11/06/2019
MUDIK BESAR-BESARAN SESUNGGUHNYA
Oleh. Lathief Abdallah*
Mudik bermakna kembali dari perantauan. Secara bahasa, mudik dari kata udik bermakna kampung halaman. Sebagian orang menyebut orang udik bermakna orang kampung lawan kata dari kota. Udik juga bermakna hulu sungai, pusat air mengalir. Secara umum, orang mudik karena merindui asal kampung kelahiran, orang tua dan sanak saudara. Kata penyair
كَمْ مَنْزِلٍ فِيْ الأَرْضِ يَأْلِفُهُ الْفَتَى
وَحَنِيْنُـــهُ أَبَــدًا لأَوَّلِ مَــنْزِلٍ
"Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang. Dan selamanya kerinduannya hanya pada kampung halamannya. "
Mudik terbesar biasanya terjadi karena lebaran (hari Raya idul Fitri). Orang mudik pasti mempersiapkan bekal atau oleh-oleh, kendaraan, membawa peta atau google map, agar tidak tersesat di jalan.
Maka kita saksikan jutaan orang mudik membawa bekal menaiki motor, mobil pribadi, kereta, kapal dan pesawat. Mereka rela burjubel, macet dan antrian. Kadang tiket kereta dan pesawat habis bahkan dari 1 bln sebelum lebaran. Semua dilakukan karena kangen kampung halaman, rindu pada leluhur dan handai taulan.
Namun, mudik diatas hanyalah sementara, mereka akan balik kembali ke tempat semula. Sesunggunya manusia akan mudik besar besaran. Mudik yang tak akan kembali. Yaitu mudik dari kampung dunia menuju kampung akhirat.
Allah SWT berfirman:
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَا تًا فَاَحْيَا کُمْ ۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)
ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُـنَـبِّـئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 105)
Dunia sendiri adalah tempat merantau sementara. Manusia dibatasi oleh ajal kematian dan alam semesta dibatasi oleh kiamat.
كُنْ فِـي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir." (HR. Bukhari)
وَلَـكُمْ فِى الْاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
"Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 36).
Kampung halaman sesungguhnya adalah akhirat. Kita pasti mudik ke akhirat tepatnya ke kampung bernama Surga (Jannah). Dimana asal nenek moyang kita, Adam dan Hawa bertempat tinggal di sana.
وَقُلْنَا يٰۤـاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَـنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا ۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan Kami berfirman, Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 35)
Oleh karena itu mindset kita dunia ini hanya bagian perantauan untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS Al-Qashshash 77)
Hanya saja perbekalan yang kita kumpulkan bukanlah sejumlah rekening, uang, mobil, makanan, pakaian, emas permata dll. Semua itu akan ditinggal dan akan lenyap, semua hanya kesenangan senda gurau di dunia semata.
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64).
Perbekalan kita hanya dua macam, yakni iman dan amal shaleh.
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا
" Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (p**a) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan." (QS.Saba’(34):37)
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
" (Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allâh dengan hati yang bersih," (QS.As-Syu’ara(26):88-89)
Kendaraan menuju akhirat yang kita butuhkan bukanlah mobil pribadi, bis, kereta, atau pesawat, tapi kendaraan yang menapaki jalan lurus (shirathal mustaqim) menuju jannah, yakni Dinul Islam.
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran (3): 85).
Tentang peta jalan agar tidak tersesat dan terhindar dari penunjuk arah palsu atau jebakan, kita memiliki panduan pasti yang validitasnya dijamin 100%. Dialah al Qur'an.
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sesungguhnya Al-Qur`ân ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus (QS. al-Isrâ`(17):9)
Dengan perbekalan iman dan amal saleh, kendaraan dan pentunjuk yang benar, maka jalan lurus menuju kampung halaman janah akan tersampaikan.
هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa“ (QS. Al An’am(3):153).
Sementara mereka yang tidak berbekal iman dan islam, tidak berkendaraan Islam dan tidak menggunakan petunjuk jalan al-Qur'an, maka mereka tidak akan sampai ke tujuan bahkan terperosok kejalan kesesatan yang jauh. Akhirnya yang dituju bukanlah kampung halaman Jannah yang membahagiakan. Tapi jurang api neraka yang sangat menyedihkan.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ صَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ قَدْ ضَلُّوْا ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya."(QS. An-Nisa' 4: Ayat 167)
Allah SWT berfirman:
٭لَّذِيْنَ يَسْتَحِبُّوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
"(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh." (QS. Ibrahim 14: Ayat 3).
* Mentor Quranic Speritual Motivation (QSM).
* Ket.Yayasan Ihsas; Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah
* Pembina Tafaquh IHSAS