Tepatnya di jalan Ngalian No. 4 Karanganyar, kurang lebih 500 m sebelah selatan Taman Pancasila / rumah dinas Bupati Kabupaten Karanganyar. Disamping letaknya yang strategis, dilalui seluruh jalur angkuta dari berbagai daerah, juga berada di komplek sekolah :
- di sebelah Timur : POLTEK Karanganyar dan SMAN 1 Karanganyar
- di sebelah Barat : SMK N 1 Karanganyar
- di sebelah Selatan : SMA Muhammadi
yah 1 Karanganyar
Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar memiliki 2 kampus yang jaraknya ± 500 m :
Kampus I : sebagai kampus utama menempati tanah seluas 4725 m2 yang merupakan tanah milik madrasah dan bersertifikat dengan status tanah HGB. Kampus II : awal berdirinya sebagai asrama siswa siswi MAN Karanganyar untuk lebih mendalami ilmu agama. Sejalan dengan perkembangan MAN Karanganyar mulai tahun 1999 di buka kelas extra kurikuler menjahit, mengetik dan sampai saat ini sudah mengalami perkembangan dengan dibuka kelas keterampilan baru, yaitu las, meubelair,pemesinan, tata busana dan otomotif. Disamping itu juga dipergunakan untuk SMK Kelas jauh, yaitu SMK MAN Karanganyar jurusan teknik pemesinan
B. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MAN KARANGANYAR
1. Periode Sebelum MADRASAH ALIYAH NEGERI Karanganyar
Asal mula berdirinya lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Surakarta, sebelumnya merupakan lembaga Pendidikan Guru Agama (PGA) Muhammadiyah, kemudian PGAP Muhammadiyah Karanganyar oleh Pemerintah dialih fungsikan menjadi PGAP 4 Tahun Negeri dan akhirnya ditingkatkan lagi menjadi PGAN 6 Tahun. Proses penegerian PGA, berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI sebagai berikut :
a. Pada bulan Agustus Tahun 1968 PGAP Muhammadiyah menjadi PGAP Negeri 4 tahun dengan berdasar Surat Keputusan Menteri Agama RI tanggal 24 Pebruari 1968 Nomor 37 Tahun 1968. Dari PGAP Negeri 4 Tahun kemudian oleh Pemerintah ditingkatkan menjadi PGAN 6 Tahun Karanganyar. Perubahan PGAP menjadi PGAN 6 Tahun berdasar Keputusan Menteri Agama RI, dengan SK Menteri Agama tanggal 8 Oktober 1969 Nomor 128 Tahun 1969. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemerintah, akhirnya pemerintah mengambil kebijaksanaan yaitu dari beberapa PGAN 6 Tahun se Jawa Tengah tinggal 8 PGAN 6 Tahun yang masih, yang lainnya diubah menjadi MTsN dan MAN termasuk PGAN 6 Tahun Karanganyar. Perubahan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama tanggal 16 Maret 1978 Nomor 17 Tahun 1978. PGAN 6 Tahun Karanganyar diubah menjadi dua lembaga pendidikan yaitu :
1) Kelas I, II dan III menjadi MTsN Karanganyar
2) Kelas IV, V menjadi kelas I dan II MAN Karanganyar sedangkan kelas VI dihabiskan sampai lulus PGAN 6 Tahun
2. Periode Madrasah Aliyah Negeri Karanganyar Surakarta
Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI tanggal 16 Maret 1978 Nomor 17 Tahun 1978 PGA 6 Tahun Karanganyar, dibagi menjadi dua lembaga pendidikan yaitu MTsN Karanganyar dan MAN Karanganyar. Adapun kelas IV, V dan VI menjadi MAN Karanganyar. Sebagai kepala MTsN Karanganyar adalah Bp. Drs. Mudzakir. Sedangkan yeng menjabat kepala MAN masih meneruskan kepala PGAN 6 tahun yaitu Bapak H.Djunaidi, BA. C. PERKEMBANGAN MAN KARANGANYAR
1. Periode PGAP Muhammadiyah
Awal beridirinya lembaga pendidikan ini sebagaimana diketahui adalah dimulai dari PGAP Muhammadiyah 4 Tahun yang diKepalai oleh Bapak H. Zubaidi. Pada waktu itu, masih menepati 3 lokasi di sekitar kota kecamatan Karanganyar. Setelah PGAP Muhammadiyah oleh pemerintah dinegerikan menjadi PGAN 4 Tahun, ketika itu juga sebagai Kepala sekolah adalah Bapak H. Djunaidi,BA. Sedangkan bapak H. Zubaidi dengan tenaga dan pikirannya ke Jakarta untuk mencari proyek sekaligus memperjuangkan keberadaan PGAP Muhammadiyah yang telah dinegerikan tersebut untuk selanjutnya agar menjadi berkembang lebih baik. Karena Bapak H. Zubaidi ke Jakarta maka untuk selanjutnya yang menjadi Kepala PGAN 4 Tahun sampai dengan PGAN 6 Tahun adalah Bapak H. Djunaidi.
2. Periode PGAN 4 Tahun dan PGAN 6 Tahun
Pada periode ini beberapa hal mengalami perubahan antara lain :
a. Lokasi yang dahulunya dibeberapa tempat, pada masa ini dengan proyek pemerintah lewat yayasan PGA membeli tanah yang ditempati sampai saat ini dan sebagian dari luas tanah tersebut merupakan hibah dari Bapak Djunaidi,BA, Bapak Zubaidi, Bapak Roto Harsono dan Bapak Abdul Basir. Membangun 3 lokasi ruang kelas baru yang permanen dan 16 lokal semi permanen / dari bambu sebagai dindingnya.dan sempat roboh karena kena angin putting beliung. Mengusahakan beberapa guru lain untuk memperkuat KBM setelah menjadi PGAN 4 Tahun.
3. Periode MAN Karanganyar
a. Masa kepemimpinan Bapak H. Djunaidi (Tahun 1969-1983)
- Pada masa itu merupakan masa peralihan maka banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya, dimana guru-guru Agama mengajar mata pelajaran umum dan terpaksa juga mengangkat banyak guru tidak tetap.
- Selang beberapa tahun masa kepemimpinan ini gedungnya sebagian besar sudah menjadi permanen bahkan sudah membuat Masjid dan Aula.
- Pada tahun 1983 membuat gedung / laboratorium IPA yang berada di lokal sebelah selatan
- Di bidang kegiatan ekstra pernah juara I jambore PGAN 6 tahun Se Jateng
- Selama kepemimpinan beliau banyak mengkader anak buah untuk menjadi pimpinan lembaga, antara lain :
1. Bapak Drs. Marsudin menjadi Kepala MAN Suruh Semarang
2. Bapak Tibyani, BA. menjadi Kepala MTsN Plupuh Sragen
3. Ustani Hilman menjadi Kepala Bidang Pendais Kalimantan Barat
4. Bapak Rusli Awi menjadi Kepala MTsN Prambanan
5. Bapak Syamsuri, BA, menjadi Kepala KUA Sumber Lawang Sragen
6. Mudhakir menjadi Kepala MTsN Karanganyar
b. M. Rodji (Tahun 1983-1993)
Karena semua gedung untuk kegiatan belajar mengajar sudah hampir tercukupi maka pada kepemimpinan ini diusahakan untuk membeli tanah yang lain sebagai tambahan program kegiatan yaitu program keterampilan, dengan membeli sebidang tanah seluas 6000 m 2 disebelah Utara waduk lalung yang merupakan tanah HGB. Pada masa ini ada beberapa hal yang perlu dicatat antara lain :
- Untuk memantapkan KBM dan guna memenuhi kebutuhan mata pelajaran umum maka diusulkan yang tadinya guru GTT menjadi PNS dengan merekrut guru DPK dari Kandepdikbud menjadi guru mapel umum di MAN Karanganyar
- Pada tahun 1984 pemerintah daerah menjaring pegawai negeri baru dimana lulusan MAN tidak diperbolehkan mendaftar menjadi CPNS di lingungan Pemda dan Diknas berakibat pada tahun berikutnya input masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke MAN Karanganyar menurun drastis sehingga yang dulunya 18 kelas tinggal 6 kelas.
- Pada masa itu dapat dikatakan masa krisis untuk memperoleh siswa baru.
- Selama kepemimpinan beliau juga mengkader beberapa anak buahnya untuk menjadi pimpinan lembaga, antara lain :
1. Bapak H. Musliman menjadi Kasi Pendais Kandepag Karanganyar
2. Toha menjadi kepala MAN Sragen
3. Abdul Basir, menjadi Kasi Kandepag Karanganyar
4. Bapak Suparwi ,BA menjadi pengawas di wilayah Kandepag Boyolali. Pada masa ini p**a tanah yang berada di sebelah Utara Waduk Lalung yang sekarang terkenal dengan nama Kampus II MAN Karanganyar sudah didirikan gedung keterampilan permanen dan sekaligus sebagai Asrama siswa-siswi MAN Karanganyar .. Masa kepemimpinan ini diakhiri dengan pensiunnya Bapak H. Rodji. Masa Kepemimpinan Drs. H. Abdul Basir, MBA (tahun 1993 – 1996)
Fokus program masa kepemimpinan ini adalah mengembangkan kepercayaan masyarakat untuk kembali sekolah ke MAN Karanganyar. Disamping sosialisasi yang gencar ke daerah-daerah tentang MAN Karanganyar juga bagaimana mengangkat siswa untuk berprestasi dengan cara membuka kelas khusus dan ternyata dari kelas khusus ini tercetak anak yang menjadi pelajar teladan kabupaten Karanganyar dan juga banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pembangunan fisik pada masa itu antara lain :
- Rehab masjid
- Membeli seperangkat alat musik (Band)
- Mengembangkan ketrampilan otomotif dengan membeli sepeda motor second 5 buah sebagai alat praktek.
- Selama kepemimpinan beliau juga mengkader beberapa anak buahnya untuk menjadi pimpinan lembaga, antara lain :
1. Siswadi sebagai Kepala MAN Plupuh Sragen.
2. Bapak Sigit Mulyono Sebagai pengawas pendidikan di Kandepag Wonogiri
Kepemimpinan beliau diakhiri dengan diangkatnya Bapak H. Abdul Basir sebagai Kandepag Kabupaten Karanganyar.dan digantikan oleh bapak Drs.Badaruddin sebagai kepala MAN yang baru. d. Badaruddin, M.Ag (tahun 1996 – 2007)
Diawal kepemimipananya masih meneruskan program kepala madrasah sebelumnya yaitu bagaimana MAN menjadi lembaga pendidikan yang diminati masyarkat kembali. Sebagaimana sebelum Era tahun 80’an dengan jargon yang selalu didengungkan untuk civitas MAN yaitu bagaiman MAN menjadi lembaga pendidikan yang Islami,kompetitif dan Populis. Dipertengahan karir beliau sebagai Kepala Madrasah dan sampai akhir kepemimpinanya yang kurang lebih selama 11 tahun MAN Karanganyar sudah kembali diminati masyarakat, terbukti sampai saat itu siswa MAN Karanganyar sudah mencapai 24 dengan jumlah siswa-siswi 925 anak. Keberhasilan ini sudah barang tentu juga tidak lepas dari dukungan seluruh guru, karyawan dan keluarga besar MAN Karanganyar. Seiring dengan bertambahnya jumlah siswa maka diiringi p**a dengan tambahan bangunan fisik juga perubahan program diantaranya ;
1. Dari dulunya yang semua ruang kelas maupun ruang kantor berlantai satu pada masa kepemimpinannya semua sudah berlantai dua dan berkeramik.
2. Merenovasi Aula, Masjid, dan Pagar Madrasah.
3. Membuat gedung ketrampilan yang dipergunakan untuk ketrampilan Las, Meubeler, Menjahit, otomotif dan pemesinan. Pada masa kepemimpinannya p**a bekerjasama dengan Dikmenjur dibuka SMK Kelas jauh yang bekerjasama dengan SMK Negeri 2 Karanganyar, dimana sampai pada akhir kepemimpinanya SMK MAN sudah menjadi tiga angkatan / enam kelas dan sudah meluluskan satu angkatan pada tahun Diklat 2006 / 2007, yang berlokasi di kampus 2. Dengan keberadaan SMK MAN Karanganyar sudah barang tentu dibarengi dengan pengadaan fasilitas gedung maupun peralatan untuk menunjang kegiatan SMK. Dengan jalinan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah kabupaten karanganyar maka SMK MAN juga mendapat bantuan-bantuan. Sehingga pada tahun 2007 sudah mempunyai delapan ruang kelas baru khusus untuk SMK MAN dan juga ruang kantor serta peralatan mesin untuk jurusan pemesinan. Pada tahun pelajaran 2005/2006 MAN Karanganyar mendapatkan bantua dari Kanwil Depag berupa seperangkat laboratorium Bahasa. Juga untuk menambah wawasan tentang teknologi informsi juga mengadakan seperangkat komputer untuk kelas Internet, walaupun sebelumnya sudah ada kelas khusus untuk program komputer. Masa kepemimpinanya berakhir pada tahun pelajaran 2006/2007 dan beliau dipindah tugaskan ke MAN Salatiga. Kemudian digantikan oleh bapak H.M. Malzum Adnan, S.Pd, MM, yang sebelumnya menjabat di MAN Purwodadi. e. Masa Kepemimpinan Bapak H.M. Malzum Adnan, S.Pd, MM (April 2007 – sekarang )
Ada dua hal penting yang perlu dicatat diawal kepemimpinan beliau,yaitu
1. Program pertama sekaligus program tahun pelajaran 2006/2007 adalah program kesejahteraan bagi guru dan karyawan sehingga beliau menginginkan kedepan semua guru karyawan lebih sejahtera secara finansial dan pada gilirannya dengan kesejahteraan yang baik dihasilkan kinerja yang baik p**a.
2. Bekerja sama dengan pengurus Komite Madrasah pada tahun pelajaran 2007/2008, dengan biaya swadaya Madrasah, membangun 3 lokal gedung yang berlantai 2 (dua) dengan kegunaan sebagai berikut :
a. Pada Lantai bawah
1. Ruang Kepala Madrasah
2. Ruang Kantor TU
3. Ruang serba guna (lobi, piket, menambah daya tampung untuk shalat berjamaah)
b. Lantai kedua :
1. Aula
2. Ruang Komputer
3. Ruang BP
4. Ruang Laborat
3. Pengecetan gedung secara keseluruhan dan penyempurnaan Komputer untuk kebutuhan Internet dan Mata Pelajaran TIK, yang dilengkapi dfengan AC (Air Conditioner)