10/12/2016
Menyapa Pidie Jaya
Hari - hari berlalu pasca terjadinya gempa berkekuatan 6.4 SR yang berpusat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Sudah tahukah kalian bagaimana kondisi saudara kita disana? Atau malah kalian baru mendengar berita ini barusan? Terpikirkah sejenak saja membayangkan keadaan mereka?
BNPB menyampaikan 102 orang telah meninggal dan kemungkinan masih bertambah. Sekitar 700 orang mengalami luka ringan dan berat. Serta 10.000 orang harus mengungsi. Ada gambaran?
Belum sembuh luka, gempa susulan kembali terjadi pada jumat siang. (9/11) Meski kekuatannya tidak besar, namun guncangannya cukup mengagetkan warga, utamanya anak - anak.
Khusus untuk anak - anak, mereka masih trauma. Ketika gempa susulan tiba, anak - anak tersebut langsung lari berhamburan mencari orang tua, begitu laporan salah satu stasiun radio pagi tadi. Lalu, bagaimana dengan mereka yang kehilangan orang tuanya?
SM3T Angkatan V dari Unnes memiki ikatan emosional lebih ketika bersinggungan dengan Aceh. Hal ini dikarenakan kami dan SM3T V Unsyiah yang notabene dari Aceh berada pada penempatan yang sama, yakni di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Oleh karena itu kami bermaksud menggalang dana untuk para korban bencana. Donasi bisa Anda salurkan melalui rekening BNI 0393825604 a.n Roni Wanfuadi.
Mohon kesediannya Saudara untuk konfirmasi ke nomor berikut:
0821 3714 7519 (SMS)
0857 2835 5919 (WA)
Penggalangan dana ini berakhir pada hari Sabtu, 17 Desember 2016. Donasi melebihi waktu yang ditentukan, mohon hubungi nomor di atas terlebih dahulu.
Mari bergerak membantu saudara kita. Setidaknya, bantulah menyampaikan informasi ini ke orang lain.
"Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai, tetapi karena tak ternilai."
(Anies Baswedan)
Foto: Rekan - rekan SM3T V Unsyiah di lokasi pengungsian.