02/05/2026
Ruh yang menghidupkan,
“Jika guru adalah ruh pendidikan, maka ruh seorang pendidik ada pada keikhlasannya”
Jika anggaran menjelma menjadi bangunan, kurikulum merentang sebagai peta, teknologi berlari membawa kemudahan, maka guru adalah denyut ruh yang menghidupkan. Dan ruh seorang pendidik ada pada keikhlasannya.
Sebagaimana diingatkan Al-Ghazali, ilmu tanpa niat yang tulus kehilangan berkahnya; dan ditegaskan Sufyan Ats-Tsauri, menjaga keikhlasan adalah amanah terberat seorang alim. Dari hati yang jernih, ilmu menjelma cahaya; dari teladan yang senyap, nilai tumbuh menjadi peradaban.
Tanpa itu, pendidikan hanya melahirkan kecerdasan tanpa arah - pintar namun hampa. Ketika guru diabaikan, jiwa pendidikan pun memudar. Namun saat ia dimuliakan dan keikhlasannya dijaga, dari lisannya lahir pemahaman, dari sikapnya tumbuh peradaban.
Maka sejatinya, kejayaan tidak lahir dari kemegahan yang tampak, melainkan dari ruh yang menghidupkan: guru yang ikhlas, dimuliakan, dan ilmu yang diberkahi.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026