24/08/2021
Transplantasi Terumbu Karang merupakan salah satu upaya rehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup yang selanjutnya ditanam di tempat lain yang mengalami kerusakan atau menciptakan habitat baru dengan berbagai media buatan manusia, seperti kerangka besi, balok beton atau patung, media besi atau logam, bahkan bangkai kapal sekalipun, hindari menggunakan media berbahan kimia yang malah mencemari dan merusak situs transplantasi.
Teknik ini semakin populer baik di pihak pemerintah maupun di kalangan masyarakat.
Walaupun pada kenyataan praktek di lapangan kebanyakan media ini terbengkalai dan tidak terawat, atau lebih parahnya lagi tidak tepat sasaran dimana lokasi peletakkan media tanam malah merusak terumbu karang yang sudah ada. Sangat penting untuk mengetahui karakteristik lokasi penanaman, akses menuju lokasi agar agenda pengawasan dan perawatan dapat berkelanjutan dan efektif.
Sebagai penggiat freedive, Anda juga dapat berpartisipasi membantu kelangsungan hidup terumbu karang di media tanam dengan tidak merusak, menginjak bahkan duduk dibagian media hanya untuk berfoto, selalu jaga jarak aman, mengambil sampah yang tersangkut, membersihkan karang dari parasit, ikut dalam program belajar transplantasi sehingga Anda paham cara memindahkan karang patah yang masih hidup ke media tanam.
Tujuan dari transplantasi ini sudah jelas untuk rehabilitas terumbu karang sehingga menjadi rumah baru bagi biota laut, jangan malah ikut merusak ya, sudah cukup banyak kerusakan pada laut yang kita perbuat tanpa kita sadari. Emisi karbon, sampah yang berakhir di laut, bahan kimia dari sunscreen dan masih banyak lagi.