السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*NIAT ZAKAT*
*Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Niat Zakat Fitrah untuk Istri*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan*
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (….. ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
*Bacaan Doa Ketika Menerima Zakat*
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
*"WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT "*
*Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi menjadi 5 kelompok :*
1. Waktu wajib.Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian awalnya bulan Syawwal. Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1
Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah maghribnya malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati.
2. Waktu Jawaz.Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.
3. Waktu Fadhilah. Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.
4. Waktu makruh.Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.
5. Waktu haram.Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram.
Sedangkan dari zakat yang dikeluarkan setelah tanggal 1 Syawwal adalah qodho’.....
_*Semoga Bermanfaat*_
Majlis Ta'lim Hidayaturrohman
Meniti Ilmu
Menata Amal
Menghias Akhlaqul karimah
TANGGAL 1 RAJAB 1438 H JATUH PADA HARI RABU TANGGAL 29 MARET 2017". Jadi, hari rabu tanggal 29 tersebut kita sudah bisa memulai puasa sunnah.
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan
Rajab beliau berdo’a:
اللّهمّ بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“ Ya, Allah berkahilah kami di bulan
Rajab (ini) dan (juga)
Sya’ban, dan sampaikanlah
kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
Sabda Rasulullah SAW lagi :
“Pada malam mi’raj, saya
melihat sebuah sungai yang
airnya lebih manis dari madu,
lebih sejuk dari es dan
lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk
siapakah sungai ini ?”Maka
berkata Jibrilb a.s.: “Ya
Muhammad, sungai ini adalah
untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan
Rajab ini”
Semoga bermanfaat, Amiin
~~
Niat shalat sunat tasbih 2 rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
USHALLII SUNNATAT TASBIIHI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA.
Artinya : “Aku (niat) shalat sunat tasbih 2 rakaat, karena Allah Taala.”
Niat shalat sunat tasbih 4 rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
USHALLII SUNATAT TASBIIHI ARBA’A RAK’AATAINI LILLAHI TA’AALAA.
Artinya: “Aku (niat) shalat sunat tasbih 4 rakaat, karena Allah Taala.”
Dalam mengerjakan shalat tasbih ini ada dua cara, yaitu:
Cara pertama:
1) Setelah takbiratul ihram dan niat, langsung membaca do’a iftitah. Setelah itu membaca tasbih berikut sebanyak 15 kali yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji milik Allah, tak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
2) Kemudian membaca ta’awwudz,basmalah,surat Al-Fatihah dan surat atau ayat-ayat lainnya, lalu membaca tasbih 10 kali (seperti tasbih diatas).
3) Setelah itu ruku’,sambil membaca tasbih ruku 3 kali, dilanjutkan dengan membaca tasbih 10 kali.
4) Kemudian bangun dari ruku (i’tidal) dengan membaca do’a I’tidal seperti biasa, lalu membaca tasbih 10 kali.
5) Setelah itu sujud, sambil membaca tasbih sujud sebnyak 3 kali, dilanjutkan dengan membaca tasbih 10 kali.
6) Kemudian bangun dari sujud (duduk antara dua sujud) dengan membaca do’anya seperti biasa, lalu membaca tasbih 10 kali.
7) Setelah itu sujud kedua,sambil membaca tasbih sujud 3 kali, dilanjutkan dengan membaca tasbih 10 kali.
8) Kemudian berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua, dan langsung membaca tasbih sebanyak 15 kali. Setelah itu membaca ta’awwudz,basmalah surat Al-Fatihah, surat atau ayat lainnya dan tasbih 10 kali.
Begitulah seterusnya seperti yang dikerjakan di rakaat pertama. Jika telah 2 rakaat, maka setelah sujud yang kedua dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan memberi salam. Setelah itu berdiri untuk mengerjakan 2 rakaat lagi, dengan cara yang sama seperti 2 rakaat sebelumnya,baik niat,gerakan maupun bacaannya (keciali surat atau ayat-ayat lainnya.
BERSAMBUNG....
KEUTAMAAN BERPUASA PADA HARI 'ASYURA DAN TASU'A
BACAAN NIAT PUASA ASYURA:
نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي
Tulisan Latin: NawaituSshauma fi Yaumi 'Asyura Sunnatan Lillahi Ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah ta’ala.”
BACAAN NIAT PUASA TASU'A:
نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي
Tulisan Latin: NawaituSshauma fi Yaumi Taasu'a Sunnatan Lillahi Ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Tasu'a, sunnah karena Allah ta’ala.”
Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari 'Asyura (10 Muharram) dan Tasu'a (9 Muharram).
Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhuma -, " Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya". (Muttafaqun 'Alaihi).
Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah - radhiyallahu 'anhu -, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari 'Asyura. Beliau menjawab, "(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu". (HR. Muslim)
Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhuma – beliau berkata : " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan" (HR. Muslim)
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi
wassalam memasuki bulan
Rajab beliau berdo’a:“ Ya, Allah berkahilah kami di bulan
Rajab (ini) dan (juga)
Sya’ban, dan sampaikanlah
kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin
Malik)
Sabda Rasulullah SAW lagi :
“Pada malam mi’raj, saya
melihat sebuah sungai yang
airnya lebih manis dari madu,
lebih sejuk dari air batu dan
lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril
a.s.: “Wahai Jibril untuk
siapakan sungai ini ?”Maka
berkata Jibrilb a.s.: “Ya
Muhammad sungai ini adalah
untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan
Rajab ini”
30/07/2014
Remaja majlis Hidayaturrohman bersholawat pada acara peringatan isro mi'roj
Mlm minggu 14-15 juni 2014
Insya Alloh berkah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Cigobang Gang Mangga
Karawang
41384