Belajar ilmu Nahwu Sharaf
Jelas, Ringkas & Mudah dipahami
MI Al ANWAR Tempur
Membantu anda memberikan informasi tentang kegiatan dan profil madrasah
Salah satu pengalaman tak terlupakan seumur hidup bagi anak adalah saat orang tua membimbingnya belajar. Belajar di rumah untuk hindari wabah
02/05/2020
Khutbah jumat tersingkat sepanjang sejarah adalah khutbah Syekh Sudani Abdul Baqi Al-Mukasyifi. Waliyullah dari negeri seribu Darwis. Di dalam khutbahnya beliau hanya bertausiyah :
“Satu suapan di perut seorang yang kelaparan itu lebih baik daripada membangun 1000 Masjid Jami'”
~TR~
28/04/2020
MANUSIA KITAB YG MASIH ADA DI "BUMI"❗❗❗
Kehebatannya Itu Loh,,, yang Bikin Kita Yakin !!!!!,,
•Kenapa Kita Percaya Gus Baha'???
"Kehebatannya" •
Faktor apa yang membuat banyak orang percaya dengan pemikiran Gus Baha'? Kenapa banyak orang (dari berbagai kalangan dan organisasi) mudah menerima pendapat beliau?
Salah satunya adalah : "kehebatannya".
Dalam arti, beliau kerap dengan percaya diri menunjukkan kealimannya. Menunjukkan pada khalayak bahwa beliau benar-benar pandai dan menguasai apa yang sedang dibicarakan.
Terkait Alquran, sebagai standard utama tingkat keulamaan seseorang.
Beliau tak sungkan menyatakan bahwa sudah sejak kecil menghafal Alquran.
Sudah sejak kecil mempelajari Alquran.
Secara Bapaknya, KH Nursalim adalah seorang hafidz yang ahli Quran.
Bisa dibilang Alquran adalah sahabatnya.
(Kira-kira sama seperti Kapten Tsubasa yang bersahabat dengan bola). 😂,,,
Di sela ngaji, beliau kerapkali bilang;
Saya sudah khatam Kitab Ihya' 4 sampai 5 kali.
Hampir hafal titik koma Ihya'. Bahkan sudah mengkaji kitab karya Hujjatul Islam ini lewat beberapa versi penerbit.
Tiga atau empat versi cetakannya.
Belum lagi, beliau juga beberapa kali mengaku mengkhatamkan kitab Ithaf (Syarah Ihya') karya Sayyid az-Zabidi.
Lewat pengakuan tersebut, ulama-kiai Islam tradisional yang begitu mengagungkan Al-Ghazali dan Ihya'-nya bisa dibilang akan langsung merasa kalah.
Apalagi, mereka yang khatam Ihya'-nya baru sekadar ikut khataman. 😆 Tanpa ikut ngaji full.
Urusan hadits, beliau pun berulang kali bilang; Shahih al-Bukhari adalah bacaan kesukaan. Beliau amat percaya dengan isi hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari itu.
Bahkan menjadikan Bukhari sebagai standar utama mengenal Nabi. Pun untuk urusan ghaib yang akan terjadi di masa depan.
Saat menyebutkan suatu hadits, misalnya, beliau kerap bilang :
"Saya hafal betul teks haditsnya. Karena sengaja saya hafalkan!!!"
Coba deh, siapa yang gak langsung angkat tangan "melawan" orang yang begitu yakin dan mantabnya menyebut kata per kata sebuah hadits.
Di saat bersamaan, banyak penceramah (muballigh) yang kerap ragu-ragu dengan hafalan haditsnya lewat ucapan :
Au K**a Qola.
أو كما قال.
Para ustadz yang fanatix dengan pertanyaan:
"mana haditsnya",
"haditsnya shahih gak???",
"dishahihkan Albani gak???",
Bisa langsung membuka tangan, mengiyakan.
Jika disebut hadits itu ada di Bukhari atau Muslim.
Kalaupun sudah disebut riwayat Bukhari - Muslim, masih ngeyel tanya; dishahihkan Albani apa gak???
Mending tinggal 'ngis,,,ng' wae...
Para guru yang fanatik fiqih, tentu akan langsung 'iya-iya...' kala mendengar pengakuan beliau yang dengan PEDE bilang sudah "ngelontok" kitab Fathul Muin dan Ianatut Tholibin.
Sebab, pernah jadi rois Fathul Muin sewaktu mondok di Sarang.
Demikian p**a dengan kitab-kitab fikih lain madzhab Syafii--karya Imam Nawawi, Imam Rofii, Imam Suyuthi, hingga Zakaria al-Anshari.
Bahkan, pemikiran-pemikiran madzhab Hanafi pun banyak diakrabi.
Begitulah, "kehebatan" soal ilmu yang kerap beliau tampakkan.
Bahkan beliau tak segan-segan menantang siapa pun yang menolak pendapatnya.
"Tapi, ya harus selevel lah... Minimal hafal Quran mantab dan sekian ribu hadits. Baru boleh debat saya.
Saya siap berguru pada orang itu, jika memang terbukti lebih alim."
begitu kira-kira ucapan beliau.
Lha,,,,
kalau hafalnya cuma ayat
"Udkhulu fis silmi kaaaffah...",
yang lainnya gak hafal, ya levelnya baru belajar iqro' itu.
Kalau kata seorang kiai alim itu, levelnya baru belajar mengeja :
م - ت - م,,,,,,,,,,,,,
Apa penyebab beliau bersikap seperti itu ????
Barangkali karena keresahan banyaknya muballigh zaman sekarang yang kurang ilmu.
Dia tenar dan banyak penggemar gara-gara TV atau media (lain). Lantas merasa GR bahwa dia layak berfatwa. Padahal, ilmu tak ada.
Modal pintar ngomong doang.
Disuruh men-tashrif kata:
قال - يقول
saja mbulet, kayak baca surat al-Kafirun.
Gak selesai-selesai 😂😂😂
Lebih dari itu, sikap ini juga ada sanadnya. Artinya, ada tuntunan dan contoh dari para ulama terdahulu.
Beberapa kali saya mendengar beliau mengutip sebuah kalimat (entah hadits atau bukan) :
إذا ظهرت الفتن ، فليظهر العالم علمه.
"Jika sudah nampak fitnah-fitnah (urusan agama), maka orang alim harus menunjukkan ilmunya."
Keadaan dunia makin rusak, sebab orang-orang alim tidak mau mengajar. Tidak mau mengisi ceramah. Alasannya, masih belum cukup ilmu.
Padahal, sudah mondok-nyantri puluhan tahun. Sudah hafal Imrithy.
Sudah khatam dan menguasai Fathul Qoribd.
Sudah ngaji Hikam--bahkan Ihya' Ulumiddin.
Gaya-gayanya sich tawadhu'.
Tapi, sejatinya memberi ruang bagi orang-orang yang kosong ilmunya untuk mengajarkan agama.
Wallahu a'lam...
20/04/2020
Selamat Hari Kartini
21 April 2020
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri"
(RA. Kartini)
Selamat Hari Kartini
21 April 2020
25/03/2020
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Saya menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas wafatnya Ibu Hj. Sudjiatmi Notomiharjo, Ibunda Presiden Joko Widodo. Semoga almarhumah Husnul Khatimah dan ditempatkan Allah SWT di Surga bersama Baginda Nabi Muhammad SAW.
16/03/2020
Pesan dari pak ganjar
15/03/2020
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Menghadapi pandemik global Covid-19 ini beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensinya, ada yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19.
Sebagai negara besar dan negara kep**auan, tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia ini derajatnya bervariasi antardaerah.
Karena itu, saya minta seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota terus memonitor kondisi daerahnya, berkonsultasi dengan pakar medis, dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.
Para kepala daerah juga saya minta membuat kebijakan sesuai kondisi daerahnya menyangkut proses belajar dari rumah bagi pelajar/mahasiswa, kebijakan tentang sebagian ASN bekerja di rumah dengan tetap memberi pelayanan kepada masyarakat, dan menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Selain itu, setiap daerah agar meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal, memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit Daerah, bekerja sama dengan Rumah Sakit Swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi.
Saya sudah memerintahkan untuk memberikan dukungan anggaran untuk digunakan secara efektif dan efisien, cepat, dan memiliki landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakannya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Address
Desa Tempur Kecamatan Keling
Jepara
59454