Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah

Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah Bersama membangun jalan ke surga dan ikut serta didalam mencerdaskan bangsa

29/09/2023

Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad

Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad

Allâh ‘Azza wa Jalla telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan pilihan-Nya pada diri Muhammad bin `Abdillâh shallallahu ‘alaihi wasallam . Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari Allâh ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada agama sebelumnya.

Dalam Shahîh Muslim, Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

“Sesungguhnya Allâh memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail. Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim” (HR Muslim no. 4221).

Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam merupakan pokok dari seluruh intisari kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau shallâllahu ‘alaihi wasallam juga terdapat pokok dari intisari-intisari keutamaan dan ketinggian derajat di sisi Allâh ‘Azza wa Jalla ( Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).

Manfaat dirasah (mempelajari) Siroh Nabawi
Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berguna sebagai nutrisi bagi hati dan sumber keceriaan bagi jiwa serta penyejuk bagi mata. Bahkan hal itu merupakan bagian dari agama Allah Ta’ala dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sebab, kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sarat merupakan kehidupan dengan mobilitas tinggi, ketekunan, kesabaran, keuletan, penuh harapan, jauh dari pesimisme dalam mewujudkan ubudiyah (penghambaan diri) kepada Allah Ta’ala dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.

Faedah dan manfaat mempelajari Sirah Nabawi tersimpulkan pada poin-poin berikut:

1. Mengenal teladan terbaik bagi seluruh manusia dalam aqidah, ibadah dan akhlak. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah“. (QS. Al-Ahzab/33:21).
Dan usaha meneladani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak bisa lepas dari mengetahui sejarah hidup dan petunjuk-petunjuk beliau.

2. Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi mizan (timbangan) amal perbuatan manusia. Tentang ini, Imam Sufyan Ibnu ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah timbangan paling inti. Maka, segala sesuatu ditimbang dengan akhlak, siroh dan petunjuk beliau. Yang sesuai, maka itulah yang benar, dan yang berlawanan dengannya, maka itulah kebatilan”. (Diriwayatkan al-Khathib al-Baghdadi dalam muqaddimah kitab al-Jami li Akhlaqir Rawi wa Adabi as-Sami’).

3. Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membantu dalam memahami Kitabullah, karena kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan pengamalan nyata terhadap al-Qur`an. Hal ini berdasarkan keterangan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ditanya tentang akhlak beliau, “Akhlak beliau adalah al-Qur`an”. Dan yang dimaksud dengan akhlak di sini adalah pengamalan agama beliau, beliau telah mengerjakan petunjuk al-Qur`an dengan sempurna, dalam hal perintah dan larangan serta adab-adab al-Qur`an.

4. Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperkuat cinta seorang Muslim kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Penanaman cinta dan penguatannya pada hati seorang Muslim menuntutnya untuk mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, supaya cintanya kian subur di hatinya terhadap sosok yang mulia ini. Dan selanjutnya, cinta tersebut akan mendorongnya menuju setiap kebaikan dan ittiba’ kepada beliau.
Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.

5. Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.

6. Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membantu memudahkan memahami Islam dengan baik dalam aspek aqidah, ibadah dan akhlak. Dan sejarah telah mencatat bahwa beliau memulai dakwah dengan tauhid dan perbaikan aqidah dan menekankan pada masalah tersebut.

7. Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggariskan manhaj (metodologi) dalam berdakwah di atas bashirah (ilmu). Dan seorang dai sejati adalah orang yang menguasai petunjuk, langkah dan sejarah hidup beliau. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata” (QS. Yusuf/12:108)

8. Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri sudah merupakan bukti kebenaran nubuwwah dan kerasulan beliau.

9. Mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan pintu berkah menuju gerbang kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengetahui petunjuk-petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab tidak ada jalan menuju kebahagiaan bagi seorang hamba di dunia dan di akhirat kecuali melalui petunjuk para rasul.

10. Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat. Generasi Islam akan mengalami kemerosotan bila sebagian mereka lebih mengenal sejarah hidup orang-orang yang tidak pantas diteladani.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantungkan kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba kepada beliau, dan menjadikan celaka di dunia dan akhirat disebabkan menentang beliau”. (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad 1/36).

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi tiga golongan: mustaktsir (banyak tahu), muqill (kurang peduli), mahrum (jauh darinya). Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis menjadi realita yang ada di tengah umat.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak pernah habis dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di Surga Khuld yang paling tinggi”. (HR. Ahmad dan lainnya. Al-Albani menilai hadits ini berderajat hasan. Ash-Shahihah no.2301).

[Bahan kajian ini merupakan ringkasan dari makalah Min Fawaaidi ad-Dirasah as-Siratin Nabawiyyah. Syaikh Prof.DR. Abdur Rozzaq al-Badr dalam websitenya al-badr.net, dengan sedikit tambahan]



Penulis: Ustadz Muhammad Ashim Musthafa Lc.
Artikel Muslim.Or.Id

Mari kita mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengamalkan sunnah-sunnah beliau dan meneladani akhlak beliau.

💛🕌 TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SANTRI LANSIA 🕌💛Anda sudah berusia lanjut tapi belum bisa membaca Al Quran?Atau belum bisa s...
04/01/2023

💛🕌 TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SANTRI LANSIA 🕌💛

Anda sudah berusia lanjut tapi belum bisa membaca Al Quran?

Atau belum bisa sholat dengan benar sesuai fiqih?

Bergabunglah bersama kami di Pondok Pesantren Husnul Khatimah. Pondok Pesantren Husnul Khatimah adalah pesantren yang fokus pada pendidikan agama islam bagi masyarakat lanjut usia. Saat ini kami membuka kesempatan bagi anda yang ingin belajar agama namun terkendala karena usia untuk mengikuti:

👳🏻‍♀️ Program Cahaya Senja 🧕🏻
Cukup meluangkan waktu 3 hari untuk belajar Quran dan Materi fiqih dasar

Waktu dan tempat:
📆 Jumat-Minggu, 13-15 Januari 2023
(Jumat mulai jam 14.00-Minggu jam 12.00 )

🏡 Villa Pondok Husnul Khotimah
https://g.co/kgs/xDoLPL

Fasilitas:
🍞 Snack dan makan
🏬 Penginapan
🚑 Layanan kesehatan
🚌 Antar jemput (Khusus Solo Raya)

Materi Pembelajaran:
🔰Baca Al Quran
🔰Kaifiyah Wudhu
🔰Kaifiyah Sholat
🔰Tahsin Alfatihah
🔰Tahsin At Tahiyat
🔰Kajian Keislaman
🔰Wisata Kebun Quran
🔰Fun Game

Keuntungan mengikuti program:
❇️ Didampingi oleh ustadz-ustadz yang kompeten, sabar dan telaten
❇️ Tidak perlu sungkan dan malu untuk belajar karena bersama teman yang seusia
❇️ Tidak perlu mengeluarkan biaya karena Gratis *💯%
❇️ Dijamin bisa membaca Al Quran
❇️ Dijamin bisa wudhu dan sholat sesuai kaidah fiqih

🗒️ Persyaratan:
✅ Berusia minimal 40 tahun
✅ Sehat dan mandiri dalam beraktivitas
✅ Belum bisa membaca Al Quran
✅ Bersedia mengikuti program sampai selesai

Narahubung:
Rahmadi (085867817381)

Presented by:

PONDOK HUSNUL KHATIMAH
Dukuh Ngledok RT 03 RW 07 Ngemplak, Karangpandan, Karanganyar

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJA HARI 3Alhamdulillah program Cahaya Senja yang diselenggarakan oleh Pesantren Treng...
18/09/2022

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJA
HARI 3

Alhamdulillah program Cahaya Senja yang diselenggarakan oleh Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah telah selesai. Bp. Slamet Raharjo selaku pendiri Pondok Pesantren hadir dan menutup acara Cahaya Senja kali ini. Beliau berpesan kepada peserta agar jangan melupakan kebiasaan baik yang telah didapatkan selama mengikuti program. Beliau juga meminta agar pengalaman nyantri di Pondok ini disebarkan agar semakin banyak masyarakat yang bergabung dan mendapatkan manfaat.

Hari pertama kami menjemput peserta dan hari ketiga kami mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Semua akomodasi dan pelayanan yang didapatkan peserta ditanggung sepenuhnya oleh Bp. Slamet Raharjo. Oleh karena itu, bagi Bapak/Ibu yang ingin bergabung dengan program ini hanya perlu menyediakan modal komitmen dan keinginan yang kuat untuk belajar.

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJAHARI 2Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuannya membaca Alquran....
17/09/2022

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJA
HARI 2

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuannya membaca Alquran. Setiap kelompok dipandu oleh pengajar dari Tim Tsaqifa karanganyar. Metode Tsaqifa sangat cocok bagi lansia yang baru belajar Alquran. Bagi peserta yang telah memahami huruf hijaiyah, pembelajaran fokus kepada pembenaran tajwid. Peserta sangat bersemangat selama kegiatan karena materi diajarkan dengan ringan dan menyenangkan

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJAHARI 1Jumat, 16 September 2022 merupakan hari yang membahagiakan bagi kami karena k...
17/09/2022

PROGRAM PESANTREN LANSIA CAHAYA SENJA
HARI 1

Jumat, 16 September 2022 merupakan hari yang membahagiakan bagi kami karena kedatangan santri lansia yang ingin mengikuti Program Cahaya Senja. Selama 3 hari peserta menginap di Villa Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah untuk belajar baca Alquran, Fiqh Thaharah, dan Fiqh Sholat. Alhamdulillah Hari 1 pertama berjalan dengan lancar. Acara dibuka dengan Sambutan dari Perwakilan Pondok oleh Ust Mansur Efendi dan dilanjutkan dengan Ngaji Sore. Peserta antusias mengikuti serangkaian acara dan sangat menikmati suasana di lingkungan Villa Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah yang asri dan nyaman. Semoga Hari 2 berjalan dengan lancar.

💡 🕋 *TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SANTRI LANSIA* 🕋💡_Anda sudah berusia lanjut tapi belum bisa membaca Al Quran?__Atau belum ...
15/09/2022

💡 🕋 *TELAH DIBUKA PENDAFTARAN SANTRI LANSIA* 🕋💡

_Anda sudah berusia lanjut tapi belum bisa membaca Al Quran?_

_Atau belum bisa sholat dengan benar sesuai fiqih?_

Bergabunglah bersama kami di Pondok Pesantren Husnul Khatimah. *Pondok Pesantren Husnul Khatimah* adalah pesantren yang fokus pada pendidikan agama islam bagi masyarakat lanjut usia. Saat ini kami membuka kesempatan bagi anda yang ingin belajar agama namun terkendala karena usia untuk mengikuti:

👳🏻‍♀️🧕🏻 *Program Cahaya Senja*
Cukup meluangkan waktu 3 hari untuk belajar Quran dan Materi fiqih dasar

*Waktu dan tempat:*
📆 Jumat-Minggu, 16-18 September 2022
(Jumat mulai jam 15.00-Minggu jam 12.00 )

🏡 Villa Pondok Husnul Khotimah
https://g.co/kgs/2wHhAQ

*Fasilitas:*
🍞 Snack dan makan
🏬 Penginapan
🚑 Layanan kesehatan
🚌 Antar jemput

*Materi Pembelajaran:*
🔰Baca Al Quran
🔰Fiqih Thaharah
🔰Fiqih Sholat
🔰Kajian Keislaman
🔰Wisata Kebun Quran

*Keuntungan mengikuti program:*
❇️ Didampingi oleh ustadz-ustadz yang kompeten, sabar dan telaten
❇️ Tidak perlu sungkan dan malu untuk belajar bersama teman yang seusia
❇️ Tidak perlu mengeluarkan biaya karena *Gratis *💯%*
❇️ Dijamin bisa membaca Al Quran
❇️ Dijamin bisa wudhu dan sholat sesuai kaidah fiqih

🗒️ *Persyaratan:*
✅ Berusia minimal 40 tahun
✅ Sehat dan mandiri dalam beraktivitas
✅ Belum bisa membaca Al Quran
✅ Belum mengetahui fikih wudhu dan sholat
✅ Bersedia mengikuti program sampai selesai

*Narahubung:*
Dwi R (085879399819)

Presented by:

*PONDOK HUSNUL KHATIMAH*
Dukuh Ngledok RT 03 RW 07 Ngemplak, Karangpandan, Karanganyar

Ringan di Lisan Berat di MizanDari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “A...
23/09/2021

Ringan di Lisan Berat di Mizan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Kedua kalimat ini merupakan penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.” Beliau juga berpesan, “Wahai hamba Allah, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan amal (Mizan) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).

Subhanallahi wabihamdih
Makna ucapan subhanallah –Maha suci Allah- adalah; anda menyucikan Allah ta’ala dari segala aib dan kekurangan dan anda menyatakan bahwa Allah Maha sempurna dari segala sisi. Hal itu diiringi dengan pujian kepada Allah –wabihamdih– yang menunjukkan kesempurnaan karunia dan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepada makhluk serta kesempurnaan hikmah dan ilmu-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446)

Subhanallahil ‘Azhim
Makna ucapan ini adalah tidak ada sesuatu yang lebih agung dan berkuasa melebihi kekuasaan Allah ta’ala dan tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya daripada-Nya, tidak ada yang lebih dalam ilmunya daripada-Nya. Maka Allah ta’ala itu Maha agung dengan dzat dan sifat-sifat-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446).

Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam tidaklah meninggalkan warisan berupa harta benda, namun meninggalkan dua...
16/09/2021

Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam tidaklah meninggalkan warisan berupa harta benda, namun meninggalkan dua perkara yang apabila kita berpegang teguh padanya InsyaAllah akan selamat dengan akhir yang baik (Husnul Khatimah)

Dua perkara yang mulia tersebut adalah Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Nabi

Al-Qur'an memiliki banyak sekali keutamaan yang apabila kita selami bagaikan samudera yang tidak bertepi, selalu ada hikmah dan ilmu yang bisa kita petik darinya.

Maka dari itu mari kita mencintai Al-Qur'an, selalu sempatkan membacanya walaupun hanya satu ayat dan terjemahannya setiap hari. Agar ia menjadi syafaat kita di hari akhirat kelak.

Selain itu, ada permisalan yang baik bagi mereka yang membaca Al-Qur'an

“Permisalan seorang muslim yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah jeruk, baunya wangi dan rasanya lezat, sedangkan orang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah kurma yang tidak ada baunya dan rasanya manis. Permisalan orang munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan kemangi yang baunya wangi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan labu yang tidak ad wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari Muslim)

Bahkan apabila kita perhatikan Surat Az-Zukhruf ayat 36 di gambar di bawah, maka kita akan tahu bahwa dengan berpegang pada Al-Qur'an (senantiasa membaca, mempelajari & mengamalkannya) maka kita akan dijaga dari gangguan setan yang menyesatkan.

Subhanallah, yuk baca Qur'an!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ م...
21/02/2021

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Apa saja fadillah/keutamaan yang bisa kita dapatkan melalui kajian padang bulan? Tidak kurang dari 9 fadillah dapat kita petik, dan juga jangan lewatkan sub tema yang tidak kalah menarik tentang Dahsyatnya Alam Mahsyar.

Ayo jangan lewatkan! Simak dan ikuti selengkapnya Kajian Padang Bulan edisi kali ini hanya di Pesantren Lansia Husnul Khatimah

Catat tanggalnya: Sabtu, 27 Februari 2021

18/02/2021

Apakah Bukti Keimanan Kita?

Bukti keimanan kita adalah SEDEKAH.

Mari sejenak kita simak artikel berikut ini:

Salah satu cara kita mengetahui kadar keimanan kita adalah dengan melihat apakah kita s**a bersedekah atau tidak. Bersedekah tidak harus banyak dan tidak harus dengan uang, sehingga tidak kaya atau tidak punya uang bukanlah menjadi alasan kita untuk tidak bersedekah. Bersedekah dengan uang Rp 10.000, Rp 20.000, atau Rp 50.000 itu sudah cukup. Atau bersedekah dengan beras yang kita miliki sebanyak satu kilo atau dua kilo, ini pun sudah cukup.

Sedekah adalah bukti keimanan. Bukti keimanan kita terhadap hari akhir, bahwasanya kelak di hari kiamat kita akan mendapat balasan pahala dari Allah, meskipun di dunia kita tidak mendapatkan apa-apa. Kita lelah bekerja mencari uang dan harta, lalu uang tersebut kita berikan tanpa kompensasi dan kita hanya berharap balasan di hari kiamat kelak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa sedekah itu adalah bukti keimanan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Qur’an bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa penamaan sedekah karena satu akar kata dengan kata “ash-Shidqu” (huruf ص, د, ق) yaitu jujur. Sehingga sedekah menunjukkan kejujuran iman seseorang dan ini adalah bukti. Beliau rahimahullah berkata,

أي: دليل على صحة إيمان صاحبها، وسميت صدقة؛ لأنها دليل على صدق إيمانه، وبرهان على قوة يقينه.

“Sedekah adalah dalil atas kebenaran keimanan seseorang. Itulah mengapa dinamakan sedekah karena menunjukkan jujurnya keimanan seseorang dan bukti kuatnya keyakinannya” (Syarh Muslim, 3: 86).

Seorang mukmin yang bersedekah juga yakin dengan keimanannya bahwa Allah akan mengganti harta yang telah disedekahkan dengan balasan yang jauh lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Tidak hanya itu, seorang mukmin yang bersedekah juga yakin bahwa apa yang disedekahkan akan diberi balasan yang berlipat ganda oleh Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّـهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّـهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah: 261).

Seorang muslim yang bersedekah juga yakin dengan keimanannya bahwa hartanya tidak akan berkurang dengan sedekah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

“Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR Tirmidzi. Lihat Shahih Sunan Ibni Majah).

Syaikh Muhammad Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan bahwa harta yang disedekahkan akan bertambah berkahnya. Beliau rahimahullah berkata

تصدق بها منه بل يبارك له فيه

“Harta yang disedekahkan akan diberkahi (diberikan kebaikan yang banyak)” (Tuhfatul Ahwadzi, 6: 212).

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa sedekah bisa menambah harta kita (misalnya bisnis menjadi lebih lancar) dan Allah Ta’ala akan menggantikan harta tersebut dengan yang lebih baik. Beliau rahimahullah berkata,

فالصَّدقات يزيد الله بها الأموال، ويُنزل بها البركة، ويُعَوِّض الله فيها صاحبها الخير العظيم

“Dengan sedekah, Allah akan menambahkan hartanya, Allah turunkan keberkahan dan Allah akan gantikan hartanya dengan kebaikan yang besar” (Syarh Riyadhus Shalihin).

Sudahkah kita bersedekah di hari jumat yang diberikahi ini?

12/02/2021

Sebagian nasihat dan mutiara hikmah *Hasan al Bashri rahimahullah*

Untaian perkataan dari tabi'in (murid sahabat Nabi) berikut ini semoga menjadikan kita tetap semangat dan Istiqomah di atas Dienul Islam, terlebih di tengah ujian yang terus menerpa kita, mari kita charge iman kita dengan merenungi nasihat-nasihat beliau berikut ini:

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Benar-benar ada dahulu seorang lelaki yang memilih waktu tertentu untuk menyendiri, menunaikan sholat dan menasehati keluarganya pada waktu itu, lalu dia berpesan: Jika ada orang yang mencariku, katakanlah kepadanya bahwa ‘dia sedang ada keperluan’.” (lihat al-Ikhlās wa al-Niyyah, hal.65)

✓al-Hasan rahimahullāh mengatakan, “Kalau bukan karena keberadaan para ulama niscaya keadaan umat manusia tidak ada bedanya dengan binatang.” (lihat Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, hal. 15)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh mengatakan, “Demi Allah! Tidaklah tegak urusan agama ini kecuali dengan adanya pemerintah, walaupun mereka berbuat aniaya dan bertindak zalim. Demi Allah! Apa-apa yang Allah perbaiki dengan keberadaan mereka jauh lebih banyak daripada apa-apa yang mereka rusak.” (lihat Da’ā’im Minhāj Nubuwwah, hal. 279)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sungguh, apabila aku dijatuhkan dari langit ke permukaan bumi ini lebih aku s**ai daripada mengatakan: Segala urusan berada di tanganku!” (lihat Aqwāl Tābi’in fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān [1/134])

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Barangsiapa mendustakan takdir sesungguhnya dia telah mendustakan al-Qur’an.” (lihat Aqwāl Tābi’in fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān [1/138])

✓Dikatakan kepada al-Hasan, “Wahai Abu Sa’id, apa yang harus kami lakukan? Kami berteman dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kami sampai-sampai hati kami terbang melayang.” Maka beliau menjawab, “Demi Allah, sesungguhnya jika kamu bergaul dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kamu sampai akhirnya kamu benar-benar merasakan keamanan; lebih baik daripada berteman dengan orang-orang yang selalu membuatmu merasa aman sampai akhirnya justru menyeretmu ke dalam keadaan yang menakutkan.” (lihat Aina Nahnu min Hā’ulā’i, hal. 16)

✓Ada yang berkata kepada al-Hasan, “Sebagian orang mengatakan: Barangsiapa mengucapkan lā ilāha illallāh maka dia pasti masuk surga.”? Maka al-Hasan menjawab, “Barangsiapa yang mengucapkan lā ilāha illallāh kemudian dia menunaikan konsekuensi dan kewajiban darinya maka dia pasti masuk surga.” (lihat Kitāb al-Tauhīd; Risālah Kalimāt al-Ikhlās wa Tahqīq Ma’nāhā oleh Imam Ibnu Rajab rahimahullāh, hal. 40)

✓al-Hasan rahimahullāh mengatakan, “Salah satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya.” (lihat al-Risalah al-Mugniyyah, hal. 62).

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sesungguhnya bisa jadi ada seorang yang senantiasa berjihad walaupun tidak pernah menyabetkan pedang -di medan perang- suatu hari pun.” (lihat Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm [6/264] cet. Dār Thaibah)

✓al-Hasan rahimahullāh menangis sejadi-jadinya, maka ditanyakan kepadanya, “Wahai Abu Sa’id, apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena takut kalau Allah melemparkan aku ke dalam neraka dan tidak memperdulikan nasibku lagi.” (lihat Aina Nahnu min Hā’ulā’i, hal. 75)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Wahai anak Adam. Sesungguhnya engkau adalah kump**an perjalanan hari. Setiap hari berlalu maka hilanglah sebagian dari dirimu.” (lihat Ma’ālim fi Tharīq Thalab al-‘Ilmi, hal. 35)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sesungguhnya orang yang fāqih itu adalah orang yang zuhud kepada dunia dan sangat memburu akhirat. Orang yang paham tentang agamanya dan senantiasa beribadah kepada Rabbnya. Orang yang berhati-hati sehingga menahan diri dari menodai kehormatan dan harga diri kaum muslimin. Orang yang menjaga kehormatan dirinya dari meminta harta mereka dan senantiasa mengharapkan kebaikan bagi mereka.” (lihat Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, hal. 28)

✓al-Hasan rahimahullāh mengatakan, “Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah kepada mereka dan menunaikan kewajiban yang diperintahkan kepada mereka.” (lihat Jāmi’ al-‘Ulūm wa al-Hikam, hal. 211)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Bukanlah iman itu dicapai semata-mata dengan menghiasi penampilan atau berangan-angan, akan tetapi iman adalah apa yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan.” (lihat Aqwāl at-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1124)

✓al-Hasan rahimahullāh menafsirkan makna firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Wahai Rabb kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.” Beliau mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Adapun kebaikan di akhirat adalah surga.” (lihat Akhlāq al-‘Ulamā’, hal. 40)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “al-Qur’an itu diturunkan untuk diamalkan, akan tetapi orang-orang justru membatasi amalan hanya dengan membacanya.” (lihat al-Muntaqā al-Nafis min Talbīs Iblīs, hal. 116)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sesungguhnya orang yang benar-benar faqih/paham agama adalah yang senantiasa merasa takut kepada Allah ‘azza wa jalla.” (lihat al-Muntaqā al-Nafis min Talbīs Iblīs, hal. 136)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Tidaklah memahami agamanya orang yang tidak pandai menjaga lisannya.” (lihat Aina Nahnu min Hā’ulā’i [2/84])

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sesungguhnya orang beriman bersangka baik kepada Rabbnya sehingga dia pun membaguskan amal, adapun orang munafik bersangka buruk kepada Rabbnya sehingga dia pun memperburuk amal.” (lihat Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1157)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh menjelaskan tentang sifat orang-orang beriman yang disebutkan dalam firman Allah [QS. Al-Mu’minun: 60] yang memberikan apa yang bisa mereka berikan dalam keadaan hatinya merasa takut. Al-Hasan berkata, “Artinya, mereka melakukan segala bentuk amal kebajikan sementara mereka khawatir apabila hal itu belum bisa menyelamatkan diri mereka dari azab Rabb mereka ‘azza wa jalla.” (lihat Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1160)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Sebagian orang enggan untuk mudāwamah [konsisten dalam beramal] . Demi Allah, bukanlah seorang mukmin orang yang hanya beramal selama sebulan atau dua bulan, setahun atau dua tahun. Tidak, demi Allah! Allah tidak menjadikan batas akhir beramal bagi seorang mukmin kecuali kematian.” (lihat Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1160)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Iman yang sejati adalah keimanan orang yang merasa takut kepada Allah ‘azza wa jalla walaupun dia tidak melihat-Nya. Dia berharap terhadap kebaikan yang ditawarkan oleh Allah. Dan meninggalkan segala yang membuat murka Allah.” (lihat Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1161)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh mengatakan, “Iman adalah ucapan. Dan tidak ada ucapan kecuali harus disertai dengan amalan. Tidak ada ucapan dan amalan kecuali harus dilandasi dengan niat. Tidak ada ucapan, amalan dan niat kecuali harus dilandasi dengan al-Sunnah.” Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1153)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Barangsiapa yang tidak khawatir tertimpa kemunafikan maka dia adalah orang munafik.” (lihat Aqwāl al-Tābi’īn fi Masā’il al-Tauhīd wa al-Īmān, hal. 1218)

✓Hasan al-Bashri rahimahullāh berkata, “Seorang mukmin memadukan antara berbuat ihsan/kebaikan dengan merasa takut. Adapun orang kafir memadukan antara berbuat jelek/dosa dan merasa aman.”.” (lihat Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm [5/350] cet. Maktabah al-Taufiqiyah).

11/01/2021

*Wasiat Nabi dalam Menghadapi Wabah/Bala'/Fitnah*

Ini wasiat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun bisa kita manfaatkan saat ini di saat musibah wabah corona melanda.

1/5 Saatnya kita banyak tangisi dosa, bukan banyak bicara. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia katakan, “Wahai Rasulullah, apa itu keselamatan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 1. Jaga lisanmu. 2. Tetaplah di rumahmu. 3. Tangisilah dosa-dosamu.

عن عقبة بن عامر رضي الله عنه قلتُ: يا رسولَ الله ما النَّجاةُ ؟ قال ﷺ ( أمسك عليك لسانك ، وليسعك بيتك ، وابْكِ على خطيئتك ) ~ صحيح الترمذي [2406]

2/5 Hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi, no. 2406, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani.

“Tetaplah di rumahmu” artinya disuruh di rumah untuk menyibukkan diri dengan Allah, dekat dengan-Nya lewat ketaatan, juga bersendirian menjauh dari yang lain. (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7:132)

3/5 Dalam Faidh Al-Qadir, yang dimaksud tetaplah di rumahmu dilakukan lebih-lebih di masa fitnah (ujian/ bala).

Yang dimaksud di sini cocok sekali dengan keadaan saat virus menyebar yaitu untuk melakukan isolasi dan ada batasan bergaul dengan social distancing.

4/5 Ath-Thibiy katakan bahwa yang dimaksud “tangisilah dosamu” adalah sesalilah dosa-dosamu dengan menangisinya.

Dan kita yakin, bahwa musibah ini datang karena dosa kita yang begitu banyak dan kelalaian kita dari ibadah pada Allah.

5/5 Kesimp**annya:

Saat masa virus merebak, jaga lisan, jangan mudah menyebar berita hoax. Jangan p**a banyak mengeluh dan menunjukkan tidak setuju pada takdir Allah.
Tetaplah di rumah, sesuai saran pemerintah.
Perbanyak taubat dan istigfar.

Nas alullaha as salamah wal 'afiyah
Kita memohon kepada Allah keselamatan dan kesehatan.

Address

Karanganyar
57791

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pesantren Trenggulun Husnul Khatimah:

Shortcuts

Share