PAUD Jannatin Na'im

PAUD Jannatin Na'im Mari jadikan putra putri bunda menjadi tahfidz cilik
bersama PAUD Jannatin Na'im Mayangan Jogoroto Jombang

Buat persiapan pembelajaran
07/08/2020

Buat persiapan pembelajaran

Bismillah dgn Ridhomu ya Allah.. semoga segala kesusahan engkau ganti dgn kebahagiaan..
07/08/2020

Bismillah dgn Ridhomu ya Allah.. semoga segala kesusahan engkau ganti dgn kebahagiaan..

Gebyar Seni Islami akhir sanah pertamaTPQ - PAUD JANNATIN NA'IM
19/05/2017

Gebyar Seni Islami akhir sanah pertama
TPQ - PAUD JANNATIN NA'IM

28/04/2017

Mengenai doa dengan bahasa daerah setempat, KH. Idris Marzuqi Lirboyo pernah berkata :

“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazahi dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”

-------------------
Ada kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai doa.
-
Dicarilah ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahas arab.
-
Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’ba. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “amin”. Mbah Nawawi berdoa: “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”
-
Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.

Patut ...
24/02/2017

Patut ...

Let's Be Smart - Orang Tua Ini Sukses Bikin Anaknya Ketagihan Baca AlQur'an Dengan 5 Trik Ini

Kegiatan hari ini membuat mahkota dari daun nangka
08/09/2016

Kegiatan hari ini membuat mahkota dari daun nangka

:: PARENTING: ANTARA TIDAK & JANGAN ::Berulang kali saya ditanya tentang kontroversi penggunaan kata JANGAN dan TIDAK da...
02/09/2016

:: PARENTING: ANTARA TIDAK & JANGAN ::

Berulang kali saya ditanya tentang kontroversi penggunaan kata JANGAN dan TIDAK dalam konteks Parenting. Ada sebagian orang mengatakan agar para orangtua menghindari mengatakan JANGAN dan TIDAK kepada anak, sementara di sisi lain kitab-kitab suci termasuk Al Qur'an banyak menggunakan kata JANGAN dan TIDAK dalam berbagai ayatnya.
Ini pendapat saya;
-------------------------------------------------------
IKUTI BAGAIMANA AL QUR'AN DAN ASSUNNAH "BERBICARA"
(Terkait kata JANGAN dan TIDAK dalam konteks pendidikan anak) - yws

1. Cek ayat-ayat dalam Al Qur'an atau sabda nabi yang menggunakan kata JANGAN atau TIDAK. Lihatlah bahwa sekalipun ada kata JANGAN dan TIDAK, diikuti dengan:
- Alasan atau reasoning kenapa perilaku itu dilarang, dan/atau
- Ada perilaku alternatif yang disarankan.

Misalnya, saya ambil contoh ayat dari surat Luqman, "Wahai anakku, JANGANLAH engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar.” atau contoh lain, "maka sekali-kali JANGANLAH kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan JANGANLAH kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan."

Pertanyaan saya (harap dijawab jujur dalam hati saja), apakah setiap kita melarang dengan kata JANGAN pada anak, kita (orangtua atau guru) mengiringi dengan penjelasan atau menunjukkan perilaku yang diharapkan?
Yang saya lihat dalam keseharian adalah, orangtua/guru hanya bilang JANGAN tapi kemudian tidak menjelaskan kenapa perilaku itu tidak boleh dan juga tidak menyampaikan perilaku apa yang diharapkan. Bahkan dalam banyak kasus melanjutkan dengan labelling, misalnya, "JANGAN ribut, kamu ini bandel banget sih ... "

2. Anak berbeda dengan orang dewasa.
Orang dewasa sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai untuk bertindak dan mengambil keputusan. Anak, pengetahuannya masih terbatas. Ketika ada ayat "Dan JANGANlah kamu mendekati zina.." maka orang dewasa tahu apa pilihan lain yang bisa dilakukannya selain zina. Menikah, menundukkan pandangan, shaum, dll.

Tapi anak tidak begitu. Sehingga ketika anak dilarang, maka perlu diberitahu apa yang bisa ia lakukan. Tidak cukup hanya berkata, "JANGAN ribut!". Lalu kalau tidak boleh ribut, bolehnya ngapain? Yang terjadi adalah anak akan trial error melakukan banyak hal, kemudian dilarang lagi, sehingga seringkali membuatnya bingung, karena seolah tak ada yang bisa dilakukan. Dalam kondisi seperti ini baik orangtua maupun anak berpeluang menjadi emosi. Kenapa tidak dikatakan, "JANGAN ribut, adik sedang tidur nanti bangun. Gimana kalau kamu main di luar, atau gimana kalau kamu baca buku dulu."

JANGAN itu seperti rem pada kendaraan. Ketika ada bahaya, maka kita mengerem. Tapi setelah itu kita tidak bisa diam di situ terus, kita harus maju lagi. "Maju lagi" itu analogi dari "apa yang perlu dilakukan anak"

3. Hukum bagi anak berbeda dengan hukum bagi orang dewasa.
Ada banyak hal yang dilarang dilakukan oleh orang dewasa tapi dimaafkan apabila dilakukan anak. Oleh karena itu cara memberi tahu anak menjadi berbeda karena konsekuensi hukumnya juga berbeda.

4. Dalam banyak hal, ammar ma'ruf didahulukan daripada nahi munkar. Dahulukan mengajak pada kebaikan daripada melarang. Itu pendapat saya.

5. Cara kerja otak itu unik, karena lebih mudah bagi otak untuk menyimpan stimulus visual. Kalau saya bilang "JANGAN membayangkan gajah warna pink" maka otomatis kita akan membayangkan gajah warna pink. Itu kenapa beberapa ahli menyarankan kita (untuk mempercepat proses penerimaan stimulus) adalah dengan menyampaikan kata atau kalimat yang lebih cepat diterima otak, misalnya, 'Bayangkan gajah yang berwarna coklat." maka otomatis gajah pink tidak akan terbayang.
Saya pernah buktikan itu dan silakan teman-teman melakukan sendiri percobaan kecil-kecilan. Ada seorang balita sedang disuapi.

Di sebelahnya ada TV menyala menyiarkan film kartun. Matanya melirik terus ke TV sehingga mulutnya tidak mengunyah. Ibunya kesal, sehingga menegur, 'JANGAN nonton TV ..." Yang terjadi adalah anak itu terus menerus menengok ke TV dan ibunya menjadi kewalahan karena proses makan menjadi lama.
Singkatnya, kata JANGAN dan TIDAK, efektif bila orang yang dilarang sudah memiliki sistem value yang kuat dan tahu apa alternatif perilaku apa yang bisa dilakukan selain yang dilarang.
Silakan katakan JANGAN dan TIDAK pada anak. Tapi PASTIKAN bahwa anak tahu apa perilaku lain yang BOLEH dilakukan. Kalau tidak, anak akan bingung dan stress.

*Tidak mungkin ada kata JANGAN dan TIDAK kalau tidak ada gunanya ...
Wallahu'alam

Yeti Widiati S. 200815
Indonesia Belajar Parenting

26/08/2016
Cara Mengatasi Anak Yang PendiamAnak merupakan karunia yang tak terbatas yang diberikan oleh tuhan yang maha esa kepada ...
24/08/2016

Cara Mengatasi Anak Yang Pendiam

Anak merupakan karunia yang tak terbatas yang diberikan oleh tuhan yang maha esa kepada anda pasangan suami istri. Anak sebagai titisan untuk meneruskan generasi pada keluarga anda sendiri. Otomatis anda akan mendidiknya supaya menjadi generasi keluarga yang patut dicontoh.

Oleh karena itu anak yang sifatnya pendiam cenderung akan dipaksa oleh orang tua nya untuk tidak pendiam atau pun pemalu lagi. Caranya pun beragam sekali untuk memperoleh hasil yang maksimal. Itu lah yang bakal dibahas pada artikel tentang cara mengatasi anak yang pendiam dan pemalu ini secara lengkap.
Cara Mengatasi Anak Yang PendiamCara Mengatasi Anak Yang Pendiam dan Pemalu Yang Efektif

Cara – cara berikut ini ada kalanya berhasil diterapkan orang tua yang menginginkan anaknya lebih aktif lagi saat berada di sekolah maupun di rumah, ikuti cara berikut ini.

1. Berteman dengan yang aktif. Saat anak yang pendiam dipasangkan dengan anak yang pendiam dan pemalu akan menghasilkan anak yang semakin pendiam p**a. Maka dari itu teori berbanding terbalik harus dicoba yang mewajibkan anak aktif ditemani dengan anak yang tidak aktif alias pendiam. Dengan begitu mereka bisa saling mengontrol, si anak pendiam akan tergerak untuk berbicara sedikit demi sedikit karena ulah si anak aktif.
2. Bikin grup mini. Anak pendiam bisa karena mereka tidak tahan dengan teman yang terlalu banyak. Mereka jadi tidak bisa mengungkapkan dalam situasi kondisi ramai seperti itu. Makanya pembuatan kelompok belajar kecil itu penting untuk memberanikan dia berbicara didepan kelompok mininya itu. Perlahan tapi pasti mereka akan berkembang menjadi anak yang aktif.
3. Pasangkan dengan yang lebih muda. Merasa dirinya tua membuatnya lebih harus bertanggungjawab ke temannya yang lebih muda darinya. Tanpa disadari si anak pendiam pun langsung mencoba aktif untuk membantu anak yang lebih muda. Ini sudah ada penelitiannya, dan sukses.

Nomer handphone anda terkena layanan penyedot pulsa?Sudah beberapa kali coba unreg ndak berhasil?Coba code berikut *123*...
23/08/2016

Nomer handphone anda terkena layanan penyedot pulsa?
Sudah beberapa kali coba unreg ndak berhasil?
Coba code berikut *123*44 # klik dial
Pilih opsi no2 unreg semua layanan.
Tunggu beberapa saat atau dalam 24 jam proses.
Kalau ada balasan dari 99999 sekian atau nomer layanan yang tidak dikenal sebaiknya jangan dibuka. Beberapa layanan diyakini langsung aktif begitu dibuka tanpa memberi kita opsi.
Semoga berguna :)

𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢𝐧𝐲𝐚Dalam perkembangan interaksi seorang anak dengan lingkungan sekitar. Te...
22/08/2016

𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢𝐧𝐲𝐚

Dalam perkembangan interaksi seorang anak dengan lingkungan sekitar. Tentu memiliki tahap yang berbeda-beda. Ada yang seorang anak mudah sekali bergaul dengan lingkungan sekitar,ada yang perlu waktu untuk bisa bergaul dan ada juga yang sama sekali tidak bisa bergaul. Biasanya, ketika anak sulit untuk bisa bergaul dengan lingkungan sekitar. Terutama anak yang s**a bersembunyi ketika berkenalan dengan orang lain. Anak ini bisa dikatagorikan sebagai anak yang pemalu.

Sifat Malu atau menjadi pemalu ini biasanya terjadi tidak dengan sendirinya. Banyak faktor yang biasanya menyebabkan sang anak menjadi seorang yang pemalu dan susah untuk berinteraksi. Seperti contohnya ia tidak memiliki kepercayaan diri sehingga ia menjadi pemalu dan banyak lagi faktor lainnya. Jika ini terus dibiarkan. Tentu saat ia beranjak dewasa nanti, sifat ini tidak bisa dihilangkan dan bisa berbahaya karena ia akan tidak memiliki teman karena sifat pemalu ini. Nah, untuk itu penanggulangannya haruslah sedini mungkin, agar sang anak pun bisa tumbuh dan menjadi seseorang yang tidak pemalu dan mudah bergaul dengan lingkungannya. Nah berikut kami berikan tips Kenali Penyebab Anak Pemalu dan Cara Mengatasinya:

1. Salah Pola Asuh
Penyebab pertama bisa jadi adalah karena salah asuh yang dilakukan orang tua untuk anaknya. Kita ambil contoh saja adalah memanjakan anak. Ketika anak sering dimanjakan oleh orang tua. Saat sang anak tidak berada disamping orang tua, biasanya mereka akan susah untuk berinteraksi karena ia akan merasa kesepian dan kehilangan karena tidak ada pegangan orang tua mereka. dan mereka pun tidak akan berusaha untuk mendekati lingkungannya. Lain hal dengan anak yang biasa tidak dimanjakan orang tuanya. Anak seperti ini akan lebih mudah berinteraksi karena mereka akan mencari kesenangannya sendiri tanpa harus ada orang tua disamping mereka.

Agar anak anda tidak menjadi pemalu.Anda haruslah mengubah pola asuh anda kepada anak anda. Memanjakan itu tidak masalah, tapi jangan berlebihan.

2. Pengalaman Buruk
Kemungkinan anak menjadi pemalu karena pengalaman buruk tentu bisa saja terjadi. Dari pengalaman buruk ini, ia pun memiliki pola pikir yang berimbas kepada perilakunya. Kita ambil contoh, ketika sang anak sedang mengikuti lomba disekolah dan ia sedang ingin perform. Jika sang anak memiliki ketakutan karena saat itu ia menjadi sorotan banyak orang. Ini yang bisa menjadikannya pemalu. Karena rasa kurang percaya diri ini. Akhirnya anak pun jadi tidakmau lagi untuk mengikuti lomba karena malu menjadi pusat perhatian orang.

Cara mengatasi anak yang mengalami pengalaman buruk ini, anda bisa mengajak sang anak untuk datang ke lomba-lomba yang dimana diikuti seumuran anak anda. Dan beri rasa percaya diri kepada dia. Bahwa anak anda tidak perlu malu, karena anak lain bisa melakukannya. Kenapa ia tidak bisa.

3. Tidak diberi kesempatan Berinteraksi
Ketika seorang anak biasanya hanya berada didalam rumah tanpa punya teman bermain. Terutama teman seumuran. Ini bisa menjadi faktor sang anak akan menjadi anak yang sangat pemalu. Mengapa begitu? Karena kurangnya interaksi yang ia peroleh. Akan membuat ia kebingungan begitu bertemu dengan orang / teman baru. Ia akan bingung harus berlaku seperti apa untuk bisa mempunyai teman.

Anda sebagai orang tua harus memberikan ruang untuk anak anda berinteraksi, terutama dengan anak seumuran. Caranya adalah dengan memasukkan anak anda kesekolah. Ini bisa membuat anak anda mudah berinteraksi dengan orang lain dan tidak menjadi pemalu.

Sumber : buahhati.co.id

𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐦𝐚𝐫𝐚𝐡?Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemara...
20/08/2016

𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐦𝐚𝐫𝐚𝐡?

Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:

- Seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.
- Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.
- Sikap pemarah bisa juga terjadi karena orang tua yang kurang memberikan perhatian ketika sang anak membutuhkan

Cara Mengatasi Anak Pemarah

Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi ibu dan anak. Karena itu orangtua perlu memaklumi sifat anaknya tersebut. Seperti dikutip dari The baby Book karangan William dan Martha Sears, Jumat (19/3/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:

1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.
2. Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya s**a marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.
3. Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.
4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.
5. Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.
6. Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.
7. Mengaji serta mendengarkan musik berirama pelan/santai juga bisa menenangkan emosi anak

- Dari berbagai sumber

Address

Rt 16 Rw 05 Ds Mayangan Kec Jogoroto
Jombang
61485

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAUD Jannatin Na'im posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category