Nurul Huda

Nurul Huda Lembaga/Sekolah Menyelenggarakan pendidikan
Bimbingan Ilmu,Iman dan Akhlaq
"Kami hadir bukan untuk mencari saingan,kami datang hanya untuk pengabdian..!

Saran dan keritik kami harafkan ..!! motifasi dan dukungan itu yang di tunggu..! berjuang demi kemajuan Sumber Daya Manusia. Tingkatkan Prestasi, Junjung tinggi Nilai-nilai Bangsa dan Agama"

16/06/2023
15/06/2023

KEGIATAN SERAH TERIMA BELANGKO IJASAH TP 2022/2023
(DI YAYASAN RIYADUL HUDA)

IDA AYU NYOMAN RAI Adalah ibunda dari Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Ida Ayu Nyoman Rai lahir sekitar tahun 1881 ...
19/09/2022

IDA AYU NYOMAN RAI

Adalah ibunda dari Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Ida Ayu Nyoman Rai lahir sekitar tahun 1881 sebagai anak kedua dari pasangan Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Sewaktu kecil orang tuanya memberi nama panggilan “Srimben”, yang mengandung arti limpahan rezeki yang membawa kebahagiaan dari Bhatari Sri. Semasa remaja di Banjar Bale Agung, Nyoman Rai Srimben bersahabat dengan Made Lastri yang kemudian mengenalkannya dengan seorang guru Jawa pendatang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Keduanya kemudian menikah pada tahun 1897, setelah sebelumnya tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Nyoman Rai Srimben. Putri pertama mereka, Raden Soekarmini (juga dikenal sebagai Bu Wardoyo) lahir pada tanggal 29 Maret 1898. Mereka kemudian berpindah ke Surabaya.

Pada tanggal 6 Juni 1901, Nyoman Rai Srimben melahirkan Soekarno di sebuah rumah di sekitar pemakaman Belanda, kampung Pandean III, Surabaya. Nyoman Rai Srimben mendidik kedua anaknya dengan bekal spiritual Hindu seperti yang pernah dipelajarinya. Enam bulan kemudian Nyoman Rai Srimben harus mengikuti suaminya untuk pindah ke kota kecil di kecamatan Ploso (Jombang) di mana kedua anaknya sering sakit-sakitan. Karena faktor kesehatan p**a, Nyoman Rai Srimben sempat berpisah dengan Soekarno untuk dirawat dan diasuh oleh mertuanya di Tulung Agung. Soekarno ia asuh kembali ketika ia harus mengikuti suaminya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto p**a putri sulungnya menikah dan kemudian tinggal bersama suaminya.

Persoalan muncul ketika Srimben dihadapkan pada kepindahan suaminya ke Blitar sekaligus menghadapi kenyataan Soekarno untuk sekolah di Surabaya. Akhirnya ia mengikuti kepindahan suaminya ke Blitar dan Soekarno dititipkan di rumah HOS Cokroaminoto untuk meneruskan sekolah di Surabaya. Di Blitar, Nyoman Rai Srimben tinggal di asrama sekolah yang sekarang menjadi Sekolah Menengah Umum I Blitar dan dipercaya untuk mengelola asrama sekaligus mengurus makan para pelajar yang tinggal di asrama tersebut.

Permasalahan lain yang menjadi s**a duka adalah berita tentang ditahannya Soekarno di Lapas Sukamiskin Bandung. Nyoman Rai Srimben menuju Bandung dan mendatangi Penjara Sukamiskin dan karena ia buta politik dirinya langsung bertanya kepada petugas rumah tahanan. Bukan jawaban yang diperolehnya melainkan bentakan dan diusir untuk pergi dari rumah tahanan tersebut. Sejak saat itu dendam Nyoman Rai Srimben tidak terbendung, di manapun berada jika melihat orang Belanda ia memperlihatkan ketidaks**aannya. Di saat yang sama rumahnya di Blitar diawasi karena putranya melawan penjajahan Belanda. Nyoman Rai Srimben menceritakan kejadian yang dialaminya di rumah tahanan sehingga akhirnya R. Soekemi memutuskan untuk pensiun dini sebagai guru dari Kementerian Pendidikan Belanda di Batavia.

Memasuki masa pensiun Nyoman Rai Srimben terus mendampingi suaminya di Blitar sambil tetap menunggu surat, berita Koran atau berita burung yang dibawa saudara atau kenalannya tentang putranya Soekarno baik di dalam maupun di luar tahanan. Kehidupan di Blitar kembali bergemuruh ketika Nyoman Rai Srimben mendengar bahwa putranya bercerai dari Inggit dan kemudian menikah dengan Fatmawati, semua beritanya diterima dengan tabah. Hasil pernikahan Soekarno dengan Fatmawati memberikan seorang cucu yang sangat diharapkan oleh Nyoman Rai Srimben dan R. Soekemi. Nyoman Rai Srimben dan R. Soekemi menyaksikan kelahiran cucunya di Jakarta.

Kebahagiaan Nyoman Rai Srimben tidaklah lama karena pada saat berjalan-jalan di Jakarta R. Soekemi terjatuh dan sakit keras hingga akhirnya meninggal pada tanggal 18 Mei 1945. Kemudian Nyoman Rai Srimben kembali ke Blitar. Pada hari tuanya ketika Soekarno telah menjadi “orang pertama” di Republik Indonesia, Nyoman Rai Srimben tidak pernah mau menginjakkan kakinya di Istana Negara. Nyoman Rai Srimben menjadi pelopor perkawinan campur antar suku, sehingga mungkin memberikan inspirasi kepada Soekarno untuk menyatukan Nusantara menjadi Republik Indonesia.

Sumber, foto Istimewa wikipedia

SILATURAHMI Sebagia  Alumni  NH 2019. ... makasih anak2ku.. kalian teeus menjalin kekeluargaan.Semoga sukses sll
22/01/2021

SILATURAHMI Sebagia Alumni NH 2019. ... makasih anak2ku.. kalian teeus menjalin kekeluargaan.
Semoga sukses sll

27/12/2020

_NAK_
Jadilah diri sendiri yang mampu ber amal baik dan lebih baik, jangan mikir Amal orang lain, apalagi memvonis dan merampas hak bidang pekerjaan nya.
_karena merasa dirimu lebih baik_

Untuk pembelajaran E_LearningNirul huda menyediakannyaDengan alamat
24/04/2020

Untuk pembelajaran
E_Learning
Nirul huda menyediakannya
Dengan alamat

E-learning Madrasah adalah program yang diluncurkan oleh Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menunjang proses pembelajaran di Madrasah kapanpun dan dimanapun, Kita pasti bisa , Kita hebat, Karena Kita Madrasah Hebat Bermartabat

Address

Yayasan Nurul Huda Karanganyar
Karang Anyar
40562

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+81224444916

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nurul Huda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Nurul Huda:

Shortcuts

Share

Category