PP. Sunan Kalijogo

PP. Sunan Kalijogo Tobe or not tobe that is the question

19/03/2026
Prinsip Utama Berkah Nabi sudah memberi prinsip tegas soal berkah dan mencari berkah. Yakni ketika Nabi diberi mukjizat ...
29/01/2026

Prinsip Utama Berkah
Nabi sudah memberi prinsip tegas soal berkah dan mencari berkah. Yakni ketika Nabi diberi mukjizat air yang mengalir dari jari-jari Nabi:
قَالَ « حَىَّ عَلَى الطَّهُورِ الْمُبَارَكِ ، وَالْبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ »
Para Sahabat membawa sebuah wadah yang berisi air sedikit, kemudian Nabi memasuk-kan tangannya ke dalam wadah dan bersabda: “Kemarilah, menuju air yang diberkati. DAN BERKAH ADALAH DARI ALLAH”. Maka sungguh saya melihat air menyumber dari jari-jari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama.” (HR al-Bukhari)
Manusia Ada Berkahnya?
Ya, Ada. Yakni tetap Allah yang memberi keberkahan. Sebagaimana diabadikan dalam Qur'an:
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ
“... dan Allah menjadikan aku (Isa) seorang yang diberkati di mana saja aku berada...” (Maryam: 31)
Itu kan Nabi. Kalau selain Nabi apa diberi keberkahan? Mau minta berapa dalil soal ini? Berikut Sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:
«اﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻊ ﺃﻛﺎﺑﺮﻛﻢ»
"Keberkahan bersama orang-orang tua di antara kalian" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas)
Jangan-jangan Daif? Silakan cek Silsilah Sahihah No Hadis 1778.
Kesahihan Riwayat Sahabat Bertawasul di Makam Nabi
وَرَوَى اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيِّ - وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ - قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِيْ زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَى الرَّجُلَ فِيْ الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهُ اِئْتِ عُمَرَ ... الْحَدِيْثَ.
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hadis dengan SANAD yang SAHIH dari Abi Shaleh Samman, dari Malik al-Dari (Bendahara Umar), ia berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudia ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) ke makam Rasulullah Saw, ia berkata: Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa.
وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوْحِ أَنَّ الَّذِيْ رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَة
Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…. Saif meriwayatkan dalam kitab al-Futuh lelaki tersebut adalah Bilal bin Haris al-Muzani salah satu Sahabat Rasulullah”. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441, dan Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasyqi, 56/489)
Ahli hadis dari Salafi Syekh Albani menilai daif, berikut kata beliau:
مالك الدار غير معروف العدالة والضبط
Malik Ad-Dar tidak dikenal sifat adilnya dan akurasinya (At-Tawassul 1/120)
Anehnya, Syekh Albani menilai Hasan sebuah riwayat yang melalui Malik Ad-Dar ini di kitab At-Tarhib wa Targhib. Bukti kitabnya saya cantumkan di kolom komentar. Beliau memang mengaku tidak tahu siapa Malik Ad-Dar. Anehnya giliran riwayat Tawasul di makam Nabi, beliau menilai daif.
Benarkah beliau tidak diketahui? Berikut penilaian seorang ahli hadis yang bergelar Al-Hafidz, yang tidak belum dimiliki oleh ulama-ulama Salafi:
مالك بن عياض المدني، يعرف بمالك الدار
Malik bin Iyadl Al-Madani, ia dikenal dengan Malik Ad-Dar (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Islam, 2/705)
Demikian p**a Al-Hafidz Ibnu Hajar, ketika menampilkan cucu Malik Ad-Dar, beliau juga memberi penilaian kakeknya:
يحيى بن عبد الله بن مالك بن عياض الدارمي المعروف جده بمالك الدار مولى عمر
Yahya bin Abdullah bin Malik bin Iyadl Ad-Darimi, yang KAKEKNYA dikenal dengan Malik Ad-Dar, sosok yang dimerdekakan oleh Umar (Lisan Al Mizan, 7/433)
Adakah Ulama Salaf yang bertabarruk ke Makam? Berikut pengakuan Imam al-Bukhari:°
قَالَ فَلَمَّا طَعِنْتُ فِي ثَمَانِيَ عَشَرَةَ وَصَنَّفْتُ كِتَابَ قَضَايَا الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ ثُمَّ صَنَّفْتُ التَّارِيْخَ فِي الْمَدِيْنَةِ عِنْدَ قَبْرِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكُنْتُ أَكْتُبُهُ فِي اللَّيَالِي الْمُقْمِرَةِ
“Ketika saya menginjak usia 18 tahun, saya mengarang kitab himpunan nama sahabat dan tabiin. Kemudian saya mengarang kitab ‘Tarikh’ di Madinah, di dekat makam Nabi Saw, dan saya menulisnya di malam-malam purnama” (Fathul Bari 1/478)
Itu kan tidak secara jelas mengaku bertabarruk? Berikut penjelasan dari pentaqiq kitabnya:
قُلْتُ فَهَذَا مِنْ بَرَكَاتِ جِوَارِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ عَمَّ نَفْعُهُ.
“Saya (Abu al-Wafa’ al-Afghani) katakan: Ini (kitab Bukhari) adalah berkah berada di dekat Nabi Saw, yang manfaat kitabnya telah merata” (pentashih kitab at-Tarikh al-Kabir)
Itu kan penafsiran dia saja? Ya udah, kalau gak mau saya gak maksa.
Begitulah orang Tekstualis. Hanya mau dalil yang sesuai teks. Padahal Dalil ada yang sharih dan istimbath, menggali hukum dalam dalil. Tapi gimana lagi, kalau sudah tidak cocok dengan perkataan Syekhnya meskipun ada istimbath dalil dari para sahabat, ahli hadis, ulama Salaf dan lainnya tetap akan ditolak.
• Ziarah Tabarruk di Makam KH As'ad Syamsul Arifin, salah satu Muassis NU. ditulis oleh KH. Ma'ruf Khozin

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Aji Luhur PratamaBeri komentar untuk menyambut mereka di komunita...
07/01/2026

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Aji Luhur Pratama

Beri komentar untuk menyambut mereka di komunitas kita, berat

12/11/2025

TETAP DAHULUKAN HAK GURU DARIPADA ORANG TUA

‎Di postingan sebelumnya saya menegaskan, kalau hormat kepada guru itu lebih didahulukan daripada hormat kepada orang tua, sebagaimana kata Imam al-Ghazali dalam Minhajul Muta'llim.

‎Tapi netizen banyak tidak setujua dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan ikut hati nurani. Ada yang berasalan orang tua adalah segalanya. Terakhir ada yang behujjah dengan hadits :

‎عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : جاء رجل إلى رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ فقال : يا رسول الله : ” من أحق الناس بحسن صحابتي ؟ قال : أمك قال : ثم من ؟ قال : أمك قال : ثم من ؟ قال : أمك قال ثم من ؟ قال : ثم أبوك ” رواه البخاري ومسلم وابن ماجه

‎Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

‎Menurut saya hadits tersebut tidak sedang membandingkan orang tua dengan guru, tapi perbandingan antara ibu dan bapak. Karena Imam al-Ghazali tidak menampilkan hadits itu dalam kitab Minhajul Muta'allim. Yang ditulis oleh beliau haidts berikut :

‎خير الأباء من علمك

‎"Paling baiknya seorang bapak, adalah dia yang mengajarimu (guru)."

‎Tanggal 12 November ditetapkan sebagai hari ayah nasional. Itu lah momentum bagi seorang anak untuk mengekspresikan bentuk kasih sayangnya terhadap bapak.

‎Untuk menyesuaikan dengan momentum, kita rayakan hari ayah dengan kasih sayang, doa dan kehormatan. Selamat hari ayah nasional 2025.

27/10/2025

KH MA SAHAL MAHFUDZ:
Terampil Memilih Diksi dan Menyusun Paragraf
Tak banyak kiai seperti Kiai Sahal. Beliau punya kemampuan berbahasa Indonesia yang sangat baik. Presentasi verbalnya sama memukaunya dengan narasi tulisnya.
Seperti disampaikan Kiai Ulil Abshar Abdalla; kepiawaian berbahasa Kiai Sahal ini diperoleh secara otodidak melalui membaca jurnal-jurnal akademik bermutu tinggi seperti Prisma dan artikel-artikel koran seperti Jawa Pos, dan lain-lain.
Kiai Sahal pun sering berdiskusi dengan para intelektual beragam latar belakang seperti Cak Nur, Ignas Kleden, Daniel D, Dawam Raharjo, dan lain-lain.
Kita merindukan tumbuhnya para kiai seperti Kiai Sahal yang bukan hanya cakap berbahasa Arab melainkan juga lincah berbahasa Indonesia; terampil memilih diksi dan menyusun paragraf.
Senin, 2 Desember 2024
Salam,
Abdul Moqsith Ghazali
0:22 / 1:40

Selamat Hari Santri 2025
22/10/2025

Selamat Hari Santri 2025

Kunjungan AKBP Ardi Kurniawan Kapolres Jombang peduli Disabilitas Mental binaan PP. Sunan Kalijogo sebelum ramadlan
19/03/2025

Kunjungan AKBP Ardi Kurniawan Kapolres Jombang peduli Disabilitas Mental binaan PP. Sunan Kalijogo sebelum ramadlan

25/02/2025

iai Sahal Mahfudh: Ideolog NU
KH As'ad Said Ali mengisahkan, pasca Rapat Pleno PBNU di Pesantren Krapyak Yogyakarta Maret 2011, Kiai Sahal memerintahkan padanya untuk membuat konsep kaderisasi NU yang militan sehingga lahir model kaderisasi yang militan yang merambah sampai ke level Ranting sekarang ini. Kiai Sahal juga yang memerintahkan supaya pemilihan pemimpin NU menggunakan model Ahwa (Ahlul Halli Wal Aqdi) untuk memininalisir politisasi NU dalam bentuk money politics dan lain-lain.
Kiai Sahal Selalu berada di balik layar keputusan-keputusan penting NU. Sebagai Rais Am Syuriyah PBNU, otoritas Organisasi penuh di bawah komando Kiai Sahal. Ketua Umum bertindak sebagai pelaksana kebijakan yang dikeluarkan Rais Am.
Sebagai Rais Am Syuriyah PBNU Tiga Periode (Muktamar Lirboyo 1999, Solo 2014, Dan Makasar 2010), ideologi Aswaja An-Nahdliyyah Kiai Sahal sudah berakar kuat sejak kecil yang terus terasah sampai wafatnya.
Dididik Ayahnya yang juga Aktivis NU, murid Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, yaitu KH Mahfudh Salam yang menurut Kiai Sahal pernah menjadi Rais Syuriyah PWNU Jateng, Kiai Muhajir Bendo yang dikenal Sufi, Kiai Zubair Dahlan yang merupakan santri KH Faqih Maskumambang, Wakil Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari di Syuriyah, Dan dimatangkan oleh pamannya, KH Abdullah Zain Salam, Mursyid Thariqah yang getol berkhidmah di NU, Kiai Sahal tumbuh sebagai Ideolog NU yang militan.
Dalam konteks pemikiran Aswaja An-Nahdliyyah, Kiai Sahal Selalu menekankan dinamisasi supaya Aswaja mampu merespons dinamika zaman. Aswaja Tidak apriori terhadap penggunaan rasio Dan tidak absolut menggunakan teks/Nash. Aswaja menggunakan dua-duanya (teks Dan rasio) secara seimbang. Al-Qur'an, hadis, ijma', Dan qiyas adalah buktinya.
Kiai Sahal Selalu menekankan kemaslahatan dalam setiap produk pemikiran Islam. Dalam konteks Ulama, Kiai Sahal menekankan urgensi Ulama yang "Faqih Fi Mashalihil Khalqi", peka terhadap kemaslahatan makhkuk. Peka dalam arti mampu Menangkap, mengidentifikasi, peduli, mengorganisir Dan bergerak secara riil-praktis untuk memberdayakan makhluk baik secara Ekonomi, pendidikan, maupun politik.
Sebagai pemimpin tertinggi NU yang dibekali dengan penguasaan mendalam terhadap ilmu Agama dengan banyaknya karya kitab yang ditulis, maka ideologi Aswaja Kiai Sahal mengalir dalam tubuhnya Dan mengeluarkan aroma wangi yang menyinari Dan memberdayakan masyarakat.
Harakah
Jika ukuran ideologi Aswaja adalah harakah (bergerak aktif), maka Kiai Sahal adalah sosok muharrik (Penggerak) roda Organisasi NU agar mampu memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya kepada warga NU, bangsa, Dan umat manusia secara keseluruhan.
Konsistensi Kiai Sahal menyuarakan Dan menegakkan khittah tujuannya Tidak lain adalah agar Pengurus NU Tidak lagi menghabiskan energinya dalam politik praktis (kekuasaan-jabatan).
Pengurus NU dengan Khittahnya seyogianya mencurahkan energinya untuk melayani umat dalam Bidang Ekonomi, pendidikan, sosial, keluarga, kebudayaan, keilmuan, Dan wawasan kebangsaan.
Kiai Sahal memberikan Contoh riil kontribusi NU dalam Bidang non ibadah mahdlah ini. Bersama dengan pesantren-pesantren lain yang concern pada pemberdayaan Ekonomi umat, Kiai Sahal mendirikan BPPM (Biro Pengembangan Pesantren Dan Masyarakat) di Pesantren yang dipimpinnya.
BPPM ini menginisiasi, memfasilitasi, memonitoring, memotivasi, Dan memberikan pinjaman modal bagi usaha-usaha produktif masyarakat yang akhirnya mampu mengangkat Perekonomian mereka.
Ideolog Aktif
Maka, pemikiran Dan basis ideologi Aswaja Kiai Sahal inilah yang Harus diteladani oleh para Pengurus NU. Mereka Harus menjadi Ideolog Aktif, yaitu orang yang aktif menyuarakan Dan memperjuangkan ideologi Aswaja yang mampu memberikan kontribusi riil dalam kehidupan bermasyarakat Dan berbangsa.
Meneladani Kiai Sahal Tidak cukup menjadi Ideolog pasif yang hanya berakidah Aswaja, tapi miskin kontribusi di tengah masyarakat.
Kiai Sahal Selalu menggunakan kaidah:
المتعدي افضل من القاصر
Orang yang mampu memberikan manfaat seluas-luasnya Dan sebanyak-banyaknya kepada orang lain lebih utama dari pada orang yang manfaatnya terbatas hanya dirinya sendiri.
Hadis yang selalu disampaikan Kiai Sahal:
خير الناس انفعهم للناس
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Semoga Kita mampu meneladaninya, amiin.
IPMAFA, 21 Februari 2020

Address

Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kec. Kesamben, Kab. Jombang
Jombang
61484

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP. Sunan Kalijogo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PP. Sunan Kalijogo:

Shortcuts

Share

Category