METODE ULAMA DALAM MENULIS
1.karya yang belum pernah diusung oleh siapapun. seperti ar-Risalah buah karya Imam Syafi'i yg berfokus dlm fan Ushul Fiqh. Mungkin Ushul Fiqh sudah ada di zaman tersebut, namun secara pembukuan materinya belum pernah ada selain ar-Risalah yang dikarang oleh Imam Syafi’i.
2. Karya yang ditujukan untuk menyempurnakan karya ulama lain seperti Syarh al-Muhadzab buah karya Imam Nawawi Kitab tersebut menyempurnakan pendapat-pendapat para ulama dengan menjelaskan mana pendapat ulama yang lebih unggul dan mana yang tidak.
3.Karya yang difokuskan untuk mengoreksi karangan ulama lain. seperti Tahzir al-Mubin.yang ditulis oleh Syaikhina Muhammad Najih M.Z. Dalam kitab tersebut beliau bukan hanya menjelaskan sekte-sekte sesat melainkan juga mengoreksi pemahaman-pemahaman salah baik disaat menyampaikan pelajaran atau yang tercantum dari sebuah kitab
4.Karya yang memperjelas sebuah karangan ulama terdahulu yang dirasa terlalu sulit di pahami seperti I’anat at-Thalibin Syarh Fath al-Mu’in buah karya Sayyid Bakri Syatho.
5.Karya yg meringkas sebuah kitab yang terlalu panjang pembahasannya. Karya tersebut seperti Tajrid as-Sorih Ala Mukhtasor Bukhorii buah karya Syaikh Az-Zabidi. Di dalam kitab tersebut beliau membuang sanad-sanad hadits yang terlalu panjang.
6.Karya yang mengumpulkan maqolah-maqolah/pendapat/pemikiran/kisah ulama yang terpisah-pisah di beberapa kitab. Seperti Manhajuss-Sawi. Kitab tersebut mengumpulkan pendapat-pendapat Saadah Ba Alawi, kisah-kisah mereka, juga maqolah para Ulama Salaf lainnya.
7.karya yang merapikan pendapat-pendapat ulama yang terpencar di beberapa kitab dan masih belum berurutan. Karya tersebut seperti Takrirat as-Sadidah. Buah karya Syekh Hasan al-Kaf
Sebenarnya yg ada ada ditulisan ini belum mencakup semua metede penulisan para ulama. Silahkan mencoba 🙂🙂🙂 sesuai kemampuan masing-masing
Abdullah Mufid
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Abdullah Mufid, Education, Karawang barat, Tunggak jati, Karawang.
07/04/2024
EKSISTENSI SANTRI DI ZAMAN MILENIAL
Santri ialah sebutan bagi orang yang mencari ilmu agama Islam di tempat yang diasuh oleh seorang kiai yang disebut pesantren. Santri memiliki keunikan dari para pelajar lainnya. Ketika di luar sana, para pelajarnya bangga dengan jasnya, bangga dengan ijazahnya, bangga dengan gelarnya, tapi santri dengan kesederhanaannya dan dengan fasilitas seadanya, tetap bertahan di zaman milenial ini untuk mempelajari, mendalami dan mempertahankan warisan Baginda nabi Muhammad SAW yakni Alquran dan Sunah.
OPINI SANTRI DI ZAMAN MILENIAL
Santri di zaman milenial ini dianggap sebelah mata sebagian kalangan, santri dianggap golongan yang kuno, primitif dan kaku dengan perkembangan zaman. Mereka (masyarakat milenial kebanyakan) menganggap santri dan teknologi adalah dua hal yang kontradiksi yang tidak mungkin bisa di satukan.
Sungguh, ini adalah sebuah opini yang tidak bertanggung jawab, yang telah tersebar dan berkembang luas di masyarakat kita.
Opini ini berdampak pada sedikitnya minat masyarakat kita untuk memasukkan anak-anaknya di pesantren.
Kami sebagai penulis di sini akan mencoba menepis opini-opini dan statemen-statemen tersebut:
1.Bagaimana bisa-bisanya mereka menganggap santri kaku dengan perkembangan di zaman ini, padahal mereka tahu bahwasanya santri mempelajari kitab-kitab untuk memahami kitab ter-valid dan tercanggih di dunia yakni Alquran. Bagaimana tidak, sebelum kemajuan di dunia ini bermunculan, Alquran sudah lama meramalkan akan kemajuan dunia, tepatnya di Surah Yunus ayat 24:
حَتَّى اِذَا اَخَذَ تْ الأَرْضُ زُخْرُفُهاَ وَزَيَّنَتْ
Yang artinya: “Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan berhias”
Kita lihat realita sekarang, dunia ini dipenuhi dengan keindahan bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi dan teknologi yang berkembang pesat dan lain sebagainya. Sudahkah dalil di atas menjadi bukti kebenaran Al-Qur'an bahwa akan kecanggihan Al-Qur'an!
Bukan hanya itu, santri juga mempelajari kitab-kitab hadis yang menjelaskan akan kemajuan di zaman ini seperti hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad:
قال رسول الله صلى عليه وسلم لا تقوم الساعة حتى يتقا رب الزمان
Yang artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga zaman saling berdekatan (waktu terasa singkat)”.
Kalau kita lihat realita sekarang , waktu begitu terasa singkat, bagaimana tidak? Perjalanan saja, yang biasanya membutuhkan waktu beberapa hari, sekarang dapat dijangkau hanya dalam beberapa jam saja.
2.Pesantren sekarang pun sudah memiliki sekolah-sekolah yang berbasis umum dengan dikolaborasikan dengan ilmu agama.
3.Banyak alumni-alumni pesantren sekarang yang mengisi posisi penting di pemerintahan, hal ini menunjukkan bahwa santri bukan hanya bisa mengaji saja, tapi juga bisa terjun di dunia politik seperti wakil presiden indonesia saat ini KH. Ma'ruf Amin
13/04/2023
Kisah nyata
lauren Boonth jurnalis sekaligus aktivis asal Inggris yang tinggal di Gaza menceritakan kekagumanya pada rakyat Palestine yang menyebabkan ia memutuskan untuk masuk islam.
Pada tahun 23 Agustus, 2008 aku ( Lauren Boonth)dengan para relawan dari Eropa datang dengan mempertaruhkan nyawa demi solidaritas kemanusiaan di Gaza Palestine, pada saat datang aku melihat sambutan yang begitu meriah dari penduduk Gaza dan aku mendengar gema suara yang begitu indah "Allahu Akbar Allahu Akbar"
Aku menetap di gaza sepanjang bulan Ramadhan dengan berpakain khas Eropa walaupun aku tahu bahwa berpakaian seperti itu diharamkan dlm keyakinan mayoritas rakyat Gaza, tapi yang aneh tidak satupun dari penduduk Gaza yang kutemui yang berkata" haram haram" mereka semua berkata" Assalamualaikum"
Dan pada malam harinya aku berkunjung kekeluarga yang sangat miskin yang berada dipengungsian kumuh ditempat bernama Rafah, kemudian aku ketuk salah satu rumah dan kemudian aku disambut oleh seorang ibu yang berkata dengan penuh bahagia dan wajah yang bersinar"Assalamualaikum silahkan masuk" aku merasa aneh padanya seakan-akan ia mempersilahkan padaku masuk ketempat yang mewah, aku masuk kedalam rumahnya kulihat tidak ada barang apapun dirumahnya hanya dua buah tikar untuk tidur dia, suami orang tua dan anaknya.
Aku sempat marah pada tuhan umat islam kenapa ia menyuruh orang yang kelaparan untuk kelaparan dengan berpuasa selama 30 hari, kemudian aku bertanya kepada ibu tadi, untuk apa kalian berpuasa ramadhan?, ibu itu menatapku dan menjawab "kami berpuasa untuk merasakan derita orang miskin" dalam hatiku berkata "aku tidak mengerti apa yang ia katakan, padahal ia tidak punya apa-apa tapi kenapa ia bisa berpuasa untuk orang lain?".
Pada saat itu terlintaskan dlm pikiranku jika seperti ini islam maka aku ingin menjadi seorang muslim, jika seperti ini kecintaan mereka pada tuhanya maka aku ingin menjadi bagian dari agama ini, tapi butuh waktu 2 tahun untukku untuk bisa masuk islam.
Demi Allah kata yang sekarang paling sering disebut disana ialah" Alhamdulillah", aku melihat ibu-ibu membagikan permen pada anak-anak mereka sambil berkata " alhamdulillah" kemudian aku pergi kebelakang untuk sholat magrib dan saat aku bersujud air mataku mengalir dengan derasnya lalu ada seorang ibu datang kemudian merangkulku sambil berkata"kenapa kau menangis", aku menjawab" aku menangis karena anak-anak kalian terus terbunuh tanpa ada yang menolong" ibu itu menatapku dengan wajah aneh: kau menangis untuk kami? Tetapi kami sangat bahagia karena kami punya Allah yang mencintai kami dan jika kami bersabar maka bagi kami surga, Alhamdulilah.
Setelah mendengar kisah tadi alfaqir merasa iri bercampur malu, iri kenapa mereka bisa mendapatkan iman sedemikian besarnya, malu karena disaat keadaan mereka yang susah mereka selalu mengingat Allah dan bersyukur padanya sedangkan Alfaqir malah sebaliknya.
Disarikan dari pidato lauren Booth
10/04/2023
اميرالمؤمنين علي رضي الله عنه:
انظر ماقال ولا تنظر من قال
"Lihat apa yang di katakan jangan melihat siapa yang mengatakan"
Kata-kata diatas selilas terlihat sangat singkat tapi mengandung banyak ma'na
Dari kata-kata diatas mengajarkan pada kita bahwa kebenaran bisa di ucapkan siapapun tanpa memandang setatus yang mengucapkannya, begitu juga setiap ucapan yang bathil, salah bisa keluar dari siapa saja tanpa memandang status yang mengucapkannya, tapi hal ini mengecualikan Allah dan rasulnya maka semua ucapan keduanya pastilah benar sebagai yang dituturkan guru kami syaikh Maimur zubar rahimahullah dalam kitabnya
توجيهات المسلمين في الوحدة والإتحاد والإنتضام في حزب اتخاد التعميري:
"وكل أحد يوخذ من كلمه ويترك إلا المعصوم صلى الله عليه وسلم ولا عاصمة عند أهل الحق إلا الكتاب والسنة ولذلك فإن الخطاء فيما سوى ذلك أمر ممكن
Artinya : setiap orang kadang diambil dan ditinggal ucapannya kecuali (Nabi Muhammad Saw) yang dijaga dari segala dosa, dan menurut ahli Haq tidak ada yang dijaga dari kesalahan kecuali Al-kitab (Al-Qur'an) dan As-Sunnah (Hadits), maka kesalahan merupakan suatu yang mungkin terjadi (bahkan pasti terjadi ) pada selain keduanya
Imam Malik pernah berkata kepada murid-nya di sa'at beliau menyampaikan pelajaranya
كلٌ يؤخذ من كلامه ويُرد عليه الا صاحب هذا القبر”
Artinya :setiap orang kadang diambil dan ditolak ucapannya kecuali penghuni kubur ini(Rasulullah Muhammad Saw)
Jadi apabila ada seorang tokoh mengucapkan sesuatu kita timbang bukan karena setatusnya, pangkatnya dan ketokohonya tapi kita pandang isi ucapanya apabila yang diucapkan suatu yang benar maka kita benarkan dan ikuti tapi jika yang diucapkan adalah suatu yang bathil dan salah maka kita salahkan
Dari perkataan diatas juga mengajarkan kepada kita kemoderatan dalam menilai sesuatu dan mengajarkan kepada agar tidak fanatik pada pelaku kebatilan walaupun ia memiliki kedudukan yang tinggi sebagaimana Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk menegakkan kebenaran pada siapapun
أنَّ قُرَيْشًا أهَمَّهُمْ شَأْنُ المَرْأَةِ المَخْزُومِيَّةِ الَّتي سَرَقَتْ، فَقالوا: ومَن يُكَلِّمُ فِيهَا رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ؟ فَقالوا: ومَن يَجْتَرِئُ عليه إلَّا أُسَامَةُ بنُ زَيْدٍ، حِبُّ رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أتَشْفَعُ في حَدٍّ مِن حُدُودِ اللَّهِ، ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، ثُمَّ قالَ: إنَّما أهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ، أنَّهُمْ كَانُوا إذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وإذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أقَامُوا عليه الحَدَّ، وايْمُ اللَّهِ لو أنَّ فَاطِمَةَ بنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
“Orang Quraisy khawatir tentang perempuan Makhzumiya yang mencuri, jadi mereka berkata: Siapa yang berbicara pada Rasulullah tentang perempuan Makhzumiyah yang mencuri? Mereka berkata: tidak ada yang berani melakukannya selain Usamah bin Zaid, kekasih Rasulullah, shalawat dan salam , maka Osama berbicara kepadanya , dan dia berkata: Apakah mendapat syafaat karena melanggar batasan -batasan Allah? Kemudian Nabi berdiri lalu berkhutbah lalu berkata: Orang-orang sebelum kamu dihancurkan karena jika bangsawan di antara mereka mencuri, mereka meninggalkannya, dan jika yang lemah di antara mereka mencuri, mereka memberikan hukuman padanya, dan demi Allah: Jika Fatimah putri Muhammad mencuri, saya akan memotong tangannya
Dari hadits ini Nabi mengajarkan kepada kita untuk bersikap adil walaupun itu merugikan diri kita, dan memberi kita gambaran seorang pemimpin yang hanya mendukung kebenaran tanpa memandang status, pangkat dan hubungan kekeluargaan.
10/04/2023
.
Berpenampilan baik, rapi, bersih, bagus merupakan sesuatu yang legal- legal saja bahkan bisa menjadi amal yang bernilai ibadah apabila diniati mensyukuri nikmat, memulyakan ilmu dan semua niat yang positif yang dianjurkan oleh syaria'at ,hal ini senada dengan firman Allah :
قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِینَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِیۤ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّیِّبَـٰتِ مِنَ ٱلرِّزۡقِۚ قُلۡ هِیَ لِلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا خَالِصَةࣰ یَوۡم القيامة
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia,khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat"(.surat Al- A'raf ayat 32 :).
Imam Arr-Razi mengomentari ayat ini dalam karyanya Mafatihul Gaib : ayat ini menunjukkan bahwa segala jenis perhiasan( pakaian yang baik, mobil dll) semuanya adalah halal mengecualikan perhiasan yang diharamkan oleh syari'at
Bahkan berpenampilan baik dianjurkan aleh Nabi , sebagaimana sabda Rasulullah SAW . إن الله جميل يحب الجمال
Artinya, “Allah itu indah. Dia mencintai keindahan.
Berpenampilan rapi dan mewah tidak bisa langsung kita artikan dan klaim sebagai bentuk kesombongan, cinta dunia, , tapi mungkin yang memicu itu semua itu karena beberapa alasan : tuntutan zaman yang memandang semua hal positif dilihat dari bentuk fisik dan luarnya saja, untuk memulyakan ilmu, menampakkan nikmat yang telah Allah berikan sebagaiman jawaban imam Malik yang ditanya kenapa beliau hidup mewah, , bahkan hal tersebut menjadi keharusan bagi orang-orang yang mempunyai kharisma seperti ulama , pejabat.
Maka kita tidak usah heran banyak dari ulama kita yang hidupnya mewah, bergelimang harta , contoh Imam Malik yang dalam sebuah riwayat menceritakan beliau memiliki lima ratus pasang sandal , seratus surban
Sayyid Muhammad memiliki mobil yang mana didunia tidak ada yang memilikinya kecuali beliau dan raja Inggris saja , bahkan beliau ketika minyak yang beliau gunakan bernilai juta'an , tapi apa semua ini menunjukkan bahwa ulama kita adalah pencinta dunia, pemuja syahwat ? Jawabannya tentu tidak , karena sifat Zuhud sebagaina yang dituturkan Sayyid Muhammad (tidak senang dunia) tidak terletak dari pakaian dan penampilan tapi terletak disini ( hati )
”
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Karawang Barat, Tunggak Jati
Karawang