WONE.ID

WONE.ID Asal usul Kata Wone yaitu Suku Lani di Pegunungan Tengah Papua Barat. Wone dalam Bahasa Indonesia artinya “Kata/Kalimat/Firman”. BERSATU: “Bersama Satu Tujuan”.

WONE secara akronim yang admin artikan yaitu “We are One” artinya: “Kita adalah Satu”. Kita adalah Satu yakni Manusia yang diciptakan oleh Tuhan melalui Wone.

18/12/2025
18/12/2025

APA KONTEKS HISTORIS, BUDAYA, LITERATUR, DAN TEOLOGIS DARI INJIL MATIUS PASAL 2?

Konteks Historis

Pasal 2 dari Kitab Matius mencakup kisah kelahiran Yesus, termasuk kunjungan orang-orang Majus dari Timur dan pelarian keluarga Yesus ke Mesir. Pada zaman ini, Israel berada di bawah kekuasaan Romawi, dan Herodes Agung adalah raja yang berkuasa. Pencatatan ini dilakukan untuk menunjukkan kepentingan dan penggenapan nubuatan mengenai kedatangan Mesias.

Konteks Budaya

Budaya pada saat itu sangat dipengaruhi oleh kepercayaan pagan serta tradisi Yahudi. Kunjungan orang Majus yang membawa hadiah emas, kemenyan, dan mur adalah mencerminkan praktik penghormatan kepada raja dan dewa-dewa, tetapi dalam konteks ini, mereka mengakui Yesus sebagai Raja yang baru lahir. Ritual dan tradisi Yahudi juga sangat berfleksinya di sepanjang pasal ini.

Konteks Literatur

Matius dikenal sebagai Injil yang ditujukan kepada audiens Yahudi, dengan banyak referensi kepada nubuatan Perjanjian Lama. Dia menekankan genealogis Yesus sebagai keturunan Abraham dan Daud, serta mengaitkan peristiwa-peristiwa dalam pasal ini dengan nubuatan, seperti pengungsian ke Mesir dan pembunuhan bayi-bayi oleh Herodes (yang merujuk kepada nubuatan dalam Yeremia).

Konteks Teologis

Secara teologis, pasal ini menunjukkan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah akan Mesias dan bagaimana Allah melindungi-Nya dalam menghadapi bahaya. Pelarian ke Mesir sebagai penggenapan nubuatan menggarisbawahi kedaulatan dan pengawasan Allah atas rencana keselamatan-Nya. Ini juga menunjukkan panggilan kepada semua bangsa untuk mengenali dan menyembah Yesus sebagai Tuhan.

Ambil longgop di kali ILA untuk buat pondok Natal Jemaat Efata KAGO 2 oleh Pemuda Efata, 21 November 2025
21/11/2025

Ambil longgop di kali ILA untuk buat pondok Natal Jemaat Efata KAGO 2 oleh Pemuda Efata, 21 November 2025

Santapan HarianBUKAN KUATKU, TETAPI TUHANKU!Ulangan 9:1-6 Mengandalkan kekuatan dalam menghadapi musuh yang besar sering...
21/11/2025

Santapan Harian
BUKAN KUATKU, TETAPI TUHANKU!
Ulangan 9:1-6

Mengandalkan kekuatan dalam menghadapi musuh yang besar sering menimbulkan ketakutan, dan perasaan minder serta pesimis. Namun, memperoleh kemenangan sering sekali menjadikan seseorang menjadi pongah. Hal inilah yang diperingatkan Musa kepada bangsa Israel saat menghadapi musuh yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari mereka.

Bangsa Israel akan menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk menduduki bangsa yang lebih besar dan lebih kuat, dengan kota-kota besar yang berkubu sampai ke langit. Orang-orangnya besar dan tinggi, khususnya suku Enaq, tidak ada orang yang mampu bertahan menghadapinya (1-2). Hal itu menimbulkan ketakutan, keraguan, dan pesimistis bagi bangsa Israel ketika mereka mengandalkan kekuatannya.

Musa membesarkan hati bangsa Israel supaya mereka optimis dalam menghadapi musuh yang besar dan tinggi, serta kubu-kubu kotanya dengan mengandalkan TUHAN. Bangsa Israel harus yakin bahwa TUHAN akan berjalan di depan mereka laksana api yang menghanguskan, Dia akan memunahkan dan menundukkan musuh mereka, serta memampukan bangsa Israel menghalau dan membinasakan musuh mereka (3). Mereka tidak berorientasi kepada kekuatan musuh, melainkan kepada TUHAN dan menempatkan Dia sebagai yang terdepan.

Musa juga melarang bangsa Israel pongah setelah mengalahkan musuh mereka. Jangan mereka berkata dalam hatinya, "Karena kebenarankulah TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini" (4). Bukan karena kebenaran mereka dan ketulusan hati mereka, tetapi karena TUHAN itu sendiri. Sesungguhnya, bangsa Israel bangsa yang tegar tengkuk. Bangsa Israel harus sadar diri di hadapan TUHAN sehingga mereka dapat menjadi bangsa yang rendah hati.

Janganlah takut dan gentar dalam menjalani tantangan kehidupan. Tetaplah optimis karena kita memiliki Allah yang maha kuat dan dahsyat yang memampukan kita untuk menghadapinya. Bukan kuatku, tetapi Allah-ku yang hebat! Allah ku menang! [MRG]

A resident of Sorong City, West Papua, named Ortizan F. Tarage, was allegedly assaulted by several police officers while...
21/05/2025

A resident of Sorong City, West Papua, named Ortizan F. Tarage, was allegedly assaulted by several police officers while being detained at the Sorong City Resort Police Station on March 15, 2025, in connection with a motorcycle theft case.

Tarage claims that upon arrival at the police station, he was taken to the detention cell and physically abused from noon until evening, being beaten with various objects such as wood, bamboo, hoses, and an inch-thick metal rod. As a result, he suffered serious injuries to his face, calves, thighs, shoulders, and hands. Despite returning the stolen motorcycle, Tarage was forced to confess to stealing two other motorcycles, and when he refused, he was beaten until he fell unconscious.

After being released from the hospital, Tarage's condition worsened, and he was diagnosed with stage 5 kidney failure, which he claims he did not have prior to the arrest. Tarage's family is demanding a thorough investigation into the alleged abuse and for the responsible police officers to be held accountable, as they believe the incident violated Tarage's human rights and the principles of law enforcement.

Source:https://jubi.id/domberai/2025/seorang-warga-kota-sorong-diduga-dianiaya-dalam-sel-tahanan-polisi/

Kita tidak akan pernah bisa mengatakan cukup atas kebaikan Tuhan. Kita bisa memuji-Nya siang dan malam untuk semua hal i...
21/05/2025

Kita tidak akan pernah bisa mengatakan cukup atas kebaikan Tuhan. Kita bisa memuji-Nya siang dan malam untuk semua hal indah yang telah Dia lakukan dan itu tetap tidak akan pernah sepenuhnya mengungkapkan kebaikan-Nya yang tak terbatas. Di sini Pemazmur memuji Tuhan atas kebaikan-Nya yang tidak pernah ada habisnya bagi umat-Nya dan mengingatkan kita bahwa kita dapat “berlindung” kepada Tuhan.

03/05/2025

kalau sakit hati dengan omongan orang, ingat jangan buat balasan apa-apa di orang yang omong lu ee, berdoa sah nanti suatu saat akan ada balasan dari Tuhan Yesus🫂🫶🏻

03/05/2025

Tuhan Yesus tau apa yang kamu rasakan sekarang, jadi janganlah berhenti untuk bercerita sama Tuhan Yesus, dia selalu ada di saat kamu dalam titik terendah sekalipun 🫶🏻

Tuhan menyertai kita semua
21/04/2025

Tuhan menyertai kita semua

TATA ULANG GAYA BERPOLITIK DI TANAH AIRPenulis, Dewan Perwakilan Rakyat Desa (DPRD) | Nabre, 20 Februari 2024Kedepan set...
20/02/2024

TATA ULANG GAYA BERPOLITIK DI TANAH AIR
Penulis, Dewan Perwakilan Rakyat Desa (DPRD) | Nabre, 20 Februari 2024

Kedepan setiap bacaleg sebelum caleg harus diuji Intelektualitas, Etikabilitas dan Elektabilitas dari tingkat kelompok, lokal, desa dan distrik dengan musyawarah mufakat.

Setiap caleg harus dicalonkan bukan ajukan diri jadi caleg apalagi tiba-tiba jadi caleg dan muncul baliho dimana2, karena kita tidak tau yang suruh dia caleg siapa?, basis massanya seperti apa?, kekuatan politik seperti apa?, atasi kekurangan dan acaman politiknya seperti apa?, kemampuan baca peluang seperti apa? tapi ketika tiba waktu pemilu, tiba2 bacaleg2 karbitan ini datang sujud di kita dan ngaku ada modal suara dari desa ini sudah ikat suara, dari desa itu sudah ada modal suara, dari tokoh ini sudah nyatakan sikap, dari tokoh itu sudah janji. iii ujung ujungnya saat pemuli teriak2 minta suara paksa, main kekerasan, main fisik, marah2, kecewa, dengki, benci2 politikanitas dan kekuatan perlawanan musuh politik.

Misalnya semakin banyak caleg di 1 dapil, suaranya pas-pasang, maka akan semakin tinggi konflik politik akibat perebutan suara dan kalo terjadi konflik politik yang jadi korban mayoritas adalah kita masyarakat bukan mereka (caleg2) bahkan nyatanya setelah kalah atau menang, mereka tetap berpegian euforia di kota2 besar dan kami masyarakat yang hadapi kenyataan permusuhan politik yang dibuat akibat perjuangan suara mereka.

Kita bisa amati sekarang, hanya karena makan /minum kopi seharian (/dalam waktu singkat) bersama dengan mereka dengan bercandaan, "sepertinya kk cocok caleg / kk besok maju dpr, siapa lagi kalo bukan kk /desa /daerah ini harus ada yang maju dpr dan lain sebagainya cerita buyaran". iii besoknya benaran dia caleg, astaga ini orang gila atau stress ini, orang bercandaan kok ngaku /ajukan diri jadi caleg, katanya dorongan rakyat padahal bukan!

Jadinya intinya bahwa setelah menguji Intelektualitas, Etikabilitas dan Elektabilitas, harus lakukan pemilihan lokal setiap desa /kelurahan /kelompok /wadah sebelum resmi menjadi dicalegkan dari partai dan memiliki nomor urut caleg. Pemahaman, sosialisasi dan tindakan ini mesti dilakukan agar konflik horizontal atas perebutan suara berlebihan itu tidak terjadi.

Ini tugas tanggungjawab kita bersama dalam melakukan dan mewujudkan demokrasi lebih baik, kalo cara2 demokrasi dengan politik uang, politik babi, politik kekerasan maka jangan harap Papua menuju visi besar kita yakni menciptakan kehidupan yang merdeka akan kemandirian, kecerdasan dan kesejahteraan. (wone.id)

https://www.facebook.com/share/p/zw6BLkP4YzHLXpUN/?mibextid=Nif5oz

19/02/2024

SEKOLAH TINGGI vs BERPENDIDIKAN

Sekolah tinggi itu beda dengan berpendidikan. Sekolah tinggi belum tentu berpendidikan tapi berpendidikan sudah pasti tinggi sekolahnya.

Jadi perbanyak belajar, kurangi sekolah tinggi. Bila perlu kurangi kejar ijazah dan gelar, kalo tidak sesuai kemampuan Intelektual dan Etika/Moral.

Sebagian minoritas, belajar dan sekolah tinggi berbarengan tapi secara mayoritas lebih mengejar sekolah tinggi ketimbang belajar, ini yang berbahaya buat Intelektual dan Etika.

Address

Kota Jayapura/
Jayapura
99331

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WONE.ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to WONE.ID:

Shortcuts

Share