14/09/2020
Umat beriman yang terkasih, melalui bacaan Injil hari ini kita diharapkan tetap setia dalam iman kepada Kristus sekalipun gempuran duniawi menghantam kita dengan hebatnya, sekalipun dalam perjalanan hidup kita banyak mengalami rintangan dan kesulitan. Kita diminta untuk tetap tabah di saat kita melewati jalan yang sempit, terjal, dan berkelok-kelok. Itulah perjuangan hidup yang membutuhkan kegigihan kita untuk dapat meraih kehidupan kekal, dan itulah salib yang harus kita terima dengan ikhlas. Kalau kita jalani dengan penuh kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan, tanpa keluh dan kesah, selalu menyertakan Allah dalam menapak hidup, berserah serta setia kepada-Nya, maka tanpa kita sadari iman kita kepada-Nya akan menampakkan sinarnya, begitu p**a kasih kepada Allah dan juga sesama akan semakin kuat ada di hati kita dan dapat kita rasakan. Wujudnyatanya adalah ketenangan, kedamaian, serta sukacita. Kita akan mampu untuk bertahan dalam iman kepada Kristus yang sungguh membahagiakan karena tidak mudah untuk mendapatkannya. Kebanggaan dalam iman adalah ketika kita mampu bertahan dalam iman kepada Yesus Kristus Tuhan kita dan dinyatakan layak sebagai warga Kerajaan Allah. Selain daripada itu, Yesus menghendaki agar kita memiliki hati yang tidak menyimpan segala sesuatu yang sifatnya negatif, hati yang selalu kita jaga kebersihannya dan hati yang selalu tulus serta ikhlas. Melalui sabda-Nya, hari ini Yesus mengingatkan kita untuk tidak mudah menilai buku dari sampulnya atau jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Kita diminta untuk menghindari sikap munafik agar tidak seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Namun, hendaknya kita mau untuk mewujudnyatakan apa yang kita yakini dan imani berkaitan dengan sabda Tuhan, bertindak terhadap sesama selalu dalam jiwa dan semangat kasih. Allah yang penuh kasih serta belas kasih, senantiasa mendampingi serta menyertai kita dalam menapak jalan yang sempit, terjal, dan penuh kelak kelok agar kita selamat.