Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A Halaman resmi Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA. Berada Dibawah Naungan Yayasan Lorong Faradisa (HR Ibnu Majah, no. 224)
(5966)

Ustadz Syafiq Riza Basalamah, nama lengkap beliau Syafiq Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, lahir pada 15 Desember 1977 di Jember, Jawa Timur. Beliau adalah seorang pendakwah, dosen, dan penulis yang aktif di media sosial melalui saluran Syafiq Riza Basalamah Official dan Lorong Faradisa. Saat ini, beliau menjabat sebagai anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad, berkontribusi da

lam memberikan fatwa dan bimbingan di bidang keagamaan. Pendidikan

Ustadz Syafiq Riza Basalamah memulai pendidikan formalnya di Pesantren Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso, menyelesaikan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) pada tahun 1993 dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pada tahun 1996. Beliau melanjutkan studi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, meraih gelar Diploma 1 (D1) pada tahun 1998. Selanjutnya, beliau mengambil program bahasa Arab di Universitas Islam Madinah, menyelesaikannya pada tahun 1999, dan melanjutkan studi sarjana di Fakultas Da’wah dan Usuluddin, Universitas Islam Madinah, dengan predikat Cumlaude pada tahun 2003. Ustadz Syafiq kemudian meraih gelar magister di jurusan Da’wah pada tahun 2007 dan menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang yang sama pada tahun 2013. Disertasinya yang fenomenal berjudul "Peran Lembaga dan Organisasi Islam dalam Membendung Kristenisasi di Indonesia" (dalam bahasa Arab: جهوّد المؤسّسات والهيئات الإسلامية في إندونيسيا في التصدي للتنصير) berhasil dipertahankan di depan tim penguji yang terdiri dari para tokoh terkemuka, seperti Syekh Prof. Dr. Ali bin Ibrahim An-Namlah dan Syekh Dr. Fuad Abduh al-Ba'daani. Kegiatan Akademik dan Karya Tulis

Selama masa studi di Universitas Madinah, beliau aktif mengikuti halaqah di majelis Syekh Al ‘Alamah Abdul Mukhsin Bin Hamid Al Abbad Badr. Bakat keilmuan Ustadz Syafiq terlihat jelas, hingga beliau sering diminta memberikan tausiyah dan siraman rohani kepada teman-teman serta adik kelasnya. Dalam setiap nasihat, beliau selalu memotivasi mereka untuk bersyukur dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Karya-karya ilmiah yang dihasilkan Ustadz Syafiq mencakup berbagai tema, antara lain:

جهود الشيخ أحمد السوركتي في الدعوة إلى الله في إندونيسيا: Sebuah kajian tentang kontribusi Syekh Ahmad al-Surqati dalam dakwah Islam di Indonesia. Andai Aku Tidak Menikah Dengannya: Buku yang mengulas pernikahan dan kehidupan keluarga, terutama peran suami dalam menjaga keharmonisan. Rumahku Masih Ngontrak: Membahas tantangan hidup rumah tangga dengan kondisi ngontrak dan cara menghadapinya. Mimpi Bertemu Nabi: Menguraikan tentang Rasulullah ﷺ secara mendalam berdasarkan sumber yang kuat. Bersama Keluarga Masuk Surga: Panduan meraih kebahagiaan dan keselamatan keluarga di dunia dan akhirat. Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong: buku tentang bagaimana cara pandang kita menyikapi sesuatu yang kurang menjadi cukup. Ustadz Syafiq Riza Basalamah adalah sosok yang tak henti-hentinya menuntut ilmu, mengikuti pemahaman para sahabat salafus shalih, dan istikamah untuk menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang benar sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah--insyallah--hingga akhir hayatnya. Dalam kajiannya beliau menyampaikan terkait menuntut ilmu, utamanya ilmu agama bahwa,

اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
"Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat."

23/08/2026

Jangan jadikan kemiskinan sebagai alasan untuk takut menikah, karena Allah telah menjanjikan kecukupan bagi mereka yang menempuh jalan yang halal.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

(QS. An-Nur: 32)

Maka jangan hanya melihat apa yang belum kita miliki. Percayalah kepada janji Allah, ikhtiarkan pernikahan dengan cara yang baik, dan bertawakallah kepada-Nya

Masuk Islam Bukan Berarti Bebas dari UjianKetika seseorang masuk Islam, bukan berarti setelah itu hidupnya akan selalu m...
23/08/2026

Masuk Islam Bukan Berarti Bebas dari Ujian
Ketika seseorang masuk Islam, bukan berarti setelah itu hidupnya akan selalu mudah dan terbebas dari ujian. Justru keimanan seseorang akan diuji untuk membuktikan apakah ia benar-benar teguh dalam keimanannya.
Allah Ta'ala berfirman,
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ۝ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji? Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang benar dan benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-'Ankabut: 2–3)
Lihatlah istri Fir'aun, seorang wanita yang beriman sementara ia hidup di bawah kekuasaan seorang penguasa yang sangat zalim. Allah mengabadikan doanya:
رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga." (QS. At-Tahrim: 11)
Demikian p**a Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu. Keimanannya tidak menjadikannya terbebas dari penderitaan. Namun ujian tidak membuatnya meninggalkan tauhid.
Maka jangan heran setelah kita berusaha mendekat kepada Allah, datang badai ujian yang besar. Bisa jadi ujian itu justru menjadi jalan untuk menunjukkan keteguhan iman kita.
Jangan ukur kasih sayang Allah dari sedikit atau banyaknya ujian. Ukurlah dari apakah ujian itu membuat kita semakin dekat kepada-Nya atau justru semakin jauh.
Surga Allah itu mahal. Maka bertahanlah ketika diuji, bersabarlah dalam ketaatan, dan jangan lepaskan iman hanya karena jalan menuju Allah terasa berat.

22/08/2026

"Ketika Istri Ingin Mandiri

Ketika seorang istri ingin “mandiri” dengan mengambil tanggung jawab di luar rumah, sering kali yang bertambah bukan hanya haknya, tetapi juga bebannya. Ia tetap dituntut mengurus rumah, mendampingi suami, mengandung, melahirkan, menyusui, dan mendidik anak, sementara di saat yang sama harus ikut mencari nafkah dan memikul tanggung jawab lainnya.

Karena itu, Islam tidak membebani wanita dengan tuntutan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memikul semuanya. Islam telah memuliakan wanita dengan membebankan nafkah kepada laki-laki dan memberikan ruang bagi wanita untuk menjalankan fitrah serta peran besarnya dalam keluarga. Kemuliaan wanita bukan ketika ia sanggup menanggung semua beban, tetapi ketika ia dihargai, dilindungi, dan tidak dipaksa memikul sesuatu yang bukan kewajibannya.

Simak kajian selengkapnya dengan judul,
""Mau Jadi Apa?""

Link kajian,
https://youtu.be/mrg6LH3wei4?si=RzsDHyQhjiMcGwuE

===

Buku Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Bisa di-order melalui :
Instaggram
WatsApp +6289699776077

——

Ikuti Kami Pada Media Platform Yang Lain:
instagram :
Facebook : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A
Youtube :
TIktok : syafiqrizabasalamah_
X :
Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaFZpIv2ER6gn4YkJy1t
Telegram : https://t.me/SRB_Official

===

"

22/08/2026

Sampaikan Dengan Kebaikan - Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah MA

22/08/2026

"Jangan Bertanya, “Apa Manfaat Mereka Bagiku?”

Ketika kita berkumpul, bergaul, atau menjalin hubungan dengan orang lain, jangan hanya berpikir, “Apa manfaat yang bisa aku dapatkan dari mereka?”

Justru seorang Muslim seharusnya lebih sering bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa manfaat yang bisa aku berikan kepada mereka?”

Karena jangan sampai kita hanya sibuk mencari orang yang bisa memberikan keuntungan, membantu urusan kita, atau mendatangkan manfaat untuk diri kita. Sementara kita sendiri tidak pernah berpikir untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ»

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."
(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath, no. 5787; dihasankan oleh Al-Albani)

Maka, ubahlah cara berpikir kita. Jangan hanya bertanya, “Apa yang akan aku dapatkan?” Tetapi berpikirlah, “Apa yang bisa aku berikan? Apa manfaat yang bisa aku lakukan untuk orang lain?”

Sebab, salah satu ciri sebaik-baik manusia adalah mereka yang kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain.

===

Buku Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Bisa di-order melalui :
Instaggram
WatsApp +6289699776077

——

Ikuti Kami Pada Media Platform Yang Lain:
instagram :
Facebook : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A
Youtube :
TIktok : syafiqrizabasalamah_
X :
Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaFZpIv2ER6gn4YkJy1t
Telegram : https://t.me/SRB_Official

===

"

22/08/2026

Istiqomah Dalam Beribadah - Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA

"Syukur bukan sekadar mengucapkan “Alhamdulillah”. Syukur adalah ketika seorang hamba menyadari bahwa setiap nikmat yang...
22/08/2026

"Syukur bukan sekadar mengucapkan “Alhamdulillah”. Syukur adalah ketika seorang hamba menyadari bahwa setiap nikmat yang ia miliki berasal dari Allah ﷻ, lalu mengakui, mencintai, dan menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada-Nya.

Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa syukur adalah menampakkan nikmat Allah pada diri seorang hamba melalui tiga perkara:

Pertama, dengan hati.
Yaitu menyaksikan dan meyakini bahwa seluruh nikmat yang ia miliki benar-benar berasal dari Allah ﷻ. Bukan semata-mata karena kepintaran, kekuatan, atau usahanya sendiri.

Kedua, dengan lisan.
Yaitu memuji Allah dan mengakui nikmat-Nya, serta menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang telah diberi begitu banyak karunia.

Ketiga, dengan anggota badan.
Yaitu menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk taat dan patuh kepada-Nya.

Sebaliknya, lawan dari syukur adalah kufur nikmat: enggan menyadari, bahkan mengingkari bahwa nikmat yang dimiliki berasal dari Allah ﷻ.

Seperti Qarun yang berkata,

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku diberi harta itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

Ia menganggap apa yang dimilikinya semata-mata sebagai hasil kemampuan dirinya, hingga lupa kepada Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut.

Wallahu a'lam. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan seluruh perbuatan kita.

===

Buku Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Bisa di-order melalui :
Instaggram
WatsApp +6289699776077

——

Ikuti Kami Pada Media Platform Yang Lain:
instagram :
Facebook : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A
Youtube :
TIktok : syafiqrizabasalamah_
X :
Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaFZpIv2ER6gn4YkJy1t
Telegram : https://t.me/SRB_Official

===

"

22/08/2026

Nasihat Pernikahan Untuk Jundi dan Nova

21/08/2026

Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Seorang Muslim - Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah

Address

Yayasan Lorong Faradisa : Perumahan Rabbani Residence Blok D-13, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates
Jember
68131

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A:

Shortcuts

Share