Madrasah Ibtidaiyah "Mafatihul Huda"

Madrasah Ibtidaiyah "Mafatihul Huda"

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Madrasah Ibtidaiyah "Mafatihul Huda", Elementary School, Desa Rau, Kedung, Jepara, Jepara.

21/08/2015

HYMNE MADRASAH
Dengan ungkapan syukur pada Mu
atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan
dalam melanjutkan perjuangan
Dengan ungkapan syukur pada Mu
atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan
dalam melanjutkan perjuangan
Madrsah Tumpuan harapan umat
membentuk jiwa berakhlaqul karimah
Menjawab arus tantangan jaman
menjadi benteng runtuhnya moral
Kau ajarkan arti kehidupan
melalui tuntunan keislaman
Dalam bingkai citra pendidikan
tuk menggapai cita-cita mulia
tuk menggapai cita-cita mulia

15/07/2015

KARENA TERBENTUR LIBUR LEBARAN DIPERPANJANG SAMPAI 1 AGUSTUS 2015
Dibuka lowongan Staff TU untuk Madrasah Ibtidaiyah "Mafatihul Huda" Rau Kedung Jepara. Pendaftaran mulai 5 Mei- 1 Agustus 2015.
Syarat :
Beragama Islam dan berakhlak mulia
mempunyai kemampuan baca tulis alqu'an dengan tartil
pendidikan minimal SLTA
Menguasai Komputer (diutamakan menguasai word, excel, powerpoint, internet)
sehat jasmani dan rohani
memiliki dedikasi tinggi dan bisa berkerjasama
lamaran harus ditulis tangan
bersedia mengikuti tes tulis dan wawancara
bagi yang berminat bisa langsung menyerahkan berkas lamaran.
tes tulis dan wawancara menyusul.

Photos 10/06/2015
Photos 10/06/2015

Monggo.............

Photos 10/06/2015

Monggo.....

09/06/2015

Berdasar penelitian beberapa psikolog GENERASI BAHAGIA Itu, generasi kelahiran 1970-1990,
Dan itu adalah kami.

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik mjd permainan yg mengasyikkan. Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang.
pacman emotikon

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dg penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio.

Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya.

Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p.

Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, GameBoard yg blm berwarna.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim kirim salam sm temen2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS.
Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.
Kami tumbuh diantara para legenda cinta spt kla Project, dewa 19, padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata.

Kami generasi bersepatu Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah /jam,bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi dikali disungai dll, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan Nama nama seluruh provinsi di Indonesia.
Kini disaat kalian sedang sibuk2nya belajar dengan kurikulum mu yg njelimet, kami asik2an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dg generasi kami. Betapa bahagianya generasi kami.
maaf adik2... kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri...Salam sayang dari kami.

05/05/2015

Dibuka lowongan Staff TU untuk Madrasah Ibtidaiyah "Mafatihul Huda" Rau Kedung Jepara. Pendaftaran mulai 5 Mei- 30 Mei 2015.
Syarat :
Beragama Islam dan berakhlak mulia
mempunyai kemampuan baca tulis alqu'an dengan tartil
pendidikan minimal SLTA
Menguasai Komputer (diutamakan menguasai word, excel, powerpoint, internet)
sehat jasmani dan rohani
memiliki dedikasi tinggi dan bisa berkerjasama
lamaran harus ditulis tangan
bersedia mengikuti tes tulis dan wawancara
bagi yang berminat bisa langsung menyerahkan berkas lamaran.
tes tulis dan wawancara menyusul.

17/11/2014

KH Sya’roni Buktikan Kesaktian Lafal “Yaa Syakuur”

Suatu hari di tahun 1990-an, KH M Sya’roni Ahmadi mengadu kepada gurunya, KH Bisri Musthofa, ayahanda Gus Mus, tentang keinginan berangkat ke tanah suci yang belum juga terpenuhi. Singkat cerita, KH Bisri Musthofa memberikan trik khusus kepada murid kesayangannya itu supaya keinginan untuk beribadah ke tanah suci segera terwujud.

KH. Sya’roni pun segera mengamalkan apa yang dipesankan oleh sang guru, yakni salat Tahajjud setiap malam, cukup dua rakaat, membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Setelah salam mewirid istighfar 70 kali, selawat nabi 100 kali, serta lafal “yaa syakuur” 1000 kali. KH. Sya’roni benar-benar mengamalkannya dengan istiqamah setiap malamnya.

Sampai tiba suatu hari, KH. Sya’roni didatangi tamu seorang lelaki muda, gagah dan tampan yang tak dikenal. Rupanya, ia merupakan alumni madrasah Qudsiyyah Kudus. Kepada beliau, lelaki ini mengaku bahwa saat itu tengah menjabat sebagai seorang petinggi kolonel.

Tiba-tiba lelaki tadi bertanya, apakah KH. Sya’roni masih mengajar di Qudsiyyah. Jawabannya “masih”. Lalu kolonel tadi kembali bertanya, “naik apa?”. KH. Sya’roni agaknya merasa aneh dengan pertanyaan ini, sebab dengan posisi tempat tinggal dan madrasah yang tak jauh, tentu saja tidak ada jawaban lain selain “sepeda,” yang pantas untuk jawaban saat itu.

Tak pernah menyana sebelumnya, setelah mendengar jawaban “sepeda”, kolonel muda itu berujar dengan nada yang amat serius, “Bagaimana kalau Bapak Sya’roni saya belikan mobil?”

KH. Sya’roni terdiam. Betapa berbudinya ‘bekas murid’ yang satu ini. Lama tidak pernah bertemu, kini jauh-jauh mendatangi guru masa kecilnya untuk menawari sebuah mobil gratis. Sebuah mobil yang dimaksud mengganti sepeda tua untuk berangkat mengajar ke madrasah. Cukup geli rasanya mengingat betapa biasanya murid di madrasahnya sering menunggak SPP. Sekarang malah ada murid yang menawari mobil baru gratis. KH. Sya’roni menangis, terharu dengan tingkah kolonel santun ini.

Tak ingin berlama-lama hanyut dalam keharuan, KH. Sya’roni kemudian memutuskan untuk ‘menawar’ bakal hadiahnya.

“Kalau misalkan saya minta ganti selain mobil, bisa nggak?” tawar KH. Sya’roni pada kolonel muda.

“Selain mobil, emm... apa itu?” tanya kolonel.

“Naik haji,” jawab KH. Sya’roni mantab.

“Oh, tentu saja bisa.”

Jawaban kolonel ini sekaligus menjawab doa KH Sya’roni selama bertahun-tahun. Akhirnya, beliau membuktikan sendiri bahwa lafal “yaa syakuur” yang diijazahkan oleh KH Bisri Musthofa memang mujarab.

Setelah sukses mengamalkan “yaa syakuur” sendiri, beliau mengajak keluarganya untuk turut juga mengamalkannya setiap malam. Dan benar, beberapa tahun kemudian, KH Sya’roni berangkat ke tanah suci untuk yang kedua kali. Beliau diajak oleh seorang aghniya’. Jika yang pertama dulu beliau berangkat sendiri, maka yang kedua ini beliau berangkat bersama istrinya. Dan tentunya, tanpa biaya, berkat “yaa Syakuur”. Begitu, Allah memberikan jalan bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya, dengan perantara yang kadang tak terduga, termasuk wirid “yaa Syakuur”.

Dan kini, Mustasyar PBNU itu mengajak kita untuk bersama-sama turut juga mengikuti jejaknya, mengamalkan wirid “yaa Syakuur”, agar segera memenuhi panggilan ke Baitullah. Tentu saja, dengan tanpa meninggalkan rangkaian amalan sebelumnya yang juga diamalkan oleh KH. Sya’roni secara tekun dan niat yang ikhlas.

*) Ditulis berdasarkan mauidhoh hasanah yang disampaikan KH Sya’roni Ahmadi pada peringatan harlah Madrasah NU Mu’allimat Kudus di gedung JHK, Kudus, Rabu Pon/12 Muharrom 1436 H.

Photos 24/08/2014

Gebyar Madrasah dan Pesta Siaga dalam PESTA PERKEMAHAAN Se Kec. Kedung di Area Cikal Indah Sukosono tanggal 21 - 23 Agustus 2014 "hanya" mendapat Juara III (pentas seni) dan Juara Harapan II (Pesta Siaga Putra) semoga dalam acara berikutnya dapat lebih berprestasi lagi...

Photos 24/08/2014

Gebyar Madrasah "MI. MAFATIHUL HUDA RAU"

06/08/2014

bagi pecinta drumband, besok siang drumband mi. mafada rau akan tampil di desa platar, dan hari jumat tampil di sowan kidul. mohon do'anya supaya dapat berjalan dg sukses. aamiin.........

Photos 26/06/2014

Majukan dan Ramaikanlah Madrasahmu yang merupakan Wakaf/Amal/Shodaqoh dari orang tuamu dan leluhurmu......

Want your school to be the top-listed School/college in Jepara?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Culinary Team

Attire

Telephone

Website

Address


Desa Rau, Kedung, Jepara
Jepara
59463