22/10/2025
Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf merupakan dua cabang utama dalam ilmu bahasa Arab yang menjadi dasar untuk memahami isi Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab ulama.
Ilmu Nahwu mengajarkan bagaimana menyusun kata dalam kalimat agar maknanya benar dan sesuai kaidah, sedangkan Ilmu Sharaf membahas perubahan bentuk kata agar diketahui asal, pola, dan maknanya secara tepat.
Kedua ilmu ini sangat penting bagi para santri, sebab keduanya menjadi kunci memahami ilmu agama dari sumber aslinya. Karena itu, Pondok Pesantren Puncak Sirojul Falah menjadikan pelajaran Nahwu dan Sharaf sebagai bagian utama dalam kurikulum pendidikan santri.
Untuk memudahkan pemahaman, para santri di Pondok Pesantren Puncak Sirojul Falah menggunakan metode Amtsilati — suatu metode yang disusun oleh KH. Taufiqul Hakim dari Kajen, Pati.
Metode ini dikenal dengan cara belajar cepat, praktis, dan aplikatif, karena santri langsung diajak memahami kaidah melalui contoh-contoh kalimat (amtsilah) dan latihan pola bahasa Arab tanpa harus menghafal rumus yang sulit.
Melalui pendekatan Amtsilati, para santri Sirojul Falah mampu memahami struktur bahasa Arab secara menyeluruh, baik dari sisi makna maupun bentuk. Pembelajaran ini menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Al-Qur’an sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan kecermatan dalam membaca kitab kuning.
Dengan demikian, Ilmu Nahwu dan Sharaf di Pondok Pesantren Puncak Sirojul Falah bukan hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga sebagai sarana membentuk pemahaman agama yang kuat, mendalam, dan berakhlak.