24/12/2017
Ustadz Abdul Somad L.c. , M.A Dicekal Masuk Hong Kong?
(Opini Admin Kindo)
Dalam bulan Desember ini ada dua peristiwa pencekalan terhadap dua ustadz , Pertama S NR dan kedua hari ini 23/12 UAS (kabarnya) dicekal masuk Hong Kong.
Spekulasi terjadi penyebab dicekalnya mereka berdua ini, dan mulai ada tulisan-tulisan yang mencari kambing hitam untuk disalahkan, dengan asumsi pengaruh / campurtangan munafikun, kafirin anti Islam dan umpatan yang tidak elok - lain sebagianya.
Sebenarnya peristiwa pencekalan itu juga sering terjadi, karena tidak diexpose maka tenang-tenang saja. Misalnya Gus Son, Putra Mbah Yai Bad, Mantenan (Blitar). (Nariyah Al-Mughit) dua kali mencoba masuk, dua kali ditolak. Biasa tuh. :) .
Penyanyi Nasheed, Kang Banna, beberapa kali mencoba masuk, beberapa kali p**a ditolak masuk, biasa juga tuh. :)
Menurut pendapat saya (admin Kindo HK) pencekalan ini terjadi karena Hong Kong selain sensitive dengan isu terorisme, karena BMI-Hong Kong memang banyak (ADA**) yang tercatat masuk Syria mendukung ISIS.
(**Laporan IPAC 2017, 'Institute for Policy Analysis of Conflict' - dengan judul laporan "THE RADICALIZATION OF INDONESIAN WOMEN WORKERS IN HONG KONG).
Selain isu terorisme yang sangat dikhawatirkan oleh Hong Kong, juga isu "bisnis".
Bukan rahasia lagi bahwa Asatidz dan Da'i yang diundang oleh 'yang namanya' "Majlis Ta'lim" itu kebanyakan (mostly) ditiketkan dan sangat kentara sekali ada penggalian dana (surban keliling) dari acara "dakwah" tersebut.
Bahkan oknum-oknum yang mengelola 'bisnis dakwah' ini karena punya dana, dikabarkan oleh sumber yang valid, dapat menyewa apartemen (flat) untuk mereka tinggal, dan mereka indent stadion-satdion atau gedung pementasan untuk setiap event di hari libur sampai dua tahun ke depan!.Jika ada pihak lain akan mengadadakan, pasti tidak ada tempat, selain harus KORDINASI dengan oknum "majlis-ta'lim' (E-O) tersebut.
Sayang sekali, mereka tidak membayar pajak alias "event-organizer" Illegal menurut mata (pandangan) pemerintah Hong Kong.
Ustadz Anwar Zahid, misalnya pernah didatangi imigrasi saat berceramah di Southorn Stadium, Wanchai dan intinya, beliau dilarang karena ketahuan ada bisnis dalam acara tersebut. ( Namun masih ditolerir, beliau dizinkan ceramah tetapi tidak dizinkan di atas podium dan tidak boleh menggunakan microfone, saat itu).
Jundhy Saputra dan penyanyi nasheed lain, juga pernah didatangi dan dihalangi petugas imigrasi Homg Kong saat sedang manggung di sebuah event, (bukan ceramah tapi menyanyi) karena (dicurigai / ketahuan) acara itu ditiketkan (bisnis).
SOLUSI.
Jika WNI di manapun berada ingin mengundang Ustdaz atau mengadakan acara, apalagi mengundang USTADZ SEKALIBER UAS yang alim dan sangat alim itu, Mbok IYAO kordinasi dengan KJRI agar KJRI memberi bantuan "Undangan Resmi" dan "Fasilitas !!".
Malahan kiranya jika kordinasi dengan KJRI , akan diberi bantuan management serta "gratis" diadakan di lapangan Victoria agar semua WNI yang ingin mendengarkan dapat dengan bebas hadir.
Kami yakin KJRI memiliki kebijaksanaan untuk membantu kebaikan WNI di Luar Negeri. Apalagi kegiatan "dakwah" yang akan menambah ilmu, moral, serta penguatan kesatuan kebangsaan.
Salam Hormat.
Admin KINDO.
Whatsapp +6281234094001