11/08/2026
Renungan: Oleh Pdt.Ithomy Kogoya
HIDUP TANPA BERARTI
“Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”( Pengkhotbah 1:2).
Saudaraku yang dikasihi Tuhan dan saya kasihi di dalam Tuhan Yesus.
Kehidupan manusia pada zaman sekarang sering terlihat seperti hidup tanpa arti. Teknologi semakin maju dan canggih, namun banyak orang kehilangan arah dan tujuan sejati.
Ironisnya, di zaman dahulu, meskipun hidup sederhana bahkan di zaman batu, manusia hidup teratur, berwibawa, dan saling menghormati.
Dulu orang bernyanyi atau berdansa memiliki arti dan makna yang dalam, setiap gerakan dan lagu menyampaikan pesan. Namun sekarang, bernyanyi dan berdansa dengan musik modern sering kali tidak memiliki arti sama sekali, hanya sekadar hiburan tanpa pesan yang membangun..
Alkitab mengingatkan bahwa hidup tanpa Tuhan adalah hidup yang kosong. Tanpa Allah, segala usaha manusia hanya berputar dalam lingkaran yang tidak memberi kepuasan sejati.
Banyak orang mengejar harta, jabatan, dan kesenangan, tetapi tetap merasa hampa. Demikian p**a dalam seni dan budaya, ketika nyanyian dan tarian kehilangan makna, manusia hanya bergerak tanpa tujuan.
Yesus berkata dalam Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Artinya, hidup yang bermakna hanya ditemukan ketika kita berjalan bersama Kristus. Hidup yang berpusat pada Allah membawa damai, kasih, dan tujuan yang jelas. Paulus pun menegaskan dalam Filipi 1:21, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Dengan Kristus, setiap nyanyian menjadi pujian, setiap tarian menjadi ungkapan syukur, dan setiap langkah hidup memiliki arti kekal.
Jadi,hidup tanpa arti adalah hidup yang terlepas dari Tuhan. Teknologi, musik, dan hiburan dunia tidak mampu menggantikan kebutuhan jiwa akan Sang Pencipta. Tanpa Kristus, manusia hanya bergerak tanpa arah, bernyanyi tanpa pesan, dan menari tanpa makna.
Tetapi bersama Kristus, hidup kita dipenuhi arti, tujuan, dan s**acita yang sejati. Marilah kita kembali menaruh hidup kita di dalam Dia, sebab hanya di dalam Kristus kita menemukan arti sejati, tujuan kekal, dan s**acita yang tidak tergoyahkan.
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”( Filipi 1:21).
Hubula,11 Agustus 2026
Penulis:
Pdt. Ithomy Kogoya
Ketua Dep.PP & Misi PGBWP