08/04/2024
METODE ULAMA DALAM MENULIS
1.karya yang belum pernah diusung oleh siapapun. seperti ar-Risalah buah karya Imam Syafi'i yg berfokus dlm fan Ushul Fiqh. Mungkin Ushul Fiqh sudah ada di zaman tersebut, namun secara pembukuan materinya belum pernah ada selain ar-Risalah yang dikarang oleh Imam Syafi’i.
2. Karya yang ditujukan untuk menyempurnakan karya ulama lain seperti Syarh al-Muhadzab buah karya Imam Nawawi Kitab tersebut menyempurnakan pendapat-pendapat para ulama dengan menjelaskan mana pendapat ulama yang lebih unggul dan mana yang tidak.
3.Karya yang difokuskan untuk mengoreksi karangan ulama lain. seperti Tahzir al-Mubin.yang ditulis oleh Syaikhina Muhammad Najih M.Z. Dalam kitab tersebut beliau bukan hanya menjelaskan sekte-sekte sesat melainkan juga mengoreksi pemahaman-pemahaman salah baik disaat menyampaikan pelajaran atau yang tercantum dari sebuah kitab
4.Karya yang memperjelas sebuah karangan ulama terdahulu yang dirasa terlalu sulit di pahami seperti I’anat at-Thalibin Syarh Fath al-Mu’in buah karya Sayyid Bakri Syatho.
5.Karya yg meringkas sebuah kitab yang terlalu panjang pembahasannya. Karya tersebut seperti Tajrid as-Sorih Ala Mukhtasor Bukhorii buah karya Syaikh Az-Zabidi. Di dalam kitab tersebut beliau membuang sanad-sanad hadits yang terlalu panjang.
6.Karya yang mengumpulkan maqolah-maqolah/pendapat/pemikiran/kisah ulama yang terpisah-pisah di beberapa kitab. Seperti Manhajuss-Sawi. Kitab tersebut mengumpulkan pendapat-pendapat Saadah Ba Alawi, kisah-kisah mereka, juga maqolah para Ulama Salaf lainnya.
7.karya yang merapikan pendapat-pendapat ulama yang terpencar di beberapa kitab dan masih belum berurutan. Karya tersebut seperti Takrirat as-Sadidah. Buah karya Syekh Hasan al-Kaf
Sebenarnya yg ada ada ditulisan ini belum mencakup semua metede penulisan para ulama. Silahkan mencoba 🙂🙂🙂 sesuai kemampuan masing-masing