09/11/2023
SMA Mathla'ul Anwar Batujaya
SMA Mathlaโul Anwar Batujaya Berdaya saing tinggi dilandasi keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Ya
09/11/2023
14/07/2020
Selamat Jalan dan Sukses Angkatan 2019/2020 SMA Mathla'ul Anwar Batujaya
16/08/2019
Maju terus SMA Mathla'ul Anwar
Duta Pramuka dan PASKIBRAKA Kabupaten Karawang.
17 Agustus 2019.
Kalian Luar biasa.
17/07/2019
Mereka Bisa. Kalian Pasti bisa. Paskibraka.
17/07/2019
Sedang Akreditasi. dimana sekolah kami selalu memprioritaskan kualitas. Mari bergabung bersama kami.
28/06/2019
Alhamdulillah Siswa/Siswi baru sudah mulai daftar.
kouta tinggal sedikit lg mencapai target.
ayo segera daftar sebelum kehabisan kouta.
Berkualitas tanpa perlu mahal.
Bebas biaya pendaftaran kakak.
*"SMA MATHLA'UL ANWAR" BATUJAYA"*
*"Cerdas Kreatif dan Berakhlak"*
*_Siap Mendidik anak Anda.....!_*
*_Ter-Akreditasi "A"_*
*Penerimaan Peserta Didik Baru*
*Tahun Pelajaran 2019/2020*
*BIAYA MURAH DAN TERJANGKAU*
*KUALITAS BUKAN MURAHAN*
*Intrakurikuler*
๐ :Menggunakan Kurikulum 2013
- Jurusan IPA
- Jurusan IPS
*Kokurikuler*
๐ : Mempertajam dalam Pembelajaran untuk Partisipasi
Olimpiadie Sains
*Ekstrakurikuler* dalam pengembangan Bakat
๐ทโโ๏ธ: Pramuka
๐ฎโโ๏ธ: Paskibra
๐ฉโโ๏ธ: Palang Merah Remaja
โฝ๏ธ: Futsal
๐: Bola Voli
๐ผ: Kesenian
- Marawis
- Musikalisasi Puisi
- Drama/Teater
- Musik dan Paduan Suara
๐ธ๐ฆ: Life Skill Bahasa Arab
๐ฌ๐ง: Life Skill Bahasa Inggris
*Tambahan*:
๐จโ๐ : -Terdaftar sekolah aktif SNMPTN,PMDK dan
SBMPTN Untuk Siswa Lanjut Kuliah.
- Pendukung Biaya Siswa BerPrestasi lanjut kuliah
terdaftar "Program Bidikmisi".
๐จโ๐ผ :Terdaftar/Memiliki Bursa Kerja Khusus Untuk siswa
Bekerja.
๐ฅ
:Fasilitas lengkap
๐ฉโ๐ซ :Pengajar yang terakreditasi dan aktif dalam pelatihan.
*Alamat*:
๐ซ : Jl. Raya Batujaya Km2,Telukambulu,Karawang 41354
๐ : Telp. (0267)470709 / Whats App. 083815582699
๐ง : [email protected]
๐ :
FORM PPDB SMA MATHLA'UL ANWAR BATUJAYA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2019/2020
22/06/2019
Kenaikan Kelas dan Perpisahan 2018/2019 Perguruan Mathla'ul Anwar Telukambulu
11/06/2019
Jangan lupa yg kemaren sudah tes UTBK hayo segera daftar PTN di SBMPTN nya.
Kami SMA Mathla'ul Anwar Batujaya mendoakan mu semoga lulus SBMPTN di Kampus yg kamu impikan Amiin.
Jadwal kegiatan SBMPTN 2019 adalah sebagai berikut.
Pendaftaran SBMPTN : 10 โ 24 Juni 2019
Pengumuman Hasil SBMPTN : 9 Juli 2019 (pukul 15.00 WIB)
10/06/2019
*"SMA MATHLA'UL ANWAR" BATUJAYA"*
*"Cerdas Kreatif dan Berakhlak"*
*_Siap Mendidik anak Anda.....!_*
*_Ter-Akreditasi "A"_*
*Penerimaan Peserta Didik Baru*
*Tahun Pelajaran 2019/2020*
*BIAYA MURAH DAN TERJANGKAU*
*KUALITAS BUKAN MURAHAN*
*Intrakurikuler*
๐ :Menggunakan Kurikulum 2013
- Jurusan IPA
- Jurusan IPS
*Kokurikuler*
๐ : Mempertajam dalam Pembelajaran untuk Partisipasi
Olimpiadie Sains
*Ekstrakurikuler* dalam pengembangan Bakat
๐ทโโ๏ธ: Pramuka
๐ฎโโ๏ธ: Paskibra
๐ฉโโ๏ธ: Palang Merah Remaja
โฝ๏ธ: Futsal
๐: Bola Voli
๐ผ: Kesenian
- Marawis
- Musikalisasi Puisi
- Drama/Teater
- Musik dan Paduan Suara
๐ธ๐ฆ: Life Skill Bahasa Arab
๐ฌ๐ง: Life Skill Bahasa Inggris
*Tambahan*:
๐จโ๐ : -Terdaftar sekolah aktif SNMPTN,PMDK dan
SBMPTN Untuk Siswa Lanjut Kuliah.
- Pendukung Biaya Siswa BerPrestasi lanjut kuliah
terdaftar "Program Bidikmisi".
๐จโ๐ผ :Terdaftar/Memiliki Bursa Kerja Khusus Untuk siswa
Bekerja.
๐ฅ
:Fasilitas lengkap
๐ฉโ๐ซ :Pengajar yang terakreditasi dan aktif dalam pelatihan.
*Alamat*:
๐ซ : Jl. Raya Batujaya Km2,Telukambulu,Karawang 41354
๐ : Telp. (0267)470709 / Whats App. 083815582699
๐ง : [email protected]
๐ :
FORM PPDB SMA MATHLA'UL ANWAR BATUJAYA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2019/2020
25/05/2019
Bukber 2019. SMA Mathla'ul Anwar Batujaya temu kangen bersama Alumni.
21/05/2019
Ikatan silaturahmi yang kuat akan menciptakan pendidikan yang berkualitas saling berkolaborasi bertukar pikiran agar tercipta sebuah keberhasilan dalam pendidikan. SMP IT Nurul Huda Batujaya.
21/05/2019
Dunia muslimah
menginspirasi.
- AKU KORBAN KEKERASAN GURU -
=====
Perkenalkan, aku Adi Surya. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.
Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.
"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.
"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.
Tapi ....
Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu cukup pandai, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan s**a menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.
"Adi, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.
Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.
"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!
"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.
Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.
"Rasakan ...." kataku dalam hati.
Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.
Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.
"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Adi ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
"Adi, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua, kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
.
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
"Kamu tahu, Adi? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
"Begini, apa Adi mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.
"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.
"Adi janji, Adi akan berubah, Bu. Adi janji gak nakal lagi!"
======
Sejak hari itu, aku adalah Adi yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.
Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.
Ketika lulus SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.
"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"
Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."
Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.
Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.
Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.
Akulah Adi, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.
Namaku, Adi. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.
Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.
Beliau selalu memanggilku "Adi" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Aadii !" Dengan sangat keras.
=========
Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.
Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?
Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.
Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?
Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.
Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.
Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.
Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.
Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.
Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.
Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, karena seperti Itulah arti seorang guru sesungguhnya...
๐ฉโ๐ซ๐๐๐
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Raya Batujaya Km. 2 Telukambulu, Batujaya
Karawang
41354
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 17:00 |
| Tuesday | 08:00 - 17:00 |
| Wednesday | 08:00 - 17:00 |
| Thursday | 08:00 - 17:00 |
| Friday | 08:00 - 17:00 |
| Saturday | 08:00 - 17:00 |