Pelita Tumou Tou

Pelita Tumou Tou Sekolah Khusus Anak Autis & Anak Berkebutuhan Khusus Lainnya

Dilatih berbagai keterampilan, terapi pemulihan & bila mungkin diikutkan ujian kesetaraan

Sekolah Inklusi, Sekolah Autis & Anak Berkebutuhan Khusus Lainnya

01/12/2017
Tempat Pendidikan, Pelatihan dan Terapi anak Autis & Anak Berkebutuhan khusus lainnya.
15/11/2017

Tempat Pendidikan, Pelatihan dan Terapi anak Autis & Anak Berkebutuhan khusus lainnya.

Tempat Pendidikan, Pelatihan dan Terapi anak Autis & Anak Berkebutuhan khusus lainnya.
15/11/2017

Tempat Pendidikan, Pelatihan dan Terapi anak Autis & Anak Berkebutuhan khusus lainnya.

11/10/2017

memilih topik pembicaraan, atau melihat kepada lawan bicaranya.

h. Bicaranya monoton, kaku, dan menjemukan.

i. Kesukaran dalam mengekspresikan perasaan atau emosinya melalui nada suara
j. Tidak menunjukkan atau memakai gerakan tubuh untuk menyampaikan keinginannya, tetapi dengan mengambil tangan orangtuanya untuk mengambil obyek yang dimaksud
k. Mengalami gangguan dalam komunikasi non-verbal; mereka sering tidak menggunakan gerakan tubuh dalam berkomunikasi untuk mengekspresikan perasaannya atau untuk meraba-rasakan perasaan orang lain, misalnya menggelengkan kepala, melambaikan tangan, mengangkat alis, dan sebagainya.

3. Karakteristik dalam perilaku dan pola bermain

a. Abnormalitas dalam bermain, seperti stereotip, diulang-ulang dan tidak kreatif
b. Tidak menggunakan mainannya dengan sesuai

c. Menolak adanya perubahan lingkungan dan rutinitas baru
d. Minatnya terbatas, sering aneh, dan diulang-ulang

e. Hiperaktif pada anak prasekolah atau sebaliknya hipoaktif
f. Gangguan pemusatan perhatian, impulsifitas,

koordinasi motorik terganggu, kesulitan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari

4. Karakteristik kognitif

a. Hampir 75-80% anak autis mengalami retardasi mental dengan derajat rata-rata sedang.

b. Sebanyak 50% dari idiot savants (retardasi mental yang menunjukan kemampuan luar biasa) adalah seorang penyandang autisme.

11/10/2017

Ada beberapa jenis gangguan perkembangan pervasif sbb :

1. Gangguan autistik

Gejala ini sering diartikan orang saat mendengar kata autis. Penyandangnya memiliki masalah interaksi sosial, berkomunikasi, dan permainan imaginasi pada anak di bawah usia tiga tahun.

2. Sindrom Asperger

Anak yang menderita sindrom Asperger biasanya umur lebih dari 3 th memiliki problem bahasa. Penderita sindrom ini cenderung memiliki intelegensi rata-rata atau lebih tinggi. Namun seperti halnya gangguan autistik, mereka kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi.

3. Gangguan perkembangan menurun (PDD NOS/Pervasive developmental disorder not otherwise specified) . Gejala ini disebut juga non tipikal autisme. Penderita memiliki gejala-gejala autisme, namun berbeda dengan jenis autisme lainnya. IQ penderita ini rendah.

4. Sindrom Rett

Sindrom ini terjadi hanya pada anak perempuan. Mulanya anak tumbuh normal. Pada usia satu hingga empat tahun, terjadi perubahan pola komunikasi, dengan pengulangan gerakan tangan dan pergantian gerakan tangan.

5. Gangguan Disintegrasi Anak

Pada gejala autisme ini, anak tumbuh normal hingga tahun kedua. Selanjutnya anak akan kehilangan sebagian atau semua kemampuan komunikasi dan keterampilan sosialnya.

11/10/2017

Klasifikasi Autisme dapat dibagi berdasarkan berbagai pengelompokan kondisi

1. Klasifikasi berdasarkan saat munculnya kelainan

a. Autisme infantil; istilah ini digunakan untuk menyebut anak autis yang kelainannya sudah nampak sejak lahir

b. Autisme fiksasi; adalah anak autis yang pada waktu lahir kondisinya normal, tanda-tanda autisnya muncul kemudian setelah berumur dua atau tiga tahun

2. Klasifikasi berdasarkan intelektual

a. Autis dengan keterbelakangan mental sedang dan berat (IQ dibawah 50).
Prevalensi 60% dari anak autistik

b. Autis dengan keterbelakangan mental ringan (IQ 50-70) Prevalensi 20% dari anak autis

c. Autis yang tidak mengalami keterbelakangan mental (Intelegensi diatas 70) Prevalensi 20% dari anak autis.

3. Klasifikasi berdasarkan interaksi sosial:

a. Kelompok yang menyendiri; banyak terlihat pada anak yang menarik diri, acuh tak acuh dan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku dan perhatian yang tidak hangat

b. Kelompok yang pasif, dapat menerima pendekatan sosial dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya disesuaikan dengan dirinya
c. Kelompok yang aktif tapi aneh : secara spontan akan mendekati anak yang lain, namun interaksinya tidak sesuai dan sering hanya sepihak.

4. Klasifikasi berdasarkan prediksi kemandirian:

a. Prognosis buruk, tidak dapat mandiri (2/3 dari
penyandang autis)
b. Prognosis sedang, terdapat kemajuan dibidang
sosial dan pendidikan walaupun problem perilaku
tetap ada (1/4 dari penyandang autis)
c. Prognosis baik; mempunyai kehidupan sosial
yang normal atau hampir normal dan berfungsi
dengan baik di sekolah ataupun ditempat kerja.
(1/10 dari penyandang autis)

11/10/2017

b. Teori Psikososial.

Beberapa ahli (Kanner & Bruno Bettelhem) autisme dianggap sebagai akibat hubungan yang dingin/tidak akrab antara orang tua ibu dan anak. Demikian juga orang yang mengasuh dengan emosional kaku, obsesif tidak hangat bahkan dingin dapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik.

c. Faktor Keracunan Logam Berat

Keracunan logam berat dapat terjadi pada anak yang tinggal dekat tambang batu bara, emas dsb. Keracunan logam berat pada makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yang tinggi.

Pada penelitian diketahui dalam tubuh anak-anak penderita autism terkandung timah hitam dan merkuri dalam kadar yang relatif tinggi.

d. Faktor Gangguan Pencernaan, Pendengaran, dan Penglihatan.

Menurut data yang ada 60% anak autistik mempunyai sistem pencernaan kurang sempurna. Kemungkinan timbulnya autistik karena adanya gangguan dalam pendengaran dan penglihatan.

e. Autoimun tubuh

Auto imun pada anak dapat merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena zat – zat yang bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yang dikembangkan oleh tubuh sendiri yang justru kebal terhadap zat – zat penting dalam tubuh dan menghancurkannya.

11/10/2017

Ada berbagai teori yang menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya autisme yaitu :

a. Teori Biologis

a.1. Faktor Genetik,
Keluarga yang terdapat anak autis memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan populasi keluarga normal. Abnormalitas genetik dapat menyebabkan abnormalitas pertumbuhan sel – sel saraf dan sel otak.

a.2. Prenatal, natal dan post natal

Pendarahan pada kehamilan awal, obat-obatan, tangis bayi yang terlambat, gangguan pernapasan dan anemia merupakan salah faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya autisme. Kegagalan

pertumbuhan otak karena nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan otak tidak mencukupi karena nutrisi tidak dapat diserap oleh tubuh, hal ini dapat terjadi karena adanya jamur dalam lambungnya, atau nutrisi tidak terpenuhi karena faktor ekonomi.

a.3. Neuro Anatomi

Gangguan/fungsi pada sel-sel otak selama dalam kandungan yang mungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi perdarahan atau infeksi dapat memicu terjadinya autisme.

a.4. Struktur dan Biokimiawi Otak dan Darah Kelainan pada cerebellum dengan sel-sel purkinje mempunyai kandungan serotinin yang tinggi. Demikian juga kemungkinan tingginya kandungan dopamin atau upioid dalam darah.

11/10/2017

Secara pasti penyebab autisme tidak diketahui namun autisme dapat terjadi dari kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor genetik yang dipicu faktor lingkungan.

11/10/2017

Ika Widyawati (2001) menjelaskan bahwa autisme merupakan gangguan perkembangan pervasif

/Pervasive Developmental Disorder(PDD) atau disebut Autism Specrtum Disorder (ASD) yang ditandai dengan adanya abnormalitas dan / atau hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun, dan mempunyai fungsi yang abnormal dalam 3 bidang, yaitu interaksi : sosial, komunikasi, dan perilaku yang terbatas (restriktif) dan berulang (repetitif).

11/10/2017

World Health Organization’s International Classification of Diseases (ICD-10) mendefinisikan autisme khususnya childhood autism sebagai adanya keabnormalan dan atau gangguan perkembangan yang muncul sebelum usia tiga tahun dengan tipe karakteristik tidak normalnya tiga bidang yaitu interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku yang diulang-ulang (World Health Organozation, h. 253, 1992).

Anak autis termasuk salah satu jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengalami gangguan neurobiologis dengan adanya hambatan fungsi syaraf otak yang berhubungan dengan fungsi komunikasi, motorik sosial dan perhatian. Hambatan yang dialami anak autis merupakan kombinasi dari beberapa gangguan perkembangan syaraf otak dan perilaku siswa yang muncul pada tiga tahun pertama usia anak.

Sutadi (2002) menjelaskan bahwa yang dimaksud autistik adalah gangguan perkembangan neurobiologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan dengan orang lain).

Penyandang autisme tidak dapat berhubungan dengan orang lain secara berarti, serta kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain terganggu

Address

Jalan Arnold Mononutu
Kauditan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelita Tumou Tou posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category