Forum Alumni Rohis SMAN 1 Telagasari

Forum Alumni Rohis SMAN 1 Telagasari

Share

Prinsip Forum Alumni Rohis SMAN 1 Telagasari (Formista) :

1.Allah SWT sebagai tujuan.

2.Rasulullah sebagai panutan amal.

3.

Al-Quran sebagai panduan langkah.

4. Jihad fisabililah sebagai jalan perjuangan.

5. Pelayanan ummat sebagai tanggung jawab.

16/12/2023

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Selamat siang dan selamat beraktivitas di akhir pekan & awal bulan ke-6 ini

03 Jumadilakhir 1445 H.
(Q.S. Al-Ahzab: 33/56)

06/03/2021

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan."
(HR. Bukhari no. 1903).

Perkataan dusta salah satunya adalah ketidakjujuran karena berbuat curang (mencontek saat ujian).

19/08/2020

*ADAB MEMINTA IZIN*

Oleh
Ummu Ihsan Choiriyah

Di tengah masyarakat sekarang ini, masih sering kita saksikan perbuatan salah yang dianggap lumrah. Atau perbuatan berbahaya yang dianggap biasa. Hal ini wajar, karena masih sangat sedikit dari mayoritas kaum muslimin orang yang benar-benar memahami tuntunan syari’at. Sedikit juga orang yang berkemauan keras untuk belajar dan mendalami agamanya.

Diantara kebiasaan yang kerap kita saksikan, yaitu seseorang memasuki rumah orang lain tanpa meminta izin si empunya rumah. Atau kita dapati seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain karena si empunya tak menjawab salamnya.

Masih banyak kaum muslimin yang menganggap ini sebagai perbuatan sepele yang sah-sah saja. Apalagi bila si empunya rumah termasuk kerabat atau sahabat yang dekat dengannya. Mereka sama sekali tidak menyadari, bahwa perbuatan seperti itu merupakan perbuatan dosa yang dapat membawa mudharat yang sangat berbahaya.

Rumah, pada hakikatnya adalah hijab bagi seseorang. Di dalamnya seseorang biasa membuka aurat. Di sana juga terdapat perkara-perkara yang ia merasa malu bila orang lain melihatnya. Tidak dapat kita bayangkan, bagaimana bila akhirnya pandangan mata terjatuh pada perkara-perkara yang haram. Ditambah lagi tabiat manusia yang mudah curiga-mencurigai, berprasangka buruk satu sama lain. Akankah akibat-akibat buruk itu dapat terelakkan bila masing-masing pribadi jahil dan tak mengindahkan tuntunan agama?

Syari’at Islam adalah syari’at yang universal. Tidak ada satupun perkara yang membawa kemashlahatan bagi kehidupan manusia, kecuali Islam memerintahkannya. Dan tidak ada satu pun perkara yang dapat membawa mudharat bagi kehidupan manusia, kecuali Islam melarangnya. Tidak terkecuali dalam masalah adab meminta izin atau disebut isti’dzan. Islam telah memberikan tuntunan adab yang sangat agung dalam masalah ini. Berikut ini kami berusaha sedikit mengulasnya.

*MEMINTA IZIN BERBEDA DENGAN UCAPAN SALAM*
Sebagian orang beranggapan, bila salam telah dijawab, berarti ia boleh masuk ke dalam rumah tanpa harus meminta izin. Ini adalah anggapan yang jelas keliru.
ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

_*“Hai, orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat”.*_ [An Nur:27].

Ayat di atas dengan jelas membedakan antara salam dan meminta izin. Dengan demikian, seseorang yang telah dijawab salamnya, harus meminta izin sebelum masuk ke dalam rumah. Inilah adab yang dicontohkan oleh RasuluLLOH ﷺ.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Kaladah bin Al Hambal, bahwasanya Shafwan bin Umayyah mengutusnya pada hari penaklukan kota Makkah dengan membawa liba’ [1], jadayah [2] dan dhaghabis [3]. Ketika itu, RasuluLLOH ﷺ berada di atas lembah. Aku menemui Beliau tanpa mengucapkan salam dan tanpa minta izin. Maka Beliau bersabda:

“اِرْجِعْ فَقُلْ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أأدخل”

_“Keluarlah, ucapkanlah salam dan katakan: “Bolehkah aku masuk?”_ [Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa’i]

*HENDAKLAH BERDIRI DI SISI KIRI ATAU KANAN PINTU*
Bagi orang yang meminta izin, hendaklah berdiri di sisi kanan atau kiri pintu. Dan janganlah ia berdiri tepat di depan pintu. Hal ini dimaksudkan agar pandangan mata tidak jatuh pada perkara-perkara yang tidak layak dipandang saat pintu terkuak. Terlebih lagi, jika pintu memang dalam keadaan terbuka. Sebagaimana yang diajarkan oleh RasuluLLOH ﷺ. Diriwayatkan dari Abdullah bin Bisyr, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَي بَابَ قَوْمٍ لَمْ يَسْتَقْبِلِ البَابَ مِنْ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ وَلَكِنْ مِنْ رُكْنِهِ الأَيْمَنِ أَوْ الأَيْسَرِ وَيَقُوْلُ “السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ”

_“Apabila RasuluLLOH ﷺ mendatangi rumah orang, Beliau tidak berdiri di depan pintu, akan tetapi di samping kanan atau samping kiri, kemudian Beliau mengucapkan salam “assalamu ‘alaikum, assalamu ‘alaikum”, karena saat itu rumah-rumah belum dilengkapi dengan tirai”._ [Hadist riwayat Abu Dawud].

Abu Dawud juga meriwayatkan dari Huzail, ia berkata: “Seorang lelaki –Utsman bin Abi Syaibah menyebutkan, lelaki ini adalah Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu – datang lalu berdiri di depan pintu RasuluLLOH ﷺ untuk meminta izin. Dia berdiri tepat di depan pintu. Utsman bin Abi Syaibah mengatakan: Berdiri menghadap pintu. RasuluLLOH ﷺ berkata kepadanya:

“هَكَذَا عَنْكَ – أَوْ هَكَذَا – فَإِنَّمَا الاِسْتِئْذَانُ مِنَ النَّظَرِ”

_“Menyingkirlah dari depan pintu, sesungguhnya meminta izin disyari’atkan untuk menjaga pandangan mata”._

*BILA TIDAK DIIZINKAN HENDAKLAH IA KEMBALI*

Dalam Al Qur’an, ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِن لَّمْ تَجِدُوا فِيهَآ أَحَدًا فَلاَ تَدْخُلُوهَا حَتَّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ ازْكَى لَكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

_*“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu “Kembali (saja)lah,” maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan ALLOH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.*_ [An Nur:28].

Apabila seseorang telah mengucapkan salam dan meminta izin sebanyak tiga kali, namun tidak juga dipersilakan, hendaklah ia kembali. Boleh jadi tuan rumah sedang enggan menerima tamu, atau ia sedang bepergian. Karena seorang tuan rumah mempunyai kebebasan antara mengizinkan atau menolak tamu. Demikianlah adab yang diajarkan RasuluLLOH ﷺ. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, Beliau bersabda:

“إِذَا اسْتَأَذَنَ أَحَدُكُمْ ثَلاَثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَنْصَرِفْ”

_“Jika salah seorang dari kamu sudah meminta izin sebanyak tiga kali, namun tidak diberi izin, maka kembalilah”._ [Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim].

*LARANGAN MENGINTIP KE DALAM RUMAH ORANG LAIN*

Sering kita jumpai orang-orang yang jahil tentang tuntunan syari’at, karena terdorong rasa ingin tahu, ia mengintip ke dalam rumah orang lain. Baik karena salam yang tak terjawab, atau hanya sekedar iseng. Mereka tidak menyadari, bahwa perbuatan seperti ini diancam keras oleh RasuluLLOH ﷺ. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Beliau bersabda:

“لَوْ أَنَّ امْرَأً اِطْلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ فَخَذَفَتْهُ بِحُصَاةٍ فَفَقَأَتْ عَيْنُهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ”

_“Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin, lalu engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu”._ [Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim].

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Sahal bin Saad As Sa’idi Radhiyallahu ‘anhu, ia mengabarkan bahwasanya seorang laki laki mengintip pada lubang pintu RasuluLLOH ﷺ. Ketika itu, Beliau tengah membawa sebuah sisir yang biasa Beliau gunakan untuk menggaruk kepalanya. Ketika melihatnya, Beliau bersabda: _“Seandainya aku tahu engkau tengah mengintipku, niscaya telah aku lukai kedua matamu dengan sisir ini”._ Beliau bersabda: _“Sesungguhnya permintaan izin itu diperintahakan untuk menjaga pandangan mata.”_ [Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim].

Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan ketika hendak memasuki rumah orang lain, kecuali rumah-rumah yang tidak didiami oleh seorangpun, dan ia ada keperluan di dalamnya. Seperti rumah yang memang disediakan untuk para tamu, jika di awal ia telah diberi izin, maka cukuplah baginya. Demikian juga tempat-tempat umum, seperti tempat-tempat jualan, penginapan dan lain sebagainya.

Kini muncul pertanyaan, apakah kita juga harus meminta izin ketika hendak masuk menemui salah seorang anggota keluarga kita? Berikut ini perinciannya.

*SEORANG LAKI-LAKI HARUS MEMINTA IZIN KETIKA HENDAK MASUK MENEMUI IBUNYA*

Seorang anak laki laki yang telah baligh, wajib meminta izin secara mutlak ketika hendak masuk menemui ibunya.

Di dalam kitab Adabul Mufrad, Imam Al Bukhari menyebutkan sebuah riwayat dari Muslim bin Nadzir, bahwasanya ada seorang laki laki bertanya kepada Hudzaifah Ibnul Yaman: _“Apakah saya harus meminta izin ketika hendak masuk menemui ibuku?” Maka ia menjawab: “Jika engkau tidak meminta izin, niscaya engkau akan melihat sesuatu yang tidak engkau s**ai.”_ [Hadits mauquf shahih].

Demikian juga riwayat dari Alqamah, ia berkata: Seorang laki laki datang kepada Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dan berkata: _“Apakah aku harus meminta jika hendak masuk menemui ibuku?” Maka ia menjawab: “Tidaklah dalam semua keadaannya ia s**a engkau melihatnya.”_ [Hadits mauquf shahih].

*SEORANG LAKI-LAKI HARUS MEMINTA IZIN KETIKA HENDAK MENEMUI SAUDARA PEREMPUANNYA*

Demikian juga seorang laki laki baligh, harus meminta izin ketika hendak masuk menemui saudara perempuannya.

Di dalam kitab Al Adabul Mufrad, Imam Al Bukhari menyebutkan sebuah riwayat dari Atha’. Dia berkata, aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas: _“Apakah aku harus meminta izin jika hendak masuk menemui saudara perempuanku?” Dia menjawab,”Ya.” Aku mengulangi pertanyaanku: “Dua orang saudara perempuanku berada di bawah tanggunganku. Aku yang mengurus dan membiayai mereka. Haruskah aku meminta izin jika hendak masuk menemui mereka?” Maka dia menjawab,”Ya. Apakah engkau s**a melihat mereka berdua dalam keadaan telanjang?”_ [Hadits mauquf shahih].

*PERINTAH KEPADA ORANG TUA AGAR MENGAJARI ANAK-ANAK DAN PARA PELAYANNYA TENTANG KEHARUSAN MEMINTA IZIN PADA TIGA WAKTU*
Di dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 58, ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

_*“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari), yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (p**a) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah ALLOH menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan ALLOH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.*_

*Dalam ayat di atas ALLOH memerintahkan kaum mukminin, agar para pelayan yang mereka miliki dan anak-anak yang belum baligh meminta izin kepada mereka pada tiga waktu.*

*Pertama:* Sebelum shalat subuh, karena biasanya orang-orang pada waktu itu sedang nyenyak tidur di pembaringan mereka.

*Kedua :* Ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari”, yaitu pada waktu tidur siang, karena pada saat itu orang-orang melepas pakaian mereka untuk bersantai bersama keluarga.

*Ketiga :* Sesudah sesudah shalat Isya, karena saat itu adalah waktu tidur.

Pelayan dan anak-anak diperintahkan agar tidak masuk menemui ahli bait pada waktu-waktu tersebut, karena dikhawatirkan seseorang sedang bersama isterinya, atau sedang melakukan hal-hal yang bersifat pribadi.

Oleh sebab itu, ALLOH mengatakan: *“Itulah tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (p**a) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu”*, yakni jika mereka masuk pada waktu di luar tiga waktu tersebut, maka tiada dosa atas kamu bila membuka kesempatan buat mereka (untuk masuk), dan tiada dosa atas mereka bila melihat sesuatu di luar tiga waktu tersebut. Karena mereka telah diizinkan untuk masuk menemui kalian, karena mereka keluar masuk untuk melayani kamu atau untuk urusan lainnya.

Para pelayan yang biasa keluar masuk diberi dispensasi yang tidak diberikan kepada selain mereka. Oleh karena itu, Imam Malik, Imam Ahmad dan penulis kitab Sunan meriwayatkan, bahwa RasuluLLOH ﷺ bersabda tentang kucing:

“إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسَةٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِيْنَ عَلَيْكُمْ أَوْ وَالطَّوَّافَاتِ”

_“Ia (kucing) tidaklah najis, karena ia selalu berkeliaran di sekitar kamu”._

Selanjutnya ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman: _*“Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin”*_ , yakni apabila anak-anak yang sebelumnya harus meminta izin pada tiga waktu yang telah disebutkan di atas. Apabila mereka telah mencapai usia baligh, mereka wajib meminta izin di setiap waktu, seperti halnya orang-orang dewasa dari putera seseorang, atau dari kalangan karib-kerabatnya wajib meminta izin.

Al Auza’i meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, ia mengatakan: ```“Apabila seorang anak masih balita, ia harus meminta izin kepada kedua orang tuanya (bila ingin masuk menemui keduanya dalam kamar) pada tiga waktu tersebut. Apabila ia telah mencapai usia baligh ia harus meminta izin di setiap waktu.”```

Demikianlah paparan singkat tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan adab-adab isti’dzan. Mudah-mudahan dapat memambah pemahaman kita tentang ajaran Islam dalam membimbing umat manusia, guna memperoleh seluruh kemashlahatan dan menggapai kabahagiaan hidup di dunia dan di dunia dan akhirat.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun VIII/1425/2004M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]
________
Footnote
[1]. Susu yang diperah saat unta baru saja melahirkan
[2]. Rusa yang baru berusia enam bulan
[3]. Buah semacam mentimun

29/08/2019

Hati-hati dengan 2 Najis Ini...

1. Wadi

Wadi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani.
Wadi tidak memiliki bau yang khas.

2. Madzi

Wadzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima' (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima'.
Madzi tidak menyebabkan lemas dan kadang keluar tanpa terasa (biasanya keluar ketika muqoddimah syahwat)

(Fatwa Al Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al 'Ilmiyah wal Ifta', 5/383)

06/08/2019

Seandainya PLN
mengumumkan bahwa
malam ini dan selama
sepekan kedepan listrik
akan dipadamkann..

Sungguh itu sudah
cukup membuat kita
panik...

Waktu kita terbatas
mempersiapkan segala
sesuatunya, mulai dari :

✨lilin
korek api
senter
baterai, dsb...

Namun pernahkah kita
berpikir akan gelapnya
Kubur?
Bagaimana kelak nasib
kita..?
Kenapa kita tidak
pernah berfikir untuk
mempersiapkan semua
itu ?

Bagaimana seandainya
malaikat maut datang
mencabut ruh kita yang
memang tanpa
pengumuman
sebelumnya dan tanpa
ada persiapan yang
matang...?

Maka mukmin yang
cerdas adalah yang
paling banyak
"MENGINGAT
KEMATIAN" dan
mempersiapkan diri
bekal setelah kita mati.

Rasulullah ketika
ditanya mukmin
manakah yang paling
cerdas? Beliau
menjawab :

ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻟﻠﻤﻮﺕ ﺫﻛﺮﺍ ﻭ ﺃﺣﺴﻨﻬﻢ
ﻟﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﺍﺳﺘﻌﺪﺍﺩﺍ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺍﻷﻛﻴﺎﺱ

“Yang paling banyak
mengingat kematian
dan yang paling baik
dalam mempersiapkan
diri untuk alam
berikutnya, itulah
mereka yang paling
cerdas.” HR. Ibnu
Majah no. 4259.
Semoga Bermanfaat

02/06/2019

Tariq bin Ziyad

01/06/2019

Diam itu Emas, Bicara Baik itu Berlian

Jagalah lisan, diam lebih selamat daripada banyak bicara. Banyak bicara mengeraskan hati, kurang wibawa, banyak salah dan dusta. Orang yang takut Allah, sangat bagus tutur katanya (QS 33;70)

Rasulullah bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan, santun, mulia, kalau tidak diam".

Diam itu emas tetapi bicara baik itu berlian. Sungguh banyak yang kuat puasa menahan lapar haus saat puasa tetapi sedikit yang kuat puasa menahan banyak bicara.

Semoga persahabatan kita benar benar karena Allah, dan Allah pun memberkahi persahabatan kita... Aamiin.

29/05/2019

Perang Hattin

07/05/2019

Silahkan datangi Stand *Bengkel Tilawah* Solusi Permasalahan Bacaan Al Qur'an anda.

Lokasi : Areal Payung, Masjid Jami Masjid Aliyah Karawang, Jl. Interchange Karawang Barat.
Setiap Hari selama Bulan Ramadhan 1440 H.
Waktu : Ba'da Ashar - Malam setelah Tarawih

Melayani :
1. Tashih Surah Al Fatihah
2. Tahsin/Perbaikan Tilawah Al Qur'an
3. Setoran Hafalan Al Qur'an
4. Konsultasi seputar Bacaan Al Quran, Ilmu Tajwid dan Tahfizh

*GRATIS UNTUK UMUM*
*IKHWAN DAN AKHWAT*

MUTIARA AL QURAN:

Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

MUTIARA NABAWI:

Ibnu Abbas berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR. Al Bukhari).

06/05/2019

السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

Apa yang teman-teman rasakan sekarang?

Ini adalah bagian kecil dari kehidupan warga Palestina(wilayah Gaza) yang bertepatan 1 Ramadhan.
Mari kita. Doakan saudara saudari kita yang ada di Palestina bisa merasakan kehidupan seperti kita di Indonesia. آمين

Want your school to be the top-listed School/college in Karawang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Karawang