25/05/2023
ABAH Moch Djamhar Abdul Karim :
========================
*MAKRIFAT*
*MEMUJI MALAH MENGHINA*
========================
Assalamualaikum Warohmatollahi Wabarokatuh. Semoga Abah dalam kea'daan Sehat selalu, Maaf Abah Punten, Mau Nanya Masalah Ceramah Gus M Tentang Siroh Nabi Muhammad Ketika Kecil (sama spt Anak Kecil Kebanyakan) Tanggapan Njenengan Gimana? Gus M juga udah Klarifikasi Tapi Banyak Ulama Dan Habib yang masih Tak s**a Sama Gus M, Maaf Abah🙏🙏🙏🙏
===========
Wslm Wr Wb,
Bukan Tentang S**a dan ndak S**anya, Kamu juga Jangan spt Anak Kecil Bila Langsung Kepikiran spt itu, Semua Ada Hukum Kewajarannya dalam Hal Mengingatkan sebab sudah Masuk Ranah Publik, Masih Untung Takdirnya ndak diturunkan Langsung dari Panggung, Yaa Pastinya akan spt itu Resikonya, maka Biasa saja.
Pada Jaman sekarang ini disiplin Keilmuan ndak Terlalu dipermasalahkan, Adapun yang Menjadi Polemik Permasalahan di Medsos yang selalu ditonjolkan Adalah Kalian Berada dipihak Mana, dipihak Siapa, Pendukung Siapa or Lawan Siapa, maka Kefanatikan or Militansi Bisa Membutakan Mata Hati Seorang Hamba dijaman ini, maka dalam Spiritual Ketuhanan agar Jauhkan Hal itu sebab Dorna.
Ibarat Qobil dengan Habil Kalian Jangan Menjadi diantara Keduanya, Tetapi Jadilah Adam yang Mana Menengahi Keduanya Walaupun Takdir keduanya Memang Ributnya Itu lagi itu lagi, itu Takdir Pilihan Mereka, Nah Kalian sbg Sosok Adam Jangan Ikut Gelut juga. Tetapi Cukup Tahu dengan Mata Hati (Hati Nurani) Kalian Sebenarnya Apa Kekurangan Masing-masing Diri, si Qobil ndak Terima Bila si Iqlima Berjodoh dengan Habil dan Qobil Berjodoh dengan Labuda, si Habil Nerimo Berjodoh dengan Wanita yang Cantik Jelita Bernama Iqlima, disatu Sisi Habil Anak Sholeh Sueneng dikasih Takdirnya Baik spt itu sedangkan si Qobil seakan Tokoh Buruk dan Berjodoh dengan yang Wajahnya Kurang Cantik (Coba Jika Takdirnya Jatuh ke Diri Kalian Gimana Perasaannya), Tetapi Walaupun Habil Bernasib Baik dan Berjodoh dengan Wanita Cantik maka Ujung Kisahnya Malah Habil Mati Muda sebab Masalah itu ia Terbunuh dan Iqlima jadi Janda. Nah Saya Mau Kasih Tahu, bahwa Kalian Jangan Mau dijadikan Qobil or Habil, Tapi Jadilah Adam lalu Berdo'alah agar Munculnya Keturunan yang lebih Sholeh dan lebih Baik lagi maka itu Lahirlah Syits dengan Azura, yang Akhir Kisahnya setelah Adam Wafat maka Qobil Perang dengan Syits lalu Syits Menang dan Qobil ditahan oleh Syits dan Masuk Penjara lalu Akhirnya Qobil Mati disana.
PSIKOLOGI UMUM,
Bila Kalian Berada di Kelompok Habil Pasti akan Menyalahkan Pihak Qobil, dan Bila Kalian Berada di Kelompok Qobil Pasti akan Menyalahkan Pihak Habil, Psikologi Umumnya spt itu dan Dunia itu Isinya Kaya Gituh. Maka Jadilah Adam, Bukalah Mata Hati dan Kesadaran Kalian, Jangan Kelamaan Tertutup. Pabila Terbuka dan Sadar Baru Kita Bahas Ttg Nabi S.A.W. sbb :
1. Bila Berbicara Ttg Nabi S.A.W. maka Berhati-hatilah, sebab Jangan sampai Ada Kata-kata yang Merendahkan or Kata-katanya ndak Merendahkan Tapi dihati Aslinya Merendahkan, ini Hati-hati sebab Taruhannya Iman Kalian telah Batal.
2. Jangankan Merendahkan Nabi Melalui Kata-kata, Melihat Nama (Asma') Nabi saja (Arabic) diselokan or ditempat yang Kotor or dibawah yang Rendah maka Hati harus Tergerak lalu Jasad Bergerak dengan Segera Mengambilnya lalu dimuliakan dengan diletakkan pada Tempat yang Semestinya. Sekalipun Nabi S.A.W. Tetap Mulia yang dimuliakan.
3. Bila Berbicara Merendahkan Nabi S.A.W. Cuman Guyon (Bercanda) dilisan saja Keceplosan dan ndak sampai ke Hati, itu Namanya Terlalu Ekstrim Bercandanya maka Minta Ma'af dan Bertaubat Sungguh-sungguh dianggap sudah Cukup.
4. Bila Merendahkan Nabi S.A.W. sampai Masuk Hati dan di Iyahkan maka Sebagian Ulama Akidah Mengatakan Telah Keluar Islam agar Bersyahadat Kembali. Sebab Nabi Muhammad S.A.W. Termasuk didalam Dua Kalimat Syahadat sbg Contoh Menghina Nabi Memiliki Kuku yang Panjang Misalkan lalu Mengiyahkannya.
5. Pabila Sesama Muslim Wajib Mengingatkan dan yang Melakukannya dengan Rendah Hati Menerimanya, Bukan dengan Cara Membenci or Saling Benci, ini Jelas Keluar dari Hukum Kesadaran Diri, Apalagi disertai Pembenaran Diri maka Semakin Jauh dari Kebenaran yang Sebenarnya Sederhana.
6. Malah dalam Keterangan Kitab Imam Ibnu Katsir dijelaskan Siroh disaat Shubuh Pagi Hari dimana Anak-anak Paman Abi Tholib Rambutnya masih Kusut Tetapi Nabi S.A.W. pada Shubuh Pagi Hari sudah Bersih dan Rapi, Rambutnya Berminyak dan Memakai Celak Mata. Sebelum Jadi Rosul maka Jadi Nabi, shg Terjaga sebab sudah Memiliki Irhas dari Alloh SWT.
7. Hikmah Pelajaran yang Bisa diambil Adalah Pelajari dan Fahami lagi Ttg Akhlak dan Akidah, sebab dalam Kehidupan ini Sangat dibutuhkan sbg Penyeimbangnya. Sebab Kurang Fahamnya Akidah dan Akhlak dapat Menyebabkan Hidup Pastinya ndak Bijak, ndak Memahami Ttg Pantas or ndak Pantasnya, Baik or ndak Baiknya dan Benar or ndak Benarnya. Baik Berbicara Tuk Kalangan Santri or Kalangan Publik or Media Sosial pada Umumnya.
8. Nanti Saya Kisahkan secara Berseri Ttg Kisah Maulid Nabi S.A.W. yang saat ini Baru Seri ke-9 Masih dikisah Nabi Syits A.S. sebab Banyak Umat yang Belum Mengetahui Nasab Nabi S.A.W. keatasnya Padahal Mereka diberikan Anugerah Kemuliaan Beda-beda dan ndak Sama spt Kebanyakan Orang dijamannya, sebab Nur Muhammad itu diwariskan Turun Temurun dari Bapak ke Anak Terus Menerus kepada Orang-orang Khusus Pilihan Alloh SWT dari Nabi Adam A.S. sampai Abdulloh Tetap Terjaga Kesucian, Kemuliaan dan Keagungannya Tersebut, Ibarat Bibit Biji Pilihan lalu Begitu Lahir dan Tumbuh Menjadi Tanaman Besar yang Bisa Menaungi Semuanya dan Bermanfaat Tuk Semuanya Baik Lahir Maupun Bathin, itu yang dinamakan Syajarotul Yaqiin Binuuril Yaqiin.
9. Pabila Kalian Mahabbah kepada Guru Kalian maka Tentunya Kalian akan Menjaga Adab dimanapun Kalian Berada, Apalagi Takala Menceritakan Guru Kalian Tersebut. Begitu juga dengan Mahabbah kepada Nabi S.A.W., maka Pakailah Kalam-kalam Mahabbah yang Indah spt Bacaan Maulid saja sampai Para Ulama Banyak yang ndak Faham sebab Kalam-kalam Mahabbahnya Terlalu Tinggi dan Jarang ada dikamus-kamus Arabic. Berbeda Bila Kita Mengkisahkan Nabi S.A.W. Tanpa disertai Rasa Mahabbah shg Pastinya akan Kepeleset dibanyak Halnya.
*"Jaman Sekarang ini Banyak yang Memuji Guru Tapi Hakikatnya Justru Malah Menghinanya, Banyak yang Memuji Nabi S.A.W. Tapi Hakikatnya Justru Malah Menghinanya sebab Maulid itu harusnya Pujian Bukan Merendahkan, Banyak yang Memuji-muji Alloh SWT Tetapi Hakikatnya Justru Malah Menghina dan MelecehkanNYA, sama spt Banyak yang Beribadah kepada Alloh SWT Tapi Justru didalam Ibadahnya itu Malah Berbuat Syirik pada Alloh SWT, Hal ini karena Kurangnya Akhlak (Adab) dan Akidah yang Matang, juga Kurangnya Rasa Mahabbah yang Benar-benar Asli, sedangkan Mahabbah yang Aspal sudah Kebanyakan dan hanya Seremonial dan Simbol-simbol Mahabbah Belaka"*.
============
Ku Mau Cerita,
Ada Seorang Guru Mursyid dari Thoriqoh Qodiriyyah ketika Berjumpa dengan Saya Berkata : *"Saya Kenapa Yah Bila Membacakan Tafsir Al Jailani kepada Para Santri, dihati spt Ada yang Janggal, spt nggak Plong saja"*|| Saya Jawab : *"Yaa Wajar Kyai"*|| "Lho Kok Waajar, Maksudnya Apaan Yah.? (dengan Nada Penasaran)"||
*"Kyai ini Perjalanannya masih Belum Nyambung dengan Tuan Syekh, Walaupun Thoriqohnya Bersanad Kuat, karena Kelemahan Kyai ini di Lisan makanya Saya Silaturahmi Beberapa Kali Saya Korbankan Waktu Saya Tuk Kyai Tuk Hal itu Sebenarnya, sebab Kyai ini dibutuhkan Banyak Umat sedangkan Saya akan Membantu Siapapun yang Mana Mereka dibutuhkan oleh Umat Banyak spt Kyai ini Misalkan"*|| "Iyah Saya Faham, Sebenarnya Saya ingin Sekali dibedah Ruhani sama Jenengan Tetapi Saya Khan masih S**a Ceramah, Tahu Sendiri lah yang Namanya Ceramah itu Banyak Guyon dan Kepeleset Ucapannya"|| *"Makanya Kyai ini sudah saatnya Duduk dirumah saja Sebenarnya, Fokus Membimbing Umat maka akan lebih Cepat Jadi Spiritual Ketuhanannya sebab Saya Kasihan Umat Banyak yang jadi Korbannya"*|| "Tapi Khan Saya harus Menanggung 3000 Santri dan Lain-lain, Saya nggak Pakai Proposal maka itu Saya Ceramah Kesana-kemari Tuk Hal itu, Terkecuali sudah Ada Penggantinya, Nanti Tunggu saja Yah Kedua Anak Saya Lulus dari Mesir"|| *"Makanya Saya s**a Kesini Silaturahmi karena Kyai Masih Apik, Artinya Ada Jalan Spiritualnya yang masih Bisa dibangun, Sebenarnya Takala Kyai ini sudah Duduk maka Semuanya akan Tercukupi dan akan Menjadi Sosok Ulama yang Berkharismatik dan Bertuah (Itu Harapan Saya), Cuman Modalnya Keyakinan pada Alloh SWT yang harus ditumbuhkan dgn Cara Istiqomah Duduk dirumah dengan Menjalani Tirakat-tirakatnya dengan disiplin dan Menjauhkan Diri dari Segala Hal yang Bisa Melambatkan Perjalanan. Tuk Anak Kyai yang di Mesir, Berapa Tahunan lagi Lulusnya.?"*|| "Yaa Sekitar 5 Tahunan lagi"|| Saya Jawab Menutup : *"Yaa sudah, Semoga saja Umur Kyai dan Saya Masih Panjang, dan Semoga Kita dipertemukan Kembali Lima Tahun yang akan Datang (Akhirnya sampai saat ini Takdirnya Belum Berjumpa lagi)"*.
"Tanaman Syajarotul Yaqin Diri Bisa Tumbuh Besar Menaungi Banyak Hal Alam Semesta Raya yang Kita Jumpai dan Singgahi, Inilah Pohon Keistiqomahan Spiritual itu Berada, Inilah Hakikat Wuquf Sebenarnya, Mursyid Salah Satu Thoriqoh ini spt Mengalami Buah Simalakama dalam Kehidupannya, sebab Keyakinannya ndak Sebanding dengan Amanah yang Beliau Terima. Sama spt Kalian saja, Amanahnya Padahal Kecil Tapi Tuk Ukuran Kalian Seakan Besar bahkan Sangat Besar, shg Kalian Sulit Tuk Keluar dari Amanah Tersebut shg Bisa Fokus Membentuk Pohon *"Syajarotul Yaqiin"* dan Menjadi Insan yang lebih Amanah Kedepannya. Penyakit Diri Umumnya Adalah *"Tarsok-tarsok (Entar Besok Entar Besok)"* sampai Ada Dorongan yang Sangat Kuat Hadir sebenarnya Jiwa Kalian yang sejak Lama Tersiksa dan Terpenjara hendak Berontak Cuman Tak dihiraukan Terus oleh Kalian, Ruh Kalian pun Merasa Lelah dan Capek oleh Hiruk Pikuk Duniawi sebab Ia sudah Sering Mengingatkan Hati dan Panca Indera Kalian, Cuman Kalian ndak Sadar-sadar juga, Ada Sekalinya Sadar Malah Mabok lagi. Sebenarnya Akhlak yang diberitahukan Melalui Kalam Alloh SWT Bagi Hamba yang sudah Terlalu Kelewat Batas Adalah : *"Fafiruu ilalloh, Maka Larilah Kalian (Cepat-cepat) kepada Alloh SWT"* Munmpung masih dikasih Umur yang Panjang, Tapi Bagi Hamba yang masih Kondusif Taat dan Patuh maka Anjurannya Adalah : *"Yaa Ayyuhal Ladziina Aamanuu Tubuu ilallohi Taubatan Nashuha, Wahai Orang Mukmin Taubatlah Kalian kepada Alloh SWT dengan Sebenar-benarnya Taubat"*.
Semangat Matahati dan Hati NuraniMu sebab Itulah Jalan Mahabbah kepada Alloh SWT dan RosulNYA, dan Janganlah sampai Tertutup oleh Sikap dan Perilaku Kefanatikan yang Berlebihan dan Penyimpangan Hati dan I'tiqod kepada Selain Alloh SWT dan RosulNYA, maka itu Bersikaplah Biasa saja agar Terbentuknya Keseimbangan Diri dan Kematangan Diri, itulah yang dinamakan Adam yang Fokus akan Taubat dan Memperbaiki Dirinya. Sebab Kedepannya, akan Banyak Masalah-masalah yang lebih Besar lagi Berdatangan daripada Masalah yang sudah Pernah Terjadi, maka itu Siapkan Bekalnya Sejak Saat ini, Jangan sampai Kucrut-kucrut lagi, OKRAY *_^.