Al-Anshori.

syarof Al 'amrithi adalah seorang yang alim, shaleh dan taat beribadah sehingga di katakan oleh Abdul Hamid Bin Muhammad Al Makki, bahwa, Syarof Al 'amrithi in termasuk orang yang telah mencapai maqom ma'rifat yang sangat tinggi. Namun demikian Al 'amrithi selalu merendahkan diri. Dengan penuh ketawadluan ia katakan sebagai orang yang ceroboh (dzuttaqshir)dan berlebih-lebihan(tafrith).
Al imrithi kesohor sebagai penggubah kitab-kitab matan menjadi sebuah nadzom. antara lain: Nadlom Al Jurumiyyah(nahwu) 2. Nadlom At taqrib yang di beri judul Nihayatuttaqrib (fiqh) 3. Nadlom tahrir ya di beri judul at-tasyir(fiqh) 4. Nadlom al waroqot yang di beri judul Tashil Att Turuqot(usul fiqh). nadlom nadlom gubahan Syarof Al Imrithi ini terkenal enak di lantunkan dan mudah sekali di faham, karena Ia selalu menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga tidak berbelit-belit seperti nadlom kebanyakan pada umumnya...

(bersambung)

dari teman-teman kita santri PP ALHUDA

30/03/2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mengharap kehadiran TEMAN-TEMAN ALUMNI PP ALHUDA JETIS KUTOSARI KEBUMEN untuk ngehadiri acara pengajian rutin Romo KH. Wahid Machfudz "KHIFATUL AKHYAR AD DASUKI" dan "MUSYAWARAH RUTIN" pada :

Hari/tanggal : SELASA MANIS / 02 April 2013
Waktu : 08.00 WIB - selesai
Tempat : PP ALHUDA JETIS KUTOSARI KEBUMEN

Demikian atas kehadirannya dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

kami mohon informasi ini disampaikan kepada teman-teman alumni yang lain.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tdd

IMADA

Address

Jetis/kutosari Kab. Kebumen
Kebumen
54317

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Alumni PP Al HUDA Jetis Kutosari Kebumen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category