Keluarga Besar Islam Indonesia

Keluarga Besar Islam Indonesia Promosikan FP ini Kaum muslim @ #[229113340489535:1] Hapus tanda # saat mengirim.

ENAM MANFAAT AIR WUDHU SECARA SPIRITUALKEWAJIBAN berwudhu sebelum shalat ternyata tidak hanya menjadi syarat sah melaksa...
30/01/2018

ENAM MANFAAT AIR WUDHU SECARA SPIRITUAL

KEWAJIBAN berwudhu sebelum shalat ternyata tidak hanya menjadi syarat sah melaksanakan shalat. Tetapi juga terdapat banyak manfaat yang dapat diambil setelah melakukan wudhu. Manfaat tersebut akan diuraikan dibawah ini :

1. Dosa akan mengalir bersama air wudhu.

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :
“Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, maka tatkala ia membasuh wajahnya keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya bersamaan dengan air itu atau dengan tetesan terakhirnya. Apabila dia membasuh dua tangannya maka akan keluar seluruh dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan air itu atau tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya maka keluarlah seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya bersama air atau tetesannya yang terakhir sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari dosa – dosa.”
Berdasarkan hadits diatas para ulama sepakat menyimpulkan bahwa air setelah wudhu jangan dilap atau dibersihkan dengan kain terlebih dahulu, biarkan air itu kering dengan sendirinya. Karena air – air itu akan melebur dosa yang telah diperbuat.

2. Anggota tubuh yang dibasuh air wudhu akan mengeluarkan cahaya di hari kiamat.

Pernyataan ini berdasarkan hadits – hadits Rasulullah saw. Hadits pertama diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjilin (wajahnya bercahaya dan badannya bersinar) karena bekas berwudhu, maka barangsiapa mampu untuk memanjangkan ghurran hendaklah melakukannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Kemudian Nabi Muhammad saw. bersabda, “Muka dan tangan kalian nanti di hari kiamat berkilauan bekas dari berwudhu.” (HR. Muslim).
Rasulullah saw. bersabda, “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu mereka.” (HR. Muslim no. 249).

3. Menghapus dosa dan mengangkat derajat seseorang.

Abu Hurairah ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah swt. akan menghapus dosa – dosa dan mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat pun menjawabnya, “Tentu wahai Rasulullah saw.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Menyempurnakan wudhu ‘dalam keadaan tidak dis**ai (seperti cuaca sangat dingin -red), memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat, dan itulah ribath.’” (HR. Muslim).
Kemudian Thabrani meriwayatkan dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika seorang hamba menjaga shalatnya, menyempurnakan wudhunya, rukuknya, sujudnya, dan bacaannya, maka shalat akan berkata kepadanya, ‘Semoga Allah swt. menjagamu sebagaimana kamu menjagaku.’ dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah swt. dan shalat memberi syafaat kepadanya.”
Dari hadits diatas dapat dipetik pelajaran bahwa orang yang rajin berwudhu akan diangkat derajatnya hingga ke langit dan sebagai pelindung dari siksa api neraka.

4. Diampuni dosanya dan masuk surga.

Ketika Utsman bin Affan berwudhu bersama Rasulullah saw., Rasulullah saw. bersabda “Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara sesuatu terhadap diri sendiri dalam dua rakaat itu maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim).
Hadits lain menyebutkan, Uqbah bin ‘Amir ra. berkata Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seseorang berwudhu lalu membaguskan wudhunya dan shalat dua raka’at, hati dan wajahnya khusyu’ pada dua rakaat itu kecuali wajib baginya Surga.” (HR. Al – Bukhari dan Muslim).

5. Orang yang tidur dalam keadaan sudah berwudhu akan didoakan Malaikat. Dan jika ia meninggal, ia dalam keadaan syahid.

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti , lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap, ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Umar ra.)
Selain itu, dari Umar bin Harits bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati di saat tidur maka matinya dalam keadaan syahid di sisi Allah. Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi di sisi Allah swt. ”

6. Makanan menjadi berkah

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Keberkahan makanan adalah dengan wudhu sebelum dan sesudahnya.”(HR. Abu Dawud).
Setelah mengetahui banyaknya manfaat yang diperoleh dari air wudhu, semoga kita senantiasa selalu istiqomah untuk menjaga wudhu sepanjang hari dan memelihara kebersihan hati, jiwa, lisan, dari berbagai macam penyakit yang dapat menodai iman kita.
Sumber : Rahasia wudhu,Eep Khunaefi El-Ghony, PT Variapop Group, Mei 2013, Cibubur

Sumber "Darullughah Waddakwah"

07/01/2017

10 PANTANGAN BAGI SUFI
Dalam kitab Al-Ghunyah Lithalibi Thariq Al-Haqq, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengungkap 10 pantangan yang harus dihindari bagi sufi yang sedang melakukan mujahadah dan muhasabah, yakni:

Pertama, pantang bersumpah demi Allah, terlepas dari apakah yang dikatakan itu benar atau bohong, baik sengaja atau tidak sengaja. Ketika seseorang telah mengokohkan prinsip tersebut dalam dirinya dan membiasakan pada lisannya, niscaya Allah akan membukakan satu pintu dari cahaya-cahaya-Nya, meninggikan derajatnya dan dikuatkan tekad dan pandangannya.

Kedua, pantang berbohong baik serius ataupun bercanda. Jika mampu melakukannya, maka Allah akan melapangkan dadanya dan menjernihkan pengetahuannya, hingga ia tak lagi mengenal dusta.

Ketiga, pantang menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, lalu urung memenuhinya, meski mampu mewujudkannya, kecuali memang ada alasan yang jelas. Lebih baik dia menghilangkan kebiasaan janji-janji. Jika mampu melakukannya, Allah akan membukakan pintu kemudahan dan derajat malu, dan memberi kasih sayang di tengah-tengah orang-orang jujur, serta menaikkan derajatnya di sisi Allah.

Keempat, pantang mencaci-maki makhluk lain, meski makhluk itu seukuran biji sawi atau lebih kecil lagi. Ini adalah akhlak kaum shaleh dan shiddiqin yang menghasilkan sesuatu yang baik, berupa perlindungan Allah di dunia dan derajat tinggi di sisi-Nya di akhirat.

Kelima, pantang mencaci-maki atau mendoakan hal-hal buruk kepada seseorang, meskipun orang itu dzalim. Ia harus memaafkan orang itu karena Allah, dan tidak membalas balik dengan ucapan ataupun perbuatan. Jika mampu melakukan itu, Allah akan memberi kedudukan terhormat di dunia dan akhirat, meraih cinta kasih segenap makhluk, baik jauh atau dekat, serta akan dikabulkan doanya.

Keenam, pantang menyebut musyrik, kafir, dan munafik kepada Ahli Kiblah (Muslim). Laku ini akan menjauhkan dari murka Allah dan mendekatkan kepada ridha dan kasih sayang Allah. Menjadi pintu mulia menuju Allah yang membuat si hamba dikasihi oleh segenap makhluk.

Ketujuh, pantang berpikir dan berangan-angan melakukan kemaksiatan, lahir dan batin, serta mencegah anggota tubuhnya dari hal itu. Ini adalah amalan yang paling cepat mendapat pahala bagi kalbu maupun fisik di dunia, disamping pahala di akhirat.

Kedelapan, pantang menggantungkan biaya hidupnya kepada siapa pun, baik dalam jumlah sedikit atau banyak, pada saat memerlukan ataupun tidak. Sikap semacam ini akan melengkapi kemuliaan ibadah dan kehormatan ahli takwa, dan ini adalah pintu terdekat pada keikhlasan.

Kesembilan, pantang bersikap tamak terhadap apa yang dimiliki manusia. Ini adalah kemuliaan terbesar, kekayaan sesungguhnya, kekuasaan agung, kebesaran yang luhur, keyakinan yang benar, dan kepasrahan yang tepat. Ia merupakan satu pintu keyakinan kepada Allah dan pintu zuhud yang mengantarkannya pada warak.

Kesepuluh, pantang bersikap takabur dan harus selalu tawaduk. Sikap rendah hati ini akan menguatkan posisi hamba, meningkatkan derajatnya, menyempurnakan kemuliaannya di sisi Allah dan makhluk-Nya. Laku ini adalah dasar dan penyempurnaan seluruh ketaatan. Dan, menjadi tujuan mulia kaum zuhud ahli ibadah.

---Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah Lithalibi Thariq Al-Haqq

25/11/2016

CIRI AKHLAK MULIA

Dalam kitab “Ihya ‘Ulumuddin” jilid 3 halaman 75 Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa ada 26 ciri-ciri orang yang berakhlak mulia, yaitu:
1. كثير الحياء
Artinya: Merasa malu melakukan perbuatan buruk.
2. قليل الأذى
Artinya: Tidak menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.
3. كثيرالصلاح
ِArtinya: Selalu bersikap baik kepada orang lain.
4. صدوق اللسلن
Artinya: Berkata jujur.
5. قليل الكلام
Artinya: Tidak banyak bicara.
6. كثير العمل
Artinya: Banyak berkarya.
7. قليل الزلل
Artinya: Sedikit melakukan kesalahan.
8. قليل الفضول
Artinya: Tidak banyak melakukan berlebih-lebihan, baik dalam perkatan maupun perbuatan.
9. بارا
Artinya: Berbuat kebajikan nyata kepada sesama makhluk, khususnya manusia. Sedekah, karya yg bermanfaat dll.
10. وصولا
Artinya: Menyambung tali silaturrahmi.
11. وقورا
Artinya: Respek atau menghormati orang lain, baik yang masih muda maupun yang sudah tua usianya.
12. شكورا
Artinya: Selalu bersyukur kepada Allah SWT.
13. صبورا
Artinya: Bersabar menghadapi segala cobaan hidup.
14. رضيا
Artinya: Ridho terhadap apa yang diberikan Allah SWT.
15. حليما
Artinya: Berusaha tidak lekas marah terhadap orang lain (murah hati).
16. رفيقا
Artinya: Welas asih kepada sesama makhluk, khususnya manusia.
17. عفيفا
Artinya: Memelihara diri dari perbuatan maksiat.
18. شفيقا
Artinya: Kasih sayang terhadap sesama makhluk.
19. لا لعانا
Artinya: Tidak sembarangan melaknat sesuatu atau orang lain kalau belum jelas permasalahan dan hukumnya.
20. لا سبابا
Artinya: Tidak s**a mencela orang lain.
21. لا نماما
Artinya: Tidak s**a mengadu domba kepada orang lain.
22. لا مغتابا
Artinya: Tidak melakukan ghibah (mengumpat-ngumpat) orang lain.
23. لا عجولا
Artinya: Tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu apapun.
24. لا بخيلا
Artinya: Tidak kikir terhadap harta yang dimiliki demi untuk menolong kesusahan orang lain.
25. لا حقودا
Artinya: Tidak berbuat dengki kepada orang lain.
26. لا حسودا
Artinya: Tidak berbuat hasud kepada orang lain.

اللهم صل على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم

13/11/2016

Baca dengan perasaan hati nurani.
Assalamu'alaikum Wr Wb.
PESAN INDAH

"Hal yang membuatku malu pada diri sendiri"

▪Pernahkah kamu berpikir andai kita perlakukan Quran seperti halnya Handphone kita saat ini..?

Lihat...
▪Bagaimana kalau kita selalu membawanya kemanapun kita pergi, dalam tas & saku?

▪Bagaimana jika kita selalu melihatnya dan membacanya beberapa kali dalam sehari?

▪Betapa kita gugup dan terburu-buru balik pulang saat lupa membawanya?

▪Bagaimana jika kita mperlakukn Quran seolah kita tak bisa hidup tanpanya..?

▪Dan memang benar, kita tak bisa hidup tanpanya...!

▪Bagaimana jika kita berikan itu kepada anak" kita sbgi hadiah?

▪Bagaimana jika kita selalu sempatkan untuk membacanya disaat bepergian?

▪Bagaimana jika kita buat dia sebagai prioritas?
Seperti contoh status berikut :
" Quran is my best friend. "

▪Mungkin hanya 7% yg akan menyebarkan pesan ini...

▪Jadilah salah satu dari mereka dan sebarkan kepada saudara" muslim lainnya.

▪Janganlah jadi bagian dari 93% yg enggan myebarkn pesan ini...

▪Coba pikirkan tentang Hari Pembalasan, sekalipun sekali saja

▪Kita sadar betul kalau hampir setiap hari selalu membuka dan bertukar pesan, email dsb. dg teman"

▪Kita share/forward guyonan & gosip

Tapi, Berapa kali kita buka Quran dan membaca firman Allah?

▪Jika kamu bersama teman"mu atau keluargamu, bagikan pesan ini kepada mereka...!!

Terbukti dalam Penelitian :
💠 Mendengarkan Quran mengurangi menyebarnya sel kanker ditubuh manusia bahkan menghancurkannya.
💠 Memanjangkan Sujud semakin menguatkan ingatan kita dan mencegah stroke.

Setan 👹 berkata:
"Aku heran bagaimana bisa manusia mengatakan mereka cinta Allah tapi mengabaikan perintahNya, dan mengklaim benci padaku, tapi nyatanya mereka patuh pada rayuanku"

▪Hanya butuh waktu sebentar untuk menyebarkan pesan ini kepada orang" sebagai pengingat ....😉😊

06/10/2016

Bismillah
Semoga bermanfaat dan bisa ambil hikmahnya., aamiin 😊

{{ Sesungguhnya kita hidup di dunia itu seperti halnya lelaki Beristri Empat }}

💜Istri ke 1: Biasa
biasa saja,
biasanya
tdk diperha-
tikan.
💛Istri ke 2: Agak cakep,
agak diper-
hatikan.
💙Istri ke 3: Lumayan
cakep,
diperhati-
kan.
💚Istri ke 4: Sangat ca-
kep,sangat
diperhati-
kan dan di-
sanjung2
dan diuta-
makan!

⏰Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki(suami) tersebut mau meninggal,
lalu dipanggilnya ke 4 org istrinya.

💚Dipanggilnya istri ke 4 yg paling cakep dan ditanya,"Maukah kamu ikut menemaniku ke alam kubur?", dia menjawab, "Maaf, cukup sampai di sini saja saya ikut denganmu."

💙Saat dipanggil istri ke 3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,"Maaf, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka."

💛Kemudian dipanggil istri ke 2 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab,"Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu selamat tinggal."

😭Si suami sungguh kecewa mendengar semua itu. Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian.

💜Lalu dipanggillah istri ke 1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya,"Saya akan menemanimu kemanapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu........"

❓Mau tahu siapa istri ke 1 sampai ke 4 itu ?

💚Istri ke 4 adalah "harta dan kekayaan". Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

💙Istri ke 3 adalah "teman- teman" kita. Mereka akan mengantarkan jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.

💛Istri ke 2 adalah keluarga/ famili, saudara dan teman dekat" kita. Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

💜Istri ke 1 adalah "amal dan ibadah " kita selama hidup di dunia.
Karena amal dan ibadah kita inilah yang paling setia mendampingi kita saat menghadap Allah swt. . .

Semoga bisa jadi renungan kita semua ... 😇😇😇

06/10/2016

SYAIR INDAH SANG 5 WAKTU...!!!

🌿 Bila SUBUH utuh
🌿 Pagi pun tumbuh
🌿 Hati terasa teduh
🌿 Pribadi tidak angkuh
🌿 Keluarga tidak keruh
🌿 Maka damai berlabuh...

🌿 Bila DZUHUR teratur
🌿 Diri jadi jujur
🌿 Hati tidak kufur
🌿 Jiwa selalu bersyukur
🌿 Amal ibadah tidak udzur
🌿 Keluarga akur
🌿 Maka pribadi jadi makmur...

🌿 Bila ASHAR kelar
🌿 Jiwa jadi sabar
🌿 Raga jadi tegar
🌿 Senyum pun menyebar
🌿 Insya Allah rezeki lancar...

🌿 Bila MAGHRIB tertib
🌿 Ngaji menjadi wajib
🌿 Wirid jadi karib
🌿 Jauh dari aib
🌿 Insya Allah syafaat tidak raib...

🌿 Bila ISYA' terjaga
🌿 Malam bercahaya
🌿 Hati damai sejahtera
🌿 Insya Allah hidup pun bahagia...

Salam 5 WAKTU...!!!

30/09/2016

“Tahukah kalian? Dzikir adalah salah satu ibadah yg mulia. Ucapan dzikir yg paling dis**ai Allah ada empat, yaitu Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, & Allahu Akbar.
Berikut penjelasan arti & maksud tiap ucapannya:
1. Bacaan tasbih (Subhanallah = Maha Suci Allah) adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan yg tidak layak bagi-Nya.
2. Bacaan tahmid (Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah) adalah menetapkan kesempurnaan pada Allah dalam nama, sifat & perbuatan-Nya yg mulia.
3. Bacaan tahlil (Laa ilaha illallah = Tidak ada sesembahan yg berhak disembah selain Allah) adalah berbuat ikhlas & mentauhidkan Allah serta berlepas diri dari kesyirikan.
4. Bacaan takbir (Allahu akbar = Allah Maha Besar) adalah menetapkan keagungan atau kebesaran pada Allah Ta’ala & tidak ada yg melebihi kebesarannya. Empat kalimat mulia tersebut bisa berfaedah jika bukan hanya di lisan, namun direnungkan & dipahami maknanya di dalam hati. .
Semoga amalan yg sederhana ini dapat menjadi rutinitas kita sehingga lisan ini selalu basah dengan dzikrullah, dzikir kepada Allah SWT.
Segala puji bagi Allah yg dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Semoga renungan ini bermanfaat..

27/09/2016

Setiap orang pasti ingin sukses. Namun, sukses seperti apa? Banyak orang beranggapan bahwa sukses itu dicirikan dengan harta kekayaan yang berlimpah, mobil yang mewah, jabatan yang mentereng, gelar yang berderet-deret atau popularitas yang luas. Inikah kesuksesan itu?

Saudaraku, sukses dalam pandangan manusia itu belum tentu sukses dalam pandangan Allah Swt. Tapi, sukses dalam pandangan Alloh pasti sukses di dunia dan akhirat. Lalu sukses dalam pandangan Allah itu seperti apa?

Allah Swt. berfirman, “..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurot [49] : 13)

Lalu seperti apa orang yang takwa itu? Takwa itu cirinya adalah akhlak mulia. Karena akhlak mulia merupakan buah dari akidah yang kokoh dan ibadah yang lurus kepada Allah Swt. sesuai petunjuk Rosululloh Saw. Akhlak mulia merupakan tujuan dari diutusnya nabi Muhammad Saw. ke tengah-tengah umat manusia.

Sehingga percuma kalau banyak ilmu tapi akhlaknya buruk. Sia-sia saja kalau banyak harta tapi akhlaknya tercela. Tak berguna popularitas jika akhlaknya tak patut ditiru.

Maka, milikilah akhlak mulia karena inilah ciri dari kesuksesan seseorang di hadapan Allah Swt. Semoga kita termasuk orang-orang yang sukses sejati, kesuksesan yang tak terbatas di dunia saja melainkan juga di akhirat kelak.

27/09/2016

Kenapa kita sering kecewa
Sering sedih
Sering galau
Bahkan marah ?

Karena kita lupa atau tidak tau tujuan hidup kita sebenarnya ?

Bahwa hidup ini hanya untuk mencari ridho Allah,

Ketika kita berbuat, kemudian tidak di hargai orang, maka kalau tujuan hidup kita jelas, hanya untuk Allah ... Pasti kita tak kan kecewa, karena semua pasti di nilai oleh Allah.

Dan ia pun sadar, bahwa dunia bukan ukuran kemuliaan seseorng karena semuanya hanya peran sementara, topeng sementara dan akan sadar ketika detik detik perpisahan dengan dunia ?

Maka teruslah berbuat kebaikan semata karena Allah, pasti kebahagiaan yang akan engkau rasakan ...

Barakallaahu fiikum,

24/09/2016

Orang yg meninggalkan maksiat dan menggantinya dengan ketaatan, ia akan menjadi manusia yang mulia , karena Allah akan memberinya 3 sifat terpuji :
1. Diberi kekayaan tanpa usaha yang keras.
2. Diberi bantuan walau tak tampak siapa yang memberinya.
3. Diberi kemuliaan walau tak seorangpun yang memuliakannya.

Ibaad - Syeikh Nawawi Al- Bantani

Address

Pondok Pinang Jaksel
Jember

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keluarga Besar Islam Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category