12/07/2018
?
Buku "Kenapa Allah Ngak Kelihatan Ma?" dan buku "Kenapa Adik bisa berada di perut Mama?" Adalah dua judul buku parenting yang memiliki judul cukup kontroversial. Bahkan saat di wawancarai selama 45 menit di TV Swasta Jawa Timur, satu hal yang disampaikan presenter mengenai judul buku yang membuat berpikir sekaligus terkesan langsung menyerang daya nalar orang yang membaca covernya.
Buku ke-2, yang sedang dalam masa Pre Order bukanlah buku yang serta Merta dikerjakan. Semalam atau seminggu dan langsung jadi berlembar-lembar. Namun 5 bulan pencarian referensi, otak Atik hadits dan pemahaman Al-Qur'an mengenai ayat sesuai materi yang ditanyakan oleh anak-anak kita. Dan lebih yang membuat rollercoaster dalam penulisannya adalah pertanyaan-pertanyaan diambil dari anak-anak di seluruh Indonesia yang dilontarkan kepada ibu, bunda, mommy dan mama mereka yang akhirnya pertanyaan ini masuk ke Inbox FB-ku, Kotak pesan, dan WhatsApp ku. Bahkan bbrapa lembar surat dari email dengan pertanyaan anak seputar seks semisal, "kenapa adik Perempuanku berbeda dengan saya?", "Kenapa hanya orang besar yang boleh buat adek?", "Kenapa Om X, tidak boleh menciumku?", "Kenapa orang di TV peluk-pelukan, apakah mereka saudara?", "Bagaimana adik bisa berada di perut Mama?", "Bagaimana aku keluar dari perut bunda?" dan banyak lagi pertanyaan lainnya.
Tabu? Itulah pertama kali yang tergambar ketika anak bertanya tentang seks. Tapi, aku memiliki prinsip bahwa jawaban itu tidak ada yang tabu selama itu bermakna pendidikan dan penyampaian sesuai dalam waktu yang tepat.
Ketika marak terjadi pelecehan anak-anak di usia dini, baik oleh pihak yang tidak dikenal hingga orang terdekat, maka tidak bisa kesalahan sepenuhnya diarahkan kepada pelaku. Kenapa? Pelaku selamanya mencari celah untuk melakukan aksinya namun kita? Dengan tidak membekali anak dalam mengenal tubuh, batasan yang boleh disentuh dan tidak, batasan muhrim dan non muhrim, arti pergaulan lawan jenis dan sebagainya, maka bukankah kita pun menjadi bagian yang harus dipersalahkan dalam hal ini?.
Ketika marak pembicaraan LGBT, anak-anak pun tidak bisa dipungkiri menjadi bagian yang membaca, mendengar dan bahkan melihat realita LGBT di depan mereka. Tapi selama tidak ada penjelasan sesuai usia mereka, mengenai penyimpangan ini, maka bagaimana kita bisa melindungi mereka dari predator seks di luar sana?.
Buku ini, adalah hadiah dari hasil berkutat dengan referensi selama 5 bulan, 3 bulan masa penulisan dengan menempatkan poin-poin pertanyaan terbaik dari sekian banyak pertanyaan yang masuk dari anak-anak cerdas kita yang Soleh dan Solehah, di seluruh Indonesia.
Terimakasih buat Pak Sakti, Kontributor Tribun yang telah mengangkat judul buku ini di salah satu halamannya. Ada kebahagiaan melihat buku ini rampung dan akan segera meluncur ke tangan pencinta Parenting semua namun ada beban tetap tertinggal yang InsyaAllah, akan menjadi judul buku selanjutnya.
Mohon doanya agar senantiasa berkah setiap ketikan di atas keyboard komputer ku dan berkah serta manfaat pun menyertai. Aamiin.
Sehat, dan berkah serta manfaat hidup Anda dan kita semua di jalan Allah SWT. Aamiin..
Yang berminat Pre ORDER bukunya, silahkan Inbox