PP. Ahlul Qur'an Jeneponto

PP. Ahlul Qur'an Jeneponto

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PP. Ahlul Qur'an Jeneponto, Education, Jeneponto.

04/03/2026

Renungan Malam ke-15 Ramadhan....

Mungkin Allah Tidak Menyukai Ibadahmu?

Jika keinginanmu untuk beribadah sudah begitu lemah, jika keinginanmu mentadabburi al-Qur'an sudah begitu lemah, jika keinginanmu berpuasa sudah begitu lemah, jika keinginanmu untuk sholat di masjid sudah begitu lemah, maka berhati-hatilah.

Barangkali, itu adalah satu tanda jika Allah tidak menyukai ibadahmu, tidak menyukai keikutsertaanmu dalam kegiatan amal.

Dahulu, Allah membuat lemah keinginan sebagian orang dari ikut berjihad di jalan Allah, hingga mereka tidak mau berjihad.

Dan, Allah menyebut bahwa Allah tidak menyukai mereka akan keikutsertaannya di dalamnya hingga Allah melemahkan keinginan mereka pada kebaikan itu.

Allah berfirman:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

"Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka.”Tinggallah kalian bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At-Taubah: 46)

Demikianlah orang-orang yang Allah tidak sukai. Allah lemahkan keinginan mereka untuk beribadah pada ibadah yang mulia, hingga mereka tidak mendapatkan keutamaannya, bahkan berhak dengannya mendapat siksaNya karena meninggalkannya.

Maka, jika keinginanmu berpuasa sudah hilang, mungkin memang Allah sudah tidak sukai dengan puasamu, sehingga Allah lemahkan keinginan puasa padamu.

Jika keinginanmu mentadabburi al-Qur'an padamu begitu lemah, mungkin Allah benci dengan caramu membaca al-Qur'an hingga Allah lemahkan keinginammu darinya.

Lalu, Allah biarkan hatimu terkunci dalam kejahilan dan kesesatan, jauh dari petunjukNya, sebagaimana firmanNya:

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

"Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Jika keinginanmu sholat sudah lemah, jika keinginanmu berbuat kebaikan-kebaikan yang lain sudah lemah, hati-hatilah, barangkali engkau salah seorang yang Allah tidak sukai ikut serta dalam ibadah.

Bukan karena Allah tidak sayang kamu, tapi kamu yang selalu ingkar padaNya, kamu yang selalu menjauh dari petunjukNya, kamu yang selalu melawan perintah dan laranganNya. Maka Allah pun biarkan kamu dalam kesesatan semntara kamu anggap berada dalam petunjuk, wal'iyadzubillah.

Ramadhan sudah akan berlalu setengahnya, evaluasilah diri, kemudian teruslah semangat dalam kebaikan. Jangan berhenti, jangan lemah dan kuatkan semangatmu dalam ibadah, hingga nafasmu tidak lagi berhembus, wafat secara husnul khatimah.

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Ode Wahyu -hafizhahullah-

27/11/2025

Mengingat maraknya penculikan anak, Berikut hal-hal penting yang perlu diajarkan kepada anak untuk mencegah penculikan, dengan bahasa yang mudah dipahami anak:

1. Kenali Orang yang Boleh Menjemput

Ajarkan anak bahwa hanya:

orang tua,

wali yang ditunjuk,

atau guru yang ditetapkan sekolah
yang boleh menjemput.
Jika ada orang lain datang menjemput, anak wajib menolak dan langsung lapor guru.

2. Jangan Pergi Dengan Orang Tak Dikenal

Beritahu anak untuk tidak ikut siapa pun yang:

mengaku disuruh orang tua,

memberikan hadiah,

menawarkan tumpangan,

atau mengajak pergi ke suatu tempat.

3. Teriak dan Lari Jika Dipaksa

Ajarkan kalimat darurat:

“Tolong! Saya tidak kenal dia!”

Lari ke tempat ramai atau ke guru/petugas keamanan.

4. Jangan Menerima Apa Pun dari Orang Asing

Termasuk:

makanan,

minuman,

mainan,

uang,

ajakan melihat sesuatu.
Ini sering digunakan sebagai trik penculik.

5. Jaga Jarak Aman

Ajari anak untuk menjaga jarak minimal satu langkah besar dari orang asing dan tidak mendekat saat dipanggil.

6. Hafalkan Identitas Penting

Minimal:

nama lengkap,

nama orang tua,

nomor telepon darurat,

alamat rumah.

Namun tekankan agar tidak menyebutkan informasi ini kepada orang tidak dikenal.

7. Gunakan Password Keluarga

Buat kode rahasia/password yang hanya diketahui keluarga.
Jika ada orang mengaku disuruh orang tua, suruh anak bertanya password keluarga.
Kalau tidak tahu → jangan ikut.

8. Jangan Berjalan Sendirian

Biasakan anak:

jalan berkelompok,

tetap di area sekolah sampai dijemput,

tidak bermain di tempat sepi.

9. Kenali Tempat Aman

Ajarkan anak tempat yang aman untuk minta bantuan:

kantor guru,

pos satpam,

masjid,

kantor polisi,

toko besar.

10. Berani Berkata “Tidak”

Latih anak untuk tegas berkata:

“Tidak!”

“Saya mau kembali ke sekolah!”

“Saya tunggu ayah/ibu!”

11. Bedakan “Orang Baik” dan “Orang yang Berbahaya”

Tekankan bahwa orang berbahaya tidak selalu terlihat menakutkan.
Siapa pun yang membuat anak merasa tidak nyaman → jauhi.

12. Hindari Berbagi Lokasi & Informasi Online

Untuk anak yang sudah menggunakan gadget:

jangan unggah lokasi,

jangan jawab chat dari orang yang tidak dikenal,

jangan bertemu teman online.
Semoga bermanfaat
barakallahu fiikum

Tetap waspada, semoga Allah senantiasa menjaga kita, keluarga dan anak anak keturunan kita dari segala marabahaya. Aamiin

26/11/2025

Refleksi hari guru Nasional 2025...

Sifat-Sifat Guru Ideal dalam Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, seorang guru ideal harus memiliki sifat-sifat yang mulia dan sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Berikut beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru ideal dalam pandangan Islam:

1. Ikhlas

Seorang guru harus ikhlas dalam mengajar, tidak mencari pujian atau imbalan duniawi. Ikhlas adalah kunci utama dalam mengajar, karena dengan ikhlas, seorang guru dapat memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. (Kitab "Al-Fawaid" karya Ibnul Qayyim, hal. 123)

2. Sabar

Seorang guru harus sabar dalam menghadapi kesulitan dan tantangan dalam mengajar. Sabar adalah sifat yang sangat penting dalam mengajar, karena dengan sabar, seorang guru dapat menghadapi kesulitan dengan tenang dan bijak. (Kitab "Al-Muwatta'" karya Imam Malik, hadits no. 273)

3. Lemah Lembut

Seorang guru harus lemah lembut dalam berbicara dan berinteraksi dengan murid-muridnya. Lemah lembut adalah sifat yang dapat membuat murid-murid merasa nyaman dan terbuka dengan guru mereka. (Kitab "Al-Adab al-Mufrad" karya Imam Bukhari, hadits no. 273)

4. Berilmu

Seorang guru harus memiliki ilmu yang luas dan mendalam dalam bidang yang diajarkannya. Berilmu adalah syarat utama bagi seorang guru, karena dengan berilmu, seorang guru dapat memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. (Kitab "Al-Muqaddimah" karya Ibn Khaldun, hal. 123)

5. Teliti dan Amanah

Seorang guru harus teliti dan amanah dalam menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Teliti dan amanah adalah sifat yang sangat penting dalam mengajar, karena dengan teliti dan amanah, seorang guru dapat menyampaikan ilmu dengan benar dan akurat. (Kitab "Al-Fatawa" karya Ibn Taymiyyah, juz 11, hal. 123)

6. Mengutamakan Akhlak

Seorang guru harus mengutamakan akhlak yang baik dan menjadi contoh bagi murid-muridnya. Mengutamakan akhlak adalah sifat yang sangat penting dalam mengajar, karena dengan mengutamakan akhlak, seorang guru dapat menjadi contoh bagi murid-muridnya. (Kitab "Al-Adab al-Mufrad" karya Imam Bukhari, hadits no. 273)

7. Mengajar dengan Bijak

Seorang guru harus mengajar dengan bijak, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid-muridnya. Mengajar dengan bijak adalah sifat yang sangat penting dalam mengajar, karena dengan mengajar dengan bijak, seorang guru dapat memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. (Kitab "Al-Muqaddimah" karya Ibn Khaldun, hal. 123)

Referensi:

- Ibnul Qayyim, "Al-Fawaid"
- Imam Malik, "Al-Muwatta'"
- Imam Bukhari, "Al-Adab al-Mufrad"
- Ibn Khaldun, "Al-Muqaddimah"
- Ibn Taymiyyah, "Al-Fatawa"

semoga siapapun dari saudaraku yang berprofesi sebagai guru, memiliki sifat-sifat mulia diatas, sehingga mengajar bukan sekedar profesi tapi menjadi jalan juang kita meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala...

10/11/2025

InsyaAllah 100 hari menuju Ramadan 1447 H.

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan
antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku
di bulan Ramadan”

15/10/2025

Anak-anakku...!
Hormati, muliakan dan beradablah kepada gurumu....

Guru memiliki hak yang sangat besar atas para muridnya. Mereka memiliki keutamaan mulia karena mengajarkan ilmu kepada manusia, menuntun mereka menuju jalan pengetahuan, dan menuntun mereka menapaki jalan keselamatan.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga hak-hak guru, menghormatinya, memuliakannya, dan memperhatikan adab terhadapnya. Hal ini merupakan inti dari ilmu, bagian dari akhlak yang mulia, dan tanda keluhuran jiwa.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

أَنَا عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِي حَرْفًا وَاحِدًا، إِنْ شَاءَ بَاعَ، وَإِنْ شَاءَ اسْتَرَقَّ

"Aku adalah budak bagi orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau, ia boleh menjualku, dan jika ia mau, ia boleh menjadikanku budak." (Ta‘līm al-Muta‘allim Ṭarīq at-Ta‘allum, hlm. 25)

Az-Zarnuji rahimahullah berkata:

اِعْلَمْ أَنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ لَا يَنَالُ الْعِلْمَ وَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ إِلَّا بِتَعْظِيمِ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ، وَتَعْظِيمِ الْأُسْتَاذِ وَتَوْقِيرِهِ. قِيلَ: مَا وَصَلَ مَنْ وَصَلَ إِلَّا بِالْحُرْمَةِ، وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ إِلَّا بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ.

"Ketahuilah bahwa penuntut ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan mendapatkan manfaat darinya kecuali dengan cara mengagungkan ilmu dan orang-orang yang berilmu, serta menghormati dan memuliakan gurunya. Dikatakan: Tidaklah seseorang mencapai derajat tinggi kecuali karena menjaga kehormatan (terhadap guru), dan tidaklah seseorang jatuh derajatnya kecuali karena meninggalkan kehormatan itu." (Ta‘līm al-Muta‘allim Ṭarīq at-Ta‘allum, hlm. 25)

Termasuk bentuk penghormatan yang indah dan adab yang luhur adalah ketika seorang murid menjaga kesopanan dalam berbicara kepada gurunya. Tidak boleh memanggilnya dengan hanya menyebut namanya secara langsung, tetapi hendaknya ia menggunakan panggilan yang menunjukkan penghormatan dan pengagungan, seperti mengatakan: Wahai guru kami, wahai guruku, afwan ustadz ustadzah, maaf pak bu.

Jika tidak pantas bagi seorang anak memanggil ayah kandungnya dengan berkata: “Wahai Fulan” maka demikian p**a tidak pantas bagi seorang murid memanggil gurunya yang telah mengajarinya, mendidiknya, dan membimbingnya dengan cara seperti itu.

Allah Ta‘ala berfirman:

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا

"Janganlah kamu jadikan panggilanmu kepada Rasul itu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain." (QS. An-Nur: 63)

Makna ayat mulia ini adalah janganlah kalian memanggil Nabi Muhammad ﷺ dengan namanya seperti kalian saling memanggil sesama kalian, tetapi muliakanlah dan agungkanlah beliau, dan katakanlah: Wahai Rasulullah, Wahai Nabi Allah.

Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang keharusan memuliakan pengajar kebaikan, karena Rasulullah ﷺ adalah pengajar kebaikan bagi umat, dan para guru adalah pewaris para Nabi. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk menghormati dan mengagungkan beliau.

Penting juga untuk memperhatikan adab dalam bertanya kepada guru, di antaranya:

Pertama: Mendoakan guru ketika bertanya. Misalnya dengan mengatakan: “Ustadz, ustadzah, pak, bu, semoga Allah merahmati Anda, mohon jawabannya kalau boleh bertanya apa hukum ini dan itu...?”

Kedua: Bertanya dengan cara yang baik dan penuh kelembutan. Di antara ungkapan hikmah yang masyhur adalah pertanyaan yang baik adalah separuh dari ilmu.

Apabila seorang murid mengajukan pertanyaan dengan adab yang baik, maka hal itu akan membuat guru bersemangat untuk menjawabnya dan menjelaskan hal yang masih samar, karena ia melihat kesiapan dan kesungguhan muridnya.

Muhammad bin Sirin berkata:

كَانُوا يَرَوْنَ حُسْنَ السُّؤَالِ يَزِيدُ فِي عَقْلِ الرَّجُلِ

“Mereka (para salaf) memandang bahwa pertanyaan yang baik dapat menambah kecerdasan seseorang.” (Ibn Abī ad-Dunyā fī Kitāb al-‘Aql wa Faḍlih, hlm. 54)

An-Nawawi rahimahullah berkata:

وَيَتَلَطَّفُ فِي سُؤَالِهِ، وَيُحْسِنُ خِطَابَهُ

“Hendaklah ia (murid) bertanya dengan lemah lembut dan berbicara dengan cara yang baik.” (Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab (1/37))

Seorang murid hendaknya tidak membantah gurunya, tidak menyakiti hatinya, dan tidak bersikap keras atau memaksa dalam berdialog. Sebab bisa jadi seorang murid kehilangan manfaat ilmu karena buruknya sikap terhadap gurunya. Tidaklah seseorang membuat gurunya marah melainkan ia akan terhalang dari ilmunya.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata:

إِذَا حَضَرْتَ مَجْلِسَ عِلْمٍ فَلَا يَكُنْ حُضُورُكَ إِلَّا حُضُورَ مُسْتَزِيدٍ عِلْمًا وَأَجْرًا، لَا حُضُورَ مُسْتَغْنٍ بِمَا عِنْدَكَ؛ طَالِبًا عَثْرَةً تُشِيعُهَا، أَوْ غَرِيبَةً تُشَنِّعُهَا، فَهَذِهِ أَفْعَالُ الْأَرْذَالِ، الَّذِينَ لَا يُفْلِحُونَ فِي الْعِلْمِ أَبَدًا، فَإِذَا حَضَرْتَهَا عَلَى هَذِهِ النِّيَّةِ فَقَدْ حَصَلْتَ خَيْرًا عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَإِنْ لَمْ تَحْضُرْهَا عَلَى هَذِهِ النِّيَّةِ فَجُلُوسُكَ فِي مَنْزِلِكَ أَرْوَحُ لِبَدَنِكَ، وَأَكْرَمُ لِخُلُقِكَ، وَأَسْلَمُ لِدِينِكَ.

"Apabila engkau menghadiri majelis ilmu, maka janganlah kehadiranmu itu kecuali dengan niat untuk menambah ilmu dan pahala, bukan dengan perasaan sudah cukup dengan apa yang engkau miliki; dan bukan p**a dengan niat mencari-cari kesalahan untuk disebarkan, atau hal aneh untuk dijadikan bahan celaan. Itu adalah perbuatan orang-orang hina yang tidak akan pernah berhasil dalam menuntut ilmu. Jika engkau hadir dengan niat seperti itu (yaitu mencari ilmu dan pahala), maka engkau akan mendapatkan kebaikan dalam segala keadaan. Namun jika engkau hadir tanpa niat tersebut, maka duduk di rumahmu lebih menenangkan badanmu, lebih menjaga kehormatan akhlakmu, dan lebih menyelamatkan agamamu.” (Al-Akhlāq wa as-Siyar fī Mudāwāt an-Nufūs, hlm. 92)

Disebutkan dalam bait syair:

إِنَّ الْمُعَلِّمَ وَالطَّبِيبَ كِلَاهُمَا
لَا يَنْصَحَانِ إِذَا هُمَا لَمْ يُكْرَمَا
فَاصْبِرْ لِدَائِكَ إِنْ أَهَنْتَ طَبِيبَهُ
وَاصْبِرْ لِجَهْلِك إِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّمَا

"Sesungguhnya guru dan tabib, keduanya tidak akan menasihati dengan tulus apabila tidak dihormati.
Bersabarlah atas penyakitmu bila engkau menghina doktermu, dan bersabarlah atas kebodohanmu bila engkau menyinggung gurumu."

Bersyukur atas kebaikan guru. Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

"Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara kalian." (QS. Al-Baqarah: 237)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَشْكُرُ الله مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

"Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia." (HR. Abū Dāwūd no. 4811, dan at-Tirmidzi no. 1954, dan berkata, 'Hadis Shahih')

Seorang Muslim wajib menjaga dan menghargai kebaikan orang yang telah berbuat baik kepadanya, serta tidak melupakan jasanya siapa pun orangnya. Bagaimana mungkin ia melupakan kebaikan seseorang yang telah berbuat baik kepadanya dengan ilmu, yang merupakan bentuk kebaikan paling mulia?

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ قَدْ عَلَّمَهُ أُسْتَاذٌ عَرَفَ قَدْرَ إِحْسَانِهِ إِلَيْهِ وَشَكَرَهُ

"Apabila seseorang telah diajari oleh gurunya, maka ia harus mengetahui kadar kebaikan gurunya terhadapnya dan bersyukur atasnya." (Majmū‘ al-Fatāwā (28/17))

Semoga bermanfaat....
Baarokalloohu fiikum

23/09/2025

إنا لله و إنا إليه راجعون...
Keluarga besar Pondok Pesantren Ahlul Qur'an Rumbia Jeneponto, turut berdukacita atas wafatnya Bapak Muh. Sahid. Bsc (kakak dari Bapak Ajji Amang/Paman dari Ibu Desa Kassi) di Kab. Mamuju,

اللهم اغفر له و ارحمه و عافه واعف عنه ...
رحمه الله تعالى رحمة واسعة واسكنه فسيح جناته...

Semoga Allah merahmati beliau dengan Rahmat-Nya yang luas, mengampuni segala dosanya, menerima segala amal Sholehnya, melapangkan kuburnya, memasukkannya ke dalam surga-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran atas musibah ini. Aamiin

16/09/2025

Selasa' 16/09/2025
📍 ilmu tidak akan diraih kecuali dengan ketabahan
sebagaimana perkataan imam syafi'i:

من لم يذق مر التعلم ساعة تجرع ذل الجهل طول حياته
" Barang siapa yg tidak pernah merasakn pahitnya belajar walau sesaat, niscaya ia ( akan menyesal ) meneguk hinanya kebodohan sepanjang hayatnya"

# *Belajar Sirah & Tajwid*

14/09/2025

Mari berkunjung ke Almaz Antang

07/09/2025

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات...

Alhamdulillah, 464 da’i alumni IAI STIBA Makassar dan sekolah DAI Wahdah Islamiyah dengan basic ilmu yang kuat in Syaa Allah, hari ini, Ahad 7 September 2025, dilepas untuk tugas dakwah ke seluruh penjuru negeri, semoga mereka membawa berkah dan keteduhan dimana pun mereka berada dan menjadi sebab penyambung hidayah… aamiin

Baarokalloohu fiihim

05/09/2025

إنا لله و إنا إليه راجعون...
Pondok kita turut berdukacita atas apa yang menimpa kemenakan perempuan ustadz Muslimin di Kolaka Timur (ananda dib*n*h saat berangkat mengaji sampai l*her hampir putus dan viral dimedsos) Wallahul musta'an... Semoga Allah merahmati ananda dan menjadi simpanan terbaik untuk kedua orangtuanya di akhirat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah ini... Juga semoga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya... Aamiin

29/08/2025

Kurang lebih 6 Bulan Menuju Ramadhan In Syaa Allah

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ

”Mereka (salaf shalih) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan, kemudian berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar amalan kebaikan mereka diterima” (Lathaiful ma’arif)

اللهم بلغنا رمضان...
Yaa Allah sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan dan berilah Taufiq dan pertolonganMu untuk memaksimalkan ibadah didalamnya. Aamiin

Want your school to be the top-listed School/college in Jeneponto?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jeneponto
92372

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00