04/03/2026
Kematian bukan akhir, tapi babak baru. 🚪✨
Seringkali kita merasa dunia adalah segalanya, padahal kita hanyalah pengembara yang sedang singgah. Seperti yang dituturkan oleh Bilal bin Sa'ad rahimahullah, jiwa kita tidak diciptakan untuk musnah. Kita hanya sedang mengantre untuk pindah "rumah".
Dari rahim ke dunia, dari dunia ke kubur, hingga akhirnya menetap di keabadian. Pertanyaannya: Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk rumah terakhir kita?
Simak nasihat mendalam ini... Diriwayatkan bahwa Bilal bin Sa'ad rahimahullah menuturkan,
يَا أَهْلَ الْخُلُودِ وَيَا أَهْلَ الْبَقَاءِ إِنَّكُمْ لَمْ تُخْلَقُوا لِلْفَنَاءِ وَإِنَّمَا خُلِقْتُمْ للبقاء، وَإِنَّمَا تنقلون مِنْ دَارٍ إِلَى دَارٍ كَمَا نُقِلْتُمْ مِنَ الْأَصْلَابِ إِلَى الْأَرْحَامِ، وَمِنَ الْأَرْحَامِ إِلَى الدُّنْيَا، وَمِنَ الدُّنْيَا إِلَى الْقُبُورِ، وَمِنَ الْقُبُورِ إِلَى الْمَوْقِفِ، وَمِنَ الْمَوْقِفِ إِلَى الْخُلُودِ فِي الْجَنَّةِ أَو فِي النَّار.
❝ Wahai penduduk keabadian, duhai penduduk kekekalan, sesungguhnya kalian diciptakan bukan untuk sirna! Kalian itu diciptakan untuk menghadapi kehidupan abadi. Kalian hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya; sebagaimana kalian berpindah dari sulbi menuju rahim, dari rahim menuju dunia, dari dunia menuju alam kubur, dari alam kubur menuju mauqif (padang mahsyar), dan akhirnya dari mauqif menuju surga atau justru neraka. ❞
📖 Kitab Al-Qushshōsh wal Mudzakkirīn, hlm. 280, Cet. Al-Maktab Al-Islami.
Bergabunglah bersama kami
NasehatIslam