Tebuireng Online

Tebuireng Online Media Resmi Pesantren Tebuireng Jombang

Official Facebook fan page of Pesantren Tebuireng Jombang

•••Himbauan dan Informasi Selama berlangsungnya Muktamar NU pada tanggal 27-31 2026 Makam Masyaikh Tebuireng akan dibuka...
22/08/2026

•••
Himbauan dan Informasi

Selama berlangsungnya Muktamar NU pada tanggal 27-31 2026 Makam Masyaikh Tebuireng akan dibuka selama 24 jam.

•••Buku dengan judul “Merawat Warisan, Menjawab Zaman” adalah kumpulan tulisan dari KH. Abdul Hakim Mahfudz, selaku Peng...
21/08/2026

•••
Buku dengan judul “Merawat Warisan, Menjawab Zaman” adalah kumpulan tulisan dari KH. Abdul Hakim Mahfudz, selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng yang diterbitkan di Majalah Tebuireng di setiap 2 bulan sekali.

Tulisan-tulisan yang dimuat, adalah bukti bagaimana sosok KH. Abdul Hakim Mahfudz, mampu merespons berbagai macam tantangan zaman tetapi tak lupa merawat warisan.

Buku ini hadir untuk dapat dibaca, dikaji, dan dinikmati oleh siapapun yang hendak mendiskusikan pemikiran-pemikiran beliau tentang Islam, Pesantren dan Isu-isu kontemporer lainnya.

Buku ini akan dibagikan secara cuma-cuma (gratis). Cukup klik link di bawah ini atau klik link di bio yang telah kami sediakan. Selamat membaca✨

https://bit.ly/Merawat-Warisan-Menjawab-Zaman

21/08/2026

•••
Nahdlatul Ulama selalu memiliki peran sentral. Lebih dari sekadar ruang bagi kelompok Islam tradisional, NU adalah rumah besar sekaligus paku buminya Indonesia. Sesuai ajaran Hadratus Syekh, NU senantiasa berdiri di tengah untuk merangkul semua golongan, bahkan di pusaran dinamika elektoral sekalipun.

Namun, mengapa posisi strategis ini justru membuat sebagian pihak merasa tidak nyaman? Apa jadinya jika paku bumi ini goyah?

Mari temukan jawabannya dalam perbincangan mendalam: “Membaca Dinamika NU dari Kaca Gus Muda Tebuireng” bersama Gus Amri Maulana (Dzuriyah Hadratussyekh Hasyim Asy’ari) yang dipandu oleh M. Fatih Maulana.

Saksikan di YouTube Tebuireng Official hari ini jam 16.00 WIB.

’ari

21/08/2026

Kapasitas seseorang tidak bisa hanya diukur dari satu sisi. Bukan karena kita tidak tahu, lantas menyimpulkan kebalikan dari kebenaran. Ketidaktahuan harusnya disimpan diri sendiri, atau dihilangkan melalui belajar dan mencari tahu.

Sungguh teladan Kiai kami, walau badai menghadang, mengaji adalah tetap nomor satu. Karena menjadi pengasuh dan guru bagi ribuan santri merupakan tugas mulia. Menyebarkan ilmu kepada santri-santri. Lebih mulai dari pada hanya sekedar duduk di depan mikrofon nirkabel, kursi empuk berputar, lalu berbicara seolah merasa paling benar dan hebat. Hidup dari podcast ke podcast untuk menebar kebencian.

Sehat selalu Kiai KH. Abdul Hakim Mahfudz Doa kami menyertai langkah panjenengan. Menebar manfaat dan menyebarkan kebaikan.

•••Maulid bukan hanya membaca sholawat🌙KH. Fahmi Amrullah Hadziq mengingatkan:“Dalam memperingati acara Maulid jadilah o...
20/08/2026

•••
Maulid bukan hanya membaca sholawat🌙

KH. Fahmi Amrullah Hadziq mengingatkan:
“Dalam memperingati acara Maulid jadilah orang yang jujur, orang yang tanggung jawab,
orang yang pemaaf, dan orang yang darmawan, sehingga nilai-nilai tersebut berjalan
sesuai akhlak baginda Nabi Muhammad SAW”

Nabi ﷺ tidak hanya dicintai lewat sholawat.
Beliau dicintai lewat AKHLAK.

1. Jujur saat bisa bohong
2. Tanggung jawab saat tidak ada yang lihat
3. Pemaaf saat kita yang disakiti
4. Dermawan saat kita juga butuh

Itu baru namanya Maulid yang hidup.

Karena cinta tanpa bukti = omong kosong.

Dalam Maulid ini, akhlak mana yang akan kamu perbaiki dulu?
Komen nomor 1-4 di bawah 👇

•••Merdeka Bukan Hanya Upacara🇮🇩KH. Abdul Hakim Mahfudz mengingatkan:“Pengorbanan para pahlawan tidak cukup kita maknai ...
19/08/2026

•••
Merdeka Bukan Hanya Upacara🇮🇩

KH. Abdul Hakim Mahfudz mengingatkan:
“Pengorbanan para pahlawan tidak cukup kita maknai hanya melalui upacara seremonial. Kemerdekaan harus kita isi dengan semangat perjuangan dan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat”

Bendera sudah dikibarkan.
Lagu sudah dinyanyikan.
Tapi PR bangsa belum selesai.

Pahlawan dulu berjuang bawa bambu runcing.
Kita sekarang berjuang lawan malas.
Pahlawan dulu rebut kemerdekaan. Kita sekarang isi kemerdekaan dengan karya, prestasi, dan manfaat.

Karena sebaik-baik penghormatan ke pahlawan adalah:
Menjadi versi terbaik dari diri kita untuk negeri.

Kamu sudah isi kemerdekaan dengan apa tahun ini?
Komen di bawah 👇

18/08/2026

•••
​“Rasulullah juga bersabda: ‘Innama bu’istu liutammima makarimal akhlaq’. Sesungguhnya Aku diutus di permukaan bumi ini untuk menyempurnakan mulia-mulianya akhlak.”

- KH. Agus Maulana-

18/08/2026

Ning Yenny Wahid bersama Dubes dan Konjen Australia melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Tebuireng pada Selasa (18/08/2026).

Address

Jalan Irian Jaya No. 10, Tebuireng Cukir Diwek
Jombang
61471

Telephone

(0321) 861133

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tebuireng Online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category