04/04/2026
BENTUK TULISAN MUSHAF AL QURAN QADIM/AWAL PADA MASA RASULULLAH SAW
Pada masa Rasulullah Muhammad SAW, bentuk tulisan Al-Qur'an masih sangat sederhana dan berbeda dengan yang kita kenal sekarang. Berikut adalah beberapa poin kunci mengenai bentuk tulisan Al-Qur'an pada masa Rasulullah:
1. Tanpa Titik dan Harakat
Tulisan Al-Qur'an pada masa itu tidak menggunakan titik (untuk membedakan huruf yang serupa) dan harakat (tanda baca untuk menunjukkan vokal). Hal ini membuat teks Al-Qur'an terlihat lebih sederhana dan seringkali bergantung pada hafalan dan pemahaman konteks.
Misalnya, tanpa titik, huruf-huruf seperti "ب" (ba), "ت" (ta), dan "ث" (tsa) akan terlihat sama, dan pembacaan serta pemahaman ayat-ayatnya sangat bergantung pada pengetahuan para sahabat yang menghafalnya.
2. Media Penulisan
Penulisan Al-Qur'an dilakukan pada berbagai media yang tersedia pada zaman itu, seperti:
Pelepah kurma
Kulit binatang (seperti kulit unta atau kambing)
Tulang (terutama tulang belakang unta)
Batu dan lembaran-lembaran daun Media-media ini lebih sederhana dan terbatas dibandingkan dengan kertas atau perkakas modern, sehingga penulisan Al-Qur'an tidak seefisien saat ini.
3. Tidak Ada Pembagian Ayat atau Surah yang Jelas
Pada zaman Rasulullah, teks Al-Qur'an tidak dibagi dalam bentuk surah atau ayat yang terpisah dengan jelas. Pembagian surah dan ayat yang kita kenal sekarang baru dilakukan setelah wafatnya Rasulullah. Ayat-ayat wahyu ditulis tanpa pemisahan formal, dan pembagian surah maupun ayat lebih bersifat lisan dan hafalan di kalangan sahabat.
4. Fokus pada Hafalan
Karena keterbatasan dalam media penulisan, sebagian besar para sahabat lebih mengutamakan hafalan daripada penulisan fisik. Mereka menghafal wahyu yang diturunkan dan menjadi bagian penting dari pelestarian Al-Qur'an. Rasulullah sendiri mendorong sahabat untuk menghafal Al-Qur'an, dan banyak sahabat yang dikenal sebagai Hafidz (penghafal Al-Qur'an).
5. Penyusunan Naskah Tertulis
Pada masa Rasulullah, banyak sahabat yang menulis wahyu yang diterima, tetapi teks-teks ini belum disusun menjadi satu mushaf resmi. Setelah Rasulullah wafat, mushaf Al-Qur'an mulai disusun dengan lebih teratur, pertama oleh Abu Bakar (khalifah pertama) dan kemudian oleh Utsman (khalifah ketiga) yang menyebarkan salinan mushaf resmi ke berbagai wilayah.
Kesimpulan:
Bentuk tulisan Al-Qur'an pada masa Rasulullah sangat sederhana dan bergantung pada hafalan serta tulisan informal di berbagai media seperti pelepah kurma dan kulit binatang. Tidak ada titik atau harakat pada tulisan tersebut, dan pembagian surah serta ayat juga tidak terstruktur seperti sekarang. Penulisan Al-Qur'an pada masa itu lebih berfokus pada lisan dan hafalan untuk memastikan keaslian dan kelestarian wahyu.
PSKQ Jepara
13 Maret 2026
Muhammad Assiry
________
In Frame: Lukisan kaligrafi saya ini memvisualkan tentang bentuk tulisan dan uslub/gaya penulisan Al Quran pada zaman Rasulullah SAW.
Title: Jejak aksara Al Quran Qadim/ awal jaman Rasul.
Media; Mixed media on canvas
Size: 100 x100 cm
Artist: H. Muhammad Assiry, 2023