21/05/2015
Sya’ban Bulan yang sering Terlupakan
Pengajian Umum Nisfu Sya'ban - Jumat, 07 Agustus 2009
“Bulan Rajab bulannya Allah, dan bulan Sya’ban adalah bulanku,” demikian yang disampaikan oleh Mursyid Shiddiqiyyah, Almukarom Kyai Moch Muchtar Mu’thi, mengutip sebuah hadits dalam kitab Jami’ush Shoghir.
Menurut Mursyid, dalam bulan Sya’ban sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Sholawat, selain juga mengerjakan sholat sunnat Lailatul Baro’ah. Hanya saja beliau mengingatkan untuk tidak salah dalam memahami tujuan membaca sholawat.
“Kita jangan keliru menempatkan niat dalam bershalawat kepada Nabi Muhammad,“ ingat Mursyid. “Jika kita maknai shalawat untuk mendo’akan Nabi Muhammad, bukankah Rosululloh lautan Rahmat?” tanya Mursyid.
“Dalam bershalawat kita harus memahaminya sebagai washilah agar rahmat khususul khusus yang diterima Rosululloh dapat juga kita cerap,“ lanjut Mursyid.
Selain itu Mursyid juga menerangkan tentang isi do’a yang seharusnya diminta dalam malam Nisfu Sya’ban. Ada tiga do’a penting yang dianjurkan Mursyid yakni ketetapan iman (istiqomah), umur panjang, dan rezeki yang luas.
Secara rinci rangkaian dan dasar ibadah malam Nisfu Sya’ban juga telah ditulis oleh Mursyid Shiddiqiyyah dalam buku kecil yang disiapkan sebelum acara pengajian Nisfu Sya’ban di Pesantren Majma’al Bahrain di Ploso, Jombang, Jawa Timur, (06/08).
Dalam buku ini, selain diterangkan dasar dan amalan (tanbih) Nisfu Sya’ban juga diterangkan arti bulan Sya’ban dari berbagai sudut pandang. Mursyid menuliskan sebuah hadits, “Bersabda Rosululloh, Bulan Sya’ban (ada) antara Bulan Rojab dan Bulan Ramadhan, dia dilupakan oleh manusia, di dalamnya amal-amal hamba dinaikkan. Maka aku senang tidaklah dinaikkan amalku melainkan aku berpuasa di dalamnya”.
Dalam kaitan ini Mursyid Shiddiqiyyah mengingatkan bahwa banyak orang melupakan keutamaan bulan Sya’ban padahal ia adalah bulannya Rosululloh. Dan Rosululloh Muhammad adalah gerbang agung (Babul ‘Udzmaa), Washilatul “udzma, dan pedoman bagi Rohmat khususul khusus.
“Oleh sebab itu bila kita melupakan bulan Sya’ban artinya kita melupakan Muhammad Rosululloh lupa akan pintu agung, lupa akan washilatul ‘udzma. Ini sangat membahayakan, “ tulis Mursyid.
Pengajian malam itu nampak khidmat, dan sebelum pengajian dimulai juga diinformasikan tentang rencana tasyakuran Cobekan di makam Mbah Sanusi, Kauman, Kabuh, Jombang, dalam rangka memperingati pemboyongan pohon Kenongo Cino.
Semoga manfaat